
Author
Pelangi berlari menuju kamar hotel dimana Wulan berada, ia terus mengetuk pelan pintu karena khawatir jika terlalu keras. Maka akan mengganggu kenyamanan penghuni kamar lainnya.
Ia terus menangis, karena berbagai rasa bercampur aduk menjadi satu.
Antara marah, kesal, benci, malu dan takut.
Pada dirinya sendiri.
Namun terutama malu dan takut pada Rabb nya.
Hingga akhirnya, yang ia rasakan kini hanya penyesalan.
Perasaan sayang nya terhadap Angka membuatnya terbuai, dan melupakan bahwa Sang Pemilik Hati tengah Melihat apa yang ia lakukan.
Mungkin, orang lain tak dapat melihat apa yang mereka lakukan. Namun Allah Maha Melihat semua nya.
Ia duduk tersungkur di depan pintu, menyesali semua.Menyesali surai nya yang beberapa hari ini ia jaga.. Di lihat lagi oleh yang bukan makhrom nya.
Tak lepas dari itu, masih terbesit rasa tenang karena ternyata Allah masih membisikkan iman dalam di dada dan membuat ia dengan cepat tersadar, bahwa tadi ia sempat tak bisa menahan. Adanya gejolak asa yang ternyata berbuah dosa.
Yang membuat ia menyesali semua juga adalah, ternyata tadi ia lah sebenarnya yang membuka jalan terjadinya perbuatan maksiat itu.
Sebenarnya, perasaan apakah ini?
Bagaimana bisa rasa sayang bisa berubah menjadi sebuah hasrat gila tak terduga?
Bagaimana mungkin perasaan sayang tentang hubungan emosional berubah menjadi hubungan fisik?
Apakah menjadi dewasa memang seperti ini?
***
Sementara itu,
Angkasa tengah terduduk di lantai. Meratapi kebodohan nya karena sudah terbujuk rayu setan.
Apalagi, rasa bersalah nya terhadap Pelangi semakin besar. Mengingat bagaimana tadi ia membuka hijab perempuan yang di sayangnya itu tanpa berpikir panjang.
Padahal ia juga mengetahui bahwa perempuan itu sedang belajar berhijrah.
Apa yang akan di pikirkan oleh Pelangi tentang nya?
Ia sungguh prustasi.
Baru saja satu hari mereka berjumpa dan bercengkrama,juga telah berhasil menghilangkan kesalah pahaman selama 2 tahun ini.
Baru saja, ia bisa dekat lagi dengan perempuan pertama yang berhasil menyadarkan nya tentang perasaan sayang pada seseorang.
Tapi, dalam beberapa menit saja. Hasrat bejad nya itu menghancurkan harapan nya.
Yang ia rasakan hanya penyesalan.
***
Angkasa
Semalam, aku sama sekali tak bisa memejamkan mataku.
Hingga pagi menjelang, aku bertekad untuk meminta maaf pada Pela.
Ku raih ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur.
Mengetik kalimat demi kalimat yang ku rasa tepat, untuk mengutarakan maksud hati.
Angkasa: Pela, maafin aku!
Angkasa: Aku khilaf, aku minta maaf.
Angkasa: Aku sayang kamu Pel..
Angkasa: I just feel like..really missing you.
Angkasa: Pela..
__ADS_1
Tak ada balasan. Aku pun mencoba melakukan panggilan.
Namun, berulang kali mencoba tetap tak di angkat.
Kembali mengetik pesan,
Angkasa : Baiklah Pel, kalau kamu ga mau membalas ataupun mengangkat telpon ku. Tapi satu hal yang harus kamu tau, aku sayang kamu Pela... Aku berharap, kamu ga salah paham dan ngejauh dari aku.
Ku simpan ponsel kembali ke atas tempat tidur, merebahkan diri dan berpikir jernih.
Hhh.
Jika di pikir lagi, dulu juga kami pernah seperti ini, namun entah kenapa tadi malam rasanya berbeda.
Apalagi saat melihat Pela mengeluarkan air mata,entah kenapa aku merasa menjadi lelaki kurang aj** yang memanfaatkan situasi.
Dulu, Pela tak pernah mempermasalahkan saat kami bersentuhan.
Tapi kali ini, aku pun menyadari dan menghargai. Pela sudah bukan Pela yang dulu lagi..
Dia berubah..
Dia berhijrah.
Dan aku harus menghormati keputusan nya.
***
Pelangi
Pagi ini, aku masih gundah gulana.
Selain malu pada Sang Pemilik Hati, aku juga malu pada Angka.
Apa yang ia pikirkan tentangku?
Aku sungguh telah mencoreng makna 'hijab' yang ku kenakan.
Baru saja mantap, merasakan betapa nikmat dan sejuknya menutup aurat beberapa hari ini, datang godaan berwujud 'perasaan'.
Perasaan yang menggebu-gebu kepada seseorang tanpa peduli salah ataupun benar.
Sehingga menjadi tidak dapat membedakan antara yang haq dan bathil.
"Duuh..seneng ya ketemu Angkasa?Kalian udah sahabatan berapa lama? cerita dong tadi malam kalian kemana aja?Ngapain aja? Bisa-bisa nya pulang tengah malam! " Wulan memberondong ku dengan banyak pertanyaan.
Tadi malam saat aku masuk ke kamar, aku memutuskan untuk berhenti menangis dan pura-pura ga terjadi apa-apa.
Malu kan.. Kalau aib ku sampe ketahuan sama Wulan!
"Makan di angkringan terus jalan-jalan ke bukit Bintang... " Jawabku singkat.
"Waah.. Hepi banget nih kayanya.. "
Memang sangat bahagia Lan, sampai-sampai lupa diri!
"Hayuuk.. Kita cus sekarang yuk, keburu klien kita datang duluan.. " Ajakku semangat.
Berusaha menghilangkan kegalauan dan membangkitkan semangat pagi ini untuk bekerja.
***
Di perjalanan.
"Eh.. eh liat deh Pel! Ini... Ga ada malu nya ngumbar aib di media sosial! " Gerutu Wulan, sambil memperlihatkan laman media sosial nya.
"Huuush! udah akh urusan dia Lan.. "
"Ya tapi kan ga ada urat malu nya gitu.. Dia kan aktris, pasti jadi sorotan jutaan orang Pel.. Harusnya kalau menjadi public figure itu bisa memberi contoh yang baik buat para fans nya.. lah ini, gimana kalau apa yang dia lakuin itu malah di turutin sama jutaan orang dan menganggap hal kaya gitu biasa.. ?"
"Aku pernah baca..Ada juga yang malahan sampe murtad karena saking cinta nya sama pacarnya.. Dan ngumbar-ngumbar aib kalau dia udah ga virgin dan ga mungkin melepas pacarnya itu.. Astaghfirullah! "
"Kita do'akan aja dia berubah, mendapat hidayah kembali Lan.. Ga baik ghibahin orang yang masih hidup!Kecuali kalau kita ghibahin Fir'aun yang jelas laknatullah.. atau Qorun! " Ucapku, sambil menjelajah dunia maya dan mencari banyak informasi seputar hijab.
"Hehhe Iyah sih.. " Wulan terkekeh, lalu ia kembali meng-scroll medsos nya.
__ADS_1
Hhh.
Aku jadi mengingat kembali, bagaimana aku dan Angka khilaf tadi malam.
Kubuka pelan dan ragu, sebuah artikel tentang cinta dan pacaran menurut pandangan Islam.
Aku ini memang ga tau apa-apa tentang 'cinta',dulu mendengar nya saja sudah membuatku bergidik geli.
Memang benar aku menyukai Angka dari dulu, tapi ga menyangka akan ada di fase hubungan kami berubah menjadi lebih emosional dan buruknya lagi berubah menjadi zona sentuhan fisik.
"Dampak terburuk dari cinta buta yakni kekufuran. Hal ini disebabkan karena hak orang yang dicintai secara buta seringkali berbenturan dengan hak Rabbnya."
"Selain itu, cinta buta amat dekat dengan lembah perzinahan. Dimana zina termasuk dosa besar. Pezina akan ditimpa siksa yang pedih."
Deg.
Aku menghela nafas panjang.
"Seseorang yang tidak banyak berdzikir dan mengingat Allah Azza Wa Jalla, niscaya terdapat kekosongan di dalam hatinya."
"Ruang kosong ini akan menjadi tempat bersarangnya rasa cinta kepada selain-Nya."
"Apabila hal tersebut dibiarkan, lama-kelamaan ruang kosong ini akan meluas. Dapat dikatakan orang yang terlanjur mengalami cinta buta akan semakin ‘bucin’ dan termasuk golongan orang yang lalai."
"Haram bagi muslim laki-laki dan perempuan bertukar pandangan atau dalam hal ini zina mata."
"Perasaan ingin selalu bersama, keinginan untuk bersentuhan fisik, dan sebagainya. Demikian tadi dapat mengaburkan esensi cinta dan menggantikannya dengan nafs*."
Aku pun memandang ruas jalan, beberapa kali menghela nafas dan Wulan hanya memandangiku heran.
Berulang kali ponselku bergetar, ada pesan masuk dan panggilan.
Ternyata,Angka mengirimiku banyak pesan dan menelpon puluhan kali.
Tapi tak ada satupun pesan yang aku baca.
Bukankah aku berniat untuk berubah?
Aku ingin belajar menjadi seorang muslimah yang baik.
Bukankah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam pernah berkata:
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah." - (HR Muslim)
Wanita seharusnya tidak seperti bulan yang setiap orang bisa melihatnya tanpa tertutupi apa pun.
Tapi wanita seharusnya menjadi seperti matahari yang membuat mata tertunduk sebelum melihatnya.
Dan Wanita muslimah yang baik akhlaknya dan bijak pembawaannya, laksana mutiara di langit ketujuh, tak sembarang orang bisa melihat dan menyentuhnya.
Baiklah Pela..
Kali ini harus memilih.
Meski sangat berat, aku lebih baik menjauhi Angka daripada harus jauh dari Rabb-ku.
Ku buka aplikasi berwarna hijau, membaca pesan dari Angka. Dan memantapkan diri untuk mulai mengetik pesan..
Pelangi :Maafin aku Angka..
Pelangi :Aku percaya, takdir Allah pastilah yang terbaik untukku, dan untukmu juga.
Pelangi : Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.
Pelangi : Aku juga sayang kamu Angka,tapi Cinta sejati berarti saling membantu untuk menggapai surga, bukan saling berpegangan tangan dan berjalan menuju api neraka.
Pelangi : Karena,tiada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, Tidak bertemu namun saling menunggu, Tidak berpapasan namun saling memantaskan.
Pelangi : Aku memilih menjauhi mu..Dan menyayangimu dalam diam. Karna tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, selain mendoakan dalam diam.
Pelangi : Mencintai dalam diam, tanpa perlu takut kehilangan,karena Allah telah menyiapkan yang terbaik bagi hambanya yang sabar dalam mencintai.
Pelangi : Ada yang senantiasa mencintaimu dalam diam, suaranya tak terjamah telinga, tapi doanya menggema di angkasa.
***
__ADS_1