
Angkasa
Sudah sekitar 1 jam, aku terus mengemudikan mobil tak tentu arah.
Jam berapa ini?
Menjulurkan tangan untuk menggapai ponsel yang ada di kursi sebelah kemudi.
Jam 12 tengah malam.
Aku pun menepikan mobil di salah satu sudut jalan yang agak sepi.
Ada beberapa wanita sedang mangkal di beberapa sudut kota.
Aku pun melanjutkan perjalanan, dan berhenti di sebuah cafe di bilangan Sukajadi.
Oke.. Ini mungkin bukan pilihan yang baik dan tepat. Tapi rasa sakit yang mendera memaksa ku untuk mencari semacam hiburan dan kesenangan.
Marvel pernah bilang, ini adalah salah satu cafe yang menghadirkan life music semi-semi dunia gemerlap.Bisa di bilang club..
Tanpa ragu, aku pun masuk ke dalamnya. Saat masuk, tempat ini menyuguhkan interior ruangan yang unik dengan pohon – pohon artifisialnya, dekorasi serta pencahayaan nya bagus,dan suasana di dalam ruangan cafe ini juga yang tidak terlalu berisik,tapi penuh asap.
Servisnya lumayan responsif.Terbukti dengan seorang waitress berpakaian mini tengah mendekat ke arahku.
"Maaf mas.. seat sudah penuh, tapi mas bisa ke bar sebelah.. "
Aku pun menganggukkan kepala tanpa mengeluarkan kata. Dan mengikutinya dari belakang.
I just wanna chill out.
Aku pun duduk di salah satu high chair, mulai menikmati entakan music yang keras.
"Minum apa mas? " Tanya seorang bartender di depanku. "Baru pertama kali kesini ya mas? "
Aku tersenyum sinis. "Sesuatu yang bisa membuat gue ngelupain kesakitan! "
"Siaap! " Ia pun mengambil gelas High Ball,unstem Glass untuk menyajikan semacam minuman seperti whisk*, Vodc*.. dan minuman beralkohol lainnya.
Pria tinggi besar berambut brondong itu pun me-mixer minuman dan menyajikan padaku.
"Untuk pemula.. dibuat dari hasil fermentasi tumbuhan menggunakan ragi. Mengandung kadar alkohol yang ga terlalu tinggi."Ucapnya sambil menyeringai.
" Thanks.. " Ucapku,mengangkat gelas itu sedikit tinggi.Sambil meneguk, aku mengedarkan pandangan ke segala arah.
Ternyata, kehidupan malam di Bandung tak jauh seperti di ibukota.
Wajah-wajah haus hiburan itu ada yang sedang bercengkrama, ada yang tertawa. Ada juga yang dengan santai berlenggok mengikuti alunan music persembahan dari seorang DJ.Mereka seolah sedang mencari pelampiasan untuk melupakan semua beban.
1 gelas..
Habis sudah semua dengan beberapa kali tegukan. Aku merasakan sensasi ketenangan dan rileks dalam waktu yang bersamaan.
Hingga kemudian, aku kembali memesan satu gelas minuman laknat tersebut.
2 gelas..
3 gelas..
Fiuuuh..
Rasanya memang tidak enak.Gelas pertama memang menenangkan.
Tapi setelah gelas ketiga,dengan seketika...aku seperti sedang melayang bebas... Tubuhku sedikit limbung, dan pikiran ku semakin kacau.
Kepalaku berdenyut dengan sangat hebat.
"Pelaa... " Kulihat, Pela sedang berjalan menghampiri ku.
Syukurlah Pel.. aku ternyata ga bisa sendirian begini.
Aku butuh pundak kamu Pel.
Ku tarik lengan perempuan itu, lalu ku dekap erat. Namun...
Plaaak.
Tamparan mendarat di pipi sebelah kananku.
"Kobam lo rehe tau ga! gue bukan cewek yang lo maksud! sana..! " Ia pun mendorong ku dengan sekuat tenaga. Hingga membuatku terjerembab jatuh ke lantai.
"Maafin aku Pelaa.. tolooong! bantuin a-aku..! " Aku meronta, tapi perempuan itu malah semakin menjauh.
"Pela.. i feel so sorry.. bukan maksud aku nyakitin kamu Pel... "
Tubuhku lunglai, aku tak punya pegangan. Ruangan ini serasa berputar-putar dan entakan music itu membuat pusing di kepalaku semakin menjadi-jadi.
Secara perlahan, Aku mulai hilang konsentrasi dan sulit mengingat semua hal yang terjadi sebelumnya.
Pandanganku tampak kabur.
__ADS_1
Aku begitu lelah dan mengantuk.
"Ibu.... dimana bu! " Aku tertunduk lesu.
"Mas... mas... Sadar mas! "
"Ketauan banget nih cowok..baru pertama kali minum kali.. "
"Bla.. bla.. bla... "
Orang-orang mulai ramai membicarakan ku, tapi aku tidak dapat lagi merespon dengan jelas semua yang terjadi di sekitarku.
Tubuhku sulit digerakkan.
Aku mencoba berdiri atau berjalan, tapi sejurus kemudian... Semua tampak gelap.
***
"Euggh... " Aku melenguh..mengerjap,dan memicingkan mata. Sinar mentari telah menyusup melalui jendela..menyinari sebagian wajahku.
Dimana ini?
Aku tak ingat, bagaimana nasibku setelah semua nya gelap.
Mengedarkan pandangan, aku sedang berada di sebuah kamar. Dan sepertinya ini adalah kamar seorang perempuan.
Mencoba merogoh dan meraba ,mencari keberadaan ponselku. Namun apa yang di dapat sungguh membuatku terperanjat kaget.
Kini aku tengah bertelanjang dada.
Mencoba mengingat kembali kejadian semalam, membuat kepalaku kembali berdenyut.
Ceklek.
"Sudah bangun..? " Seorang perempuan berambut sepinggang membuka pintu.
Aku tertegun untuk beberapa saat, dan terus berusaha mengingat.
"Arrrggghhh... " Sambil memegang kepala, aku beranjak untuk berdiri.
"Sebaiknya lo istirahat setelah sarapan.. ini gue bawain sarapan." ia menyimpan sepiring nasi goreng di atas nakas, beserta segelas teh hangat.
"Makasih.. " Kataku.Jujur saja,saat ini perut ku memang sedang sangat lapar.
Tanpa basa-basi,aku mulai menyuapkan nasi goreng beraroma kunyit itu.Enak sih.. tapi tidak seenak nasi goreng buatan si bebek.
"Lo lupa kejadian semalam? "
"Hahahaha... Lo itu polos banget jadi cowok! baru pertama kali nya masuk ke tempat kaya gitu?masih sekolah lo ya? kelas berapa? " Ledek nya sambil menampilkan senyum menyebalkan.
Aku hanya memandangnya dengan tatapan tajam.
"Ga usah ngomong, gue udah bisa nebak! " Sambungnya lagi.
Aku tak menggubris perkataan nya, melanjutkan kembali makan dengan lahapnya tanpa tau malu.Hingga tandas.
"Sebaiknya setelah ini lo mandi.. bersihin diri.. Bauu! bener deh gue penasaran, lo ga inget apa yang terjadi tadi malam? "
"Udah gue bilang.. gue ga inget.."
"Bahkan saat lo mau touching gue dan manggil nama Pela? "
Deg.
Aku tertegun. Ku simpan sendok di atas piring yang sudah kosong.
"Maksudnya? "
"Tadi malam lo pingsan.. Itu udah waktu nya gue pulang. Ngeliat lo lagi nge-fly sendirian.. gue samperin.Karena di suruh sama si bos..Eh tiba-tiba lo meluk gue.. ya gue ga segan-segan buat gampar tuh pipi lo.. enak aja main peluk-peluk gue! "
"So sorry.. Gue ga bisa ngontrol diri gue.. "
"Makanya lo kalau belum pernah masuk ke tempat begitu.. jangan coba-coba!lo tau ga? di ketawain banyak orang lo disana! Nih yaa.. kalau gue ga punya rasa perikemanusiaan.. gue ga bakalan bantu lo. " Dengan panjang lebar, perempuan itu bersungut-sungut.
"Lo lagi ada masalah sama cewek lo? "
Aku menggelengkan kepala.
"Lah.. terus? keluarga? "
Lagi-lagi, cewek rese ini membuatku menatap tajam pada dirinya.
"Lo ga usah tau.. Makasih udah nolongin gue! "
"Btw.. Nama gue Rindu.. Gue kerja di club berkedok caffe yang lo kunjungi tadi malam.. siapa nama lo? "
"Angkasa... "
"Wiih.. Canggih amat nama lo! "
__ADS_1
Ciih..
Aku berdesis.
"Lo masih SMA? "
"Baru lulus.. " Jawabku singkat.
"Waah pantesan lo berani masuk tempat kaya gitu.. Gue lebih tua dari lo berarti, gue kuliah baru mau masuk semester 3 disini. Tapi gue orang Betawi asli.. Sorry kalau nada bicara gue kaya gini... Ga bisa kaya orang Sunda atau Jawa yang lemah lembut.. hehehe.. " Ia terkekeh.
Aku pun langsung menyunggingkan senyum,mulai merasa nyaman mengobrol dengan nya.
"Lo tinggal disini sendiri?Ini kost-an? " Sambil beranjak dan berkeliling kamar, melihat satu-persatu pernak-pernik unik yang menempel di setiap sudut.
"Iyah.. gue sendiri, gue mah orang ga punya makanya sambil kuliah sambil kerja juga.Ga mau jadi beban orangtua.. "
"Udah lama kerja disana? "
"Lumayan udah 8 bulanan.."
"Astaga.. gue lupa! gimana nasib mobil? " Aku menepuk dahulu sendiri.
"Noh ada di depan kost-an! " Tunjuk nya ke arah luar.
Hhh.
Aku menghela nafas lega.
Pasalnya semua berkas penting ada disana.
"Kalau gitu gue ikut mandi.. setelah ini gue pulang. Oh Iyah.. berapa gue harus ganti biaya minum tadi malem? "
"Ga perlu.. Anggap aja traktiran. Gue udah masukkin ke kasbon! "
Dengan cepat, aku merogoh dompet dari saku celana dan mengeluarkan beberapa lembar uang merah. Menyimpan nya di atas tempat tidur.
"Apaan lo? udah kaya cewek bookingan aja gue! ambil lagi uang lo! meskipun gue kerja di tempat kaya gitu.. Tapi gue masih virgin yaa! awas aja lo berpikiran macem-macem tentang gue! " Sewot nya.
Anggap ini uang buat bayar gue nginep di hotel.. dan sarapan pagi ini. Thanks udah bantu.. Mana baju gue? "
"Baru di cuci.. belum kering! "
Aku mendengus. Aku buru-buru.
Ingin segera mencari keberadaan ibu.
"Pake ini!.. punya abang gue! " Ia melempar kaos oblong berwarna hitam.
Aku langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat masuk ke dalam kamar mandi, dan melihat pantulan diri di cermin.
Aku terperanjat.
Apa ini?
Kenapa ada lebam merah di leherku?
Are you crazy Angkasa?
"Rinduuuu..."Aku berteriak dan segera berlari keluar kamar mandi.
Demi mendapati Rindu sedang duduk sambil berongkang kaki dan menghisap rokok dalam-dalam.
"Kenapa? jangan bilang lo ga pernah ngelakuin itu dengan cewek lo? " Dengan mimik muka yang menyebalkan, ia tersenyum meledek ku.
"Jawab jujur!! Jadi...sebenarnya apa yang kita lakukan tadi malam? "
"Hahaha... lucu banget sih lo! udah kaya anak perawan kehilangan.. "
Seketika aku ingat pada Pela..
Dan rasa bersalah menguar dari dalam hatiku.
Maafin aku Pela.
***
-
Hallo readers...
Mohon maaf sebelumnya.. Untuk part ini, tindakan Angka sangat tidak di benarkan ya readers.
Karena Angka masih muda dan labil, Dan setiap orang mempunyai cara buat self healing masing-masing. ia ngerasa dengan minum2 bisa membuat dia melupakan masalah nya.. Ga ada satu pun kerabat atau keluarga yang bisa di jadikan panutan atau role model yang baik bagi dia.
Angka sedang berada dlm fase mencari jati diri.. Hidupnya terombang-ambing. Merasa dirinya yang paling menderita.
Disinilah awal tanjakan rollercoaster (ngutip author senior teh Shanty di Rembulan.. heheh)
__ADS_1
Terimakasih masih setia membaca Pelangi Angkasa...🥰🥰🥰😘😘😘