Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Hijrah..


__ADS_3

Angkasa


Angkasa : Aku ga mau kehilangan kamu Pela... Aku tau kamu sekarang sedang berhijrah, dan aku bisa menghargai semua keputusan kamu.Tadi malam kita berdua khilaf..Kita masih bisa berkomunikasi dan menjalin hubungan yang sehat.


Angkasa : Aku mau telpon, please kali ini angkat!


Calling Pela...


Tuut... Tuut..


Ayo angkat Pela!


Beberapa kali menelpon, tapi tak di angkat.


10 menit kemudian..


Drrrt... Drrrt..


Pelangi : Maaf aku ga angkat telpon.. Aku takut setelah mendengar suara kamu, tekadku yang udah bulat jadi berubah lagi. Kali ini aku yakin untuk hijrah Angka..


Pelangi : Hijrah adalah perpindahan. Defenisi hijrah bagiku sebenarnya sangat sederhana, aku hanya mencoba merubah diriku menjadi lebih baik. Sungguh, aku ga ingin sanjungan manusia, karena yang aku butuhkan cuma ridho dari-Nya. Aku sangat tahu, bahwa aku sangat jauh dari kata sempurna. Namun, tak ada salahnya jika aku mencoba untuk terus memperbaiki semua kesalahanku, bukan?


Pelangi : Percayalah, perpisahan menjadi pilihan bijaksana sebelum kita dilaknat Allah karena sama-sama belum mendewasa dalam memaknai hakikat kemuliaan cinta. Sungguh, kesempurnaan cinta itu ialah saling mendoakan keselamatan satu sama lain hingga takdir mempertemukan dalam ikatan rumah tangga.


Aku melempar ponsel ke tempat tidur.


Arggh Pela...


Gimana mungkin kita mengakhiri apa yang bahkan memang belum di mulai?


Berumah tangga?


Maksud kamu menikah?


Kita bahkan belum genap berusia 20 tahun, aku belum siap kalau harus menikah di usiaku sekarang.


Lagipula,


Aku masih harus mengambil hati ibu dan ingin dekat dengan nya.


Aku ingin ibu mengetahui aku sebagai anak kandung nya yang selama ini tak pernah ada dalam hidup ibu.


Tok.. Tok..


Terdengar suara pintu di ketuk.


Siapa?


Mungkinkah Pela?


Kamu udah berubah pikiran Pel?


Dengan tergesa dan memasang wajah sumringah, aku melangkah mendekati pintu.


"Pel... "


"Ayo.. lo bilang mau ke Rumah sakit buat liat nyokap lo! " Rindu tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Seketika, aku kecewa dan merubah ekspresi wajah menjadi kecut.


"Tunggu.. Gue siap-siap dulu! " Kataku, sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajah.


Setelah itu keluar dan mendapati Rindu sedang mengeluarkan makanan dari kantung keresek yang ia bawa.


"Lo pasti belum sarapan kan? gua bawain fastfood, tadi gue pesen online! "


Aku menganggukkan kepala dan mendekati nya, lalu duduk di kursi.


"Jadi lo ngapain aja semaleman? gue telpon ga di angkat-angkat! " Tanyanya, sambil mengunyah makanan.


"Jalan-jalan.. "


"Sial banget gue di tinggal sendirian di angkringan.. Lo ga tau orang-orang pada ngeliatin gue!"


"Hhh.. Sorry.. Gue ga mau Pela salah paham! "


Kami berdua pun makan dalam keheningan, mungkin Rindu juga merasa kalau suasana hatiku saat ini sedang tidak baik-baik saja.


***


Rindu


"Jadi, kita sekarang ngapain dulu? lo setuju ga dengan ide gue buat deketin nyokap lo dengan pura-pura gue sakit? "


"Hmm... " Jawabnya Angkasa singkat.


"Tapi gue pengen kenalan dulu sama yang namanya Laras.. Dia cantik ga? cantik siapa antara Laras, gue dan Pelangi? "


"Lo kenape sih?ada masalah sama si Pela? muke lo di tekuk gitu? " Aku bersungut-sungut, melihat ke samping.


Angkasa sedang mengemudi, namun ia seperti tak fokus. Malah kelihatan sering melamun dari tadi.


Aku tahu, dia sedang menyembunyikan sesuatu.


Dia masih tak menjawab, aku tebak pasti ada masalah dengan TTM nya..


Siapa lagi kalau bukan si Pelangi.


Kemarin Angkasa meninggalkan aku sendirian di tempat angkringan.


Mengejar dia yang sepertinya cemburu karena aku keceplosan nyeritain Angkasa waktu mabuk dulu.


Hhhh..


Lagian, cuma bercanda begitu saja udah marah.


Lebay dan nyari perhatian.


Kulihat, Angkasa beberapa kali mendengus sambil melihat ke arah ponselnya.


"Ada apa sih? sini gue liat! " Aku pun menyambar ponsel yang ia pegang dengan cepat.


"Kagak! jangan sentuh HP gue! " Sambil mengemudi, sebelah tangan nya menggapai ponselnya yang sedang ku pegang erat.


"Lo lagi nyetir kampre*.. Lo mau kita berdua mati konyol! "

__ADS_1


"Siniin! "


"Gue pengen liat! "


"Siniin ga! " Ia menginjak rem dan menghentikan mobil di tengah jalan. Tapi suara klakson dari belakang memaksa nya untuk kembali menginjak pedal gas.


Angkasa memukul stir dan dengan emosi menatap lurus ke depan.


Ada yang ga beres dengan dia. Bukankah seharusnya ia senang karena sekarang ia akan menemui ibu nya.


Tapi, ia terlihat tidak antusias.


"Lo bilang.. Prioritas lo sekarang adalah bikin ibu lo mengenal dan dekat dengan lo! Bulsh** nyatanya setelah lo ketemu sama si Pelangi lo malah kaya gini! " Kataku kesal, lalu menyalakan ponsel Angkasa.


Saat ku buka aplikasi pesan.


Banyak pesan antara ia dengan perempuan itu, seketika hatiku menjadi panas.


Pasalnya, Angkasa disini bilang kalau dia sayang sama dia.Bahkan saat di balas dengan kalimat-kalimat kiasan dan hadist, ia masih bersikukuh kalau ga mau kehilangan Pelangi.


Apalagi dia ngebahas tentang berumah tangga.


"Lo jadi cowok be** banget sih! dengan si Pelangi ngasih kalimat sok bijak kaya gini... Jelas banget kalau dia NOLAK lo Angkasa! " Kataku geram.


Si perempuan sok suci itu dengan panjang lebar mengirim pesan, memakai kalimat membawa-bawa Tuhan.


"Hari gini lo masih berharap sama cewek yang pemikirannya masih kolot kaya gitu? " Aku menyerahkan kembali ponsel, dan mendengus kasar.


"Zaman udah modern.. Bisa-bisa nya masih bawa-bawa agama..surga dan neraka. Sok agamis banget jadi orang! ya kalau mau nolak tolak aja langsung.. Bilang aja ga cinta, gampang kan? ga perlu embel-embel ga boleh di sentuh..wanita shalihah..cihhh.. Muna! " Aku berdecih kesal, ngerasa kalimat-kalimat yang di tulis oleh perempuan itu mengusik jiwa.


"Baco*...Bisa berhenti ngomong ga lo..! " Angka membentak ku.


"Ko lo jadi marah sama gue? udah jelas gue ngebela lo.. gimana sih! "


"Dia ga kaya yang lo bilang! " Ucapnya membela si Pelangi.


"Kenyataan nya emang dia sok suci! "


"Shiiiiiiit! " Angka menepikan mobil ke tepi jalan. "Keluar lo! "


"Lho.. Kita sekarang kan mau ketemu sama nyokap lo! kenapa lo jadi marah gitu? lo ga Terima gue ngata-ngatain si Pelangi? "


"Sekali lagi lo bilang macem-macem tentang dia.. "


"Apaa? haah? lo mau ngapain gue? " Tantang ku, dan Angka melepas kan seat belt nya lalu membuka pintu mobil. Berjalan berputar dan membuka pintu mobil sebelah kiri.


"Keluar lo! gue butuh sendiri! " Dia menarik ku dan menyeret ku keluar mobil.


"Eh.. apa-apaan nih Angkasa! lo mau ninggalin gue sendirian? "


Tanpa menggubris ku, Angkasa masuk kembali ke dalam mobil dan menginjak pedal gas dengan cepat.


Melajukan mobil, dan meninggalkan aku sendirian yang tertegun sendiri berdiri di tengah jalan.


"Breng*** lo Angkasaaaa! "


***

__ADS_1


__ADS_2