Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Pulau Asmara: Menikung di Sepertiga Malam..


__ADS_3

Author


Pelangi masih tertegun di tempat, mulutnya pun sedikit menganga seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


Ditengah-tengah danau pulau Asmara,hanya ada angin tapi tak ada hujan.. Tiba-tiba lelaki yang ia sayang tapi juga benci itu mengeluarkan kalimat tak terduga.


Baru tadi malam, ia bilang bahwa usia mereka masih sangat muda dan belum siap untuk berumah tangga.


Namun kini, barusan.


Dia melamar ku? Aku ga mimpi kan? Batin Pelangi.


Bukan nya dengan segera menjawab Angkasa, tapi pikiran nya menerawang pada beberapa hari yang lalu.


Saat ia bertanya pada Lembayung.


Flashback on..


"Teh Ayung.. "


"Hmm.. Iyah Pel... "


"Ciri-ciri kita dapat jawaban dari shalat istikharah itu gimana teh? apa benar lewat mimpi? Tapi ko aku ga pernah mimpi.. padahal sudah beberapa kali shalat istikharah.. "


   


"Mhhmm..Setau teteh jawabannya ga selalu hadir melalui mimpi. Petunjuk bakal datang dalam bentuk yang lebih halus,setelah melakukan sholat,ia harus mencoba memutuskan apa yang terbaik, kemudian merasa yakin apa yang akan terjadi adalah yang terbaik dari Allah. Ia juga bisa meminta nasihat dari orang-orang yang dia percayai."


"Petunjuk lain juga bisa datang melalui apa yang dirasakan dia di dalam hati. Karena hubungan sama Allah itu adalah hubungan yang sangat melibatkan hati, jiwa, dan pikiran. Petunjuk atau jawaban yang dicari biasanya dapat dirasakan di dalam hati daripada melalui mimpi."


"Gitu ya teh? " Pelangi menunduk.


"Teteh pernah denger ceramahnya buya Yahya, kata beliau..Setelah istikharah kita serahkan kepada Allah dan kita jalani proses. Kalau ternyata proses digampangkan berarti itulah pilihan Allah.Tidak harus mimpi. Memang ada mimpi-mimpi indah itu adalah kabar gembira untuk maju." 


"Emang.. Kamu lagi ada masalah apa Pel? tentang cowok yang suka kesini tea ya? memang nya ada hal yang bikin kamu ragu sama dia? " Tanya Lembayung, kini mereka sedang ada di dalam ruangan. Sedang menyusun rundown acara pernikahan Dion, sahabat dari Senja.


"Iyah teh.. boleh aku tanya sesuatu yang lebih pribadi ga teh? teh Ayung kan pernah ngalamin fase dimana harus memilih.. "


"Boleh."


"Dulu,teteh di lamar sama a Senja langsung ga? Kalau laki-laki bilang mau ngenalin kita ke orang tua dia, berarti dia serius kan teh?"


"Iyah dong.. dia berarti laki-laki baik.Dulu itu a Senja ga ngelamar teteh awalnya.. Tapi kita nikah di paksa, sama papa teteh. Karena kamu udah tau kan sebabnya apa? Gara-gara teteh waktu itu kabur dari rombongan tour sekolah pas di Bali.. Selama kurang lebih 3 hari teteh berpetualang berdua.. Padahal kita ga pernah macem-macem..A Senja tuh sangat menghargai teteh. "


"Hehhe sempet denger sih dari gosip.. Ko bisa teteh kabur gitu? " Tanya Pelangi heran, ia memang sudah sedikit tau penyebab nya. Namun baru kali ini ingin tahu kebenarannya dari Lembayung langsung.


"Teteh liat mantan lagi make out di kamar hotel.. Yaa marah dong, kesel, sedih.. Tapi waktu itu a Senja ngehibur teteh. Tau ga..itu jadi hal ter-absurd yang pertama teteh lakukan selama hidup.Ngajak kabur anak cowok orang.. Dan parahnya lagi nih, cowok itu notabene adalah siswa dengan track record minus.Heboh kan tuh satu sekolah..."


Pelangi terseyum.


"Setelah nikah baru a Senja officially ngelamar.. Sambil masangin cincin di jari manis.. Heheh.."


"Ma syaa Allah.. Kisah teteh sama a Senja itu indah banget teh.. " Puji Pelangi.


"Alhamdulillah Pela.. Kamu bingung kenapa? Kalau teteh tebak, di dalam hati kamu pasti udah ada seseorang.. ya kan? "


"Mhhmm.. Dan aku sendiri bingung teh, mengharap kan dia untuk serius ke jenjang selanjutnya itu adalah suatu hal yang ga mungkin.Dan perbedaan kita terlalu mencolok.. Aku pengen jalan ke kiri.. Dia malah milih ke kanan. Rumit deh teh.. Kita itu kenal sejak kecil, selama ini terjebak sama yang namanya 'friendzone' dan hate love relationship.. "


"Kamu udah tegasin kalau kamu pengen nya serius?.. Ingin cepet married misalkan.. "


"Udah teh.. Dan ga jelas.. "


"Kalau dia memang jodoh yang udah di siapkan oleh Allah untuk kamu..dia pasti akan kembali. Jika bukan, in syaa Allah pasti bakal ada pengganti yang lebih baik lagi. Jangan sampai mencintai terlalu dalam sebelum ada kepastian. Tak perlu memaksakan perasaan kamu kalau nyatanya dia memutuskan untuk menjauh atau kalian berbeda visi dan misi. "


"Kalau dia memang ditakdirkan sebagai pendamping hidup kamu, akan ada saatnya nanti dia datang sebagai jawaban atas doa-doa kamu Pel.. Ga ada yang ga mungkin kalau Allah sudah berkehendak. "

__ADS_1


Flashback off.


"Pelaa.. Pel.. Kamu kenapa? ko malah ngelamun? " Angkasa melambaikan tangan nya di depan wajah Pelangi.


Sejak tadi, Pelangi hanya memandang kosong ke depan dan seperti memikirkan sesuatu.


"Eh... Iyah... Maaf... " Pelangi terperanjat, dia sadar dari lamunan dan akhirnya memasang wajah kikuk dan tersenyum hambar.


"Kamu... Ka-kamu ga lagi bercanda kan Angka?" Lagi-lagi Pelangi merasa tak percaya.


Bukan... Bukan nya ia tak bahagia mendengar kalimat yang di ucapkan Angka tadi.


Bukan juga ia tak mengerti B. Inggris karena sejak dulu, nilainya selalu unggul bila di bandingkan dengan siswa lain.


Sudah tentu juga, perasaan yang membuncah pun kini tengah ia rasakan.


Karena bagaimana pun, siapa sih orang nya.. Dan perempuan mana yang ga akan bahagia kalau laki-laki yang dia sayang tiba-tiba melamar?


Pelangi hanya sedang meredam asa yang melambung tinggi di udara. Takut-takut ia akan terjatuh lagi dan merasakan sakit untuk ke sekian kali.


Meskipun sakit dan sedih itu memang sudah menjadi ujian rutin yang ia lewati semenjak dari kecil.


"Aku serius... And look into my eyes Pela.. " Angkasa menginterupsi.


Dengan lamat-lamat, Pelangi perlahan menatap ke dalam iris kecoklatan milik Angkasa.


Berusaha menyelami arti dari tatapan lelaki di hadapan nya itu dengan seksama.


Apakah ada kebohongan disana?


Sejurus kemudian dia mengalihkan pandangan.


Takut terhipnotis kembali dan terjadi hal-hal di luar kendali.


Dan sial nya adalah, Pelangi justru merasakan debaran jantung nya kini semakin tak terkendali.


Ia lemah jika sudah bersitatap dengan Angkasa.


Menyerah.


Si badger madu selalu mempunyai cara nya sendiri untuk membuat Pelangi lagi-lagi jatuh ke dalam pesona nya.


Kalau dulu, ia masih bisa berpura-pura menyembunyikan perasaan terdalam dari sosok ini dengan mengata-ngatai dan bersikap kasar.


Tapi tidak sekarang.


Lagi, ia tak mau mengotori dan sangat ingin menjaga image dan makna hijab yang sangat berharga.


Tak mau karena sifat ketus, emosional yang ia miliki.Membuat ia dengan gampang mengeluarkan kata-kata kasar.


Bukan.. Pelangi bukan lagi yang dulu.


Ia kini lebih bisa mengontrol dirinya.


Bersikap lebih anggun akan memberikan kesan ia elegan.


Meskipun orang di hadapan nya ini, sedari tadi menatapnya lekat.


"Tunggu aku..1 bulan lagi, aku liburan semester. Nanti malam aku akan bicara sama ibu untuk meminta restu. " Angkasa berbicara dengan serius, sehingga Pelangi tak sanggup untuk menyela.


Ya Allah, apakah ini adalah jawaban dari do'a-do'a dan shalat istikharah ku?


Apakah memang Angka adalah jodoh yang telah di tulis di Lauhul Mahfuz-Mu?


Lalu bangaimana dengan A Zaidan? Monolog Pelangi dalam hati.

__ADS_1


"Tapi.. Aku harus bagaimana? a Zaidan.. "


"Aku ga mampu ngeliat kamu dengan lelaki lain..Selama janur kuning belum terpasang,kesempatan untukku terbuka lebar.."


"Aku bisa menikung siapa aja yang mau ngambil kamu dari aku Pel.." Angka menyela, Belum juga Pelangi menyelesaikan omongan nya.


Angkasa mengingat bagaimana galau dan gundah gulana ia tadi malam.


Selepas tengah malam, ia terbangun sedang di samping eyang nya.


Setelah itu, ia sama sekali tak bisa tidur dan memejamkan mata.


Lalu dengan serta merta, bisikkan hati mengingatkan ia pada Sang Maha Pemilik Hati.


Ia duduk bersimpuh, berdo'a dengan menengadahkan kedua tangan dan untuk pertama kali nya bermunajat pada Sang Pembolak-balik hati.


Begitu khusyuk.. hingga tanpa terasa genangan air mata mengalir deras tak tertahankan.


Ia menangis tersedu sedan, mengingat bahwa selama ini ia telah jauh dari Tuhan nya.


Meminta semua yang ia inginkan, memohon ampunan.. Dan bersujud dengan penuh kebersyukuran.


Sangat nikmat.. Hingga subuh menjelang, sayup sayup mendengar suara adzan. Ia bergegas berwudhu dan melangkahkan kedua kakinya menuju mesjid.


Saat di pagi hari sedang membersihkan mobil nya. Angkasa melihat Pelangi dan Fajar sudah rapih dan bersiap untuk pergi.


Sempat merasakan mencelos hati, mendengar mereka akan pergi bersama Zaidan. Membuat ia ingin dengan cepat meninggalkan Bandung untuk waktu yang lama.


Namun..


Tiba-tiba Pelangi mendapat panggilan dari Zaidan bahwa ia harus segera ke Padang.


Seolah langsung mendapatkan jawaban dari sujud panjang nya. Takdir Allah memberikan jalan untuk ia untuk memutuskan.


Bahwa ia detik ini berjanji, akan dengan segera menjadikan Pelangi sebagai pasangan halalnya.


Sungguh lucu, tadi malam ia masih menganggap bahwa ia bahkan belum memikirkan akan berumah tangga dengan umur semuda ini.


Dalam hitungan jam Allah telah membolak-balikan hatinya.


Ia mantap ingin menikah.


***


Angkasa


"Pela.... Sekali lagi aku tanya, Maukah kamu menjadi pelengkap agama ku? menjadi makmum sholeha untukku. Menjadi teman dalam suka dan duka dalam menjalani ibadah terpanjang dan terlama? Bersediakah kamu menjadi istri dan Ibu dari anak-anak kita nanti?"


Pela terdiam.


Tak lama kemudian ia tersenyum penuh arti.


Tanpa mengeluarkan kata-kata ia hanya mengangguk dan tersipu malu.


Terimakasih ya Allah...


Telah membuka jalan dan menguatkan niatku untuk menjadikan Pelangi sebagai pasangan halalku.


Beriringan dengan jawaban yang ku terima, angin membawa boat sepeda yang kami tumpangi menepi ketepian.


Ternyata, meski kami tak mengayuh nya. Boat kami terus bergerak mengelilingi pulau Asmara.



***

__ADS_1


__ADS_2