Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Pelangi Hatiku..


__ADS_3

Pelangi


Bel istirahat sudah berbunyi dari 10 menit yang lalu,aku memutuskan ingin sekali-kali mentraktir Nina untuk jajan di kantin.


Saat aku dan Nina hendak berjalan masuk menuju kantin, Ada banyak siswa di kantin sekolah saling berbisik, dan mereka sedang berkerumun menonton beberapa siswa sedang terlibat pertengkaran dan adu mulut.


Aku terlonjak.


Kulihat, teh Ayung sedang duduk di sebuah bangku dan sedang di tunjuk-tunjuk oleh siswa cewek yang aku ga tau namanya.


Apa yang terjadi?


Kenapa teh Ayung diam aja?


"Dasar lo itu ga punya malu! udah rebut cowok orang trus lo tinggalin dan hamil sama oranglain! "


"Carla... apa-apaan sih kamu ngomong kaya gitu! " Teman teh Ayung berdiri dan menghardik siswa cewek itu.


"Bener kan! badan nya aja yang ketutup rapat.. tapi cewek murah**!"


Aku mengernyit,dan Nina berbisik padaku. "Itu teh Carla, dia itu dulu mantan nya ka Radith.. trus putus, nah ka Radith jadian sama teh Lembayung. denger-denger teh Carla pernah mau fitnah teh Lembayung dan kirim-kirim foto dia sama a Senja ke ka Radith.."


"Kamu tau dari mana? "


"Dari anak OSIS.. udah rame ko, sampe-sampe pernah kejadian dulu teh Lembayung di culik.. provokasi teh Carla. "


"Serius? " Aku menatap siswa bernama Carla itu, berani sekali dia merudung teh Ayung di depan semua orang.


"Heh Carla... kamu tuh yang cewek ga bener! pake ngajak-ngajak ka Radith buat make out di kamar waktu di Bali! " teman teh Ayung yang satu lagi membela.


"Riss... sst.. be quite please! " Teh Ayung berdiri, dan menatap lekat Carla.


"Carla.. aku ga perlu minta maaf karna aku ngerasa ga salah apa-apa, dan aku sama sekali ga ada hubungan apa-apa lagi sama ka Radith.. karena aku udah menikah, dan kalian yang disini pasti udah pada tau kan dengan siapa?" Teh Ayung mengedarkan pandangan ke semua siswa yang ada di kantin.


Ada yang mengangguk, ada juga yang menggelengkan kepala.


"Ini bukti aku udah nikah sama Senja.. dan aku tuh sayang banget sama suami aku. Jadi please! jangan bahas lagi masa lalu yang ga berarti.. "


"Alaaaaah... lo itu juga udah rebut si Senja dari sahabat gue Rania sama Dita.. gue heran kenapa pihak sekolah mengijinkan siswa hamil kaya lo tetap sekolah! apa karna bokap lo penyokong dana terbesar di sekolah ini hah? " Carla mendorong teh Ayung hingga teh Ayung terjerembab.


"Ayuuung.. "


"Ayuuung.. kamu gapapa"


Aku yang melihat perudungan terjadi di depanku, tidak terima dan merasa emosi seketika.


"Pel.. mau kemana?jangan ikut campur! nanti kamu kena masalah! "


"Nin... aku tuh ga suka kalau ada bullying kaya gini! apalagi di depan banyak siswa.. "


"Tapi Pel... "


"Kamu tenang aja Nin... percaya sama aku! " Aku pun berjalan menuju tempat dimana teh Ayung berada.


Saat melintasi teman-teman yang berkerumun. Aku menoleh pada para siswa cowok yang ikut menyaksikan tanpa melerai dan menengahi.


Tiba-tiba Angka menahan tanganku,"Jangan bar-bar! " Katanya, dan aku mendelik.


Aku pun berlalu,kembali berjalan mendekati teh Ayung.


"Ini ada apa? " Tanyaku, sambil menatap Carla dan teman nya yang kini sedang berkacak pinggang.


"Siapa lo ikut campur urusan orang! " Teman di samping Carla malah mendorong bahuku dan aku ikut terjerembab di samping teh Ayung.


Aku tak gentar, bangun dan bangkit berdiri..melipat kemeja tanganku dan berjalan menuju cewek yang udah berani mendorongku.


"Ayooo teh Raniaaa... hajar aja tuh si tukang roti! biar tau rasa.. belagu dia! " Aku melirik ke arah Evelyn dan mengepalkan tanganku.


"Apa kamu? " Aku mendelik ke arah Evelyn.


"Pelaaa.. udah Pel.. " Teh Ayung menghampiri dan meraih pergelangan tanganku.


"Ga bisa teh.. aku ga terima! dia udah ngedorong teh Ayung!" Kilahku dengan penuh emosi.


"Kalian semua disini kenapa sih? liat ada tindakan bullying seperti ini malah di tonton? sadar ga.. kalian semua juga sama aja kaya orang ini! " Aku menunjuk ke arah Carla dan teman nya yang tadi sudah mendorongku.


"Kalian semua tuh sakit tau ga! PEMBULLY!" Dengan penuh amarah tertahan, aku balik merangkul tangan teh Ayung yang sedang meringis kesakitan dan mengelus-elus perutnya.


"Teteh gapapa? "

__ADS_1


"Ayung... kamu kenapa? " Teman teh Ayung ikut merangkul teh Ayung dari samping.


"Gapapa ko..Ayo aku mau ke kelas aja! " Lirih teh Ayung, aku pun mengiba dan menghentikan langkah.


"Awas ya.. kalau ada yang berani lagi macem-macem sama teh Ayung...aku... "


Buuugh.


Seseorang memukul kepalaku dari belakang dan menjambak rambutku. Aku menoleh dan...


Plaaak..


Ia langsung menampar pipiku dengan keras.


Plaaak.


Aku balas menamparnya tak kalah kuat.


"Kamuuu... " Carla berjalan dan akan melemparkan kursi plastik ke arahku, tapi dengan sigap aku menepis dan kursi itu terpelanting jatuh ke lantai.


"Breng*** kamu ya..."


"Udaah Pel...Stop it! " Tiba-tiba Angka menengahi dan merentangkan tangannya. Ia berdiri di depan Carla dan menghalauku, seperti aku saja yang bersalah.


"Kamu jangan ikut campur! " Aku emosi dan ingin mengumpat juga.


"Pelaaa... jangan kaya gini! aku bilang jangan bar-bar! "


"Kamu malah belain dia! jelas-jelas dia yang bar-bar.. dia yang duluan dorong aku dan teh Ayung! "


"Tapi kamu itu cewek.. malu-maluin!"


"Minggir ga Angka! "


"Ngga! "


"MINGGIR! kalau ngga mau minggir aku juga bakal kasih kamu pelajaran! "


"PELA!! " Angka membentakku hingga aku terlonjak dan lalu aku menatapnya dengan tatapan kesal.


"Kamu sama dia sama aja! kenapa ?kamu juga mau tampar aku? "


"Ooh.. jadi kamu malu, semua orang tau kalau kamu kenal aku? malu karna aku miskin? Iyah.. emang aku miskin! aku ga pantes sekolah disini.. " Entah kenapa, emosiku kian meninggi karna mengingat apa yang kemarin di katakan Angka saat di mall.


"Itu si Pela ada hubungan apa sama Angkasa? "


"Mereka udah kenal dari kecil.. "


"Udah-udah... "


"Ayo lapor Pak Rahmat.. "


"Kasian teh Lembayung.. "


"Si Carla sama Rania nih cari masalah.. "


Bisikan-bisikan para siswa terdengar nyaring di telinga,Batinku meringis.. si badger bukan nya membelaku tapi malah bilang aku ini malu-maluin.


"Kamu balik ke kelas Pel! " Perintah Angka,tapi aku masih tak terima.


"Siapa kamu? suruh-suruh aku! "


"Pela.. "


"Apa? "


"Cepetan ke kelas! "


"Apa urusan kamu? kenapa aku harus nurut sama kamu? "


"Karna kamu itu cuma anak pembantu dan aku itu majikan kamu! "


Deg.


Seketika, aku merasa seperti tertampar akan kalimat yang di lontarkan Angka. Aku seperti Central atau spot universe dan semua mata tengah mengarah padaku.


Sambil menyunggingkan senyuman, aku menatap lekat-lekat netra Angka yang juga melihat ke arahku.


Buugggh.

__ADS_1


Aku mendaratkan pukulan di perutnya sekuat mungkin, dan tanpa bicara apa-apa aku berlari meninggalkan kerumunan.


Entah apa yang kurasakan ini...


Sedih? Marah?Atau Malu?


Segala macam perasaan bersatu padu memenuhi relungku. Ingin menangis.. tapi sama sekali tak keluar airmata. Hanya tenggorokan ku yang tercekat dan sakit menahan luapan kata-kata kesedihan yang ingin sekali aku utarakan.


Aku harus kemana?


Semua mata seperti memandangku hina.


"Pelaaaaa... Pelaaaa.. tunggu! "


Aku menghentikan langkah, dan menoleh ke arah suara di belakangku.


"Pelaaa... teteh minta maaf Pel... semua gara-gara teteh.. " Teh Ayung menarik tanganku dari belakang.


"Teh Ayung ga salah.. aku tuh paling ga tahan kalau liat tindakan kaya tadi terjadi di depan mata aku teh! "


"Makasih Pel.. kamu baik banget, padahal kita baru deket, tapi dengan berani kamu bela teteh.. "


Sudah kesekian kali, kesedihanku menghilang seketika di saat teh Ayung datang. Sebenernya teh Ayung ini hati nya terbuat dari apa.. bisa-bisa nya tadi masih aja lembut sama orang yang udah jahatin dia.


Aku jadi greget sendiri.. inget kejadian tadi Carla mendorong cewek sebaik teh Ayung.


"Teteh sama baby baik-baik aja kan? " Tanyaku sambil melihat ke arah perut teh Ayung.


"Alhamdulillah baik-baik aja ko Pel.. justru teteh yang khawatir sama kamu! liat tuh pipi kamu merah.. coba sini liat kepala kamu.. ada yang luka ga?teteh antar kamu ke Uks yaa.. "


"Gapapa ko teh.. aku mah udah biasa! hehhe..Teh, teteh ga malu deket-deket sama aku? " Aku menunduk dan memutar-mutar jariku.


"Malu apa sih Pel! kenapa musti malu?kalau kamu ga pake baju.. baru malu tuh! "


Aku terkekeh, perasaanku menghangat karna mendapatkan perhatian dari sosok bidadari di depanku ini.


"Semua manusia di hadapan Allah itu sama... yang membedakan hanya amal dan perbuatan nya. "


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal...itu yang tertulis di Al-qur'an surat Al Hujurat ayat 13." Ujar teh Ayung sambil mengusap bahuku pelan.


"Teteh ga suka kalau ada yang suka mengungkit tentang perbedaan jumlah harta, keturunan, kedudukan, atau tingkat pendidikan. Apalagi yang kaya gitu tuh sering menjadi kesombongan di dalam hati. Allah ga suka sama orang-orang yang menyombongkan diri. Bahkan udah diingatkan bahwa tidak akan mencium bau surga siapa saja yang dalam hatinya bersemayam kesombongan walau sekecil biji sawi.Kan sereum Pel... "


Aku tertegun, mendengarkan penuturan teh Ayung tentang ayat dalam Al-qur'an dan hadist yang di hafal oleh nya di luar kepala.


"Teteh.. punya suami di penjara.. teteh ga malu ko.. karna teteh yakin, Senja sudah berubah.. sudah taubat.. justru, dengan dia di hukum bisa di jadiin pelajaran supaya ke depan nya lebih baik lagi.. "


Pantas saja, yang kudengar a Senja bucin banget sama teh Ayung... ka Radith sampe ga rela ngelepasin, dan banyak cowok patah hati saat tau teh Ayung nikah sama a Senja.


Ternyata, di dekat teh Ayung itu ada semacam energi positif yang membuat orang di sekitarnya menjadi tenang,bawaan nya teduh dan nyaman.


Ada ya orang sebaik teh Ayung?


A Senja... beruntungnya kamu a!


Bel masuk berbunyi.


"Udah masuk Pel.. yuuk kita bareng,temen teteh Risa lagi nungguin disana sama temen kamu! " Teh Ayung menunjuk pada Nina dan temannya.


Aku mengangguk, dan mengikuti teh Ayung dari belakang. Tadinya, aku berniat akan pergi meninggalkan sekolah. Tapi urung... karena memang benar kata teh Ayung, buat apa aku malu.


Hadapi saja Pela.


Nikmati hujanmu, maka pelangi impianmu akan datang.


Nikmati kesedihanmu.. maka pelangi kebahagiaan akan menjelang.


Jika hidup terasa sangat biru, pilihlah warna lain dari pelangi hatimu.


Karena..


Pelangi memiliki caranya sendiri untuk membuat langit tampak indah.


Berilah kebebasan pada warna hatimu yang kelabu, agar ia bisa memilih ke arah mana ia akan membentangkan warna-warni nya.


Percayalah pada mimpimu, bahwa suatu hari pelangimu akan tersenyum bahagia.


Terimakasih Tuhan..


Karena Pelangi telah di ciptakan.

__ADS_1


***


__ADS_2