Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Angkasa, Perasaan Apa ini?


__ADS_3

Pelangi


Sudah beberapa hari ini aku resmi tinggal di rumah agan, beberapa hari yang lalu.. Angka membantuku membawa barang-barang penting di rumah lama.


Meskipun sambil agak marah-marah ga tau sebabnya apa, tapi dia baik juga mau ngebantuin aku.


Beberapa hari ini, entah kenapa.. aku ngerasa ada yang aneh dengan sikap Angka. Ada sesuatu yang berbeda tidak seperti biasanya.


"Kamu mau ikut acara besok di Lembang? " Tanya Angka, saat ini kami sedang duduk di bangku yang ada di balkon halaman belakang.


"Kayanya ngga... " Jawabku, sambil mengambil potongan biskuit.


"Ya udah.. aku juga ga akan ikut! "


"Kenapa? bukan nya kamu anak PA yang aktif? "


"Karena kamu ga ikut... "


"Haah? ko gara-gara aku! apa hubungannya? "


Angka terdiam, sambil menengadahkan kepala nya ke atas.Memandang langit yang cerah di hiasi bintang-bintang.


"Kamu waktu kecil pernah berpikir ga, kenapa bentuk bintang itu zigzag? padahal aslinya bulat? Dan kenapa berkelap -kelip? " Tanya Angka dengan netra yang masih mengarah ke atas langit.


"Karena bintang memancarkan cahayanya sendiri. Jadi saat cahaya yang dipancarkannya masuk ke dalam atmosfer, ia akan dibiaskan. Arah cahaya pun akan berubah menjadi zig-zag saat masuk ke mata, menurut penjelasan Earth Sky sih itu juga... " Jawabku, aku memang menyukai banyak hal tentang astrologi.


"Cahaya zig-zag akan menjadi ilusi untuk mata. Akhirnya, dari perspektif kita, bintang jadi keliatan berkelap-kelip. Kalau misalkan bumi ga memiliki atmosfer, bintang bakal terlihat sama kaya benda langit lainnya.Semakin jauh bintang berada, semakin berkilauan pula mereka dari bumi.."


Angkasa manggut-manggut, "Logic... " Jawabnya. "Lalu kenapa mamah dan papah aku kasih nama Angkasa ya? "


"Hahhhaha... pertanyaan kamu tuh sama banget kaya aku, kenapa ibu sama bapak kasih nama aku Pelangi.. ga ada yang keren dikit gitu.. mana jaman sekarang pelangi itu identik dengan lambang penyimpangan se**al lagi... Naudzubillah... " Aku menggendikan bahu.


Angka tersenyum ke arahku, dan itu adalah peristiwa langka yang sangat jarang sekali terjadi.


Aku mengernyitkan dahi. Lalu memandang ke arah langit lagi.


"Angkasa Dirgantara... Angkasa itu ya Dirgantara.. arti nya sama.. Langit.. udara, angin, cuaca, hawa, awang-awang..Tinggi.. luas.. Sulit untuk di gapai.. " Aku berseloroh sambil mengayun-ayunkan kaki.


"Kamu inget ga, waktu masih kecil kita itu sering banget percaya sama mitos-mitos aneh? kaya kalau ada bintang jatuh.. kita berdo'a sama bintang jatuh biar bisa di kabulkan? hehhe.. "Aku terkekeh sendiri, ingat dulu pernah melihat bintang jatuh terus minta buat ketemu bapak.


"Hmm.. " Jawab Angka singkat.


"Aku pernah baca, seorang penulis menulis di bukunya tentang bintang jatuh dan ternyata itu ada dalam Al Quran, dan itu tuh meteor.. benda langit yang jatuh ke bumi. Saat meluncur jatuh ke bumi benda itu bergesekan dengan atmosfer sehingga menimbulkan pijar berekor seperti komet."


"Al Quran ga mendeskripsikan secara langsung bintang jatuh atau meteor. Menurut penulis itu, Al Quran menyebut benda langit yang jatuh tersebut dengan istilah asy-syihab atau semburan api dari langit.Kata asy-syihab banyak disebutkan terkait perbuatan setan dan jin yang berusaha mencuri informasi di antara para malaikat di langit. Para setan itu kemudian dilempar dengan semburan api yang menyala-nyala."


Kali ini Angka mengernyit. Dan menatapku penuh arti.


"Ada ko di Al-Mulk ayat 5 kalau ga salah.. bentar aku liat di hp yaa.. " Aku pun merogoh ponsel di saku celana. " Yaaaahh.. hp aku susah di geser.. pinjem ponsel kamu! "


Angka pun menyerahkan ponselnya ke tanganku. Aku mencari-cari aplikasi Al-Qur'an tapi ga ada,"Kamu ga download aplikasi Al-Qur'an? "

__ADS_1


Ia menggelengkan kepala sambil nyengir kuda.


"Ya udah aku googling aja.... " Setelah beberapa detik." Tuuuh ini beneran ada... Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala."


"Ini ada lagi.. surat Ash-Shaffat ayat 10..Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (informasi),maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang."


"Ma syaa Allah... ternyata semua ada di Al-Qur'an... setan-setan itu ga bisa mendengar pembicaraan para malaikat. Para setan yang berhasil nyuri pembicaraan dengan cepat, maka mereka dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar. "


"Jadi kalau kita minta sesuatu sama bintang jatuh itu jelas-jelas musyrik.. syirik.. tapi kadang kita tuh suka ga sadar kalau itu ternyata dosa paling besar... Berdo'a itu cuma sama Allah.. dimanapun kita berada, ya inget nya sama Allah.. "


"Kamu ga berubah... " Angka lagi-lagi memandangiku. "Aku banyak belajar dari kamu dari dulu... " Katanya lagi, dan kali ini berhasil membuatku merunduk malu.


Apa-apaan si badger ini? bikin aku jadi malu dan entah kenapa hatiku jadi berdebar melihat ia lagi-lagi tersenyum ke arahku.


Ini bukan kaya Angkasa di pembuat onar.


"Eeh.. iyah.. aku juga inget lho dulu seneng banget liat ramalan zodiak.. " Kataku mencairkan suasana yang canggung.


"Itu kan cewek.. mana pernah cowok mikirin yang kaya gitu.. ga penting! " Angka bersungut-sungut.


"Iyah sih.. " Aku terkekeh."Kira-kira... bisa ga tuh Elon Mask merealisasikan pengen ngajak manusia tinggal di Mars.. katanya tahun 2030.. " Ucapku, menerawang jauh memandangi langit angkasa yang kini memang bertaburan bintang.


"Hhh... " Angka mendengus.


"Orang Eropa, Amerika,dan negara lain sibuk berlomba pengen menjalankan misi keluar angkasa, sementara di negara kita ..orang-orang nya tuh lebih sibuk ngurusin hidup artis ...rusuh hate comment meraja lela di sosmed..hehhe.. " Aku kemarin sengaja meminjam ponsel Nina, dan melihat sosial media.


"Urusan mereka... "


Aku mendelik ke arah Angka, "Iyah sih.. emang bener, urusan mereka. Tapi yaa minimal kasih kesan kalau bangsa kita tuh jangan jadi bangsa yang ketinggalan jauh. Dikit-dikit berita artis...nyebarin keburukannya, setiap manusia pasti berbuat salah kan! yang seharusnya di viralkan itu berita tentang prestasi anak bangsa yang ga pernah terekspos media. Banyak banget ko orang cerdas di Indonesia.. apalagi berita tentang hafidz Al-Qur'an yang kemarin menang di luar negri. Itu tuh anyep beritanya. Trus berita bencana alam yang cuma sebentar aja lewat.."


Ehh?


Deg.


Ini kenapa? Baru pertama kalinya, Angka mengusap-usap rambutku.


"Ngg.. Angkaaa.. ayo kita masuk, ini udah malem.. kamu ga dingin? " Aku pun beranjak.Karena perasaanku mulai ga karuan.


"Tunggu... bentar lagi! " Angka menahan tanganku dan menarikku kembali untuk duduk.


"Tapi takut ibu butuh bantuan aku... "


"Sebentar aja!"


Aku pun mengalah, dan aku kembali duduk di samping Angka yang masih asik dengan menatap pemandangan langit malam.


"Kamu mau liat langit dan pemandangan Bandung lebih jelas? " Tiba-tiba Angka, menarik tanganku dan menuntunku ke dalam rumah.


"Kita mau kemana Ka? ehh.. eeh.. Tungguu! jangan cepet-cepet! "


"Kita lihat dari atap di lantai 3..." Katanya, sambil menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Ta-tapi kaaan.. kamu... "


"Aku mau ajak kamu ke tempat rahasia yang pasti belum pernah kamu datengin! "


"Angkaaa.. tapi ini udah malem.. nanti kalau pada bangun gimana? "


"Kita jalan pelan-pelan.. "


Setelah menelusuri undakan tangga, menuju lantai 3.Kami melewati sebuah ruangan khusus yang dulu adalah tempat mamah Angka mengurung diri untuk menulis.


Tanpa melirik sama sekali ke ruangan itu, Angka terus menarik tanganku.


Hingga akhirnya, netraku memandang takjub pemandangan sekitar dari tempatku berada.



"Ma syaa Allah.... "


Aku menatap takjub...


Karena daerah rumah Angka berada di kawasan bukit, terlihat sangat jelas pemandangan malam yang sangat-sangat indah dari sini. Bandung dengan kerlap-kerlip lampu nya... Langit membentang indah di hiasi jutaan bintang.


"Ini rumah kayu yang di bikinin papah buat aku...selesai tepat satu minggu sebelum papah meninggal. Jadi kamu pasti ga tau tempat ini... " Angka lagi-lagi menarik tanganku, dan membawaku masuk ke dalam rumah kayu.


"Angkaa.. "


"Tadinya.. aku pengen ngeliatin ini sama kamu waktu itu.. "


Ku lihat, mata Angka sedikit mengeluarkan cahaya dan berkaca-kaca.


"Angkaaaa.... ini? " aku berjalan mendekati jendela, menunjuk ke arah depan rumah kayu.


"Aku minta sama papah di bikinin ayunan disini... karna kamu waktu kecil pernah bilang kalau kamu pengen puas main ayunan dan ga perlu ngantri setiap main di taman.. "


"Makasih Angkaaa.. " Ga tau kenapa, secara impulsif... aku mendekat ke arahnya dan mendekap nya erat. Si badger emang sering nya ngeselin, tapi kadang juga sangat manis.


Beberapa detik.


Aku terkesiap, menyadari apa yang aku lakukan.


"Ehhh.. Ma-maaf Angka... a-aku terlalu seneeng.. Aku ga nyangka bisa liat pemandangan seindah itu... teruus.. ayunaan itu... " Dengan cepat, aku melepas dekapan.


"Sebentar aja... " Tiba-tiba Angka menarik tubuhku kembali, dan mendekapku lebih erat.


"A-Angkaaa... " Aku hanya bisa terdiam, dan tak bisa berkata apa-apa.


Deg.. Deg.. Deg..


Saat ini, di malam yang sunyi.


Terdengar jelas, di telingaku yang menempel di dada nya..Suara detak jantung Angka yang berdetak dengan kencang. Bertautan dengan ritme jantungku yang tak kalah berdebar.

__ADS_1


Angkasa, perasaan apa ini?


***


__ADS_2