
"Ihh sayang kok jadi aku sih" jawab Elbert
"diantara kalian semua di teman-teman kamu malahan kamu yang paling gak peka" lanjut Nikita
Dan pembicaraan mereka terhenti ketika seorang suster keluar membawa anak yang sudah dilahirkan Silvia. Dan itu membuat Aulia tercengang karena baru mengetahui kalau silvia sedang operasi Caesar.
"Bayi nya perempuan, lahir dengan selamat. Tapi dokter ingin pihak keluarga menemui nya di ruangannya sekarang" kata Suster yang mengendong bayi tersebut
"Apa kami sudah bisa menjenguk silvia sus?" tanya Nikita
"Sebentar lagi setelah dipindahkan ke ruang perawatan kalian boleh menjenguk nya, sayap permisi dulu" jawab suster lalu melangkah ke kamar bayi
"Sudah selesai im?" tanya Elbert ketika melihat Baik di dorong dengan kursi roda
"udah el" jawab Baim
"Kok di kursi roda?" tanya Aulia
"Susternya bilang aku harus istirahat sebentar, tapi aki bosen di Ruangan itu, tadi aku maksa buat keluar jadi susternya bilang harus pakai kursi roda" jawab Baim
"Atau kita pulang saja, kamu istirahat di rumah?" tanya Aulia
"Iya im.. kalian pulang saja, Silvia juga sudah melahirkan" kata Nikita
"Ohhh bagus lah gimana keadaanya?" tanya Baim
"Bayinya sehat, tapi silvia kita belum tau.. tante rahel sedang menemui dokter yang tadi membantu silvia melahirkan" jawab Elbert
__ADS_1
"Ya sudah, sampai kan kepada tante Rahel kalau kami balik duluan ya" kata Baim
"Oke.. elo jaga kesehatan jangan maksain buat beraktivitas dulu" seru Elbert
"Iya im.. jaga kesehatan ya. Makasih banget untuk bantuan nya" lanjut Nikita
"Iya Iya, ya sudah kita balik ya" jawab Baim
"Kak Niki.. aku pulang duluan ya, kak el" pamit Aulia lalu Elbert dan nikita mengangguk tersenyum
Sekarang Silvia sudah berada di ruang inap, didalam Elbert dan Nikita menunggu Silvia yang belum sadar karena pengaruh obat bius, dan beberapa menit kemudian Tante rahel datang.
"Gimana tante? Apa yang dibilang dokter?" tanya Nikita langsung berdiri dari duduknya
"Tante kasihan banget sama silvia Nik, tadi kata dokter kemungkinan besar Silvia akan buta" jawab tante rahel
"Ha... kok bisa tante?" tanya Nikita
"Tapi bukan buta permanen kan tante?" tanya Nikita
"Katanya Pertumbuhan tumor ini dapat menghambat sekresi hormon dalam tubuh yang mana jika dibiarkan dapat mempengaruhi penglihatan setelah melahirkan, maka dari itu dokter tadi meninta pihak keluarga untuk menemui nya untuk membicarakan ini" lanjut Tante rahel
"Apa tindakan yang akan kita dilakukan tante?" tanya Elbert
"Bagaimana dengan Gio El? Di harus tau ini. Seharusnya apa pun yang kita lakukan harus dengan persetujuan nya" jawab tante rahel
"Keysa masih mencarinya tante" jawab Elbert
__ADS_1
"Tidak perlu menunggu Gio tante, kalau ada tindakan yang harus Segera dilakukan" kata Nikita
"Dokter beri waktu Sampai besok siang untuk menunggu keputusan kita" jawab tante rahel
"Dokter hanya akan melakukan terapi mata, jika bisa dengan cara itu saja maka tidak akan dilakukan operasi" lanjut tante rahel
"Syukurlah kalau masih ada jalan yang lebih ringan tante" jawab Nikita
"Gimana keadaan Baim?" tanya tante rahel
"Baim baik-baik saja dan tadi sudah pulang lebih dulu ketika tante sedang menemui dokter" jawab Elbert
"Kalau begitu kalian juga pulang lah, kasihan Kiel sudaj ditinggal seharian ini" kata tante rahel
"Ada mama kok di rumah tante" jawab Elbert
"Iya, tapi Kiel masih ASI. Nikita juga pasti nyeri kalau ASI sudah penuh" kata Tante rahel
"Tante gak apa-apa?" tanya Nikita
"Engga Bik, kalian pulang saja" jawab Tante rahel
"Ya sudah.. kalau ada apa-apa tante langsung kabarin Niki ya" kata Nikita
"Iya Tante, jangan sungkan.. kita selalu ada untuk bantu tante" lanjut Elbert
"Terimakasih Elbert, kamu bantuin tante jaga Nikita dan Kiel saja sudah cukup" balas Tante Rahel
__ADS_1
"Itu sih udah kewajiban yang prioritas tante" jawab Elbert
"Lebay kamu.. ya udah ayo, Kita pulang ya tante" kata Nikita lalu memeluk tante rahel sebentar