
Angkasa
Kami sudah berada di parkiran kawasan Candi Borobudur.
Ini adalah kedua kali nya aku berkunjung kesini, dulu pertama kali saat masih duduk di kelas 8 SMP.
Terletak di pulau Jawa, candi Borobudur yang megah ini adalah monumen Buddha terbesar di dunia, sebuah situs kuno yang secara luas dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kuil ini berdiri dengan anggun di puncak bukit yang menghadap ke ladang hijau yang subur dan bukit-bukit yang jauh.
Dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan dinasti Syailendra, desain candi dalam arsitektur Gupta mencerminkan pengaruh India di wilayah tersebut, namun terdapat cukup adegan dan elemen asli yang digabungkan untuk menjadikan Borobudur unik khas Indonesia.
"Ma Syaa Allah... Ternyata luas juga ya.. " Pela memandang ke sekeliling, setelah kami sampai di depan Candi.
"Siap-siap capek Pel.. Tuh liat! tangga nya juga banyak gitu! " Celoteh Wulan, teman nya Pela.
Aku hanya menarik sudut bibirku tipis, sedari tadi aku banyak mendengar percakapan antara dua orang perempuan di depanku ini yang membuatku sedikit terhibur.
"Coba tebak Pel.. Kira-kira ada berapa anak tangga sampai ke atas? hayu kita hitung! " Seloroh Wulan, sambil ngos-ngosan berjalan menaiki undakan tangga.
"Bentar ya.. aku liat di om gugel dulu! " Pela merogoh gawai nya yang ada di dalam tas.
"Eh.. ga boleh liat.. bukan tebak-tebakan atuh ih kamu mah! "
"Hahaha.. Abis ga ada kerjaan banget ngitungin jumlah tangga! "Pela terkekeh.
Aku pun jadi ikutan terkekeh sendiri.
"Ya penasaran aja aku mah.. Abis dulu waktu ada study tour sekolah.. aku ga ikut, mama aku ga punya uang ceunah.. Mending uang nya di pake buat beli buku atau seragam."
"Aku juga sama Lan.. Kasian ibu, malahan aku ga bilang setiap kali ada study tour. bisi kepikiran! "
"Hmm.. Bener.. untung aku anak baik. Ga pernah macem-macem. "
"Kamu haus ga Lan? Duduk dulu yuk..Jangan dulu jalan sampe atas.." Ajak Pela.
"Haus banget.. Hhh.. "
Pela pun merogoh 2 botol air mineral dari dalam tas nya, menyodorkan salah satu nya padaku dan satunya lagi pada Wulan.
"Nih.. " Katanya, tanpa basa-basi.
"Makasih.. " Aku meraih botol itu, namun netraku tertuju pada sesuatu yang mengingatkan pada kenangan indah dulu.
Ternyata, kamu masih pakai gantungan kunci hati itu Pel..
__ADS_1
Merasa pandanganku tertuju pada tas nya, kemudian Pela berbalik, dan dengan cepat menutup tasnya.
"Ini baru undakan pertama lho Pel.. Namanya undakan apa sih aku lupa? asa pernah belajar dulu teh.." Wulan mengedarkan pandangan nya, menatap satu persatu patung di depan nya.
"Kamadhatu..Bagian terbawah candi yang melambangkan alam bawah, menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi." Aku menjawab pertanyaan yang di lontarkan Wulan.
Dan Wulan pun manggut-manggut.
"Yuuk.. Kita lanjutin lagi naik ke atas! " Ajak Wulan, namun aku memberikan isyarat agar aku dan Pela bisa berbicara berdua saja.
"Eh tunggu ketang, aku mau foto-foto dulu di sekeliling ini aja.. Kamu mau ikut ga Pel? "
"Ngga akh.. sok aja kamu Lan.. Aku males panas, mau duduk dulu disini.. " Tolak Pela.
Untung saja, Wulan mengerti isyarat ku. Ia pun berjalan dan mulai ber swafoto sendiri.
Tanpa ragu, aku mendekat dan duduk di sebelah Pela. Sambil meneguk air mineral yang tadi di berikan oleh nya.
Hingga sudah hampir habis setengahnya, aku berdeham untuk mencairkan suasana canggung di antara kami.
"Sejak kapan.. Kamu pakai hijab Pel? " Tanya ku basa-basi.
"Sejak beberapa hari lalu.. " Jawabnya singkat.
"Mhhmm.. "
"Mhhmm.. Iyah.. Saat aku pulang dari malam prom itu, aku nyari kamu kerumah karena aku kira kamu udah pulang. Aku khwatir karena kata temen-temen, si Evelyn nyeburin kamu ke kolam..Aku takut kamu kenapa-kenapa saat kamu marah-marah di rooftop itu, kamu langsung pergi gitu aja tanpa dengerin penjelasan aku.."
"Itu.. Aku.. Waktu itu aku emosi, aku kesel sama kamu! sakit hati tau.. Di jadiin taruhan kaya gitu! apalagi sama sahabat sendiri! " Pela mendelik.
"Iyah maafin aku Pel.. Aku di paksa, waktu itu mereka gatau kalau kita dekat dari kecil. "
"Karena kamu malu kan punya temen kaya aku? Waktu baru masuk SMA aja kamu mah cuek.. Ga pernah nanya.. seolah-olah kita ga kenal! "
"Itu karena aku ga suka dekat-dekat sama perempuan, aku takut semua perempuan seperti mama.. Tapi ternyata selama ini aku salah, mamah Mira ga bahagia hidup dengan papa Pel... " Aku menundukkan kepalaku, merasa bersalah terhadap mamah Mira yang sudah merawat ku dari bayi.Dan sudah berprasangka yang buruk tentang nya selama ini.
"Maksud kamu? " Pela menatap ku dengan iris hitam kecoklatan nya.
"Aku bukan anak kandung mama Mira, ibu kandungku bernama Kinanti.. Eyang menceritakan semua saat aku pulang ke rumah. "
Terlukis jelas, Pela terkejut dan terperangah, ia menatapku dengan tatapan penuh iba.
"Kenapa selama ini eyang menutupi semuanya dari kamu? "
"Aku ga tau.. Apa alasan eyang sebenarnya. Tapi waktu itu aku bener-bener marah.Papa sudah menikah terlebih dahulu dengan ibu Kinanti sebelum menikah dengan mama Mira.. Atas permintaan eyang.. "
__ADS_1
"Perjodohan? Relasi bisnis dan persahabatan.. antara keluarga eyang dengan teman nya. "
"Perjodohan itu masih ada ya? Bukan cuma jaman baheula aja atau di drama? " Pela menyela.
Aku hanya mengedikkan bahu.
"Hhhh..Secara sosial orang kaya menikah dengan orang miskin memang hampir tidak mungkin. "Ucap Pela sambil meneguk air mineral nya.
"Kenapa ga mungkin? Kalau sama-sama saling cinta dan memang berjodoh, kenapa ga mungkin? " Kataku, sambil menatap netranya lekat.
Pela menggelengkan kepala nya."Berdasarkan kenyataan hidup di belahan dunia manapun, banyak perbedaan yang membuat orang kaya hampir tidak mungkin menikah dengan orang miskin. Perbedaan dalam rumah tangga memang wajar, tapi kalau berbeda seperti langit dan bumi, susah membayangkan pernikahan itu bisa harmonis dan langgeng sampai maut memisahkan."
"Orang kaya biasanya punya lingkaran pertemanan dengan sesama orang kaya,minimal dengan kelas menengah...Karena mereka disatukan oleh kesukaan dan kemampuan finansial yang sama."
"Contohnya aja.. Orang kaya akan berkumpul..nongkrong di kafe atau kongkow di komunitas kesukaan mereka (otomotif, olahraga, musik). Sementara orang miskin paling banter nongkrong di depan gang sambil mengudap gorengan dan mendengarkan lagu dari gitar pinjaman."
"Bagaimana cara orang kaya bertemu dengan orang miskin kalau lingkaran pergaulan mereka saja berbeda? Bertemu secara tidak sengaja seperti di sinetron? Atau di drama Korea dan novel? " Ucap Pela lagi panjang lebar.
"Menurut ku ga gitu Pela.. Kamu terlalu picik kalau berpikiran seperti itu tentang orang kaya..Ga semua kaya gitu.." Aku menyela tak setuju dengan pendapat nya.
"Tapi pada kenyataan nya memang seperti itu Angkasa..Kebanyakan orang kaya menjalani gaya hidup yang sesuai dengan hasrat dan kepuasan. Sedangkan gaya hidup orang miskin cenderung itu-itu saja dalam arti yang akan dikerjakan besok tergantung pada apa yang didapat hari ini.Kamu pernah ga..sekali aja mengalami bagaimana sulitnya mencari uang untuk besok makan? "
"Jika orang kaya tak masalah keluar jutaan hanya untuk belajar atau menyalurkan hobby dengan mudah, maka orang miskin lebih memikirkan kebutuhan hidup daripada gaya hidup."
"Pola pikir seseorang kurang lebih ditentukan oleh pendidikan, pola asuh, dan pergaulan. Orang kaya bisa memilih pendidikan dimanapun semahal apapun,tapi orang miskin tidak."
"Pola asuh moderen yang mengikuti zaman senantiasa diterapkan oleh orang kaya. Orang miskin kadang masih berpegang pada 'kata orang tua' dan 'menurut adat kebiasaan' dalam mengasuh anak-anak mereka."
"Orang miskin yang menikah dengan orang kaya pasti akan mengikuti kebiasaan hidup si kaya. Sekilas memang enak karena mau apa-apa sudah ada duitnya. Tapi harus berbaur dengan keluarga si kaya cukup menyiksa si miskin karena dia akan selalu diremehkan dan dicurigai sebagai pengeruk harta. Belum lagi dia bakal dapat cibiran dari lingkungan pergaulan si kaya dengan tudingan materialistis."
Hhh..
Aku menghela nafas panjang, beradu argumen dengan Pela memang selalu begini.
Aku tau, perjalanan hidup yang di alami olehnya dan keluarganya memang tak seberuntung aku.
Tapi yang harus kamu tau Pela..
Aku menerima kamu apa adanya.
Aku akui,begitu banyak perempuan yang lebih cantik.. Kaya.. Modis.. Pintar Bahkan memiliki sikap yang lemah lembut dan dengan segala kelebihan mereka di luar sana.
Tapi kamu satu-satunya yang bisa bikin aku ngerasain macam-macam perasaan yang bercampur aduk jadi satu.
Aku bahagia..
__ADS_1
Bisa di pertemukan lagi dengan kamu.
***