
Angkasa
Kami sedang berada di kawasan wisata di Situ Patenggang, setelah berdebat panjang dengan Pela seperti biasa.
"Ke Timezone aja! " Usul ku, namun Pela menolak mentah-mentah.
Katanya buat apa jalan-jalan ke mall? jalan-jalan itu harus juga bisa buat refresing otak dan mata.
Akhirnya kami sepakat untuk jalan-jalan ke Situ Patenggang Ciwidey.
Fajar sedang bermain dan berfoto-foto di dekat danau dengan Wulan, tadi sebelum berangkat Pela ngotot ingin mengajak teman kerja nya itu.
"Kamu tau ga sejarah tentang Situ Patenggang? " Aku mencoba membuka obrolan, karena sejak tadi Pela hanya diam.
Ia menggelengkan kepala, sambil melempar batu-batu kecil.
"Diambil dari kata situ yang berarti danau dan patenggang yang berarti saling mencari. Pemberian nama ini diambil dari sejarah yang diyakini terjadi disini. "
"Sasakala Situ Patenggang dimulai dari zaman Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Pajajaran. Situ Patenggang erat kaitannya sama kisah cinta keponakan Raja Pajajaran bernama Raden Indra Jaya yang dikenal dengan nama Ki Santang. Bersama kekasihnya Dewi Rengganis yang merupakan putri Kerajaan Majapahit.. "
Pela masih terdiam mendengarkan.
"Sayangnya, kisah cinta mereka ga berjalan mulus. Mereka berdua terpaksa harus berpisah dikarenakan kedua kerajaan berperang."
"Tapi Ki Santang dan Dewi Rengganis justru membuktikan kekuatan cinta bisa mengalahkan segalanya. Setelah saling mencari, akhirnya pasangan ini bisa bertemu kembali di sebuah tempat..Kamu tau ga dimana? " Tanyaku, dan ia hanya mengendikkan bahu nya.
"Itu disana! Di kenal dengan sebutan Batu Cinta Situ Patenggang."
Pela mengernyitkan dahi tak percaya.
"Waktu itu, dewi Rengganis ingin berlayar dengan Ki Santang menggunakan perahu.Terus ia meminta di buatkan sebuah perahu."
"Perahu yang dibuatin sama Ki Santang berubah menjadi sebuah pulau berbentuk hati. Pulau itu dikenal dengan nama Pulau Asmara. Tapi ada juga yang menyebutnya dengan nama Pulau Sasaka."
"Kabarnya kalau ada sepasang kekasih mengunjungi Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara, maka mereka akan jadi sepasang kekasih sejati."
"Ahahahhaha.... " Tiba-tiba Pela tertawa terbahak-bahak. "Kamu itu percaya banget sama hal-hal kaya gitu dari dulu! "
Aku menarik sudut bibirku, akhirnya si ketus mau juga mengeluarkan suara.
"Kamu ga percaya? ayo aku ajak ke batu cinta! "
"Emangnya ada ya? itu semua cuma mitos!"
"Ada.. Tapi harus pake perahu atau boat sepeda angsa yang di kayuh kalau mau kesana! "
"Teteeehh... Fajar mau naik itu yaa! " Dari kejauhan, Fajar berteriak dan meminta izin agar di perbolehkan untuk naik boat sepeda angsa.
Aku pun mengangguk.
"Ayo kita naik! " Aku tak berani untuk menarik tangan nya. Sekarang aku harus lebih menjaga.
***
"Aku minta maaf.. "
"Untuk? "
__ADS_1
"Selalu buat kamu marah, kesel sama kelakuan aku! "
"Jadi kamu nyadar? selama ini sebenarnya kamu itu ga pernah tulus sayang sama aku? "
"Maksudnya? "
"Iyah.. Kalau emang yang kamu cari adalah perempuan yang bisa kamu ajak buat make out.. Lebih baik jangan aku..kali ini hubungan kita benar-benar berakhir. "
"Kita aja belum memulai Pela.. " Kataku lirih.
"Hhh.. tadinya mau nyimpen ini sendirian. Tapi aku udah ga tahan lagi! " Pela menyerahkan ponselnya ke pangkuan ku.
Aku yang sedang mengayuh boat sepeda, menghentikan kayuhan.
Tepat berada di tengah-tengah danau.
"Apa ini? " Keningku berkerut, Pela membuka sebuah video.
"Astaghfirullah... Apa-apaan ini? siapa yang ngirim kamu video ini? " Aku terperanjat, video beberapa detik itu memperlihatkan adegan saat dulu Rindu mengerjai ku.
"Hhh.. " Pela mendengus."Kamu udah bohong.. Kamu bilang ga pernah terjadi apa-apa antara kamu dengan Rindu! Terus apa ini? Mata kamu sambil mereum gitu sambil nikmatin! " Pela membuang pandangan ke samping.
"Ini cuma salah paham Pel.. Aku berani sumpah! Rindu udah ngerjain aku! aku ga nikmatin itu Pelaa.. Aku itu tidur! "
"Mana ada maling yang ngaku! "
"Sialaaaan si Rindu! buat apa dia ngelakuin ini semua? Pela.. logika nya, video ini di ambil dengan ponsel yang sengaja di pegang Rindu pakai kamera depan. Dan kalau aku melakukan itu dalam keadaan sadar,harusnya bukan kaya gitu kalau memang dengan sengaja pengen ngerekam. Liat baik-baik Pela..aku emang beneran tidur! "
Beberapa menit, kami hanya saling terdiam. Aku sibuk memaki Rindu di dalam hati.
"Eh.. Eh... Angka.. cepet kayuh, boat kita kebawa angin! nanti kita bisa-bisa ke cebur! "
"Ga mau.. Kamu kayuh aja sendiri! "
"Ihh kamu itu laki-laki bukan? "
Tenyata, ini yang membuat Pela marah padaku?
Dia itu selalu saja mengedepankan prasangka dan ber-asumsi dengan pemikiran nya sendiri.
"Sini.. Aku pinjem ponsel kamu! " Aku merebut ponsel yang di genggam oleh Pela.
Mendial nomor yang mengirimkan video itu. Dan aku sangat yakin.. ini ulah Rindu.
"Hallo.. Lo itu lelet banget ngerespon! kenapa? sekarang udah tau lo gimana kelakuan si Angkasa? "
"Lo jauh-jauh deh dari dia.. Kalau lo ga mau di mainin! "
"Dan lo denger ini baik-baik ya.. Gue yang banyak berjasa karena udah mempertemukan dia sama ibu nya. "
"Ngapain lo sok- sok an nangis di depan kita? pengen ngambil perhatian Angkasa? "
"Lo tuh ya.. lebih baik cari anak pesantren atau anak haji sekalian kalau pengen nyari yang soleh! ga usah sok agamis deh lo! ribet amat hidup lo pake nyangkut-nyangkutin semua sama agama..kalau mau hijrah, hijrah aja sendiri!"
"Si Angkasa lagian belum siap kalau lo ajak kawin sekarang! "
Aku sudah tidak tahan. "Udah selesai? " Ucapku, dan tidak terdengar lagi suara di seberang sana.
__ADS_1
"Gue harap, lo jangan pernah ganggu Pela lagi Rin.. gue ga nyangka kalau lo kekanak-kanakan gini! lo pikir dengan ngirim video itu bisa bikin hubungan antara gue dengan Pela jauh? "
"Lo salah besar.. Makasih udah nyadarin gue satu hal.. Dan lo harus denger ini dari mulut gue baik-baik! "
"Gue.. detik ini juga, mutusin buat ngajak Pela nikah.NIKAH YA...BUKAN KAWIN! Jadi please gue mohon! jangan ganggu hubungan kami. "
"Makasih banyak udah bantuin gue selama ini, gue kira.. hubungan kita itu pure pertemanan."
"Angkasa... Ko lo bisa pegang HP si Pelangi? dia ngadu macem-macem lagi kan? "
"Dengerin gue dulu! gue sebenarnya suka sama lo dari dulu.. "
"Tapi lo ga pernah mau peduli.. yang lo inget itu cuma si Pelangi yang sok polos itu. "
"Sudah ya Rin... gue males! " Segera ku tutup sambungan telepon.
Dan Pela kini tengah menatap ku tanpa berkedip.
"Kenapa? " Tanyaku, dan ia sedikit terperanjat.
"Eh.. Ng.. Ngga.. ayo kita menepi.. Aku takut, nanti boat ini bakalan limbung kebawa angin! Aku masih sayang sama nyawa aku.. Katanya di bawah sini ada ular besar. " Pela mulai mengayuh dan memalingkan wajahnya.
"Kamu denger tadi aku bilang apa kan Pel? "
"Mhhmm.. Apa? "
"Pela..Dengerin ini baik-baik!"
"I realize that meeting you was fate, becoming your friend was choice.."
"But falling in love with you was completely out of my control."
"Aku ga pernah menyangka akan bilang ini sekarang.. Tapi aku udah yakin.. "
Ia kini tengah menatap ku lekat. Iris kehitaman itu mengerjap dan mengerling dengan lentik bulu mata nya yang indah.
Kerudung hitam nya melambai-lambai di terpa angin sepoi-sepoi yang menyejukkan hati dan juga angan.
Entahlah..
Keputusan ini dengan begitu saja keluar dari mulut dan pikiran.
Keputusan besar yang selama ini menurut ku akan kulakukan bertahun-tahun lagi.
"Pelangi Inara... "
"You’re the only one girl that made me risk everything for a future worth having."
"And listen to me.. "
Hening sesaat, hanya desiran angin yang beberapa kali berhasil menggoyangkan boat yang tengah kami tumpangi menjadi sedikit limbung.
Tapi..kami berdua masih saling menatap lekat.
"Will you be mom of my child,Pela? "
***
__ADS_1