
Angkasa
"Mulut lo pedeus banget Ka... harusnya lo lebih halus dan ngertiin posisi si Pela! " Rangga menepuk bahuku kasar.
Aku tertegun.
"Gue duluan.. " Andi ikut menepuk bahu sedikit pelan di banding Rangga.
Marvel tak ikut berkomentar, ia hanya menatapku dengan tatapan tak terbaca dan lalu mengikuti Rangga dan Andi keluar dari kantin.
Masih ada beberapa siswa yang berbisik dan lalu semua pergi meninggalkanku sendirian. Karena bel masuk telah berbunyi.
Over and over again.
Aku menyakiti hati si bebek, dan kali ini parahnya di depan banyak orang.
Apa yang harus kulakukan? Meminta maaf? Memang sudah seharusnya begitu bukan?
Tadi aku berniat untuk melindungi nya dari serangan kakak kelas, tapi tubuhku tak seiring dan senada dengan hatiku. Yang aku lakukan malah menyakitinya.
What the hell done.. Angkasa!
Dengan langkah gontai, aku berjalan menuju kelas melewati koridor sekolah.Masuk ke dalam kelas sedikit terlambat karena pak Syarif telah terlebih dahulu datang dan sudah memulai perlajaran.
"Maaf saya terlambat pak.. "
"Duduk Angkasa! " Pak Syarif mengangguk dan menyuruhku untuk duduk.
Suasana kelas begitu hening, hanya suara pak Syarif sedang menerangkan di depan kelas.Tentang pengertian dosa besar dan apa saja contoh-contoh dosa besar dalam kehidupan.
Pikiranku menerawang, terus teringat pada ekspresi wajah si bebek Pelangi yang terlihat terkejut saat dengan lantangnya aku bilang bahwa aku majikannya.
Mulut Sial**!
Tapi.. bukankah salah dia sendiri tak mau mendengarkan perkataanku? Aku bilang kembali ke kelas agar masalah tidak melebar kemana-mana.
Kenapa dia itu sangat keras kepala!Aku selalu di buat kesal oleh kelakuan dan tingkah bar-bar nya.
***
"Pelaaa... " Aku memanggil Pelangi yang sedang berjalan bersama teman nya menuju gerbang sekolah.
Ia mendelik,dan berlalu begitu saja tanpa menggubrisku sama sekali.
"Pelaa.. tunggu! " Aku berlari, mengejarnya dan menghadang langkah hingga aku berdiri tepat di hadapan nya.
Ia menubrukku tanpa berkata apa-apa.
"Kita perlu bicara Pel! " Aku kembali menghalangi langkahnya dengan berjalan mundur dan ia berdecak dengan kesal.
__ADS_1
"Pelaa.. aku pulang duluan ya.. jemputan aku udah datang, Hai Angkasa... aku Nina! jangan lupa lho namaku Nina.. sahabatnya Pela.. bye Angkasa! bye Pel..! " Nina berjalan menuju gerbang, ia masuk ke dalam sebuah mobil sedan yang telah terparkir di luar sekolah.
"Pel... "
Lagi-lagi Pela mendelik.Dan emosiku mulai terpancing.
"Kamu itu jadi cewek keras kepala banget sih!" Dengan nada tinggi aku sedikit membentak dia.
"Kamu bukan nya malu deket-deket sama aku? " Pela balas membentakku. "AWAS!!! aku mau lewat! " Ia mendorong ku hingga badanku sedikit terhuyung ke belakang.
"Heh.. bebek! "
Ia benar-benar tak menghiraukanku dan terus berlari, hingga ku lihat ia terjatuh karena menabrak seseorang yang ternyata adalah Rangga.
"Sorry Pelaa... kamu baik-baik aja? " Terdengar, Rangga meraih tangan Pela dan membantunya berdiri.
"Ga apa-apa ko Rangga.. makasih yaa..! "
"Cihh.. " Aku berdecih, pasalnya si bebek dengan lembut menjawab Rangga, sungguh berbeda dengan nada bicara nya saat berhadapan denganku.
"Kamu mau kerja? " Tanya Rangga basa-basi, dan dengan nada yang di buat lembut.
Pela mengangguk dan tersenyum, lalu merapihkan seragam nya dan kemudian rambutnya.
Cih.. lagi-lagi aku berdecih,melihat si bebek wajahnya berubah ceria, Kenapa dia genit sekali?
Dua menit yang lalu, dia memasang wajah jutek dan menyebalkan nya padaku.
"Angkaaaa! apa-apaan sih kamu! " Ia menepis tanganku dengan kasar, tapi aku kembali meraih dan mencengkram nya dengan kuat.
"Brooo... calm down! " Tiba-tiba Rangga melepaskan cengkraman tanganku pada Pela. "Kalau lo tetap perlakuin Pela kaya gini... lo bakal berhadapan sama gue Angkasa! " Ucapnya sambil meraih tangan Pela, dan menyembunyikan dia di belakang tubuhnya.
"Ini ga ada urusan nya sama lo Ngga! minggir.. !"
"Ini jadi urusan gue.. karena gue paling anti ngeliat ada yang berlaku kasar sama cewek! apalagi cewek itu dia.. lo tau sendiri kalau dia gebetan gue! "
"Maksud kamu apa Rangga? " Pela melepaskan genggaman Rangga.
"Pela.. gue.. gue suka sama lo Pel.. " Rangga meraih kembali tangan si bebek, dan si bebek hanya diam saja.
Entah mengapa, hatiku terasa panas melihat dengan lembut Rangga menggemam tangan nya dan menatap penuh arti ke arah Pela.
"Ta.. tapi.. ini apa-apaan sih kamu! Jangan bercanda Rangga.. please kalau kamu cuma ngerasa kasihan sama aku, ga perlu kaya gini juga... aku tuh ga perlu di kasihani tau ga! " Dengan lembut Pela melepaskan kembali tangan Rangga.
Sementara aku hanya diam memperhatikan drama percintaan di depan mata, netraku tak lepas memperhatikan tangan Rangga yang sibuk ingin terus meraih Pela.
"Ngga Pel.. I swear.. I have something to tell you.."
"Aku ga ada waktu! aku mau kerja! "
__ADS_1
"Pelaa.. tunggu.. "
"Apalagi Rangga? hahahha.. candaan kamu ga lucu!udah ya.. itu angkot nya udah ada.. "
"Aku antar ke tempat kerja kamu Pel... "
"Ga perlu... aku bisa sendiri! " Pela berlari menuju perempatan jalan dan menyetop mobil angkutan kota dengan tangan nya.
"Pelaaa... aku jemput lagi nanti kamu pulang kerja! " Rangga berteriak dan melambaikan tangan nya ke arah Pela.
"Selesai drama nya? " Tanyaku dengan ketus, dan segera membuka pintu mobil.
Braaaak.
Menutup nya dengan keras, hingga membuat Rangga terlonjak kaget.
"Ang...bukan gitu caranya meminta maaf sama cewek! gue... "
Tanpa mendengarkan omongan Rangga, aku menginjak pedal gas dan membelokkan mobil dengan cepat. Hampir menyenggol Rangga yang sedang berdiri menatapku dengan kesal.
"Waah baaaang Saa**** lo Angkasa! " Ia memukul bemper mobilku, dan aku tak peduli.Dengan perasaan dan emosi yang memuncak ... aku mengemudikan mobil dengan kecepatan yang tak kalah tinggi.
Mengikuti mobil angkutan umum di depan yang di kendarai oleh si bebek. Aku tak terima, sebenarnya tadi aku mau minta maaf.. tapi melihat dia di tembak oleh Rangga aku merasa kesal.
Kini aku tepat di belakang Pela, ia mendelik ke arahku.. dari jarak 10 meter dapat ku lihat dari dalam angkot itu, ia mengacungkan jari tengah ke arahku.
Shiiiiiiit!
Apa-apaan si Pela!
Aku pun menginjak pedal gas dan menyalip angkot itu.
Tiiiiiiiin..... Tiiiiinnnn...
Membunyikan klakson berulang-ulang.
"Eehhhh.... maneeeh kunaon(kamu kenapa)? " Sang supir angkot yang terlihat masih muda itu menegurku. Dia tak mau kalah dan menyalip mobilku.
"Sorry bang... saya mau bicara sama cewek yang ada di dalam! " Aku menunjuk ke arah Pela, yang kini sedang menatapku dengan tatapan menghunus.
"Embungeun!!! (dia ga mau!)" Teriak si supir angkot dan langsung menancap gas.
Aku mau kembali menyalip angkot itu, tapi karena ini adalah jalur 2 arah. Jadi aku tak bisa karena ada mobil lain dari arah berlawanan.
Aaaargggh!
Aku memukul-mukul stir dan mengurangi kecepatan.
Terlihat Pela menjulurkan lidah dan lalu mendelik lagi.
__ADS_1
Pelangiiiii!!
***