
Pelangi
Hari ini, adalah pertama kali nya aku membolos sekolah. Padahal dalam kamus hidupku.. sama sekali tak ada kata itu.
Di fase hidupku yang kini sudah 17 tahun ini...Rasanya ini juga pertama kali nya, aku merasa bahagia bisa berjalan-jalan berdua dengan lawan jenis.
Apakah begini rasanya menyukai seseorang?
Apa aku suka sama Angka?
Tapi kenapa harus Angkasa?
Mana mungkin kami bisa bersama, banyak banget perbedaan yang menjulang di antara kami.
Sudah pernah aku bilang kan.. Kalau Angkasa itu artinya begitu tinggi, luas dan tak terjangkau.
Begitupun dengan dia..
Meski kami dari kecil sudah dekat, tapi aku sadar dimana posisiku.
Aku tak lain dan tak bukan, hanya seorang anak dari pembantu rumah tangga di rumah nya.
Lagipula, mana mungkin cowok kaya Angka suka sama aku kan?
"Kenapa? " Angka menepuk bahuku, dan aku pun langsung menoleh ke arahnya.
"Ga ada apa-apa.. Aku cuma lagi berpikir, sebentar lagi udah mau ujian sekolah. "
"Kamu bisa ga kalau ga mikirin tentang itu dulu.. perhatiin dulu kesehatan kamu! sekali-kali, menikmati hidup itu juga perlu... "
Aku menghela nafas panjang, "Ya mungkin bagi kamu bukan jadi masalah penting, tapi buat orang kecil kaya aku tuh itu penting banget... Aku ga mau terus di rendahin.. Aku harus berjuang! " Ucapku, sambil menyandarkan kepala ke sandaran jok mobil.
"Kita masih muda.. buat apa terlalu serius mikirin masa depan.. Jalani dan nikmati layaknya usia kita Pel.. "
Hhh...
Lagi-lagi aku menghela nafas.
Dia ga akan mengerti apa yang aku rasain, karena dia ga pernah ngalamin sendiri gimana rasanya di pandang sebelah mata karena materi.
Kami pun akhirnya sampai di rumah Angka. Dan aku langsung di sambut oleh ibu di depan rumah.
Setelah itu, menghabiskan waktu dengan membantu ibu untuk memasak ataupun beres-beres rumah.
***
Author
Keesokan pagi nya, Pela sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah.Tapi melihat ibu nya kerepotan, ia lalu membantu membereskan piring bekas sarapan di meja makan.
Sedangkan Fajar, ia dengan sabar menunggu di depan gerbang.
Tadi malam Fajar mengeluh pada Pela, beberapa hari ini terlambat sampai di sekolah.Tapi mau bagaimana lagi, kalau ini sudah menjadi keputusan ibu. Mereka berdua tak bisa lagi membantah dan hanya bisa menjalaninya.
Meskipun, bagi Fajar.. ada sedikit rasa bangga. Karena hampir setiap hari nantinya ia akan mengendarai mobil bila berangkat ke sekolah.Menebeng di mobil nya Angka.
__ADS_1
"Fajar jadi ngerasa kaya orang kaya. "
Begitulah kata-kata polos yang sering ia lontarkan.
Lain hal nya dengan Pela, ia merasa tak enak.. Jika setiap hari harus menebeng atau menumpang. Terbiasa mandiri.
***
"Pel.. kemarin kamu kemana? ko ga masuk sekolah? " Tanya Nina,begitu bel masuk berbunyi.
"Aku ga enak badan Nin.. " Jawab Pela, sambil duduk di bangku nya.
"Sebenernya.. Kamu sama Angkasa, ada hubungan apa Pel? "Dengan nada sedikit berbeda dari biasanya, Nina bertanya pada Pela penuh selidik.
Pela mengernyit. " Haah? hubungan apa? ga ada hubungan apa-apa! "Kata Pela datar.
Nina tak melanjutkan lagi bertanya, karena guru sudah datang dan masuk ke dalam kelas. Padahal, di dalam hati nya.. ingin sekali bertanya banyak hal tentang desas desus acara kemarin di Lembang.
Sementara itu,
Di kelas sebelah.
"Lo ajak si Pela kemana kemaren? "Dengan nada ketus, Rangga bertanya pada Angka yang sedang duduk sambil memutar-mutar bolpoin nya.
"Bokis lo Ka.. lo bilang lo ga ada hubungan apa-apa sama dia dan cuma temen... "
"Temen tapi demen mungkin lo.. "Timpal Marvel.
Dan Angkasa hanya menggendikkan bahunya.
Angkasa masih tak bergeming, dia menutup mulutnya rapat-rapat.
"Sial** Lo! " Rangga mengumpat. Ia kembali ke bangku nya karena guru sudah datang dan kini tengah berdiri di depan pintu.
***
"Pela... Ayo dong cerita, kemarin pas di Lembang, kalian ngapain aja? " Sambil menyiapkan makanan, Nina kembali bertanya.
"Ga ngapa-ngapain Nin... ya gitu aja sih.. acara kaya gitu aja.. kita cuma trening ke curug-curug gitu. "
"Udah? cuma itu aja? "
Pela mengangguk.
"Pasti seru banget.. Aku juga pengen ikut, karna ada Angkasa.. Tapi sayang, aku bukan anak PA atau OSIS..Bunda aku ga nge bolehin aku buat ikutan ekskul..Katanya takut aku kecapean.." Sendu Nina, sambil mengaduk-aduk bakso nya.
Pela menatap Nina lekat.
"Sesuka itu aku sama dia Pel.. Kamu tau kan kalau aku suka dia dari dulu? sampe aku curhat sama bunda, gimana caranya biar bisa deketin cowok kaya Angkasa... hehhe.. " Nina terkekeh.
"Bisa ga sih.. Kamu bilang sama dia, kan kamu temen dia...Atau, apa aja kesukaan dia Pel?Tipe cewek yang dia suka yang kaya gimana ya!"
"Mhhmm.. Aku juga ga tau Nin.. Selama ini, kita kan ga pernah liat dia deket sama cewek manapun! "
"Hhh.. Iyah ya.. " Mereka pun lanjut menikmati bakso nya.Dan sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
__ADS_1
Dari sudut ruangan kantin, terlihat Angka dan teman-teman nya sedang menikmati camilan sambil mengobrol santai.
Sesekali, Pela dan Angka terlihat saling bertatapan.Namun setiap mereka bersitatap, Pela selalu membuang wajah.
***
Nina
Hhh..
Pela.
Aku tahu, kemarin kamu pergi berdua dengan Angkasa.
Aku cuma berpura-pura ga tau apa-apa. Padahal kemarin saat kamu ga masuk sekolah, Teman-teman ribut ngomongin kalian berdua.
Kata mereka, kalian itu kabur dari acara. Dan yang lebih mencurigakan lagi,kalian berdua ga kembali..
Sebenernya kalian kemana?
Sampe kemarin janjian ga masuk sekolah.
Aku ga akan bertanya tentang perasaan kamu sama Angkasa, karena aku tau.. Dari tatapan kamu saat ngeliat dia itu beda.
Saat kamu cerita yang sebenarnya,tentang pekerjaan ibu kamu di rumah Angkasa juga tentang kamu yang udah kenal dan berteman lama sama dia. Aku merasa sedikit iri...
Memang benar.
Aku memiliki segalanya, tapi segala yang aku miliki itu bukan berarti aku merasa hidupku sempurna.
Disaat kamu merasakan diskriminasi karena terlahir sebagai orang ga punya, aku juga merasa ga beruntung... Meski di lahirkan dari keluarga yang serba ada.
Keterbatasan karena penyakit ku, membuat hidupku merasa terkekang.
Aku bohong ke kamu soal curhat pada bunda tentang menyukai Angkasa. Pada kenyataannya, kalau bunda dan ayah tau.. pasti aku di suruh buat home scholling lagi.
Ga boleh ini..
Ga boleh itu..
Ga boleh berteman dengan ini..
Ga boleh dekat dengan itu..
Hhh Pela...
Aku merasa, hidup kamu itu jauh lebih menyenangkan bila di bandingkan denganku.
Kamu bebas dan mandiri.Kemanapun kamu pergi ga pernah ada yang melarang.
Karena menjadi orang kaya itu tak selamanya bahagia.
Aku iri Pela.
Jadi, please!
__ADS_1
Aku berharap... Satu kali ini saja, aku ingin egois dan ijinkan aku berharap suatu hari bisa dekat dengan Angkasa.