Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Hati Dan Kunci..


__ADS_3

Angkasa


Aku menutup pintu kamar mandi, lalu mendekat pada cermin washtafel dan menghidupkan air keran. Membasuh wajahku dan memandangi pantulan diri di depan refleksi.


Sambil menarik sudut bibir, aku kembali membayangkan betapa aku sangat di kejutkan oleh tindakan impulsif yang di lakukan si bebek tadi malam.


Benar-benar... Dia itu ga terprediksi.


Flashback on..


"Itu namanya kawah apa Angka? " Tanya Pela, ia sangat bersemangat.Memandang pemandangan kawah di depan kami.


"Kawah Ratu...kawah utama di kawasan TWA Gunung Tangkuban Parahu dan merupakan kawah terbesar diantara kawah-kawah lain di area ini."


"Bentuknya kaya mangkuk besar dengan kedalaman kawah sekitar 500 meter dari permukaan kawah.Kamu tau ga? Cairan mirip air di bagian bawah itu bisa berubah warna dari asalnya biru, hijau, menjadi abu-abu. Uap putih juga berhembus dari celah di dinding kawah.."


"Uap nya dramatis banget ya?Kaya ada aura -aura mistis.. " Katanya, sambil tersenyum dan menatap ke arahku.


"Mhhmm.. "


"Kalau disana kawah apa? "


"Kawah Upas..Kita bisa jalan kaki menyusuri bibir Kawah Ratu..Kamu capek ga? Mau kesana? kurang lebih 45 menit perjalanan.." Kataku, sambil menarik tangan nya.


"Kenapa di sebut kawah upas? "


"Sebutan Kawah upas sebenernya nunjukkin daya upas atau bisa,alias racun yang dapat mematikan.Makanya, setiap pengunjung harus mematuhi aturan yang berlaku dan ga terlalu dekat dengan kawah ini."


"Ada satu lagi, Kawah Domas punya sumber mata air panas dengan temperatur 980-1500 Celcius, trus ada kolam-kolam kecil untuk sekedar merendam kaki.Katanya, dipercaya bisa nyembuhin berbagai macam penyakit, seperti kurap, panu dan rematik."


"Kawah ini jauh lebih dekat ke gerbang utama daripada Kawah Ratu."


"Berarti bisa rebus telur di kolam air panas dong? " Tanyanya lagi sambil terkekeh.


"Bisa.. Kamu mau kesana juga? "


"Jauuh ga sih?"


"Lumayan..Harus naik turun tangga..kira-kira sekitar 40 menit jalan kesana.. "


"Ngga deh.. aku agak capek juga, sedikit mual. Mungkin gara-gara tadi telat makan! "Ia meringis dan memegang perut nya.


"Kamu mau beli makan apa?Udah laper lagi? " Tanyaku mengiba. Tadi.. Aku sendiri lupa,kita memang telat untuk makan siang.


"Pengen minum yang anget.. atau beli ketan gitu.. Boleh ga?"


"Ayo.. " Aku pun mengajak nya ke warung yang berada di sekitar kawah. Tidak jadi melanjutkan berjalan menuju kawah upas.


"Kamu mau pesan apa? " Tanyaku, melihat ia menangkupkan kedua tangan nya,seperti kedinginan.


"Bandrek atau susu jahe.. "

__ADS_1


"Makan nya? "


"Ketan bumbu oncom.. "


"Udah? "


"Udah.. Sebelum kesini kan tadi kita udah makan! "


Aku pun memesan pada ibu pemilik warung,dan lalu kembali duduk di sebelah Pela.


Ada perasaan yang membuncah, bepergian berdua dengan nya memberikan kesan lain yang membuatku bahagia.


"Kamu kedinginan? " Tanyaku, dan aku langsung menggenggam tangan nya.


Ia pun menatapku dengan sangat lekat, dan jari jemari kami saling bertautan.


"Aku jadi inget cerita legenda tentang Gunung Tangkuban Parahu... " Ia memalingkan wajahnya,berusaha ingin melepas genggaman tanganku, mungkin karena malu.


"Tentang anak yang cinta sama ibu kandung nya sendiri? trus karna marah, dia nendang perahunya. Kebentuklah gunung kaya perahu. hehhe.. waktu kecil itu yang kita yakini... " Ucapku, mengingat legenda yang sangat terkenal itu.


"Iyah.. bener.. aku juga inget banget, suka di ceritain sama ibu... Dulu bapak juga pernah janji mau ngajak aku main kesini sama Fajar. "


"Padahal kalau secara geografis, dulu Gunung Tangkuban Parahu ini  mulai membangun dirinya dari Kaldera Gunung Sunda pada 90.000 tahun yang lalu. Terus dalam rentang antara 90.000 - 40.000 tahun yang lalu meletus, sehingga menghasilkan beberapa kawah."


"Dua diantaranya yang besar ..yaitu Kawah Upas dan Kawah Ratu. Dua kawah yang dampingan, berarah barat-timur. Bentuk puncak Gunung Tangkuban Perahu seperti perahu yang terbalik lantaran adanya kedua kawah itu yang berdampingan."


"Oh ya? hahaha.. dulu aku juga pas kecil percaya kalau emang gara-gara perahu yang di tendang! " Pela tertawa, menampilkan gigi geligi nya yang rapih.


Jika ia tersenyum ataupun tertawa seperti ini, hilang sudah image tomboy dan bar-bar nya di mata ku.


"Kata Geografiwan T. Bachtiar, Dilihat dari arah barat, nggak kayak perahu terbalik, dilihat dari arah timur nggak kayak perahu juga dan apalagi jika dilihat dari arah utara, sama sekali tidak berbentuk perahu terbalik,"


"Jadi Artinya, bentuk perahu yang terbalik itu cuma akan terlihat dari arah selatan ,di Lembang. Sementara dari utara, Gunung ini sama sekali ga kelihatan lantaran terhalang dinding kaldera Gunung Jayagiri."


"Iyah juga yaa.. Berarti dugaan kuat, orang yang pertama kali menggubah legenda Gunung Tangkuban Parahu, dengan tokoh utamanya Sangkuriang sama Dayang Sumbi itu pastilah berdiam di selatan gunung...Jadinya setiap waktu bisa lihat bentuk gunung yang puncaknya rata kaya terpancung..." Lagi-lagi Pela terkekeh.


Dan aku terpesona.


"Mhhmm..namanya juga legenda.. cerita rakyat zaman dulu .Pasti ga jauh-jauh berhubungan sama peristiwa sejarah...Trus asal usul tempat yang dibumbui cerita tentang keajaiban, kesaktian, pokoknya tentang keistimewaan tokohnya. "


"Ini minum nya neng..sama ketan nya. " Ibu pemilik warung, membawa nampan berisi dua gelas bandrek dan dua satu piring berisi ketan yang di bumbui oleh oncom.


"Nuhuun bu.. " Ucap kami bersamaan.


"Nanti dulu.. jangan langsung di minum! " Cegahku, saat melihat Pela meraih gelas dan akan meminumnya. "Sini aku tiupin! " Aku mengambil gelas di tangan Pela.


"Eehhh jangan! jangan di tiup... ga boleh! "


"Kenapa? " Aku mengernyitkan dahi.


"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut. "(H.R at-Tirmidzi).

__ADS_1


"Sebuah penelitian juga nemuin bukti kalau pada makanan yang ditiup terdapat jamur spesies Candida sp. dan Saccharomyces sp. Selain itu, kandungan karbondioksida dari hembusan napas juga turut memperburuk kondisi makanan dan minuman panas."


"Reaksi kimia nya gini, kalau uap air dari panas makanan bereaksi dengan karbondioksida dari uap mulut maka akan membentuk senyawa asam karbonat yang bersifat asam. Asam karbonat ini mengganggu pH dalam darah sehingga membuat tubuh mudah terpapar radikal bebas."


"Tapi masih banyak yang belum tau.. " Lanjutnya lagi.


Kami berdua pun menikmati hidangan sambil mengobrol tentang banyak hal.


"Ayo ikut! " Kataku, sambil membetulkan tali sepatuku.


"Kemana? "


Aku pun mengajak nya ke tempat souvenir yang berjajar di dekat area warung.


"Pakai ini.. kamu kedinginan! " Aku memakaikan syal yang terbuat dari rajutan yang sedang di jajakan oleh para penjual.


"Berapa mang? "


Setelah melakukan transaksi jual beli, aku pun mendekati Pela yang sedang melihat-lihat souvenir lain.


"Kamu beli syal juga? " Tanyanya sambil menyimpan kembali souvenir berupa gantungan kunci dan globe kaca.


"Iyah.. kamu warna pink.. aku warna biru..! Kamu mau beli gantungan ini? " Aku meraih gantungan kunci yang tadi di pegang Pela.


"Ngga deh.. ga jadi, buat apa! "


"Buat kenang-kenangan kita pernah kesini berdua! kamu satu..aku satu! "


Aku pun membeli gantungan itu dan membayarnya.



Menggantungkan gantungan dengan bentuk hati di tas Pela. Dan Lalu memasangkan gantungan berbentuk kunci di tas ku.


"Ko aku yang bagian hati nya... ga mau akh, lebay! Ini kita jadi kaya couplean.. " Tolak Pela, dan ia hampir saja membuka tali gantungan.


Padahal tadi dengan mata yang berbinar, ia memegang gantungan kunci itu sambil tersenyum.


"Jangan di buka! Kalau kamu buka.. "


"Apaan? kalau aku buka kenapa? "


"Kalau di buka ..." Aku memencet hidung Pela, dan ia pun meronta.


"Awww... sakiit... iihhh gajeee!Hayuu pulang! " Pela berjalan di depanku.


Pela..


It's a simply.. Itu memang cuma gantungan kunci.


Tapi..Kamu ga akan pernah bisa buka hati kamu buat cowok lain selain aku.

__ADS_1


Karna aku kuncian kamu.


***


__ADS_2