
Pelangi
Satu minggu berlalu, semenjak kepergian Angka ke Jogja demi menyampaikan amanat dari ibu nya.
Yaitu, membawa pulang perempuan bernama Laras ke Bandung untuk tinggal bersama disini.
Katanya hanya 2 hari, tapi ternyata ayah Laras.. yaitu mantan suami ibu Kinanti sedang sakit dan harus di rawat di Rumah sakit.
Laras?
Aku seperti pernah mendengar nama itu pernah di sebut, tapi dimana ya aku lupa.
Kira-kira bagaimana dan seperti apa gadis bernama Laras itu? pasti cantik dan baik, karena selama seminggu ini dekat dan sering mengobrol dengan ibu Kinanti, dapat di pastikan.. 80% pembahasan yang di cerita kan oleh ibu Kinan adalah tentang Laras.
Katanya, ia 2 tahun lebih muda dari aku dan Angka. Dan ia kini tengah berkuliah di Universitas yang sama dengannya.
Hmm...
Ada sedikit rasa aneh yang kurasakan, mendengar Angka dan Laras ternyata sering bersama selama di Jogja.
Segera ku tepis rasa itu karena takut akan menjalar menjadi sebuah hasad yang berakibat menjadi penyakit hati.
Sudah pasti ibu Kinanti sangat menyayangi Laras kan? meskipun baru mendengar tentang kisahnya dari beliau, tapi aku yakin sosok Laras ini benar-benar sangat berarti buat ibu Kinanti.
Jangan berpikir yang tidak-tidak Pela! Lagian, Laras itu berarti adik nya Angka..Jangan overthinking!
Seminggu lagi otw halal.
Kemarin, aku sudah menjalankan amanat yang di berikan ibu. Yaitu mencari keberadaan mamah Mira.
Alhamdulillah, akhirnya agan bisa bertemu dengan mamah Mira dan meminta maaf padanya.
Aku dan ibuku memberi kesempatan untuk ibu Kinanti, mamah Mira dan agan untuk berbicara dari hati ke hati.
Sangat lega rasanya, karena semua sudah saling memaafkan dan berlapang dada. Semua sudah berusaha untuk berdamai dengan masa lalu nya.
Oh Iyah, ngomongin tentang pernikahan. In syaa Allah persiapan sudah hampir 90% beres. Tadinya, aku ga mau di gelar perayaan.. Tapi Angka bersikeras dan pake ngancam segala kalau aku ga mau ada resepsi,dia bilang mau nekad cium aku lagi sebelum halal.
Ngeselin banget kan?
Buat apa coba perjuangan hijrahku, kalau tiba-tiba di patahkan dengan debat tentang pernikahan.
Jadi ya, aku pasrah dan ngikut saja.
Toh.. Hampir semua biaya di tanggung oleh Angka.
Pun, dapat endorse attire.. Dokumentasi dan dekor dari teh Ayung. Lumayan ngirit dan ga boros anggaran dan pengeluaran.
Karena bagiku, yang terpenting itu bukan mewah dan megahnya acara. Tapi.. Khidmat dan sakralnya akad saat ijab qabul tercipta.
Bagiku, acara resepsi pernikahan bukan untuk ajang pamer. Tapi suatu bentuk ungkapan syukur.
Pernikahan bukanlah ajang gengsi dan memamerkan kekayaan.
__ADS_1
Tanpa penyesuaian dengan anggaran, bisa saja terjadi beban. Beban itu bukan saja dalam proses persiapan, tetapi juga setelah acara resepsi berlangsung.
Meski demikian, ga jarang juga terjadi kalau ada yang coba melampaui batas kemampuan anggaran untuk melangsungkan pernikahan. Kemampuan finansial dipaksa untuk tunduk pada selera dan keinginan.
Selera tinggi tetapi kemampuan finansial lemah. Keinginan untuk acara yang serba mewah, tetapi keadaan keuangan kedua belah pihak tidak mendukung.
Ada berbagai dampak dari pandangan yang melihat resepsi pernikahan sebagai unjuk kekuatan materi. Dampaknya bisa berupa kenekatan untuk berutang atau bahkan menjual aset yang dimiliki guna mendapatkan uang.
Padahal kalau direnungkan, dampak ini malah akan memberikan dampak lanjut yang lebih membebankan. Hidup dalam belenggu utang atau kehilangan aset berharga yang bisa menjadi bagian dari investasi untuk masa depan.
Berulang kali memberi pengertian pada Angka, namun ia ga mendengarkan. Dia bilang.. Dia ingin memberikan kesan berharga untukku jadikan kenangan indah.
Baiklah, aku bantu dengan tenaga. Mungkin memang sudah menjadi rezekiku dari Allah.. Dan aku menghargai semua orang yang turut membantu.
***
Ddrrtt.. Drrrt...
Suara ponselku bergetar, aku merogoh dari dalam tas.
Angkasa: Assalamu'alaikum.. Hari ini aku pulang.. See you tonight!
Pelangi: Wa'alaikumusalam.. Ya.. Hati-hati di jalan!
Menarik sudut bibir, dan kembali fokus untuk memilih kartu undangan sesuai daerah. Besok pagi sebelum masuk kerja aku akan membagikan sebagian undangan itu.
Semakin menghitung hari, hatiku semakin berdebar di buat nya.
Bissmillah..
Aku serahkan semua pada Nya.
***
Angkasa
"Laras... Sore ini aku mau pulang ke Bandung.. Keadaan om Abi semakin membaik, jadi bagaimana keputusan mu? mau ikut ke Bandung atau disini dulu merawat om Abi hingga pulih? " Aku bertanya pada Laras yang kini sedang duduk di ruang tunggu.
Aku sengaja memanggilnya, karena inilah saatnya aku untuk pulang.
Acara pernikahan ku akan di gelar satu minggu lagi, dan pasti kini Pela sangat kerepotan untuk mengurus ini itu.
"Apa tidak bisa nemenin aku beberapa hari lagi? " Sendunya.
Aku tahu, sangat berat baginya untuk meninggalkan ayahnya itu sendirian.
"Ga bisa Ras.. Aku udah terlalu lama disini,kalau kamu sudah memutuskan.. Kabari aku ya! nanti aku beliin tiket ke Bandung. Oh Iyah.. simpan ini untuk jaga-jaga! " Aku memberikan sebuah amplop cokelat ke tangan Laras.
"Tapi.. ini terlalu banyak Angkasa, nanti gimana caranya aku membalas semua kebaikan kamu?"
"Ga perlu.. Cukup kamu sehat dan baik-baik aja, aku udah seneng."
"Makasih ya Angkasa.. Aku ga tau lagi gimana kalau kamu ga ada.. "
__ADS_1
"Aku pamit ya.. Maaf karena sampe saat ini aku masih belum bisa berhadapan dengan om Abi.. Semoga beliau lekas sembuh.. "
Laras mengangguk seraya meneteskan air mata, sedari tadi ku perhatikan matanya memang berkaca-kaca.
"Assalamu'alaikum.. " Aku mengucap salam, sambil mengelus pucuk kepala nya.
"Wa'alaikumusalam.. " Dengan enggan, ia tersenyum hambar dan semakin meneteskan airmata.
Perempuan itu punya stok airmata segimana ya? Ko sepertinya ga pernah habis.
Dengan langkah mantap, aku berjalan menuju mobil yang terparkir. Melajukan nya dengan kecepatan sedang menuju kost-an karena mengambil jadwal penerbangan sore. Masih ada waktu 2 jam lagi.
***
Di dalam pesawat.
Aku membuka resleting tas dan mengambil beberapa berkas penting mengenai perusahaan yang kini sedang di kelola oleh om Rudi.
Rasanya, sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengan nya.
Kemarin, ada pesan dari pak Baskoro.. Pengacara eyang, kalau perusahaan kini sedang ada masalah yang serius. Karena beberapa waktu lalu terjadi konflik antar karyawan dengan perusahaan.
Dan yang membuatku menjadi kepikiran adalah perusahaan sedang mengalami financial distress.
Katanya sedang kesulitan keuangan karena data menunjukkan bahwa terdapat angka negatif pada laba operasi, laba bersih dan nilai buku ekuitas serta perusahaan melakukan merger.
Sesungguhnya aku ga mengerti apa-apa tentang ini, tapi aku janji... setelah menikah nanti aku akan mengambil alih perusahaan dari tangan om Rudi.
Yang terpenting saat ini adalah hari demi hari yang terasa sangat lama menuju hari bahagia.
Ku masukkan kembali berkas-berkas itu dan memandang langit Senja di luar kaca.
Semburat kemerahan menghiasi langit di petang ini, namun ada yang menambah keindahan yang membuat ku seketika terpana.
Disana..
Ada fenomena alam
Melingkarnya warna-warni.. sebagai refleksi dispersi dan refraksi.
Hingga terjadilah Pelangi.
Ternyata memang benar..
Pelangi memiliki caranya sendiri untuk membuat langit tampak indah.
Dan memandang nya membuat hati menjadi senang.
Seperti Pelangiku...
Jika tuhan menciptakan pelangi tuk mengindahkan langit, maka Tuhan menciptakanmu untuk keindahan hidupku.
***
__ADS_1