
Pelangi
15 Tahun kemudian..
"A Gala.. Ayo cepatan nak, nanti terlambat! " Teriakku, memanggil anak pertamaku.
Nama anak pertamaku adalah Galaksi Dirgantara,tumbuh menjadi anak lelaki 10 tahun yang tampan. Duplikat suamiku.
Sedangkan anak kedua ku bernama Arunika Dirgantara,usianya menginjak 4 tahun sekarang. Cantik? sudah pasti.. Bahkan menurut ku, Nika adalah anak yang tercantik sejagat raya. Wajar saja kan jika seorang ibu menganggap bahwa anak perempuan nya adalah yang tercantik?
Bahkan, jutaan kata positif lain nya selalu ku ucap baik di dalam hati ataupun lisan. Karena apapun yang terucap dari mulutku adalah merupakan do'a bagi mereka.
Belasan tahun mengarungi bahtera dalam sebuah perahu yang sama bersama Angkasa suamiku, adalah pengalaman yang luar biasa.
Bahkan, aku sendiri merasa takjub karena masih bisa bertahan dalam ombak yang tak jarang besar. Menghantam bertubi hingga membuat bahtera kami goyah dan hampir tumbang.
Oleng.
Kata yang tepat menggambarkan sebuah pemandangan sebuah perahu atau kapal yang baru saja berlayar menuju lautan luas,jika di lihat dari pesisir pantai yang indah dan tenang.
Hantaman pertama di saat kami mulai mengayuh,adalah saat beberapa hari setelah kami berbulan madu.
Saat kami pulang, di depan rumah sudah terpasang bendera berwarna kuning menghiasi pagar.
Eyang meninggalkan kami, tapi tak ada yang memberitahu kami. Dengan alasan, eyang lah yang meminta agar merahasiakan sampai kami pulang ke Bandung, sebelum beliau meregang nyawa.
Seiring dengan kepergian eyang, goyah lah perusahaan dan mengalami kolaps hingga gulung tikar.
Terjadi pertikaian dan perebutan warisan antara keluarga membuat suamiku down dan kalah. Hingga yang tersisa hanya rumah yang kami tempati, karena habis di pakai untuk membayar pengacara.
Bertahun-tahun ia bekerja serabutan,tak jarang pula menganggur.Ia pernah menjadi OB.. Waiter, pengantar paket,bahkan ojek online dan apa saja pekerjaan yang ia ambil asalkan bisa memenuhi kebutuhan kami.
Kuliah nya tak selesai, dan hanya mengantongi ijazah SMA saja membuat suamiku merasa rendah diri... Ratusan lamaran ia layangkan, namun tak jarang berakhir di pembakaran sampah.
Aku yang memang terbiasa mandiri, berusaha untuk membantu keuangan keluarga dengan terus mengembangkan usaha teh Ayung dan berhasil membuat diriku mendapatkan gelar fashion designer di salah satu sekolah mode terbaik.
Ujian kami tak hanya mengenai masalah keuangan.
Laras yang ikut tinggal bersama kami tak jarang membuat ku merasakan cemburu.
Bahkan sempat aku merasa, bahwa mungkin saja suatu hari aku akan di madu.
Kesalah pahaman dan perdebatan sering terjadi di antara kami, hingga pernah ingin sekali aku mengajukan gugatan perceraian.
Akh, ternyata aku yang terlalu overthinking. Padahal sebenarnya Laras adalah orang yang baik.
Tapi justru, dengan segala kebaikan nya itu yang membuatku sering merasa takut suamiku akan berpaling.
5 tahun menanti kehadiran seorang anak, membuatku was-was suamiku akan berpaling pada Laras.
Alhamdulillah Akhirnya,kami di karuniai anak pertama.
Tapi, yang membuatku sedih, Anak pertamaku Gala bahkan lebih dekat dengan Laras, karena aku tinggal bekerja.
Hingga akhirnya,segala ketakutanku sirna. Laras menikah dengan Rangga, sahabat suamiku.
"Bun.. Ko ngelamun? katanya tadi nyuruh Aa buru-buru, tapi Bunda malah ngelamun gitu! " Gerutu Gala, sambil melahap roti panggang buatan Nenek Kinan.
"Eh.. Iyah sayang, maafin Bunda ya.. Udah siapin barang apa aja yang kamu bawa? " Tanyaku, sambil mengelus rambut nya.
Gala mengangguk, ia lalu menyelesaikan sarapan nya.
"Bundaa... Nika ga suka.. iwwh! " Tunjuk nya, pada roti yang aku olesi selai kacang.
"Lha.. Iyah, Bunda lupa kalau anak Bunda yang cantik ini ga suka selai kacang.. Jadi mau apa dong sarapannya? yuuk.. Kita harus cepat-cepat pergi,semua udah menuju bandara lho.. "
"Nasi goyeeng! " Ucap Nika, sambil manyun.
"Jangan manyun gitu dong! cantiknya nanti ilang, kan mau ketemu Om Fajar.. Teh Embun,teh Ainun.. sama a Raja.."
"Yeaaay... Yipppi... Ketemu cama A Laja... " Nika bersorak, sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Bun... "
"Ko.. Ayah lama banget mandinya, ini udah jam berapa yah? keluarga teh Ayung pasti udah otw nih... Kita telat pasti! "
__ADS_1
"Iyah, ayah cuma sebentar makan nya.. 5 menit! " Tutur suamiku lembut.
Perubahan yang sangat signifikan adalah Angkasa yang dulu egois tak ada lagi.
"Kalian hati-hati ya disana...! " Nasehat ibu, sambil mengelus pucuk kepala Nika.
"Padahal Nenek sama Oma ikut aja, seru lho.." Bujuk Gala.
Ibu dan Ibu Kinan menolak untuk ikut bersama berlibur ke Korea. Alasannya adalah butik dan restoran ga ada yang jaga.
Iyah,alhamdulillah kami bisa membangun sebuah butik dan restoran dengan bermodalkan penjualan rumah Dago yang penuh dengan berjuta kenangan itu.
Dengan berat hati,Harus merelakan satu-satunya peninggalan eyang yang paling berharga.
Tapi kami bertekad, suatu hari akan membeli kembali rumah itu jika uang tabungan kami sudah cukup.
***
Author
"A Lajaaaa... A Lajaaaa... ayuuuk...antel Nika buang campah! " Nika menarik kaos yang di kenakan oleh Raja, anak bungsu dari pasangan paling romantis. Tak lain dan tak bukan adalah pasangan Lembayung dan Senja.
Namun, Raja tak menggubris ajakan Nika yang sedari tadi berharap di temani.
"Raja, itu di ajakin Nika tuh.. Temenin gih sayang! " Tutur Lembayung lembut.
"No Umma.. I won't!" Sambil mendengus, Raja memalingkan wajahnya.
"Eh.. ko gitu? "
Pelangi yang melihat tingkah Raja terkekeh geli, ia menuntun Nika dan mengantarkannya ke tempat yang di tuju.
Begitulah Raja, anak laki-laki berwajah bule Italy itu memang memiliki sifat dingin seperti Baba nya dulu. Apalagi, kalau sudah di recoki oleh ocehan-ocehan Nika yang menurutnya sangat mengganggu.
Sementara, Embun sesekali mencuri pandang ke arah Fajar.
Lelaki idaman nya sejak kecil.
Cinta monyet sekaligus cinta pertama dan ingin menjadi cinta terakhir bagi nya nanti.
Embun, yang kini sudah menginjak usia 19 tahun itu sudah mengantungi restu dari orang tua nya.
Pria gagah dan tampan berusia 26 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan master di Kairo, Mesir.
Sungguh, Fajar merupakan definisi lelaki idaman semua perempuan. Selain cerdas, pintar dan mandiri. Satu kelebihan yang sangat di sukai oleh Senja adalah keshalihan nya.
Saking menjaga pandangan, tak pernah sekalipun ia menatap wajah Embun dan juga perempuan manapun saat berbicara.
Meski memang, mereka jarang sekali berkomunikasi.
Tapi seolah memiliki telepati, isi hati mereka berdua sama.
Sama-sama saling mengagumi dan berharap di persatukan oleh Allah menjadi pasangan yang halal suatu saat nanti.
Embun berharap bersama Fajar, dapat mengukir kisah cinta yang indah. Walau tak seindah dan setulus cinta Fatimah Az-zahra dengan Ali bin Ali Thalib.
Namun,Embun dan Fajar merupakan perpaduan dua insan sempurna yang juga sama-sama memiliki cinta yang tulus di antara keduanya.
***
"Makasih ya Bun... Udah bersedia mendampingi ayah selama ini.. " Angkasa menghampiri Pelangi yang sedang asyik memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain salju.
Ia hanya menoleh sebentar lalu tersenyum, dan mengangguk. Kembali memperhatikan tingkah lucu Nika yang tak pernah menyerah untuk mendekati Raja.
Ainun yang sedang sibuk berswafoto bersama Gala,dan sesekali saling melemparkan buntalan salju yang mereka buat sambil tertawa-tawa.
Lalu beralih pada Fajar yang sedang berdiskusi bersama Senja, tak luput dari pandangan mata nya.. Gadis shalihah yang tumbuh sangat cantik itu sering sekali terlihat memperhatikan adik lelakinya diam-diam.
Sedari kecil, Embun memang sangat dekat dengan Fajar.
Namun, setelah beranjak baligh.. Mereka menjaga jarak dan tak pernah terlihat saling berdekatan satu sama lain.
"Apa sebaiknya kita meminta Fajar buat segera mengkhitbah Embun... " Pelangi merangkul lengan suami nya.
"Nanti kita bicarain dengan dia di hotel ya.. Ayo dong Bun, waktunya kamu refreshing sejenak.. Kita nikmati waktu liburan yang sangat langka ini.." Angkasa menarik tangan Pelangi, dan membawanya untuk mendekat pada anak-anak.
__ADS_1
Setelah lelah bermain salju, dua keluarga yang memiliki kedekatan ini menghangatkan diri dan menikmati makanan di restoran yang berada diatas Namsan tower sambil memandang kota Seoul dari ketinggian.
Kerlap-kerlip lampu menghiasi area tower sehingga menyajikan keindahan tersendiri.
Sambil menikmati hidangan khas negeri gingseng tersebut, mereka saling bercengkrama.
Membicarakan mulai dari masalah bisnis hingga pendidikan anak-anak mereka.
"Jadi, 2 tahun lagi Embun lulus kuliah ya? " Tanya Angkasa basa-basi. Ingin mencoba masuk ke dalam pembicaraan serius mengenai hubungan adik ipar sholeh nya dengan anak gadis sang ustadz bule.
"Iyah Om.. " Jawab Embun malu-malu, wajahnya yang putih seputih salju seketika merona.
Embun memang anak seorang ustadz dan cucu seorang kiayi yang memiliki banyak pesantren di Pasuruan, namun.. Lembayung dan Senja memberikan pilihan pada anak-anak mereka untuk memilih pendidikan seperti apa yang mereka inginkan.
Tentu saja, dengan sangat ketat menanamkan norma-norma agama. Namun, tak jua mengekang potensi bidang apakah yang di sukai oleh anak-anak nya.
Embun kini tengah berkuliah di Universitas Harvard , universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.
Mengambil jurusan Harvard Business School, karena sangat tertarik menggeluti bidang bisnis. Selama ini, ia mengagumi aunty nya yang bernama Bintang yang sudah berhasil menjadi seorang CEO di Kerajaan bisnis milik keluarga umma nya, Lembayung.
"Kamu di tanyain Papa tuh Jar.. Katanya udah lama kamu ga ke Pasuruan.. " Lembayung menimpali, mencoba mengingat amanat Papa nya agar suatu hari Fajar bisa mengajar di pondok pesantren.
"Iyah teh.. Setelah liburan nanti Fajar langsung kesana.. " Ucap Fajar mantap, ia adalah mahasiswa Indonesia yang baru saja meraih gelar master di bidang sejarah Islam dari Universitas Al-Azhar Mesir. Pria berusia 26 tahun itu berhasil mempertahankan tesis dengan predikat Mumtaz (Cumlaude).
Dalam 36 tahun usia hidupnya di dunia ini, Pelangi merasa benar-benar bahagia. Memiliki seorang suami yang merupakan cinta pertama nya, yang ia kenal sejak kecil. Memiliki anak-anak yang pintar,sehat terutama shalih dan shalihah adalah kebersyukuran terbesarnya.
Melihat adiknya kini menjadi seorang yang berpendidikan, merupakan suatu kebanggaan luar biasa.
Mengingat lika-liku dan terjalnya kehidupan ia dulu, bagaimana mereka melewati kepedihan hidup karena keterbatasan.Dan ia kini memiliki butik impian.
Dan juga..Dekat dengan sahabat terbaik yang selalu membimbing nya dalam kebaikan seperti Lembayung dan Senja.
Sungguh, ia sama sekali tak menyangka.. akan berada di titik dimana hanya kebahagiaan yang tercipta.
Memang benar...perahu kertas itu telah bermetamorfosa..Menjadi sebuah perahu besar atau bahtera kehidupan.. Ia dan juga Angkasa Sama-sama belajar saling menguatkan.
Karena kesiapan dan persamaan tujuan antara Nahkoda dan awak kapal,mampu mengimbangi hantaman badai sehingga kapal bisa berlabuh di pelabuhan.
Mereka sedang mengarungi samudra luas demi mencapai negeri yang dituju.
Negeri yang kekal dan selamanya, yang bernama Akhirat.
Hai... Pelangi-pelangi lain yang sedang mengalami kepedihan.
Nikmati hujanmu, maka pelangi impianmu akan datang.
Nikmati kesedihanmu.. maka pelangi kebahagiaan akan menjelang.
Jika hidup terasa sangat biru, pilihlah warna lain dari pelangi hatimu.
Karena..
Pelangi memiliki caranya sendiri untuk membuat langit tampak indah.
Berilah kebebasan pada warna hatimu yang kelabu, agar ia bisa memilih ke arah mana ia akan membentangkan warna-warni nya.
Percayalah pada mimpimu, bahwa suatu hari pelangimu akan tersenyum bahagia.
Terimakasih Tuhan..
Karena Pelangi telah di ciptakan.
***
Assalamu'alaikum readers...
Mohon maaf yang sebesar-besarnya ya, karena kemarin2 author hiatus menulis. Selain bnyk kesibukan pekerjaan real life yang ga bisa di tinggalkan, author mengalami migrain berkepanjangan.
Jadi otaknya ga bisa di gunakan buat berkhayal dan mengarang bebas, hehhe..
Do'a kan semoga author di mampukan untuk menulis lagi dgn tujuan kebaikan dan bukan profit yg menjadi tujuan utama.
Gegana, galau.. gundah gulana.Sementara novel erotis masih jadi peringkat tertinggi di setiap platform, ini jadi tantangan tersendiri buat author.. Semoga makin bnyk jg penulis novel islami yg melebarkan sayapnya.
Terimakasih buat semua yang masih setia membaca Pelangi Angkasa... Salam sayang💕💕
__ADS_1
Sampai jumpa di Sebening Embun, spin off selanjutnya yaa... In syaa Allah.
notes:Maafkan...'Noda' nya Baiq Indrawati terpaksa stuck di tengah jln.. Perjalanan hidup nya terlalu sedih, dan bikin author jadi baper sendiri.. Ga sanggup nyeritain setiap detail dan ngerasa belum mampu meneruskan cerita.