
Lembayung
Kami kini sedang berada di kawasan Lembang, sedang menikmati pemandangan hijau yang menjulang sejauh mata memandang.
Kemarin aku merengek, ingin sekali menikmati hijau nya daun-daun teh Sukawana dan duduk-duduk santai di bale pinggir jalan sambil menikmati bandrek atau ketan bumbu oncom yang merupakan makanan khas daerah Bandung Selatan.
Suamiku sibuk membidik objek pemandangan indah di depan kami. Sambil menyelam minum air, suami pekerja keras ku memang jarang sekali bersantai.Sibuk kuliah dan bekerja menjadi seorang photograper lepas, menjadikan weekend yang seharusnya ia habiskan untuk keluarga. Ia pakai untuk bekerja.
Alhamdulillah..
Baru kali ini, ia bisa meluangkan waktu untuk mengajak aku dan Embun jalan-jalan.Semakin hari, semenjak Senja keluar dari hotel prodeo.. Ia banyak sekali berubah. Semakin rajin memperdalam agama, dan semakin sayang pada kami.Dan rezeki nya pun banyak, mengalir tanpa di duga.
Usaha yang kami bangun dari semenjak menikah, mulai membuahkan hasil. Dalam satu bulan, ia bisa mendapatkan lebih dari 10 klien. Ada yang mengambil paket All in, ada juga yang hanya mengambil paket Intimate.Atau hanya dokumentasi saja.
Kami sedang memikirkan untuk melebarkan sayap usaha, dan membutuhkan beberapa karyawan.
"Sayang.. Kita pulang nya lewat Buniwangi aja ya, sudah lama ga ke daerah sana! " Ucap suamiku sambil sibuk merapihkan kamera dan peralatan nya.
"Boleh.. aku mah mau jalan mana aja juga hayuu.. "
"Embuuun.. Here! look at Baba Embun! and smile.." Suamiku terlihat membuka kembali kamera, dan bersiap membidik aku dan Embun.
"Embun.. itu liat Baba,cantik.. " Aku mengarahkan Embun untuk melihat pada Baba nya, dengan ceria ia pun melebarkan senyum sambil berpose menggemaskan.
"Baba.... Baba...utuu..." Ia meloncat-loncat kegirangan saat Baba nya memperlihatkan hasil jepretan.
"Hmm... Anak Baba memang lucu.. cantik.. shalihah.. " Dengan gemas, Senja mengecup Embun berkali-kali.
"Ayo kita pulang yuk.. Nanti kita mampir ke masjid untuk shalat dzuhur.. "
Aku pun merapihkan tas dan suami ku menggendong Embun untuk menuju ke mobil.
"Sayang.. banguun! kita lagi ada di SPBU.. Kamu mau ke toilet ga? "Tanya Senja, dan aku hanya menggelengkan kepala. Lalu mengedarkan pandangan ke arah seorang operator perempuan yang sedang mengisi bensin di mobil kami.Rambutnya panjang di ikat dan memakai topi.
Cantik..
Monolog ku dalam hati.
Eh..Tapi aku kayak kenal dia, Itu kan?
Aku sungguh kaget, demi mendapati ternyata operator cantik itu adalah orang yang aku kenal.
Sejurus kemudian, pandangan kami pun saling bertemu.
"Pelaaaaa... " Aku pun berteriak memanggil namanya.
Sambil mengisi bahan bakar, kami mengobrol sebentar dan aku minta izin pada Senja untuk bernostalgia dengan Pela.
"Kamu makin cantik aja Pel..! " Puji ku, sambil menyeruput jus jambu yang ada di meja.
Kami sedang berada di sebuah cafetaria kecil di daerah Dago. One of the most favorite street di kotaku tercinta. Di jalan ini pula... benih-benih cinta mulai tumbuh di hati suamiku, dulu saat petang menjelang.
"Akh teh Ayung bisa aja! malah aku tuh papanasan terus teh.. kulit aku makin item nih!"
"Eksotis Pel.. Cantik Nusantara.. "
Kami berdua tertawa sambil melirik ke arah suamiku yang dengan sabar mengajak Embun jalan-jalan.
"Embun cantik banget.. Perpaduan dua gen unggul.. "
"Ma syaa Allah.. Alhamdulillah.. makasih Pel.. Karunia Allah.. Dapetin suami bule, padahal waktu sekolah mah nge-crush banget sama oppa Korea... hehhe.. " Aku terkekeh, dan memelankan suaraku.
__ADS_1
Khawatir terdengar oleh Senja, suamiku paling ga suka kalau aku udah bahas cowok sipit.
"Aku tau teh.. itu senior atau kaka kelas yang most wanted kan teh... Teh Ayung mah jadi rebutan kaum Adam.. "
"Ehh.. ngga lah.. Kamu nih pasti, secara cewek tangguh kaya kamu tuh ya pasti banyak di sukai mereka! "
"Hhh.. " Pela mendengus."Ga ada waktu lah teh, buat mikirin yang ga penting kaya gitu! "
"Oh Iyah.. Teteh ada tawaran nih buat kamu,tadi sambil nungguin kamu selesai bekerja. Kami berdua diskusi. Tapi... itu juga kalau kamu bersedia Pel. Jadi teteh sama A Senja tuh rencana nya mau bikin kaya gallery gitu.. Kami kan udah hampir 3 tahun ini lagi merintis usaha di bidang Wedding Organizer.. Siapa tau, kamu mau bantu Pel.. "
"Oh Iyah teh? "
"Huum.. A Senja tuh seorang photograper, semenjak kita nikah pas waktu masih sekolah.. dia sering nerima job motret buat acara wedding gitu.. Nah, target nya kami mah bukan konven, tapi lebih ke syar'i.. "
Kulihat, Peka sedikit menundukkan kepala.
"Nah.. Teteh butuh banget orang buat nge managed.. Teteh yakin..dengan kepintaran kamu,in syaa Allah pasti kita bisa memulai bisnis ini dengan lebih serius.. "
"Tapi teeh.. Aku mah malu, kalau memang mengusung syar'i. Aku sendiri masih gini teh.. " Ucapnya rendah diri sambil menunjuk pada rambut dan bajunya.
"Emang ada masalah apa dengan kamu Pel? "
"Ini.. mhhmm.. Aku kaan belum pakai hijab teh.."
"Ya ampun... Masalah itu? itu bukan masalah besar Pel.. Teteh butuh kinerja kamu. Kalau untuk urusan berhijab,teteh ga pernah memandang seseorang dari penampilan nya. "
"Ok deh.. sebelumnya, maaf banget teteh mau tanya hal yang lebih pribadi.. Boleh ga? "
"Boleh teh.. tentang apa? "
"Kamu pernah dengar ayat tentang menutup aurat? " Dengan hati-hati aku bertanya pada Pela, tanpa maksud ingin mengintimidasi nya.
"Alhamdulillah..Saat membaca Ayat itu.. Apa yang kamu rasakan Pel? "
Pela lagi-lagi menundukkan kepala nya. "Hiks... jujur saat denger atau baca ayat itu, hati aku kerasa teriris teh.. Entah kenapa aku sedih banget.. "
"Ma syaa Allah... Itu berarti, Allah mengirim kan hidayah di hati kamu.. Dalam Islam hidayah itu adalah rezeki, dan untuk memperolehnya harus bermodalkan usaha dan kerja keras."
"Allah Ta'ala berfirman dalam QS Adz-Dzariyat ayat 22-23, Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (22) Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.(23)"
"Dalam mencari rizki, seseorang rela banting tulang pergi pagi pulang pagi bukan? Nah, bagaimana dengan usaha mereka untuk mendapatkan hidayah dari Allah?Kalau kita hanya diam tanpa usaha atau malah berbuat sesuatu yang dilarang Allah, maka hanya akan membuat diri semakin menjauh dari Allah. "
"Hikss.. Hikss.. " Peka semakin terisak, dan beberapa kali menyeka bendungan air mata nya.
"Maafin teteh Pel.. bukan maksud teteh bikin kamu sedih...Ini karna teteh sayang." Dengan cepat, aku merubah posisi. Dan duduk di samping Pela.
"Ngga ko teh... Aku.. hiks.. Aku malah seneng bisa ngomongin masalah ini, aku tuh ga punya temen yang bisa di ajak sharing teh.. Hidup aku tuh cuma sibuk untuk nyari uang.Hikss... Padahal, aku sering banget ada keinginan buat menutup aurat. Tapi... "
Aku memeluk Pela dari samping. "Kenapa? "
Tapi Pela hanya terdiam. Dan semakin terisak.
"Jangan menunda sebuah niat baik Pel, kita ga pernah tau kapan ajal menjemput. Kalau ada yang bilang, 'Aku akan menggunakan jilbab jika hidayah sudah datang' dan ternyata ajal lebih dahulu datang, dan kita masih belum melaksanakan perintah Allah..dalam menutup aurat dengan menggunakan hijab. Apa yang harus kita lakukan? "
"Seorang perempuan muslimah , harus tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah Ta'ala. Dan berpakaian muslimah dengan berhijab adalah salah satu bentuk ketaatannya kepada syariat Allah. Karena perempuan muslimah diwajibkan menutup seluruh aurat tubuhnya."
"Deketin Allah. Lakukan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, maka Allah akan memberi kita hidayah. Paksakan diri untuk menggunakan hijab, maka Allah akan ngasih kamu jalan kemudahan,sehingga pada akhirnya semua mudah dan ga ada unsur keterpaksaan lagi."
"Tapi...Aku.. Aku ga punya kerudung teh.. "Pela berkata dengan lirih.
"Bisa di bilang, kerudung aku cuma mukena.. Selama ini aku ga pernah menyisihkan uang buat beli, karena aku pikir kalau hati aku harus baik dulu! "
__ADS_1
"Ma syaa Allah.. Jadi itu yang bikin kamu terus nunda-nunda? "
Pela mengangguk cepat, dan sambil menyeka air mata ia kembali berujar. "Aku juga butuh biaya banyak buat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pengobatan teh.. Ga pernah memikirkan baju apa yang harus aku pake.. Bener-bener seadanya dan ngerasa itu ga penting.Aku lebih mementingkan urusan perut dan yang kebutuhan lain yang mendesak. "
"Teteh mengerti.. "
"Teteh ga benci sama aku kan? "
"Lho.. ko kamu bilang gitu sih! "
"Ya kan.. aku juga pernah baca, kalau kita itu di lihat dari temen kita.. ibarat nya kalau temen kita jualan parfum maka kita akan ketularan wangi nya. Begitu juga sebaliknya.. Kalau aku jualan bensin.. Nanti teteh ketularan bau bensin! "
"Hahaha.. Kamu itu Pel!konteks nya berbeda..Itu di ambil dari Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim. "
"Teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalau pun tidak, engkau tetap dapat mendapatkan bau harum darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap."
"Disini maksudnya lebih ke pergaulan..teteh mah ga pernah membedakan teman..Sekalipun teman teteh salah pergaulan,lebih baik merangkul dan mengajak nya ke jalan yang benar dan positif..bukan mencibir atau menjauhi nya dengan cara yang bisa nyakitin orang itu.. "
Akhirnya, Pela menyunggingkan senyuman.
"Nah gitu dong senyum..Manis banget lho kalau senyum..Oh Iyah.. jadi gimana? kamu bersedia ga bantu teteh? " Sambil melirik ke arah suamiku yang sudah menampakkan wajah bosan nya.
Aku menggelengkan kepala, memberi isyarat pada Senja kalau kami berdua belum selesai bicara.
Dengan sangat pengertian, suamiku mengangguk dan kemudian mengayun-ayun Embun agar tertidur.
"Nanti aku pikir-pikir lagi ya teh.. Aku juga mau ngumpulin dana untuk beli hijab dulu.. Aku malu. "
"Iyah.. boleh Pel.. Teteh juga kan mau nyari dulu tempat dan keperluan lain nya untuk bikin gallery, nah nanti kalau udah siap.. teteh langsung kabari ya... "
"Iyah teh.. "
Kami berdua pun menghabiskan camilan, dan setelah itu saling bertukar no HP.
"Teteh pulang dulu ya.. Tuh Embun nya tidur.. "
"Iyah teh.. Makasih banyak udah meluangkan waktu untuk sharing sama aku... "
"Alhamdulillah.. Qodarullah.. Atas izin Allah kita di pertemukan lagi Pel..Oh Iyah jangan lupa share alamat rumah kamu, jadi nanti teteh bisa langsung datang.."
"Maaf teh.. Tapi itu bukan rumah aku, itu rumah nya majikan ibu.. "
"Oh Iyah? gapapa.. Jangan lupa chat teteh ya.. "
"Sayaang! " Dari dalam mobil, suamiku sudah memanggil.
"Tuuh kan.. udah ga sabar A Senja nya.. Bye Pela...Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaykumusalam.. "
Dengan tergesa, aku berjalan menuju mobil dan melambaikan tangan pada Pela.Memandangnya penuh iba..
Terkadang, memang banyak sekali alasan yang juga bisa menghambat niat baik kita. Tapi aku yakin, Pela bisa menemukan jalan untuk meraih nya.
Barrakallah Fiik Pela..
Semoga Allah memberkahimu..
Dan semoga Allah mempermudah jalan kamu untuk berhijrah..
***
__ADS_1