Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Terpeleset


__ADS_3

"Boleh gabung?" tanya Elbert ketika sampai di ruang keluarga rumah tante rahel


"Boleh.. boleh.. silahkan duduk" jawab Silvia ramah


"Nikita mana?" tanya Silvia setelah mempersilahkan Elbert duduk


"Dikamar, semenjak hamil dia gampang lelah" jawab Elbert


"Bukan gampang lelah, dianya aja yang malas" kata Silvia


"Maksud kamu?" tanya Elbert


"Eh.. gak apa-apa kok, kamu mau minum apa.. aku buatin ya" alih Silvia


"Gak usah repot-repot" jawab Elbert


"Gimana bro, dengar-dengar Elang corp akan membuka cabang lagi nih" Ucap Baim


"Masih tahap rencana im" jawab Elbert


"Elu jangan sungkan-sungkan mengajak perusahaan gue untuk ikut sukses El" Canda Baim


"Elo bisa aja, kurang sukses apa lagi sih elo sekarang" jawab Elbert


"Kok jadi ngomongin bisnis sih" keluh Silvia


"Jadi kamu mau kita ngomongin apa, menggosip?" jawab Baim


"Iya kali para Ceo menggosip" balas silvia


"Kamu sih diajakin masuk kantor engga mau" kata Baim


"Kalau bisa engga kenapa di harusin" jawab silvia


"Beda banget sih sifat silvia dan Nikita" batin Elbert


"ngomong-ngomong kenapa sewaktu reuni kemarin elu gak nunggu sampai acara selesai El?" tanya Baim


"Oh itu.. gua ada masalah kemarin, berhubung elo di sini gua mau minta bantuan nih" jawab Elbert

__ADS_1


"Bantuan apa bro?" tanta Baim


"Elo kan ada disana sampai acara selesai, ada kajadian yang gua gak tau atau yang terjadi disana tidak di liput semua ke grup?" tanya Elbert


"Ya gua emang disana sampai acara selesai, makanya gua tau kalo elu itu ninggalin acara, karena berulang kali MC manggil elu buat naik ke panggung tapi malah Yanto yang naik dan berbisik kepada Mc untuk melanjutkan acaranya" jelas Baim


"Gua ngerasa ada yang ngejebak gua disana im" sambung Elbert


"Aku ke dapur ya mau bantuin mama" Kata Silvia yang mulai merasa panas dingin karena yang dibahas Elbert adalah dirinya


"Iya beb, maaf ya aku ke asyik ngobrol sama Elbert" Jawab Baim


"Gak apa-apa kok, lanjutin aja" balas Silvia


"iya maaf ya sil kita jadi keasyikan ngobrol, Kalian lanjut aja deh. Aku mau manggil Nikita kita mau ke dokter" lanjut Elbert


"Oh gitu" jawab Silvia singkat karena tidak mau terlihat gugup


"Oke deh lain kali kita lanjut lagi bro" sambung Baim


Ketika Elbert mau balik ke kamar Tente rahel memanggil Elbert dari arah dapur. Elbert pun langsung menghampiri tante Rahel.


"Ada ada tante?" tanya Elbert


"Iya tante, takut terlambat nanti ke rumah sakit nya" jawab Elbert


"Sebenarnya ada yang mau tante omongin sama kamu, tanpa Nikita.. Kalau ada waktu luang kamu kabarin tante ya" Pinta tante rahel


"Oh.. iya akan Elbert usahakan secepatnya tante" jawab elbert mengangguk


"Ya udah kamu panggil gih nikita, bilangin juga puding nya udah siap" Pesan tante rahel


"Oke tante, aku permisi dulu" jawab Elbert segera berbalik badan dan menuju kamar Nikita


Sesampainya di kamar Elbert tidak menemukan Nikita di ranjang, samar-samar terdengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


"Nik.. kami di dalam? Lagi mandi ya?" tanya Elbert di dekat pintu kamar mandi


"Iya kak.. sebentar ya" jawab Nikita

__ADS_1


Sembari menunggu sang istri, Elbert pun mengamati kamar Nikita yang sangat nyaman dan sederhana persis menggambarkan jiwa orang yang menempatinya.


Tak lama kemudian Nikita pun keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk yang menutupi dada sampai diatas lututnya. Elbert yang melihatnya jadi gugup dan merasakan gejolak aneh pada dirinya.


"Aku tunggu di bawah ya" Ucap Elbert suara nya seperti tertahan, Nikita hanya mengangguk.


"Dimana Niki?" tanya tante rahel ketika berpapasan di ujung tangga bawah dengan Elbert


"Masih di kamar lagi ganti baju tante" jawab Elbert


"Tadi tante mau nganterin puding nya ke kamar, Nih kamu aja yang ngasih ke Niki"


"Iya tante, makasih" jawab Elbert


"Tante.." panggil Nikita dari atas melihat tante rahel dan elbert di ujung tangga bawah


Nikitapun segera turun, tapi ketika sudah beberapa anak tangga lagi kaki Nikita terpeleset hingga Nikita terguling ke bawah.


"Nikitaaaaaa" Teriak Tante rahel berbarengan dengan Elbert


"Ada apa?" susul silvia ketika mendengar teriakan tante rahel


" Cepat kita ke rumah sakit" ajak Baim


Elbert terlihat sangat panik menggendong Nikita ala bridal style dengan langkah cepat, Melihat Nikita yang masih sadar tapi hanya meringis tidak merespon apa pun dari orang-orang yang mengkhawatirkan nya membuat Elbert ssmakin panik.


Dengan cekatan Baim membuka pintu dibelakang kemudi.


"Biar gue yang nyetir, elu temenin nikita aja" Suruh baim langsung masuk ke mobil dan duduk di bangku kemudi


"Beb kamu susul pakai mobil aku ya" Lanjut baim lagi kepada silvia


"Kamu hati-hati ya sil, kami duluan" pamit tante rahel langsung masuk dan duduk di samping baim.


Jalanan belum terlalu macat karena masih jam kerja, sekitar 20 menit mereka tiba di rumah sakit.


.


.

__ADS_1


.


Mohon terus di dukung kakak sayang semua 💕💕


__ADS_2