
Pelangi
"Aduuh a... makasih banyak.. Alhamdulillah ,saya jadi malu udah mah di kasih pekerjaan.. trus di traktir makan. "
"Sama-sama teh.. kebetulan saya juga belum makan ko.. jadi mumpung ada yang nemenin.. "
"Oh iyaah.. ko daritadi saya lupa, ga memperkenalkan diri.. nama saya Pelangi.. panggil aja Pela.. " Aku mengulurkan tanganku, dan ia balas mengulurkan tangan juga.
"Zaidan... "
"Jadi besok saya shift siang ya a? "
"Iyah.. teteh masuk jam 2..udah pulang sekolah kan jam segitu? "
"Udah ko.. nanti mungkin dari sekolah saya langsung kesini.. soalnya jauh kalau harus pulang dulu ke rumah mah..Trus kerja saya ngapain aja a? "
"Sudaah.. besok aja gapapa.. sekarang teteh pulang dulu kerumah, mulai kerja besok. Saya terangin satu-satu.. "
"Lho.. bukan nya a Zaidan kuliah? "
"Besok kuliah pagi.. "
"Oh... ya udah deh kalau begitu... saya permisi pulang dulu ya a.. Makasih banget traktiran nya, in syaa Allah nanti kalau saya ada rezeki giliran saya yang traktir aa.. hehhe.. "
"Santaaaii... ga usah di pikirin.. "
"Pamit a... Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam.. "
Dengan perasaan bahagia, aku pun meninggalkan counter kecil itu.. Alhamdulillah, meskipun tidak bisa langsung mendapatkan uang hari ini. Tapi bisa pinjam dulu uang buat SPP Fajar buat bayar roti.
Bagiku, uang Rp. 112.000 itu lumayan besar lho! Karna laba yang kudapat dari berjualan roti hanya Rp. 1000/pcs. Jadi kalau rotiku laku semua.. Alhamdulillah dari 30pcs punya laba Rp. 30.000...
Seandainya Evelyn tau dan ngerasain.. gimana rasanya susah sekali perjuangan aku untuk mendapatkan uang segitu, Nah.. kemarin dia dengan gampang melempar 4 lembar uang merah ke arahku. Kalau di belanjakan.. bisa untuk makan selama sebulan.
Ya sudahlah.. ga baik kan harus menggunakan kata 'Seandainya' begini... yang sudah terjadi biarlah terjadi. Memang kemarin belum rezekiku. Aku tak bisa mengubah waktu.
***
"Assalamu'alaykum Jar.. "
"Wa'alaykumusalam... Nah teteh baru pulang jam segini, darimana teh? keringetan gitu?" Tanya adikku, yang sedang memakai baju koko dan peci. Ia hendak pergi mengaji.
"Habis nyari kerjaan Jar... "
"Capek ya teh? " Lalu adikku itu berlalu, menuju dapur dan membawakan ku segelas air putih.
"Nuhuun Jar.. adik teteh, udah mah kasep.. baik lagi. " Pujiku, dan ia hanya terkekeh mendengar pujianku.
__ADS_1
"Fajar ngaji dulu ya teh... Assalamu'alaykum. "
"Wa'alakumusalam.. oh iyah Jar, punteun nanti pulangnya teteh minta tolong ya... kasihin keresek yang di gantung di dapur ke mang Sodri.. "
"Ok teh... "
Aku merebahkan diri di lantai, menyenderkan kepala di dinding dan memejamkan mata sebentar.
Rasanya, berjalan beberapa km benar-benar menguras habis tenagaku. Badanku penuh dengan peluh keringat. Tenagaku habis terkuras.
Pulang dari counter tadi, Aku tak jadi naik angkot..sayang uangnya. Kalau 2 kali naik angkot uang Rp. 10.000 bisa langsung habis.Bukan nya perhitungan tapi.. uang segitu, bisa buat beli sayuran kangkung sama tempe juga tahu. Nanti subuh pulang dari pabrik roti.. aku akan mampir ke pasar sebentar.
Aku merogoh ponselku yang ku simpan di dalam tas.Banyak pesan dari nomor yang tidak di kenal.. Siapa?
Aku itu tipe yang lumayan cuek, ada chat ataupun telpon dari nomor yang tidak di kenal tak pernah ku perdulikan.
Setelah dirasa cukup hilang rasa lelahku, aku bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebentar lagi adzan maghrib berkumandang dan setelah shalat, aku akan menyiapkan makanan untuk Fajar.
***
Angkasa
Tadi siang saat pulang sekolah, aku lihat si bebek terjatuh dari sepeda. Dasar ceroboh.. dari dulu kelakuan nya ga berubah.
Meskipun kulihat Evelyn dengan sengaja menyenggolnya, tapi seharusnya dia kan bisa menghindar.
Bukan urusanku apa alasan Evelyn kenapa melakukan itu. Tapi ia kuat juga.. tak terlihat marah ataupun bersedih di depan semua orang. Persis sama seperti dulu saat masih kecil.. Ia itu tak gampang di tindas.
Tentu saja aku menolak.. Aku laki-laki, tak mau mempermalukan diriku di depan oranglain karena di bonceng oleh seorang perempuan.
Ia tumbuh jadi gadis yang berani..
Meskipun sempat terpisah saat aku pindah ke Jakarta, ternyata kami di pertemukan lagi di sekolah ini.
Dulu, aku senang sekali menggoda dan menjahilinya.. ia bukan nya menagis, tapi malah berani melawanku jika kadang aku dengan sengaja menindas dan memperlakukan ia dengan seenaknya. Bisa di bilang kami ini seperti Tom and Jerry.. Kadang akur kadang bertengkar.. Kadar saling meledek, tapi kadang saling melindungi.Dia ku sebut bebek karena waktu bawel dan cerewet.
Aku akui, di lihat dari kacamata lelaki.. Pelangi memang manis, kulitnya tak sebening dan seputih susu.. tapi kuning langsat,malah nyaris sawo matang seperti orang pribumi kebanyakan. Rambutnya panjang lurus tergerai menjadi nilai plus fisiknya yang membuat ia terlihat menarik.
Tapi aku sama sekali tak ada rasa padanya..
Ia hanya teman masa kecilku... hanya itu.
Setelah menyaksikan tindakan pembullyan yang di lakukan Evelyn, kulihat Marvel mengikuti Pelangi dari belakang.
Oh jadi si Marvel udah maju selangkah buat mendekati dia.. Aku tak mau kalah, aku ikuti Pelangi hingga ke rumahnya.
Dari dalam mobil, aku mengedarkan pandangan menuju sebuah rumah kecil yang nyaris menyerupai gubuk menurutku.
Disinikah tempat tinggal Pelangi dan adiknya?
__ADS_1
Ini terlihat seperti bukan sebuah rumah.. karena sangat kecil dan rapuh. Gentengnya di penuhi tambalan, bagaimana kalau hujan?
Baiklah, masih mau menunggu atau pulang saja ya?
Kulihat.. Fajar adiknya, membawa sepeda menuju gang di depan sana.
15 menit menunggu,kulihat Pelangi keluar dari rumah. Memakai kaos oblong dan cardigan, juga celana jins belel dan sepatu sekolahnya.
Dia berjalan kaki menuju gang depan, ku kira ia akan naik salah satu angkot itu.. Tapi ternyata ia menyebrang dan mulai berjalan.
Dari jarak yang lumayan jauh, aku mulai mengikutinya. Sesekali ia berhenti di salah satu toko.. lalu keluar dengan wajah sedikit di tekuk.
Sedang apa dia?
Dan sekarang malah ia masuk kedalam toko kelontong, lalu setelah itu cafe dan butik.
Apa ia sedang mencari pekerjaan?
Kenapa?
Sesulit itukah hidupnya hingga ia harus sekolah sambil bekerja dan mencari uang?
Karena penasaran, aku pun memarkirkan mobil di sebuah mini market dan mengikuti nya dari belakang.
Ia belok ke dalam gang, lalu masuk ke sebuah musholla disana. Dengan sabar, aku menunggu di seberang dan agak jauh dari nya.. sambil duduk di depan sebuah warung kecil dan membeli minuman.
Dari kejauhan, kulihat ia sedang berjalan berdua dengan seorang lelaki dan mereka mengobrol lalu menyebrang menuju sebuah counter pulsa di sebelah warung nasi padang.
Mereka saat ini duduk sambil makan dan mengobrol.
Angkasa..kamu ini bodoh atau apa? mengikuti dia sampai jauh-jauh kesini hanya untuk melihat nya mengobrol berdua dengan laki-laki?
Siapa dia? Apakah lelaki itu adalah pacarnya? mereka terlihat akrab karena Pelangi sesekali melempar tawa.
Shiiiiiiiiit!
Aku beranjak,membuang kaleng softdrink sembarangan.
"Hehh.. situ mentang-mentang orang kaya enak banget buang sampah sembarangan! anak sekolah tapi teu nyakola! " Seorang ibu menghampiri dan mengomeliku.
Tanpa menggubris ibu tersebut, aku memungut kaleng itu.
"Dasaar teu boga sopan santun! " Ibu tadi masih bersungut-sungut.
Aku pun membawa kaleng softdrink hingga mobil dan membuangnya di tempat sampah yang ada di belakang jok.
"Jadi ternyata lo udah pacar? "
Aku memukul stir, menyalakan mesin dan menginjak gas. Melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, berlalu meninggalkan tempat dimana Pelangi sedang berdua dengan pacarnya.
__ADS_1
***