Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
King and Queen Prom...


__ADS_3

Angkasa


Dengan sangat berat hati, aku menjemput Nina di rumahnya.


Jujur saja, aku merasa terbebani karena kedua orangtua Nina menitipkan anaknya padaku. Apakah mereka mengira, kalau aku adalah pacar Nina?


Hhh..


Kalau bukan karena permintaan si bebek, aku ga akan mau.


Di sepanjang perjalanan, Nina terus saja mengajak ku mengobrol. Dan aku hanya menjawab sekena nya, lagian ga terlalu akrab juga dengan nya.


"Aku cuma jemput kamu atas permintaan Pela... " Sarkas ku, langsung pada point nya.


"Aku tau... Ga apa-apa ko Angkasa. Tapi, bolehkah aku jujur sama kamu? "


Aku tak menjawab apa-apa, hanya fokus mengemudikan mobil dan menatap ke depan.


"Aku suka sama kamu Angkasa.. Sejak awal masuk sekolah.. Dan Pela.. "


"Maaf.. Aku udah menyukai seseorang.. " Aku langsung memotong perkataan Nina.


"Apa cewek itu adalah Pela? " Tanya nya, raut wajahnya berubah menjadi sendu.


Kami berdua terdiam, aku tak ingin memberikan nya jawaban. Bukan karena aku tak mempunyai rasa empati.. tapi aku ga mau ada yang berharap lebih.


Tak ada percakapan lagi antara aku dengan Nina, hingga akhirnya kami sampai di hotel.


"Angkasa.. Tunggu! " Tiba-tiba Nina menarik pergelangan tanganku. "A-aku... Bolehkah kita tetap berdua kaya gini sampai acara selesai? Aku janji, ini yang terakhir kali.. Setelah ini, aku ga akan ganggu kamu lagi. "


Aku tak tega, melihat mata Nina sudah merah dan berkaca-kaca.


Aku mengangguk, dan kemudian berjalan mendahului nya. Kami berdua pun masuk, ke dalam ruangan tempat acara di gelar.


Suasana disini masih sepi, belum terlalu banyak siswa yang datang.Dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, masih ada waktu setengah jam lagi hingga acara di mulai.


"Aku mau ngerokok.. Kamu disini saja tunggu Pela.. "


"Tapi... "


Tanpa mendengar kan, aku langsung saja berjalan menuju luar ruangan dan mengeluarkan pave elektrik dan menghisap nya.


Sambil melihat dan mengedarkan pandangan, mencari sosok yang aku tunggu.


"Ngapain lo sendirian? " Marvel datang, sambil menggandeng tangan Evelyn di sisi nya.


Evelyn terlihat mendelik ke arahku.Dan dia menarik tangan Marvel agar segera masuk.


"Gue duluan ke dalam! "


Aku pun segera menyusul dan kembali masuk, Nina terlihat mencari-cariku dan lalu menghampiri.


15 menit berlalu, tapi aku belum juga melihat sosok Pela.


Apa dia ga jadi datang?


Atau karena dia ga punya gaun pesta?


Bodoh kamu Angka! kenapa kemarin ga ajak dia buat beli gaun?


Hhhh.


Aku pun menghela nafas dalam-dalam.

__ADS_1


"Romantic banget ya suasana nya Angkasa.. liat itu..ada floating flowers nya, kita belum liat suasana rooftop. "Nina berseloroh.


Aku hanya akan ke rooftop cuma dengan Pelangi. Menatap indah langit malam.. seperti sebelum-sebelum nya.


Dan juga..


Lamunanku buyar, sejurus pandang disana. Aku melihat sosok yang sedari tadi aku tunggu kedatangannya.


Aku terkesima.


Dan terpesona..


Seorang gadis bergaun ivory datang, dengan rambut hitam legam yang tergerai indah.. Ia melangkah ragu dan lalu menunduk kan kepala.


Aku hendak berjalan mendekati nya, namun tiba-tiba tangan Nina menarikku. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menggelengkan kepala.


Aku menatap sosok cantik disana tanpa berkedip, dan sesaat kemudian.. Ia pun menatapku dan tersenyum hambar.


Kami saling bersitatap untuk beberapa saat, memandang penuh kekaguman.


"Angkasa.. Kamu udah janji! "


Sosok itupun terhalang oleh badan Rangga,dan Nina menarikku menuju belakang.


"Hiks.. " Suara tangis Nina mulai terdengar. "Angkasa please.. Kali ini aja aku minta, aku tau.. orang yang kamu sukai itu Pela. Tapi hati aku sakit saat liat kamu terus berdekatan sama dia. " Sedu Nina,sambil terisak dan berjongkok.


"Tapi.. aku juga sayang sama Pela.. Aku janji, kalau malam ini kamu tetap berada di dekat aku.. Aku akan berusaha menerima, hubungan kamu sama Pela..Aku ga akan ganggu kamu lagi. "


Aku pun menarik tangan Nina dan membantu nya untuk berdiri. "Aku ga suka cewek cengeng.. Itu sebabnya aku menyukai Pela.. ok, kali ini aja aku kasih kesempatan."


Nina pun mengangguk, dan menyeka air mata nya. Ku lihat, make up nya sedikit luntur karena tetesan air mata.


"Nih.. kamu bersihin dulu wajah kamu! " Aku mengulurkan tangan, memberikan Nina sapu tangan.


"Makasih Angkasa.. Aku permisi ke toilet bentar ya.. Kamu jangan kemana-mana! "


Kalau bukan karena kasihan melihat dia menangis seperti itu,dan teringat apa kata Pela kalau dia ga bisa stress.Sudah aku tinggalkan dia sendirian. Tak peduli ia sahabat Pela atau bukan.


***


Acara pun di mulai, Terdengar suara opening music,dan ketika musik berhenti MC sudah ada diatas panggung,memberikan sedikit pengantar awal dan memberitahukan pengumpulan polling pemilihan King and Queen akan ditutup pada akhir acara.Dan mempersilahkan wakasek kesiswaan memberikan sambutan.


Penyambutan siswa berprestasi dan juara umum tahun ini yang jatuh ke tangan Pela.


Aku melihat dari kejauhan, ia berjalan dengan sedikit gontai. Mungkin karena ga terbiasa memakai high heels.


Sambil menarik sudut bibirku, netraku tak lepas memperhatikan gerak-geriknya yang menggemaskan saat berjalan.


Aku yakin, kalau sedang tidak dalam keadaan dia akan naik ke panggung dan di perhatikan oleh banyak orang. Heels itu sudah dia lempar jauh-jauh dan lebih memilih berjalan tanpa alas kaki.


Aku sangat mengenalnya.Semua tindak tanduknya dan tingkah polah nya.


Pela pun memulai pidato dengan mengucap salam dan syukur.


"Tidak terasa waktu telah berlalu hingga pada hari ini kita sedang menuju gerbang perpisahan dan akan melangkah dalam perjalanan kehidupan yang baru di depan. Segala hal yang saya peroleh selama di sekolah ini sangat berarti dan akan terus saya kenang."


"Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah sabar dan penuh kasih sayang membimbing kami menimba ilmu. Saya berdoa semoga apa yang telah diberikan menjadi bekal kami untuk menjadi manusia yang berguna."


"Di mana ada perjumpaan, pasti ada perpisahan. Semoga pula perpisahan kali ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami yang nantinya akan menjadi alumni sekolah akan tetap menjalin silaturahmi dengan sekolah kami yang tercinta ini. Saya pun selaku siswa mungkin telah banyak membuat kesalahan dan merepotkan pihak-pihak pendidik di sekolah ini. Saya mengucapkan beribu-ribu maaf kepada ibu dan bapak guru semua."


"Buat teman-teman semua, saya pribadi juga meminta maaf jika pernah membuat kesalahan ya... Demikian sambutan dari saya selaku perwakilan siswa dalam acara perpisahan sekolah tercinta ini."


"Today I will do what others don't. So tomorrow I can do what others can't.See you on Top..Dan semoga kelak kita dapat meraih cita-cita dengan terus semangat!"

__ADS_1


Semua yang hadir bertepuk tangan, mendengar pidato yang di sampaikan oleh Pela.


Aku Ingin sekali mendekapnya dan mengatakan berapa aku sangat kagum padanya.


Kemudian MC pun memanggil performance band.Dan mempersilahkan audiens untuk menikmati hidangan, sambil di putarkan video dokumenter yang menampilkan ratusan foto dan video siswa angkatan kami.


Setelah menikmati hidangan yang telah di sediakan, kemudian MC mengumumkan beberapa polling King dan Queen ,juga beberapa gelar yang sudah di kumpulkan dari bulan lalu.


Mulai dari gelar Best and Famous atau siswa terpopuler yang di menangkan oleh Evelyn.


Best personality, Best friends dan masih banyak lagi gelar yang di berikan pada beberapa siswa dengan memakai kan mereka selempang.


Setelah acara penyerahan gelar untuk beberapa siswa tersebut, tiba saatnya untuk 'pengakuan dosa' bagi siapa aja yang mau naik ke atas panggung dan merasa pernah melakukan kesalahan.


Aku tidak terlalu memperhatikan, dan tidak antusias sama sekali dengan ini. Karena yang sangat menarik perhatianku saat ini adalah Pela.


Dia sedang mengobrol dengan Rangga dan Andi sambil sesekali tertawa, entah memang sengaja atau tidak.. Dia selalu menghindariku dan pura-pura tidak melihatku.


Hatiku mencelos, melihat ia begitu ceria bersama Rangga. Sedangkan aku disini hanya bisa menatapnya dalam diam.


"Seperti tradisi kita sebelumnya nih temen-temen, akan ada satu orang laki-laki dan perempuan yang bakal jadi king and queen prom malam ini. Kira-kira siapa ya yang bakal mendapat gelar itu malam ini?" MC kemudian berujar kembali dan mendekatkan telinga pada para audiens yang kembali ramai.


"Nggak perlu berlama-lama lagi...kita kasih klue..Pasangan ini pasti udah nggak asing lagi buat kalian. Mereka berdua ini sama-sama kebanggaan SMA kita..Ada yang bisa nebak siapa?"


Suasana menjadi ricuh, saling meneriakkan nama.


"Gelar king kita berikan kepada Angkasa Dirgantara dan queen..... Pelangi Inara.. "


Aku terpelanga.


Dan ku lihat Pela juga terkejut karena nya, dan kemudian menatapku sambil mengernyit.


Aku mengendikkan bahu.


Sorak sorai suara audiens memenuhi ruangan turut mengiringi langkahku untuk mendekat pada Pela.


Seraya menjulurkan tangan, Pela meraih dan meletakkan tangan nya di telapakku.


Pela berjalan anggun menuju panggung dengan masih menautkan tangan nya, dan setelah itu MC mengalungkan selempang 'king prom ' padaku... dan 'queen prom' pada Pela.


"Sebelumnya kita mau ngucapin terima kasih udah kasih gelar ini ke kita. Sebenernya nggak nyangka banget bakal dapet ini. Tapi kita merasa sangat terhormat dapat kepercayaan dari kalian untuk menyandang gelar ini. Dan gue cuman mau bilang, perjalanan kita sebagai anak sekolah memang udah berakhir di sini. Tapi pemberhentian ini bukan akhir dari segalanya. Masih banyak jalur-jalur yang harus kita tempuh. gue berharap kalian semua terus semangat untuk mencapai impian masing-masing and see you on top guys! Thank you!!” sorakku yang mendapat respon positif dan tepuk tangan dari audiens.


Pela hanya menoleh ku dengan senyum yang hambar. Lalu melepaskan tangan kami.


"Oh Iyah...anyway..Angkasa..kita dapet banyak pertanyaan nih dari temen-temen, kamu sama Pela itu sebenernya ada hubungan apa sih? Gosipnya kalian kan udah dari dulu deket banget..Kasih tau ke kita dong apa hubungan kalian. "


"Pela itu adalah satu-satunya cewek yang bisa dekat dengan gue... Dari dulu gue ga pernah dekat dengan siapapun, dia itu cewek kuat.. Mandiri dan pintar.. dan saat bersama dia gue bisa menjadi Angkasa yang apa adanya.. and she was just Breath-taking... Meskipun kadang kita udah kaya Tom and Jerry..we tease, and we fighting each other..but cannot live without each other too.. "


"Jadi... Kesimpulan nya, hubungan kalian ini apa? "


"Pelangi dan gue... "


"Sahabat... Angkasa adalah sahabat yang paling menyenangkan sekaligus menyebalkan... Kami berdua emang tumbuh bersama.."


Aku menatap ke arahnya. Hatiku lagi-lagi mencelos. Entah kenapa.. mendengar Pela bilang begitu, hatiku terasa sakit.


"Beneran nih kalian cuma sahabatan? " Goda MC, dan di sambut dengan riuh para audiens.


"Tentu aja.."


Aku meraih tangan Pela saat turun dari panggung.Dan kami saling terdiam..Lalu ia melepaskan tangannya, melangkah pada jalan yang berbeda.


Pelangi Inara...

__ADS_1


Apa memang benar? kalau selama ini, kamu cuma anggap aku sebagai sahabat?


***


__ADS_2