
Pelangi
Pagi ini, ku lihat wajah suamiku di tekuk.Senyuman yang tadi malam terkembang sudah hilang.
Setelah semalam sudah melambung tinggi dan berada di puncak asa.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan dengan terburu-buru aku langsung pergi menuju kamar mandi dan memungut pakaian yang berserakan di lantai.
Setelah itu mengambil piyama couple dari dalam lemari yang sudah ku persiapkan jauh-jauh hari untukku dan suamiku.
Dengan tergesa-gesa Angka memakai piyama nya. Dan ia lalu membuka pintu kamar dengan tak rela.
Ternyata, yang mengetuk pintu adalah suster yang di suruh ibu Kinanti.
Siapa yang berani mengganggu di malam pertama kami selain ibu Kinanti kan?Meskipun setelahnya suster dan ibu beberapa kali meminta maaf pada kami.
Tetap saja garis wajah yang di tampilkan Angka menjadi begitu dingin.
Beliau memberitahu kan bahwa Laras menghubungi sambil menangis dan tidak mau pulang ke rumah ini.
Sudah pasti beliau khawatir karena Laras adalah anak gadisnya yang baru pertama kali kesini sendirian.
Akhirnya tengah malam itu juga, aku dan Angka memutuskan untuk mencari Laras.
Ternyata saat tadi malam Angka mengaktifkan ponselnya, Rangga mengirimkan pesan bahwa ia sudah menemukan Laras.
Tapi saat Rangga membujuk Laras untuk pulang, Laras menolak karena ia takut kalau Rangga hanya lelaki modus yang akan menjebaknya seperti cerita di dalam drama ataupun novel.
Tapi, bukannya drama atau novel itu banyak di angkat dari cerita nyata kan? memang banyak sekali kejadian perempuan menerima pelecehan akibat di jebak.
Rangga menelpon di saat bersamaan Angka meng-silent ponsel nya, akibat dari melihat ku memakai baju dinas malam.
"Laras.. Ayo di makan sayang! " Ibu Kinanti mengelus punggung tangan Laras, karena sedari tadi Laras hanya menundukkan kepala nya.
"Iyah bu.. " Lirih nya, sambil tersenyum dengan manis sekali.
Laras itu ternyata cantik banget, pakaian dan kerudungnya juga sangat sopan. Pembawaannya lembut dan pemalu.
Kalau aku laki-laki sudah pasti akan menyukai nya dari semenjak pertama kali melihatnya.
Tadi malam, kami hanya sempat berkenalan tanpa mengobrol apa-apa.Di dalam mobil menuju pulang pun, Angka tak banyak bicara.
Laras terlihat tak enak hati, dan tak berani menatap wajah kakak angkat nya tersebut.
"Laras.. Kamu baru pertama kali ke Bandung ya? gimana kalau kita hari ini jalan-jalan, explore Bandung.. Ya Angka? " Aku menoleh ke arah suamiku yang hanya diam dan memasang wajah datar tanpa ekspresi.
Sejak pulang dini hari tadi, ia menjadi tak banyak bicara. Dingin kaya kulkas.
"Eh.. Ngga usah teh Pela.. Aku di rumah aja sama ibu.. Udah lama ga ketemu, pengen kangen-kangenan! " Tolak Laras halus, lalu menoleh ke arah ibu Kinan yang tersenyum lembut ke arahnya.
Kebetulan aku di beri cuti satu minggu oleh teh Ayung, oh Iyah.. Jadi inget ada hadiah amplop putih yang belum di buka. Amplop yang ku simpan di dalam laci nakas. Kata teh Ayung harus langsung di buka biar ga terlambat.
Emang apa isinya ya?
Setelah menyelesaikan sarapan bersama, aku dan Angka pamit untuk masuk ke kamar.
Tadinya, aku ingin sekali mengobrol dengan Laras. Sepertinya ia gadis baik yang menyenangkan.
Tapi Angka memaksa ku untuk mengikuti nya masuk ke dalam kamar.
Sesampainya di kamar, ia menarik ku menuju tempat tidur.
"Aku ngantuk..dari malam ga bisa tidur.. Pusing, sakit kepala! " Gerutunya, sambil merebahkan kepala di pangkuanku.
"Iyah.. Pasti pusing kalau kurang tidur.. "Ucapku sambil mengelus kepala nya lembut.
"Bukan.. bukan karena kurang tidur! Hhh.. Kamu ga akan ngerti! "
Aku mengernyit tak mengerti.
"Oh Iyah.. Aku lupa, ada hadiah yang belum di buka.. bentar aku ambil dulu! " Aku beranjak, dan menggeser kepala Angka ke bantal.
"Dari siapa? "
"Dari teh Ayung sama a Senja... " Setelah mengambil amplop dari laci, aku menghampiri Angka yang sekarang sudah beranjak duduk.
"Ma syaa Allah... Ini.. " Saat amplop tersebut di buka, ternyata ada tiket pesawat dan voucher menginap di sebuah resort.
"Gokiiiill... Beneran ini dari teh Ayung sama a Senja? " Angka mengambil tiket dari genggaman ku dan membacanya dengan detail. "Kamu tau ga ini dimana? " Tanyanya, sambil tersenyum sumringah.
"Nggak.. " Jawabku singkat.
"Ora Beach Maluku...Pela sayang..dan resort ini rumah panggung yang dibangun di atas air laut..nginep disini katanya serasa nginep di resort yang ada di Maldives... "
"Masa? "
"Baik banget bos kamu Pel... Ini ngabisin dana lumayan lho dapet resort gini.. buat 3 malam! pesawat nya berangkat kapan? "
"Haaaah? Besok subuh! " Aku membulatkan kedua mata tak percaya, untung saja aku ingat dan segera membuka amplop ini.
"Buruaaan kita packing sekarang! " Angka terlihat sangat antusias.
"Tapiiii... "Raguku, sambil menggigit bibir bawah ku cemas.
"Kenapa? "
__ADS_1
"Aku ga enak sama orang rumah.. Apalagi sama agan.. eh.. eyang.. gimana kalau butuh bantuan aku? " Kataku lirih.
"Kan udah ada suster Eni sama suster Mey.. Kamu ga usah khawatir ya.. kita disana cuma 4 hari 3 malam.."
"Trus.. ibu sama Laras gimana?"
"Ya ampun istrikuuuu... kenapa mikirin orang lain sih! lagian ini tiket takut keburu hangus.. sayang banget kalau ga di pake.. nanti bos kamu kecewa.. Mereka udah ngerogoh kocek banyak buat ini. "
"Iyah sihhh.. Tapi kamu ikut izin sama ibu ya.. ibuku juga, jangan lupa sama eyang! "
"Iyaaah...Lagian kamu emang ga mau ngabisin waktu cuti buat nyenengin aku? "
"Ihhh.. pasti ke arah situ ngomong nya! "
"Ya trus apalagi dong? kalau honeymoon itu emang tujuan nya buat itu kan? "
"Iyaah.. tapi ga usah terlalu frontal juga gimana kalau orang denger.. Kamu mah mesum! "
"Hahaha.. iyaah iyaah.. Ayo cepetan kita packing sekarang! "
"Tapiiii.... "
"Tapi apalagi? "
"Aku ga punya baju renang.. "
"Ga usahh.. " Timpal Angka, sambil mengambil koper besar dalam lemarinya.
"Ko ga usah? kan kalau ke pantai ya buat renang! "
"Ga usah pakai juga gapapa.. tapi cuma di depan aku, dan di dalam kamar! "
Bugggh.
Kepalan tanganku mendarat di dada Angka, dan karena sedikit kuat.. Ia pun meringis.
"Ehh.. Maaf.. Lagian kamu mah otaknya itu mulu! " Aku mencebik, dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju-baju suamiku.
Sedangkan Angka hanya terbahak-bahak dan mengekor langkahku dan mendekapku dari belakang.
Ternyata, pacaran dengan pasangan halal itu bisa sebahagia ini yaa...
Bebas mau ngapain aja tanpa takut dosa.
Apalagi, menikah dengan orang yang kita cintai. Lengkap sudah kebahagiaan ini.
Hidupku memang sudah sulit sejak kecil, terpaksa didewasakan oleh keadaan kadang membuat ku bertanya, apakah aku bisa merasakan bagaimana rasanya bahagia?
Alhamdulillah.. Kehidupanku dan keluarga ku berangsur-angsur membaik.
Bertemu dengan orang shaleh,seperti teh Ayung dan A Senja.. Sebagai wasilah yang membawaku menjadi Pelangi yang lebih baik lagi.
Sekarang,bisa menjadi istri seorang Angkasa tak pernah ada dalam mimpiku, karena dari dulu aku sudah sadar diri. Angkasa sangat tinggi dan sulit untuk ku gapai.
Ternyata,
Tak ada yang tidak mungkin kalau Sang Maha Pemilik Kehidupan sudah berkehendak bukan?
"Hey.. Kenapa ngelamun? " Angka menepuk bahuku pelan. "Kamu udah ga sabar ya pengen cepet-cepet berduaan sama aku? "
Aku mendelik, namun Angka tiba-tiba menyerbu wajahku dengan kecupan bertubi-tubi.
Naah.. Ini lagi, apa semua lelaki emang suka frontal dan blak-blakan kalau menyangkut tentang ini?
***
Angkasa
Gokil!
Satu kata yang tepat untuk pasangan bos istriku itu.
Ada ya, bos yang loyal seperti ini?
Aku jadi penasaran sebaik apa mereka dan ingin sekali kedepannya belajar banyak hal.
Tertarik dengan usaha yang di geluti oleh a Senja. Kata Pela, ia mulai membuka lapangan usaha baru baru dengan mendirikan sebuah travel umrah dan haji.
Perusahaan mendiang papaku bergerak dalam bidang properti, Kira-kira apakah yang bisa aku lakukan untuk bisa mengambil alih jabatan.
Sudah terlalu lama di kelola oleh om Rudi, setelah pulang dari Maluku nanti aku akan mencoba bertemu dengan nya.
Hhh..
Kuliah ku saja belum kelar, dan sekarang sudah ku terlantarkan begitu saja.
Apa lulusan SMA sepertiku bisa menjadi seorang pengusaha?
Aku jadi menyesal, dulu tak pernah mengindahkan perkataan Pela agar memikirkan pendidikanku.
Aku sudah menjadi seorang suami, dan harus menafkahi keluarga dan istriku dengan hasil jerih payah ku sendiri.
Kini kami sedang berada di dalam pesawat menuju Maluku. Sebuah pulau di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan suku dan budayanya, dimana satu daerah saja bisa memiliki banyak bahasa, makanan khas, juga lebih dari satu jenis rumah adat.
***
__ADS_1
"Pel.. Bentar lagi landing.. Ayo bangun! " Aku menepuk pipi Pela dengan lembut, ia tertidur selama di perjalanan.Kasihan sekali, ia memang kurang tidur karena menyiapkan barang-barang kami.
Malam ini tak jadi lagi!
Ga lucu kan kalau gara-gara kecapean, akhirnya subuhnya kami ga jadi berangkat?
Tadi siang, aku sempat tidur beberapa jam. Sedangkan ia sibuk pergi ke mall untuk membeli baju renang dan keperluan lain nya.
Saat aku memaksa untuk mengantarnya, ia menolak dan lebih memilih untuk pergi sendiri.
"Udah sampai? " Ia sedikit menggeliat dan kerudung pasmina nya tersingkap.
"Eehh.. " Dengan cepat aku menutup tubuhnya dengan jaket yang akan aku pakai.
"Kamu jangan ngulet kaya tadi Pel! gimana kalau ada orang lain yang liat! "
"Oh Iyah.. maaf..lupa kalau kita lagi di tempat umum.. hehhe! " Ia terkekeh, sambil mengembalikan jaket padaku.
"Kamu pakai aja.. Aku ga mau ya, kalau sampe kerudung kamu ga mengulur ke bawah sampe perut! Kenapa sih harus pakai kerudung pendek gini? " Ketusku, sambil membantunya memakai jaket.
"Iyah.. Maafin.. tadi buru-buru, ga sempat ganti!"
Beberapa menit kemudian, kami sudah berada di dalam mobil di antar oleh seorang supir menuju ke Pelabuhan TulehuTulehu-Amahai.
Karena memakai jasa travel. Saat sampai di pelabuhan pun, supir tersebut yang membelikan kami tiket kapal.Katanya ini sudah masuk dalam paket.
Jadi kita ga perlu repot-repot untuk mengantri dan berjibaku dengan penumpang lainnya di loket pembelian.
Kami pun diantar langsung oleh supir menuju fast boat sampai duduk di kursi yang sudah tertera pada tiket kapal.
***
"Ma syaa Allah... " Istriku berdecak kagum, melihat pemandangan indah di depan kami.
Deretan cottage di atas air laut yang hijau, menampilkan pemandangan biota laut yang mempesona.
Karang, dan koral pun bisa terlihat dengan jelas, karena kondisi air laut di sini sangat jernih dan tidak berombak.
Tak hanya itu, tebing batu yang menjulur tinggi ke langit, hutan liar yang masih terjaga menjadi bonus bagi pengunjung yang suka tantangan.
Konon katanya,pantai Ora ini tidak terjamah manusia, warga sekitar pun tidak menjadikannya lokasi wisata. Para nelayan hanya melewati bibir pantainya saat melaut.
"Kamu bahagia? " Aku memeluk Pela dari belakang, saat ini kami sedang memandang air laut yang kehijauan dari balkon kamar.
"Mhhmm.. Iyah.. Ini pertama kali nya aku ngeliat laut secara langsung..liat deh,air nya sejernih itu! " Tunjuk nya sangat antusias.
"Kita datang di waktu yang tepat..antara bulan Maret sampai Agustus,adalah Masa-masa di mana air laut disini sangat jernih.Sama penduduk setempat disebut dengan tado licin. Artinya, air laut yang sejernih gelas."
"Oh ya? "
"Kamu pengen coba snorkeling? "
"Mauuu.. "
"Tapi kita istirahat dulu ya.. Ayo kedalam! "
Pela mengendurkan pelukan.
"Jangan takut.. Aku ga akan maksa kamu kalau kamu belum siap! Aku tau.. Kamu masih takut kan? "
"Maaf.. "
"Kenapa harus minta maaf? "
"Aku takut kamu ga ridho.. Nanti Allah juga ga ridho sama aku, kalau aku nolak memberi hak pada suami! "
Aku mengulum senyum, lalu mendekap nya erat. "Aku ridho.. Sampai kamu benar-benar siap, makasih ya udah mau jadi istriku.. mungkin aku ga bisa nyusun kata-kata manis atau romantis kaya orang lain.. Tapi,sungguh Pel.. Aku sayang dan cinta sama kamu karena Allah.. "
Pela tersipu, dia merekatkan pelukan nya.
Setelah kurang lebih 1 jam beristirahat, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pantai. Menikmati hijau nya bukit yang mengelilingi.
Aku dan Pela berjalan bergandengan,membiarkan kaki telanjang merasakan butiran-butiran pasir putih dan merasakan kelembutannya.
Di saat telapak kaki tenggelam didalamnya, partikel-partikel air yang ada menjadi terapi alami yang berbeda dengan terapi-terapi ala perkotaan. Sesekali ombak kecil menyapa kaki kami.
"Kamu udah siap buat snorkeling? " Tanyaku, saat kami baru selesai berfoto-foto di pantai berbatu di belakang dermaga.
"Hayuu.. Aku mau coba, tapi ga dalam kan? "
"Kita cuma perlu menyelam sedalam 2-3 meter, udah bisa liat terumbu karang yang indah..warna-warni ikan yang berlalu lalang sama bulu babi dan bintang laut berduri." Jelasku,dan di jawab dengan anggukan antusias nya.
Senyuman indah terukir di bibir ranum miliknya.
Kamu tau Pela...
Senyuman kamu sangat indah dan berkilau.
Jika ora beach terkenal dengan julukan 'permata di ujung pulau Seram'.
__ADS_1
Maka kamu pantas mendapat julukan 'Tiram yang tumbuh menjadi Mutiara berharga di balik kerang '
***