Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Semakin hangat


__ADS_3

Sekitar pukul Delapan malam Elbert tiba di rumah.


"Selamat malam istriku" sapa Elbert kepada Nikita yang tengah sibuk menyiapkan makan malam


"Malam kak.. kok lama banget?" tanya Nikita tersenyum setelah Elbert mencium keningnya


"Gak terasa.. abis ngobrol banyak sama Baim" jawab Elbert tersenyum memperhatikan Nikita yang masih sibuk di meja makan



"Ngomong silvia ya?" tanya Nikita


"Iya sayang.. Nanti aku ceritain ya sama kamu, aku mandi dulu" Balas Elbert


"Emang belum mandi? Kok udah ganti baju?" tanya Nikita melihat Elbert pulang tidak lagi memakai bajunya yang tadi pagi


"Belum.. cuma ganti aja tadi pas mau ketemu baim, di kantor aky tadi pake baju yang kamu kasih kok. tanya aja sama Yanto.


abis aku di ledekin terus sayang" jelas Elbert


"Maaf ya kak, kenapa gak langsung di ganti aja tadi pas sampe kantor?" tanya Nikita


"Gak apa-apa, jadi kerasa ditemani kamu tadi kerjanya" gombal Elbert


"Lebay deh" balas Nikita

__ADS_1


"Mama mana sayang?" tanya Elbert


"Katanya mau belanja buat persiapan 7bulan kak, tadi perginya sore bareng Tante Tiara dan Vera" jawab Nikita


"Ohh ya udah mandi dulu ya sayang" pamit Elbert lalu melangkah ke kamar.


Nikita juga ikut menyusul ke kamar untuk menyiapkan pakaian ganti Elbert. Setelah selesai Nikita kembali keluar kamar menunggu Elbert di meja makan.


Tak lama kemudia Elbert menghampiri Nikita.



"Kok gak makan aja duluan sayang" Tanya Elbert tersenyum sumringah mendapati Nikita masih menunggunya


"Gak enak kalau makan sendirian kak" jawab Nikita lalu menyiapkan makanan di piring Elbert


Keduanya pun makan malam diselingi perbincangan mengenai Silvia dan Baim. Nikita tidak menyangka kalau silvia seperti apa yang diceritakan Baim kepada Elbert.


Selesai makan malam, Nikita dan Elbert masuk ke kamar. Tak lama kemudian mama hanna tiba di rumah.


"Nik... kalian udah tidur?" panggil mama hanna di depan pintu kamar


"Belum ma, ada apa?" tanya Nikita ketika sudah membuka pintu


"Nih.. mama mau tunjukan sesuatu, panggil Elbert gih" suruh mama hanna

__ADS_1


Dan kini mereka bertiga duduk di ruang keluarga, mama hanna menujukan beberapa perlengkapan baby kepada Nikita dan Elbert


"Kita kan belum tau cowok atau cewek ma" ujar Elbert ketika mama hanna menujukkan box bayi yang belum dirangkai dalam kotaknya


"Makanya mama ambil warna yang netral, itu warna putih jadi cocok untuk cewe atau cowo nanti" jawab mama yang sangat antusias


"Udah ya.. cukup ini aja, jangan lagi tambah yang lain-lain. Elbert juga mau mempersiapkan hal lainnya untuk anak El nanti" jawab Elbert


"Terserah mama dong.. mama juga udah pesan stroller dari teman mama yang di London" balas mama hanna


"Nanti kita gak kebagian lagi buat melengkapi kebutuhan baby nya ma" jawab Elbert lagi


"Ya udah kalian beli lagi aja" pungkas mama hanna tidak mau mengalah


"Udahlah kak.. biarin aja, biar mama seneng" lerai Nikita


"Terserah deh" jawab Elbert mengalah


"Mama juga udah telpon keluarga dekat kita yang kemarin belum sempat datang ke nikahan kalian" lanjut mama hanna


"gak usah terlalu rame lah ma" jawab Nikita


"Ini cucu pertama mama, jadi semua harus istimewa. Kamu suruh mbak rahel juga ya buat undang keluarga dari pihak kamu Nik" balas mama hanna


"Ohh.. iya Niki sampe lupa buat ngabarin tante rahel hari H nya ma" jawab Nikita

__ADS_1


"Besok kita ke rumah mbak rahel sama-sama ya" balas mama hanna


__ADS_2