Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Baik-Baik Saja


__ADS_3

Suster yang melihat mobil berhenti dan terparkir sembarangan langsung tanggap dan membawakan brankar ke arah mobil.


Elbert segera mengangkat tubuh lemah Nikita ke atas. Beberapa suster segera mendorong ke tuang IGD.


"tante aku mau hubungin mama dulu, tante masuk cari dokter luna ya" kata Elbert


"Oke baiklah, jangan buat mama kamu panik" pesan tante rahel dan langsung masuk ke dalam mencari dokter Luna


"Dimana dokter luna?" tanya tante rahel di bagian resepsionis


"Sudah ada janji buk?" tanya suster yang bernama Juni tersebut


"Belum, tapi hari adalah jadwal kontrol anak saya yang tadi dibawa ke IGD" Terang Tante rahel


"Ohh.. saya akan menghubungi Dokter luna buk" jawab suster Juni


"Dokter Luna segera akan datang kemari buk" lanjut Suster Juni setelah selesai berbicara dengan Dokter Luna


"Baiklah.. terimakasih" balas tabte Rahel


"Rahel..."panggil dokter Luna


"Luna.. kamu bekerja disini?" tanya Tante Rahel


"Iya.. sudah beberapa tahun, kamu apa kabar?" tanya dokter luna


"Baik.. tapi aku ke sini mengantar keponakan ku yang lagi hamil tadi di terpeleset, sekarang sudah di IGD" jawab tante rahel


"Lun.. gimana keadaan Nikita?" tanya Mama hanna yang sudah tiba di rumah sakit


"Kalian tenang dulu, saya akan menangani Nikita dengan baik" jawab Dokter luna


"Lakukan yang terbaik lun" balas Tante rahel


Sepeninggal dokter luna untuk menangani Nikita, Rahel dan hanna duduk di kursi panjang di depan ruang IGD.


"Kamu kenap dokter luna mbak?" tanya Mama Hanna


"Dulu kita sekelas di bangku SMA mbak" jawab Tante rahel

__ADS_1


"Ohh.. Dokter luna itu adalah sahabat saya dari kecil mbak dan sekarang dia menjadi dokter keluarga kita juga, makanya saya percayakan Nikita ke dia" jelas Mama hanna


"Iya mbak hanna.. Luna itu orang nya baik, dan sejak SMA sepertimu dia sudah berbakat untuk menjadi dokter.. dulu di aktif di bagian PKS di sekolah" sambung Tante rahel lagi


"Gimana keadaan Nikita ma?" tanya silvia yang sudah datang


"Masih di tangani dokter sil" jawab tante rahel


"Baim?" tanya Silvia lagi


"Mungkin sedang bersama Elbert, mama juga belum lihat mereka" jawab tante rahel


"Anak muda yang bersama Elbert itu Baim? tadi mereka katanya mau ke toilet" balas mama hanna yang berpisah di pintu utama rumah sakit dengan Elbert karena Elbert izin ke kamar mandi dan di susul baim.


"Ohh.. iya tante makasih" jawab silvia


Setelah itu baim dan Elbert datang. Tetapi dokter Luna belum keluar dari ruang IGD


Baim duduk di samping silvia, sedangkan Elbert berjalan mondar-mandirnya di depan mereka


"Duduk lah El, mama jadi pusing liat kamu mondar-mandir" Kata mama Hanna


"Untung kalian langsung membawa Nikita ke rumah sakit, jadi tidak ada masalah serius. Dan ketika jatuh tadi yang terbentur bukan pantat dan perut nya jadi semua aman" terang dokter luna


"Iya Lun, tapi tadi Nikita sempat terguling" jawab Tante Rahel


"Nikita terguling kesamping dan dia memeluk perutnya, sehingga janin tidak terganggu" lanjut Dokter luna


"Kami bisa melihat Nikita sekarang?"Tanya Mama Hanna


"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat, Nikita akan di rawat inap sampai cairan infusnya cukup" jawab dokter luna


Merka semua mengangguki ucapan dokter Luna.


Setelah di pindahkan ke ruang rawat nikita yang juga sudah sadarkan diri melihat semua orang yang pedulia kepadanya.


"Gimana Nik, ada yang masih sakit?" tanya mama hanna


"Engga ma, maaf ya udah buat kalian khawatir" balas Nikita

__ADS_1


"Ya sudah mama dan Elbert akan menemui Dokter luna sebentar ya" lanjut mama hanna


"Nik.. sebentar ya" pamit Elbert


"Iya.. maaf kak, aku gak apa-apa ada tante rahel kok" jawab Nikita


"Ini bukan kesalahan kamu, jangan minta maaf terus" lontar Elbert lagi


"Mbak, sebentar ya" pamit Mama hanna lagi kepada tante Rahel


"Iya mbak.. Niki biar saya yang jaha dulu" jawab tante rahel


"Tante.. maaf ya Nikita ceroboh" Ucap Niki lagi


"Kamu dengar kan tadi apa kata suami kamu, ini bukan kesalahan kamu.. kamu engga sengaja" jawab tante rahel


"Ma.. silvia dan baim balik duluan ya, Baim ada kerjaan" Ucap silvia yang baru saja masuk ke dalam ruangan


"Oh iya.. Nak Baim, Terimaksih banyak karena sudah mengantar kami tadi ke rumah sakit" Kata tante rahel


"Iya sama-sama tante, Kami pamit dulu ya. Nikita.. cepat sembuh ya" balas Baim


silvia langsung menarik tangan Baim keluar dari ruangan, Karena dia paling tidak suka kalau Baim ramah kepada wanita lain termasuk Nikita sepupunya sendiri.


"Beb.. kamu ga pamit sama Nikita?" Ucap Baim ketika sudah berada di luar ruangan


"Kan kamu udah, jadi sama aja.. ga perlu terlalu banyak basa-basi" jawab Silvia


"Kamu aneh deh, sepertinya kamu ada masalah dengan Nikita. kita sudah menjalin hubungi beberapa tahun tapi kamu tidak pernah mengenalkan nya samaku" lanjut baim


"Untuk apa? apa pentingnya aku mengenalkan dia sama kamu, Supaya dia ngerebut kamu??" tanya Silvia


"Kamu ngomong apa sih beb?" tanya balik Baim


"Dia dari dulu memang selalu ngerebut apa pun yang jadi milik aku" lirih silvia


"Maksud kamu apa sih sil, kamu cerita dong sama aku" pinta Baim


"Udah lah.. gak penting ayo pulang, katanya kamu ada kerjaan" ajak Silvia dan di turuti Baim

__ADS_1


__ADS_2