Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Taktik Rangga..


__ADS_3

Pelangi


Dengan penuh semangat, pagi ini aku sudah sampai di sekolah 15 menit sebelum bel masuk berbunyi. Menjajakan jualanku lagi ke kelas-kelas.


Aneh.. Belum ada yang beli satupun dari tadi.


"Kenyang Pel.. "


"Sorry..aku udah sarapan. "


"Yaahh.. Pela kamu telat, aku udah beli tadi di minimarket. "


"Katanya roti kamu basi Pel.. aku takut keracunan! "


Begitu kata mereka saat aku menawari mereka roti-rotiku. Padahal setiap hari pasti aku bawa roti yang baru,fresh from the oven.. mana mungkin basi kan?


Ya sudah.. mungkin belum rezeki. Besok-besok.. aku bawa nya sedikit aja, toh aku juga mau bekerja. Setidaknya masih ada harapan..akan ada uang di tangan.


Saat berjalan menuju kelasku, sayup terdengar dari luar. Suara Evelyn sedang tertawa. Kebetulan sekali... Aku akan mengembalikan uang yang ia lempar kemarin.


"Hahhaaha... sukurin tuh, belagu sih dia! "


"Jadi kamu yang bikin gosip kalau roti yang si Pelangi jual udah basi? "


"Iyah.. emangnya kenapa? "


"Ko kamu tega sih Eve..?Pela ga pernah ganggu kamu.. "


"Dia salah banget karna dia terlahir miskin tapi sok-sok an sekolah disini.. "


"Kenapa kamu ga punya sedikit aja rasa empati? kamu sadar ga kalau yang kamu lakuin itu adalah perudungan! kalau kamu di posisi dia.. apa yang bakal kamu lakuin kalau kamu di perlakukan kaya gitu?Aku pengen tau.. apa alasan nya kamu seneng banget ngebully Pela? "


Aku mengernyit, pasalnya aku mendengar suara Nina sedikit bergetar saat sedang beradu mulut dengan Evelyn.


"Aku ga suka sama dia.. Jelas? Hey.. temen-temen.. memang aku salah ya? harus ada alasan buat ga suka sama orang? " Dengan nada mengejek, Evelyn mengedarkan pandangan.


Byiaaaaaaar.


Ku lempar 4 lembar uang berwarna merah itu tepat di wajah Evelyn. Dia langsung terpelanga.


Untuk beberapa saat, semua yang berada di kelas tertegun. Ada beberapa di antaranya menatapku sambil membolakan kedua mata.


"Ambiiiiiiil... Aku ga butuh! aku emang miskin materi.. tapi setidaknya ga miskin akhlak! "


"Pelaaa.. "


"Ayo ke kelas Nin.. " Aku meraih tangan Nina dan menariknya hingga badan nya yang kurus itu sedikit terhuyung.


Braaak.


Aku menutup kelas Evelyn dengan keras.


"Heeh Pelangi .. liat aja nanti! Kamu bakalan tau kamu berhadapan dengan siapa! " Dari balik pintu terdengar suara Evelyn penuh ancaman.


"Sorry Nin.. aku mau ke toilet bentar ya, kamu duluan ke kelas aja! "


"Kamu baik-baik aja? mau aku temenin Pel? "


"Ga usah.. aku baik-baik aja! "


Sambil berlari, aku menyusuri koridor sekolah. Menahan diri untuk tidak emosi, lebih baik masuk ke toilet untuk membasuh muka dan menenangkan diri.


"Oooooo... Oooee... " Seseorang di dalam sana seperti sedang memuntahkan sesuatu.


"Oeee... "


Aku menghampiri pintu dan mengetuknya pelan.


Tok.. Tok..


"Maaf... siapa di dalam? ada yang bisa aku bantu? "


"Ngga kok.. gapapa.. makasih yaa.. " Terdengar suara seseorang yang seperti aku kenal.


Ceklek.


"Teh Ayuung? " Aku menatap iba ke arah pintu, ternyata yang berada di dalam adalah teh Ayung.


"Teteh baik-baik aja? "

__ADS_1


"Pelaa.. baik-baik aja ko.. biasa Pel.. morning sick.. "


"Mau aku antar ke UKS? " Tawarku, meraih tangan teh Ayung yang sedang memegang pintu. Dan tangan satu lagi memegang perut nya.


"Boleh Pel.. maaf yaa.. padahal bentar lagi masuk. "


"Gapapa teh.. " Aku pun menggandeng tangan teh Ayung dan kami berjalan berdua menuju ke ruang UKS.


"Kalau teteh sakit.. kenapa masuk sekolah teh? "


"Ini mah biasa ko Pel.. kalau lagi hamil kan memang gini, nanti juga menuju siang mah ngga.. Eeh.. maaf teteh keceplosan! Aduuuh!" Teh Ayung menutup mulutnya.


"Santai aja ko teh.. semua orang juga tau kalau teteh udah nikah.. jangan khawatir!"


"Kamu udah tau Pel? Hhhhh.. " Teh Ayung mendengus, "Cepet banget nyebarnya ya! " Ia lalu berkaca-kaca.


"Ayo masuk teh.. bentar aku buka pintu dulu. "


Ceklek.


"Teteh baringan dulu aja, nanti aku bilang ke ketua kelas teteh ya.. "


"Kamu tau ga Pel... teteh sedih banget, setiap kali teteh keluar kelas. Banyak pasang mata yang memandang teteh ga suka.. ada yang mengejek, ada yang menyindir.. teteh tau, memang ga pantes siswa yang masih sekolah tuh kaya teteh gini.. !" Teh Ayung mengusap perutnya penuh sayang."Tapi ini di luar kuasa teteh.. kami udah nikah tuh dari kelas 11,tapi gosip nya malah macem-macem. "


"Jangan sedih teh.. yang penting teteh ga ngerugiin mereka! Nanti debay dalam perut juga ikutan sedih kalau teteh sedih.. "


"Ehh.. iyah yaa... Sayaaang maafin yaa... " Ia mengelus perutnya lagi.


"Boleh aku elus ga teh... hehhe penasaran! "


Teh Ayung mengangguk. Menarik tanganku untuk mengelus perutnya.


"Halloo dede utun... ini ateu Pela.. baik-baik disana yaa.. "


"Hihhi.. kamu kaya temen-temen teteh aja Pel.. "


Terdengar bel masuk pun berbunyi.


"Teh.. aku masuk dulu ya, mampir dulu ke kelas teteh bentar. "


"Makasih ya Pela.. maaf ngerepotin.. "


Aku berjalan meninggalkan ruang UKS,dan berlalu menuju kelas teh Ayung.


***


"Oke class... According to Oxford Dictionary Spoof ..the meaning of Spoof Text is a humorous imitation of something, typically a film or a particular genre of film, in which its characteristic features are exaggerated for comic effect." 


"Artinya peniruan yang lucu dari suatu hal, biasanya ada di dalam film atau sebuah genre, yang mana karakter dalam film tersebut melebih lebihkan hal yang dilakukannya supaya terlihat lucu. Jadi dapat kita simpulkan bahwa Spoof Text ini merupakan sebuah cerita lucu yang memiliki tujuan menghibur pendengarnya, contohnya seperti acara stand up comedy."


"Ciri-ciri dari Spoof text, Biasanya Menggunakan simple past tense... Dan merupakan kisah nyata yang dialami oleh seseorang.Juga,Memiliki kesamaan dengan Narrative Text, namun disini Spoof Text lebih menekankan ke twist(plintiran/plesetan) yang ada di akhir dan menjadikan sebuah teks menjadi lucu. Siapa yang bisa memberi contoh kalimat atau percakapan spoof text? "


Aku mengacungkan tangan, dan Ibu Lastri mengangguk.


"Pelangi... " Tunjuk bu Lastri ke arahku. Dan aku pun langsung berdiri, berjalan menuju ke depan. Sambil menghadap teman-temanku yang sedang memperhatikanku.


"For example, This is about a child who had just entered elementary school (SD) when the school asked by his parent.and His mother asked,"


"What do you learn today, Son?"


"Learning to write, Ma'am, he replied as he put the bag in his back."


"What are you writing, kid? asked the father asked, that stand next to his mother."


"I do not know, I have not learned to read yet."


"Coba kamu artikan ke dalam bahasa Indonesia!" Perintah bu Lastri.


"Contoh, ini cerita tentang seorang anak yang baru saja masuk Sekolah Dasar (SD). ketika pulang sekolah ditanya oleh kedua orang tuanya. Ibunya bertanya, "


"Belajar apa kau hari ini nak?"


"Belajar menulis bu,jawab sang anak sambil menaruh tas yang ada di punggungnya."


"Apa yang kau tulis nak?ganti ,tanya sang ayah yang ada di samping ibunya.


"Tidak tau yah, aku belum belajar membaca."


"Very good! kamu boleh kembali duduk! Nah... contoh percakapan yang di berikan oleh Pelangi bisa menjadi gambaran.."

__ADS_1


"Ok... Jadi, Generic Structure from Spoof Text adalah satu... Orientation berisi perkenalan tokoh, tempat, waktu, latar, dll."


"Kedua...Events,berisi peristiwa yang terjadi...Bagian ini... bukan bagian lucu, biasanya hanya pancingan (bait) supaya pendengar penasaran akan cerita/ apa yang akan terjadi di akhir cerita."


"Dan ketiga adalah Twist yaitu akhir cerita yang tidak terduga sehingga dianggap lucu(jadi seperti plesetan)..seperti yang tadi Pelangi bilang, di akhir percakapan ternyata anak kecil tersebut belum di ajarkan membaca. Dan otomatis kalimatnya mengundang tawa kedua orangtua. Sejauh ini.. sudah faham? "


"Faham buu... " Serentak semua siswa menjawab.


"Ada yang mau di tanyakan? Siapa lagi yang bisa memberi contoh ke depan? " Sambung bu Lastri lagi.


Semua terdiam dan suasana kelas menjadi hening seketika.


"Ok.. ibu anggap semua sudah faham yaa.. "


Terdengar, bel istirahat pun berbunyi.


Dan hampir semua siswa bersorak mendengarnya, di sambut gelengan kepala oleh bu Lastri.


"Baik.. karena ibu anggap semua sudah faham, home work untuki minggu depan. Buat kelompok 3/4 orang dan membuat percakapan Spoof Text seperti tadi.. minggu depan setiap kelompok akan maju ke depan.."


"Baik Buu.. "


Kami pun mengucap salam untuk bu Lastri, setelah bu Lastri meninggalkan kelas. Semua siswa berhamburan berjalan menuju kantin sekolah.


"Hari ini roti kamu ga laku lagi ya Pel? " Tanya Nina sendu.


"Gapapa.. bisa aku kembaliin ke pabriknya, mungkin besok aku ga akan dulu bawa ke sekolah Nin.. "


"Kenapa? "


"Takut ga laku lagi.. "


"Jangan sedih gitu dong! mana Pelangi yang selalu optimis dan semangat? yuk kita ke kantin.. aku traktir! "


"Ngga Nin.. aku beneran kenyang, mau diem di kelas aja. Kamu ke kantin gih! gapapa sendirian? "


"Ya udah.. aku cuma sebentar ko. "


"Iyah.. " Aku membereskan buku pelajaran B. Inggris yang telah selesai di gunakan kedalam tas ku. Dan Nina mengajak teman yang lain untuk ke kantin.


Tok.. Tok..


Aku mengerutkan alis. Kulihat siswa lelaki sebelah kelasku masuk dan menghampiriku.


"Cari siapa? " Tanyaku heran, karena di dalam kelas hanya aku sendirian.


"Kamu.. " Tunjuknya ke arahku sambil tersenyum dan duduk di atas meja.


"Aku? ada perlu apa? " Tanyaku ketus, karena memang tak merasa punya urusan dengan dia.


"Aku Rangga.. kelas sebelah, kamu masih jualan roti? "


"Mhhmm.. masih, kenapa? "


"Aku beli semuanya! "


"Haah? " Lagi-lagi aku mengerutkan dahi.


"Nanti pulang sekolah, kamu mau ikut aku? bagi-bagiin roti itu ke anak-anak jalanan atau pengamen di depan lalu lintas sana.. "


"Anak-anak? mauu.. boleeh.. "


"Aku tunggu kamu pulang sekolah yaa.. dan ini uang buat beli semua roti kamu.. " Siswa bernama Rangga itu menyodorkan 2 lembar uang berwarna merah ke tanganku.


"Eeh.. tapi ini kelebihan! "


"Gapapa... ambil aja kembaliannya! "


"Lhoo.. ga bisa gitu! "


"Santaaaii... see you pulang sekolah, aku tunggu di gerbang yaa!"Ia pun berlalu meninggalkan kelasku.


"Alhamdulillah... " Aku pun memasukkan uang ke dalam saku sambil tersenyum dengan perasaan bahagia.


Thanks lho.. Rangga!


Sering-sering borong daganganku yaaaa...


***

__ADS_1


__ADS_2