
Rangga
Rekor, selama satu tahun ini.. Aku nge jomblo dan ga punya pacar. Hanya karena ingin menjadi lebih dekat dengan Pela.
Pelangi adalah tipe cewek yang ga peka, perhatian dan kedekatan kita cuma di anggap teman biasa.
"Aku ga mau pacaran Rangga.. Aku mau fokus belajar supaya bisa masuk ke Universitas yang aku pengen.. Aku pengen buat ibu bangga, aku pengen sukses. "
Begitu katanya, setiap kali aku menyinggung masalah hubungan kami.
Aku berencana, mengutarakan lagi perasaan ku padanya nanti malam.Malam ini adalah malam di selenggarakan nya prom night.
Ku pandangi tux yang tergantung di lemari pakaian, mamah sengaja memesan tux dari designer ternama untuk acaraku hari ini.
Aku kira, Pela ga akan ikut acara prom. Karena semakin lama,aku semakin mengenal karakternya.
Tapi ternyata, ia ada di daftar yang aku lihat dari panitia penyelenggara.
***
Nina
Akhirnya..
Hari yang ku tungguin datang juga, waktu Pela menghubungi ku dan memberi tahu tentang Angkasa yang bersedia menjemput ku malam ini ke acara prom. Aku sangat bahagia sekali.
Setelah bertahun-tahun, akhirnya Angkasa bersedia untuk sekali saja jalan berdua denganku.
"Ka..Ada yang menunggu di bawah, katanya ngejemput kamu ke acara prom. " Bunda membuka pintu kamar. "Waah.. cantik sekali putri bunda yang satu ini.... " Bunda menghampiri ku dan memelukku dari belakang.
"Kamu yakin, ga mau bunda antar ka? ngomong-ngomong siapa cowok yang di bawah? "
"Ga usah bun.. Aku bisa sendiri ko, lagian Pela jadi ikut.. " Aku menyisir rambut curly ku dan menyematkan jepitan kecil berbentuk kupu-kupu di sela poni ku. "Itu Angkasa bun.. temen aku, sahabatnya Pela juga.. " Kataku sambil tersenyum menatap diri di cermin.
"Ganteng.. anaknya juga sopan, kali ini bunda ngizinin kaka buat pergi sendiri. Tapi inget ya ka.. jangan terlalu kecapean, kalau ngerasa lelah langsung menjauh dari keramaian dan langsung hubungi mang Dudu, nanti bunda suruh stay disana.. "
"Iyah bun.. Aku ngerti, please! kali ini percayain sama aku... "
"Yuk.. temen kamu udah nunggu dari tadi. "
Aku pun mengambil clutch bag dan lalu memakai wedges ku. Berjalan mengikuti bunda dari belakang.
Disana, Angkasa tengah duduk di sofa sambil mengobrol dengan ayah.
"Jagain anak tante ya.. "Pesan bunda, dan di jawab dengan anggukan oleh Angkasa.
Kami pun berpamitan,ayah dan bunda mengantarkan kami hingga aku naik mobil Angkasa.
Ya Tuhan..
Apakah aku sedang bermimpi?
Ini benar Angkasa kan? crush ku selama ini?
__ADS_1
Aku begitu sibuk dengan segala pikiran dan angan, sambil sesekali mengajak ngobrol Angkasa tapi hanya di jawab dengan kalimat-kalimat pendek.
Tidak apa-apa..
Begini saja, sudah membuatku sangat bahagia.
***
Pelangi
"Teh Pela.. Agan nyuruh teteh ke salon aja."
Begitu kata ibu, saat tadi siang aku sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk acara nanti.
Aku menurut saja, agan dengan baik hati memberikanku dana untuk make over di salon,dan beliau menyuruhku untuk mengambil high heels dan clutch bag di lemari mamah nya Angka.
Katanya sebagai hadiah ulang tahun ku yang bertepatan dengan acara prom ini.
Luar biasa.. Ternyata, perawatan di salon sangat menyenangkan.Sangat tak heran, banyak perempuan yang senang sekali berlama-lama menghabiskan waktu dan rela mengeluarkan koceknya untuk perawatan.
Baru pertama kali nya aku merasakan bagaimana nyaman nya di creambath. Lalu setelah itu hair trimming, agar rambutku yang sedikit bercabang karena terlalu sering terkena sinar matahari, di pangkas menjadi rapih.
Sambil duduk menghadap cermin, aku melirik gaun berwarna ivory yang menggantung di gawangan.Gaun dengan potongan simple berkerah sabrina, di tambahkan detail hanya di bagian pinggang nya saja.
Beberapa hari ke belakang, aku sibuk berkutat membuat gaun itu. Mendesign sendiri,mencari penjahit, dan lama berdiskusi dengan penjahit tersebut hingga membuat penjahit itu kesal..Hehhe, Karena aku mendesak agar gaun harus beres dalam waktu 2 hari.
"Rambut nya.. mau di curly atau di catok lurus teh? " Tanya pegawai salon, sambil mengeringkan rambutku.
"Catok lurus aja teh... "
"Sekarang di make up yuk teh.. " Ajak pegawai tersebut, dan aku di ajak ke ruangan sebelah. Disana sudah menunggu seorang MUA yang akan mengdandaniku.
Aku mengedarkan pandangan pada jejeran make up yang tersusun rapih di meja rias. Begitu banyak jenis dan merk yang terpampang disana. Ku perhatikan satu-persatu, merasa belum pernah melihat seri make up selengkap itu.
"Teteh ga pake skincare ya? " Tanya MUA tersebut, sambil mengoleskan krim pembersih di wajahku.
"Ga pernah teh.. cuma pelembab aja. "
"Make up nya pasti bakalan bagus dan nempel banget.. karena kalau yang pakai skincare atau perawatan wajah, biasanya kulitnya licin. Jadi make up nya pasti meleleh deh.. hehhe.. " MUA itu terkekeh. "Pengalaman kalau nge make-up in manten teh.. suka susah di suruh stop dulu skin care an kalau mau nikah, biar make up nya bagus. "
"Oh gitu ya teh? aku baru tau lho teh.. " Aku kira, yang suka melakukan perawatan akan lebih bagus saat memakai make up.
"Kalau make up untuk nikah Iyah teh.. makanya teteh sering liat ga, make up pengantin yang luntur.. itu penyebabnya ga mau stop dulu skincare an. Jadi sebaiknya kalau mau nikah nih.. stop skincare dulu sebulan atau 2 minggu juga cukup..sebelum hari H di sterilin dulu,Terlebih skincare yang mengandung AHA dan BHA.Cukup pakai pembersih dan pelembab aja. "
"Waah ilmu ini teh.. Makasih teh udah ngasih tau.. " Jawabku sambil terus memandang wajahku di cermin.
Aku pun meminta agar make up ku tipis dan flawless saja, takut kalau berlebihan nanti bener kata yang di bilang oleh Angka.
Nanti keliatan kaya ondel-ondel atau badut ancol, atau di sangka nya aku mau nge lenong.
"Naah.. beres deh..meuni pangling..cantik banget teh... kaya Dian Sastro.. "
"Akh si teteh mah bisa aja.. ngga lah.. jauuuh banget.. " Aku pun tersipu, dan memandang lekat pantulan di depan sana yang memang bukan seperti diriku.
__ADS_1
"Makasih ya teh.. "
Aku memesan taxi online untuk menuju ke hotel xxx tempat dimana prom di selenggarakan.
Tahun lalu, ibu menyuruhku untuk membeli ponsel baru, karena melihat ponsel lama ku sudah ga bisa di gunakan lagi.
Setelah kurang lebih 30 menit waktu perjalanan, akhirnya aku sampai di pelataran hotel bintang 5 yang mewah ini.
Begitu aku sampai di tempat acara, aku di suguhkan dengan suasana redup yang sangat romantic.
Balon, lilin terapung atau floating flowers yang di pasang di sisi dan permukaan kolam menjadi central piece yang mempesona.
Dekorasi nya semua dominan putih, juga table prom menjulang panjang.
Tema poolside disini bukan pesta bikini seperti pesta bertajuk 'Splash After Class' yang dulu di bikin oleh lulusan anak-anak SMA di ibukota yang sempat bikin geger dunia maya.
Suasana disini begitu elegan dan classy.
And once upon a time...Aku seperti menjadi seorang putri dalam negeri dongeng. Si upik abu kucel di sulap menjadi Cinderella, yang baru pertama kalinya menghadiri pesta.
Aku melangkahkan kaki. Menundukkan kepala karena puluhan mata, tengah menatapku lekat-lekat.
Ada yang saling berbisik, ada yang melempar senyuman.
Ku lihat, di sudut sana.. Angkasa sedang berdiri. Memakai tuxedo berwarna navy.
Entah kenapa, di bawah sinaran redup seperti ini..ia terlihat begitu tampan?
Tenangkan hati Pela..
Aku kesini hanya untuk menghadiri acara, dan lupakan tentang perasaan.
"Pelaa?? " Tiba-tiba Rangga berdiri di depanku, dan menghalangi pandanganku akan sosok Angka.
"You are such a beautiful...Look! I really like a perfect 10 girl, who in front of me.. "
"Makasih.. " Kataku singkat, sambil melirik ke kanan dan kiri.
"Pelangi... You're drop dead gorgeous. And I was shocked! "Marvel ikut mendekat bersama Andi.
"You're heavenly Pela... Kamu sangat cantik.." Puji nya sambil hampir merangkul kan tangan.
"Eitss! Don't touch her... " Rangga menepis tangan Andi.
Kami pun tertawa bersama, sambil menunggu acara di mulai.
Namun aku merasa seperti ada yang kurang, dimana Nina dan Angka?
Ayolah Pela..
Kenapa aku harus memikirkan mereka? bukankah aku pengen agar Nina bahagia?
Hari ini adalah moment yang tepat bagi Nina untuk mengutarakannya.
__ADS_1
***