Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Ada Apa?


__ADS_3

Setelah selesai mandi, dan menyusui Kiel sebentar kini Elbert dan Nikita sedang menikmati makan malam di meja makan.


"Sayang.. Lusa aku harus ke luar kota" kata Elbert setelah selesai dengan makanan nya


"Kok mendadak Pah?" tanya Nikita


"Iya sebenarnya sih jadwalnya sudah diatur Yanto dari beberapa minggu yang lalu" jawab Elbert


"Harus ya kak.. Ya udah gak apa-apa nanti kami bisa ke rumah mama atau ke rumah Tante Elbert


"Kalau kamu repot harus kesana, suruh mereka aja yang datang Mah.. oh iya aku juga udah bilang ke mana kalau Bik Ros dan pak Sudin akan ikut kita disini" lanjut Elbert


"Emang repot sih, kalau harus packing keperluan Kiel" jawab Nikita


"Senyaman kamu aja sayang" balas Elbert


"Ya udah kita ngobrol di kamar aja ya, kalau disini nanti Kiel bangun atau nangis gak kedengeran" sambung Nikita setelah membereskan meja makan


Sesampainya dikamar, Nikita melihat Kiel di box masih anteng.. tidur nya pulas karena sudah kenyang minum ASI.


"Kamu mau bikin taman ya tadi sayang?" tanya Elbert yang sudah berbaring di ranjang


"Iya Pah.. abisnya bosen gak tau mau ngapain" jawab Nikita


"Ya udah kalau kamu capek istirahat aja, nanti kalau Kiel Bangun aku kasih susu aja" kata Elbert


"Jangan susu.. kalau nanti nangis kamu bangunin aku aja, nanti aku kebanjiran kalau Kiel minum susu formula Pah" jawab Elbert


"Kebanjiran?" tanya Elbert bingung

__ADS_1


"Iya.. nanti ASI-nya merembes Pah" jawab Nikita


"Kan bisa papa yang keringin" balas Elbert


"Ihh.. udah ah aku mau tidur" jawab Nikita berbaring membelakangi Elbert


"Kenyal nya agak keras ya Mah" kata Elbert yang sedang memeluk Nikita dari belakang dan tidak sengaja mengenai Pabrik ASI nya Kiel


"Hmm" jawab Nikita


"Cepet banget ngantuknya, alesan kamu ini" kata Elbert


"Udah deh sayang.. kamu juga tidur aja, Tengah malam Kiel jarang bangun paling nanti menjelang subuh" jawab Nikita


"Tapi ada yang gak bisa tidur nih sayang" kata Elbert merapatkan sesuatu kebokong Nikita


"Huh.. mau gimana lagi ya memang harus sabar, nanti sepulang dari luar kota udah bisa kan?" tanya Elbert


"Emang berapa hari disana?" tanya Nikita


"Paling cepat 2 atau 3 hari Mah" jawab Elbert


"Kalau gak ada halangan berarti pulang nya hari jumat ya?" tanya Nikita


"Maybe" jawab Elbert tidak bersemangat


"Ya udah hari kamis aku periksa ke dokter Luna ya kak, udah bisa atau Belum" lanjut Nikita


"Terserah kamu aja sayang, Ya udah tidur ya.. lama-lama nanti aku bisa nahan" jawab Elbert

__ADS_1


Hari keberangkatan Elbert keluar kota pun tiba, Nikita mengantar Elbert sampai masuk ke dalam Mobil yang didalamnya sudah ada Yanto dan supir yang akan mengantarkan mereka ke bandara


"Jangan macem-macem" peringat Nikita lagi untuk kesekian kalinya


"Iya sayang, ya udah kita berangkat dulu ya" jawab Elbert lalu mencium kening Nikita


"Peluk.." ujar Nikita dengan mata berkaca-kaca


"Sini.. kamu jangan gini dong, susah aku pergi nya" kata Elbert mengusap punggung Nikita dengan lembut lalu melepas pelukannya setelah merasa Nikita agak tenang


"Kita berangkat ya Nik, tadi Natalie bilang kalau dia mau kesini mau bahas Bridesmaids-bridesmaids itu" kata Elbert


"Ohh gitu, ya udah ya.. kalian hati-hati" jawab Nikita


Beberapa jam berlalu setelah Elbert berangkat, Hari pun sudah menjelang sore. berulang kali Nikita melihat ponsel menunggu kabar dari Elbert.


"Seharusnya sudah tiba disana sekitar dua jam yang lalu, kenapa belum ngasih kabar ya" gumam Nikita


"Kamu kenapa sih nak, dari tadi mondar-mandir terus.. Nak Elbert belum ngasih kabar ya?" tanya Bik Ros yang sudah tiba disana sejak semalam.


"Iya bik, aku khawatir aja" jawab Nikita


"Mungkin masih ada kesibukan, berpikir yang positif aja" kata Bik Ros


"Iya bik.. aku hubungi sekali lagi deh" lanjut Nikita


"Hallo" terdengar suara wanita diseberang telpon


Nikita yang kaget kembali melihat layar ponsel nya, memastikan bahwa yang dihubungi nya adalah Elbert suaminya, tapi kenapa yang mengangkat seorang perempuan..

__ADS_1


__ADS_2