Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Butuh Sendirian..


__ADS_3

Angkasa


"Maaf Bu.. Pela udah pulang ke rumah? "


"Lho..den Angka sudah pulang? ibu kira Pela pulang dengan den Angka.. " Jawab Ibu Pela,yang kini sedang membuatkan minuman.


"Ngga bu..tadi saya ada keperluan dulu, oh Iyah..ada tamu ya bu?siapa? "Tanyaku lagi, merasa heran.. mengapa ada tamu yang datang semalam ini.


Karena sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam.


" Eh.. iyah..ada tamu nya agan.. " Jawab ibu Pela gugup.


"Baik kalau gitu, saya ke kamar dulu bu.. mau ganti baju. Setelah itu mau jemput Pela. "


"Makasih den Angka.. maaf anak ibu selalu merepotkan. "


"Gapapa bu.. " Aku melangkah menuju tangga. Dan menaiki undakan nya sambil bertanya-tanya.


Dimana Pela?


Tadi dia hanya memakai gaun tipis, dan juga basah. Sangat tercetak jelas bentuk badan nya. Kemana dia dengan pakaian seperti itu?


Kamu kemana Pela? aku khawatir.


Gimana kalau ada yang macam-macam sama kamu!


Dengan cepat, aku berganti kostum. Memakai celana jeans andalan ku dan juga jaket tebal. Meraih jaket yang lain untuk di pakai Pela.


Aku pun mencoba terus menghubungi nya, tapi sia-sia.Puluhan panggilan tidak ia jawab juga.


"Saya permisi pulang bu... Nanti saya kabari lagi jika mendapatkan informasi yang lebih akurat. "


Terdengar, dari atas sini. Eyang sedang berbicara dengan pengacara keluarga.


Saat pria paruh baya itu berlalu, aku turun dan mendekat pada eyang.


"Apa ada masalah dengan perusahaan papah, eyang?" Tanyaku khawatir. Melihat raut eyang yang sudah lanjut,semakin bertambah keriput.


"Ada sesuatu, yang harus eyang ceritakan sama kamu Angka.. "


"Tapi eyang.. Angka ga bisa ngobrol dengan eyang sekarang, Angka mau ada keperluan. " Kilahku, karena aku paling malas jika harus membicarakan tentang perusahaan papah.


Terlebih lagi, aku mengkhawatirkan Pela. Ini sudah larut malam. Dan dia belum juga pulang.


"Tapi eyang sudah ga sanggup untuk menyimpan rahasia ini lebih lama.. "


Aku mendekat dan meraih tangan eyang. "Memangnya rahasia apa eyang? "


Eyang menyerah kan secarik kertas ke tanganku.


"Apa ini? "


"Ini adalah alamat lama ibu kandung kamu.. "


Deg.


Ibu kandung?


"Ibu kandung, apa maksud eyang? ibu kandung Angka sudah pergi meninggalkan Angka dan lari mengejar pria lain.. "


Dengan segenap perasaan yang tertahan, rasa sakit itu kembali menjalar.


"Bukan.. ibu kandung kamu bukan Mira.. Tapi Kinanti... "


Deg.

__ADS_1


Ada apa ini?


Siapa Kinanti? Aku belum pernah mendengar namanya.


"Maafkan eyang mu ini sayang.. eyang telah bersalah padamu juga pada orangtua mu.. semua ini salah eyang.. " Dengan tersedu, eyang memelukku erat. Dan aku semakin tidak faham.


"Kamu berhak marah pada eyang.... "


Flashback on..


Author


"Mih.. perkenalkan, ini Kinanti. Istri Pandu mih..."


"Apa maksud kamu Pandu? sejak kapan kamu punya istri? "


"Maafin Pandu karena tidak memberitahu mamih dulu, tapi ini di luar kuasa kami mih. Pandu bertemu Kinanti di Tasik, beberapa bulan yang lalu. Saat itu, Pandu sedang mengunjungi proyek di daerah rumah Kinanti,dan kami berkenalan. Karena Pandu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama Kinan.. "


"Tapi Pandu.. bukankah kamu sudah setuju, sebulan lagi kamu akan menikah dengan Mira. Anak dari teman papih mu.. "


"Pandu ga pernah menyetujui..Dan ga mau di jodohkan mih.. Pandu tidak mencintai Mira. "


"Sayang.. Kamu tau kan bagaimana watak papih mu itu.. Kalau tidak di turuti, kamu seharusnya tau apa yang akan terjadi.. " Eyang Angka bersikeras. Pasalnya, segala persiapan pernikahan Pandu dengan Mira sudah 80%.


"Bagaimana tanggapan orang-orang Pandu..? "


"Pandu ga perduli dengan anggapan orang mih.. ! "


Kinanti, yang mendengar percakapan antara suami dengan mamihnya. Merasa sangat bersalah, sedari tadi ia hanya diam menunduk dan mendengarkan.


"Siapa namamu tadi... " Tanya eyang Angka pada sosok lembut di hadapan nya.


"Kinanti bu.. " Jawabnya pelan.


Kinanti hanya terdiam, sambil mengusap perut rata nya. Seandainya saja, ia belum mengandung.. Mungkin ia akan merelakan agar suami siri nya menikah lagi, dan menceraikan dirinya.


"Tapi mih... Kinanti sedang mengandung anak Pandu, usia kandungan nya sekarang masuk 5 minggu. " Dengan nada tinggi, Pandu menolak keras apa yang di katakan oleh mamih nya.


"Mamih mohon sayang.. Mamih ga bisa berbuat apa-apa, kalau kamu tetap menolak. Maka kamu akan liat, mamih sudah tidak bernyawa! "


"Kenapa mamih jadi mengamcam Pandu mih? Pandu ga bisa mengkhianati pernikahan kami. "


"Mas Pandu.. "


"Pernikahan ini sudah di rencanakan sejak dulu.. Sejak papih dan teman nya itu membangun perusahaan. Kamu ga bisa begitu saja menolaknya Pandu.. "


"Begini saja, mamih ga akan bilang pada papih mu tentang Kinanti.. Kamu bebas menemui istrimu ini kapanpun kamu mau,setelah menikah.. seandainya kalian tidak cocok, kalian bisa bercerai.. "


"Pernikahan itu bukan permainan mih.. "


"Mas.. Ikuti permintaan mamih mas.. "


Sebulan kemudian, akhirnya Pandu dan Mira menikah. Dan kehidupan rumah tangga nya memang tak berjalan layaknya pasangan yang saling mencintai..


Meskipun, Mira memiliki perasaan terhadap Pandu. Tapi selama 7 bulan menikah, mereka tidak pernah tidur bersama.


Pandu sibuk dengan perusahaan dan Kinanti..


Sementara Mira lebih memilih menghabiskan waktu untuk menulis.


Hingga suatu hari, Mira mengetahui.. bahwa ia adalah istri kedua suaminya,pada saat Kinanti akan melahirkan..


Dan karena mengalami pendarahan hebat, Kinanti koma selama berbulan-bulan.


Mira lah yang merawat Angkasa selama Kinanti di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Papih Pandu yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengusir Pandu. Dan mamih nya bersikeras ingin tinggal bersama Pandu dan Mira,karena ingin ikut merawat Angkasa.


Flashback off.


***


Angkasa


"Ini eyang lagi bercanda kan eyang? ga sungguh-sungguh kan? " Aku sama sekali tak percaya, apakah memang benar tentang semua yang eyang katakan.


"Kamu boleh membenci eyang.. Tapi ini saat nya kamu tau yang sebenarnya.. Rahasia ini hanya di ketahui oleh Asih dan pengacara saja."


"Lalu.. dimana ibu kandung aku sekarang? "


"Eyang tidak tau, selama ini eyang mencari nya.. Tapi hanya di temukan alamat lama. "


"Kenapa dulu Angka ga tinggal dengan ibu? "


"Karna pada waktu itu, ibu mu koma selama berbulan-bulan.. Dan saat sadar,ia sama sekali ga bisa bergerak. Lalu papah mu membawa nya terapi ke luar negeri juga untuk berobat.. Setelah itu, eyang gatau lagi. Karena papah kamu meninggal.. "


"Kenapa eyang nyembunyiin ini dari Angka? dan selama ini Angka sibuk membenci orang lain yang ternyata bukan yang melahirkan Angka.."


"Karena eyang takut, kamu akan pergi ninggalin eyang.. eyang ga punya siapa-siapa lagi nak.. "


"Eyang egois.. dari dulu eyang egois dengan nyakitin hati ibu kandungku sendiri... Angka akan cari ibu.. "


"Mau kemana kamu nak? ini sudah malam.. "


"Angka ga peduli.. " Aku pun meremas kertas yang kugenggam, dan perhatian ku tertuju pada berkas-berkas yang dulu eyang berikan padaku.


Dengan impulsif, aku membawa berkas-berkas itu.


"Angkasa.. cucu eyang sayang, mau kemana nak? kita cari ibu mu bersama-sama Angka! "


"Mana hasilnya eyang? eyang ga perlu lagi cari Angka.. Angka bisa urus sendiri semuanya! "


Dengan bergegas, aku meraih kunci mobil yang tergeletak di meja depan.


"Angka... "


Tanpa menggubris eyang, aku terus berjalan menuju halaman. Masuk ke dalam mobil, menginjak pedal gas dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Aku tak perduli.


Semua nya terasa hampa, kebohongan yang eyang sembunyikan selama belasan tahun. Sungguh membuat hatiku sakit.


Masalah tentang kesalah pahaman ku dengan Pela belum selesai. Dan sekarang muncul masalah yang teramat besar dan lagi-lagi menyakiti hatiku.


Aku bahkan di biarkan tak mengenal ibu kandungku sendiri.


Ibu..


Ini Angkasa.


Anakmu yang tak pernah sekalipun melihatmu.


Akan aku pastikan, aku bisa menemukan ibu dimanapun ibu berada.


Maafkan aku Pela..


Bukan nya aku ingin lari dari masalah..


Tapi saat ini aku butuh sendirian.


***

__ADS_1


__ADS_2