Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Lauhul Mahfudz..


__ADS_3

Angkasa


Pikiran ku semakin kalut, belum juga masalah Pela terselesaikan..


Malah menjadi kesal karena provokasi si Rindu.


Tak ku sangka ia bisa sekasar itu, saat menghina Pela.


Selama 2 tahun mengenalnya, baru kali ini ia bersikap seperti itu.


Setau ku ia memang cablak ,ngomongnya kasar dan pergaulan nya pun bebas. Tapi selama ini tak pernah menghakimi orang lain sampai segitunya.Seperti yang ia lakukan terhadap Pela.


Aku ga terima..Meskipun aku kecewa dengan keputusan yang Pela ambil. Tapi aku ga pernah berpikir seperti yang Rindu pikirkan tentang dia.


Aku justru malu..


Pela sudah berubah banyak, sedangkan aku masih stuck disini dan kelakuan juga perilaku ku tak berubah menjadi lebih baik.


Bukan nya aku tak tau, dan merasa jumawa. Tapi semakin kesini aku merasa.. Sikap Rindu menyiratkan arti lain.


Meskipun belum banyak mengenal sifat perempuan, naluriku sebagai lelaki mengatakan begitu.


Aku memang ga berpengalaman pacaran,tapi setiap kali dia ingin menyentuh ku, aku selalu menolak.


Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan terhadap nya,hanya nyaman dan menganggap nya sebagai teman.


Kenapa aku ga menjauh dari dia?


Karena ia selalu membantu ku mencari informasi tentang ibu dan mengenalkanku pada teman-teman nya yang notabene banyak dari berbagai genre.


Mungkin, karena selama hampir 3 tahun, ia bekerja di club. Ia pun mengenal banyak orang dan mempunyai circle pergaulan yang luas.


Ia juga lah yang mengenalkan ku pada mas Wardana, orang yang selama ini juga menggali informasi dimana ibu berada.


Akh..


Never mind!


Aku sedang ga ingin memikirkan Rindu!


Dengan segera, aku melaju menuju Rumah sakit dimana ibu sedang di therapi.


***


Aku sedang mengamati dari kejauhan, ibu sedang di gandeng oleh suami nya keluar dari Rumah sakit.


Seperti sebelumnya, raut cantik itu kelihatan lelah.Ingin sekali berada disisi ibu, dan membantu melewati semua yang ibu lewati.


Setelah yakin ibu masuk ke dalam mobil, aku pun mengikuti mobil yang membawa ibu dari belakang.


Aku sangat penasaran, apakah orang yang mengalami hilang ingatan itu bisa sampai belasan tahun seperti ibu?


Setauku, memang ada beberapa macam amnesia.


Apakah ibu mengalami hilang ingatan total? Transient Global Amnesia?


Apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu, hingga menyebabkan ibu mengalami penderitaan seperti ini?


Karena jarak nya yang tidak terlalu jauh dengan rumah sakit.


Akhirnya,dalam waktu 10 menit..mobil yang ibu tumpangi sampai di depan sebuah rumah sederhana.Di samping nya terdapat rumah yang lumayan besar, terlihat seperti kost-kostan.


Aku masih mengamati dari kejauhan, sambil menyandarkan tubuh.


Tok.. Tok.. Tok..


Aku terperanjat.


Melihat seseorang datang dan mengetuk kaca mobilku.

__ADS_1


Laras?


Aku pun membuka kaca perlahan.


"Angkasa? " Ia memanggil namaku, dan aku jadi salah tingkah karena ketahuan sedang memperhatikan rumah nya dari sini.


"Kamu lagi apa? " Tanyanya, sambil tersenyum.


"Hey Laras.. Aku tadi kebetulan lewat Rumah sakit, terus ngeliat ibu kamu.Apa.. apa di sebelah rumah kamu itu adalah kost-an? "


"Iyah.. Kamu lagi cari kost-an? "


"Iyah.. Aku nyari kost-an yang dekat sama kampus. "


"Lho.. Kamu memang daftar di kampus mana?"


"UNJANI! " Ucapku asal. Padahal aku sama sekali belum mempersiapkan apapun termasuk mendaftar kuliah.


"Itu kan kampus aku! waah.. kita jadi bisa sering ketemu dong.. "


Aku hanya menyeringai, dan mengalihkan pembicaraan. "Ngomong-ngomong, masih ada kamar yang kosong ga ya? "


"Mau aku tanyain ke pemilik nya? " Tawar Laras sambil menaik turunkan alisnya.


"Boleh.. kalau kamu ga keberatan! " Aku pun turun dari mobil, dan mengikuti Laras dari belakang.


Sungguh, definisi pucuk di cinta ulam pun tiba.


Aku tidak perlu repot-repot mencari kost-an yang dekat dengan rumah ibu.


Setelah selesai bernegosiasi dengan pemilik kost-an, aku pun pamit pada Laras.


"Kamu ga akan mampir dulu ke rumah aku Angkasa? " Tanya Laras, saat kami berada di dekat mobilku.


"Lain kali aja.. Makasih ya, udah bantuin aku. Untung saja tadi kamu ikut ngebujuk ibu pemilik kost nya.. Paling aku nunggu sampai penghuni sebelumnya itu udah mengosongkan kamar. "


"Katanya masih ada tenggang waktu satu minggu.. Kamu bisa siap-siap buat pindahan. "


Hhh..


Lega rasanya, sudah mendapatkan tempat yang benar-benar dekat dengan rumah ibu.


Meskipun kamarnya kecil dan terbilang biasa. Tak menjadi masalah bagiku, asalkan aku bisa dekat dengan ibu kandungku.


Dengan semangat aku melajukan kembali mobil dan membelah jalan menuju ke hotel.


Mengingat kembali, kalau Pela akan pulang ke Bandung malam ini juga.


Siapa tau nanti kami berpapasan dan aku ingin mengobrol sebentar.


***


Pelangi


Alhamdulillah..


Hari ini, pekerjaan ku berjalan dengan lancar.


Bertemu dengan klien lalu bersama survey ke lokasi tempat dimana akan di langsung kan pernikahan.


Masih ada waktu beberapa jam menuju pulang.


"Alhamdulillah ya Pel.. Ternyata kerjaan kaya gini menyenangkan juga. Kerja sambil liburan.. Bisa refresing sekaligus di gaji.. heheh. " Wulan terkekeh.


Kini kami sedang di perjalanan menuju hotel.


"Iyah Lan.. Padahal ini pertama kali nya aku ke luar kota lho. Mana tugas perdana.. Teh Ayung bisa-bisa nya ya percayain ini sama kita. "


"Iyah.. Aku ngerasa bersyukur bisa kerja dengan bos yang baik kaya teh Ayung.. Beruntung banget ya jadi teh Ayung itu Pel. Udah mah lahir dari keluarga kaya raya, suami nya ganteng nya Allahu Akbar.. Mana GGS lagi! "

__ADS_1


"Ck.. Apaan sih kamu! Hati-hati lho suami orang! jangan muji berlebihan.. ga baik! lagian apa itu GGS Lan? "


"Ganteng ganteng sholeh... hihihi.. yee emang bener kan.. Siapapun pasti mengakui kalau a Senja itu gantengnya kebangetan! " Puji Wulan lagi.


"Iyah.. a Senja juga beruntung dapetin teh Ayung, udah mah cantiknya kaya bidadari.. baik.. shalihah lagi.." Ucapku tak ingin kalah.


"Iyah bener ya.. Ma syaa Allah banget emang mereka berdua. Walaupun baru kenal dan kerja beberapa hari, tapi udah nyaman banget. Bawaan nya positif vibes gitu ga sih? "


"Iyah.. " Aku pun manggut-manggut. Setuju dengan pernyataan Wulan.


Entah bagaimana pun masa lalu a Senja, tapi teh Ayung menerima dengan tulus dan mereka keliatan banget saling cinta.


Teh Ayung pernah bilang,


Hari ini mungkin kita lihat, perempuan itu tidak berhijab.


Namun esok lusa mungkin ialah yang paling istiqomah dalam menutup aurat nya.


Hari ini mungkin ia adalah orang yang kasar dan keras,


Namun esok lusa mungkin ia yang paling lembut bicara dan tutur katanya.


Hari ini mungkin ia salah pergaulan,


Namun esok lusa mungkin ia yang paling taat ibadah nya.


Kita tidak tau dan tidak akan pernah tau, rahasia dan rencana-Nya.


Tugas kita bukan me-neraka kan orang lain.


Tapi mengajak manusia pada jalan kebaikan dan kembali ke jalan Allah.


Tugas kita adalah saling mendo'akan.


Maka jangan pernah menghinakan permulaan dari seseorang.


Karena kita pun ga akan pernah tau bagaimana akhir dari kehidupannya.


Bisa saja, orang yang setiap malam mabuk-mabukan, berzin*..dan senang bermaksiat. Setelah hidayah datang dalam sekejap.. ia pun meninggalkan dunia dalam keadaan husnul khotimah karena di ujung hayat taubat dan mengingat Allah.


Bisa juga, orang yang dalam hidup nya setiap saat beribadah. Namun karena khilaf dan tergoda bujuk rayu setan, dalam sekejap ia terlena berubah menjadi dzalimun linafsihi


dan saat di cabut nyawa nya dalam keadaan sedang bermaksiat.


Hhh..


Aku menghela nafas panjang.


Jodoh memang rahasia Allah.


Ada kata-kata dari seorang penulis buku islam yaitu Salim A Fillah..


"Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang membedakan adalah rasa berkahnya. Bukan tentang apa, berapa atau siapa, tapi tentang bagaimana Allah Ta'ala memberikannya. Diulurkan lembut mesra, atau dilempar dengan penuh murka.." begitu kira-kira kata-kata beliau.


Sudahlah Pela..


Ga usah menyesali apa yang sudah terjadi.


Jodohmu adalah cerminan dirimu!


Jodohmu ya seperti kamu!


Allah telah menjanjikan seperti dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 26.


"Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)."


Jika menginginkan jodoh yang baik, yang saleh..maka aku juga harus berusaha dan belajar agar bisa menjadi jodoh yang baik dan shalehah untuk jodohku.


Jangan takut...

__ADS_1


Karena sesungguhnya, Allah selalu bersamamu.


***


__ADS_2