Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Can't Smile Without You...


__ADS_3

Angkasa


Oh My God.... Pela!


Apa ini? kenapa tiba-tiba si bebek memelukku? Ga tau kah dia kalau yang dia lakuin ini bisa bikin aku berbuat yang lebih!


I'am normal.


And I 'am a Man.


"Ehhh.. Ma-maaf Angka... a-aku terlalu seneeng.. Aku ga nyangka bisa liat pemandangan seindah itu... teruus.. ayunaan itu... " Pela melepaskan pelukan.


But, Wait..


"Sebentar aja... " Aku menariknya ke dalam pelukan dan mendekapnya erat.


"A-Angkaaa... "


Mungkin saat ini, hanya suara detak jantungku yang terdengar semakin kencang.


Perasaan apa ini?


Aku menghirup dalam-dalam aroma lembut rambut nya,dan seketika itu juga... berbagai perasaan menyeruak di dalam dadaku.


Aku suka sekali wanginya.


"Angkaaaaa... aku eungaaaap! " Pela mendorong tubuhku. Dan dia langsung melengos ke arah pintu menuju tangga. "A-aku mau ke bawah dulu... itu.. itu pasti kalau jam segini ibu butuh bantuan aku..."


Aku masih terpaku di tempat aku berdiri sambil memegang dada sebelah kiri.


Pelangi.....


What should I do?


***


"Heehh..! Apaan sih lo senyum-senyum sendiri kaya gitu? kaya pasien yang di jl. Riau lo! "


"Sialan! " Aku menggeplak kepala Andi.


"Lagian lo dari tadi ngelamun trus senyum -senyum sendiri! " Andi mengusap kepalanya.


Aku langsung tersadar, dari tadi aku memang terus memikirkan si bebek dan kejadian tadi malam.


What a crazy thing.. Aku juga ga tau kenapa. Lagi-lagi aku ga bisa tidur tadi malam.


GAWAT!


Seperti inikah rasanya menyukai seseorang?


Tapi kenapa cewek itu si bebek?


Arrrrrgggh...


Apa yang ada di benak nya kalau sampai dia tau. Mungkin aku akan di ledek terus-terusan.


"Cepetan! kita di tunggu sama ketua PPA! " Andi menarikku menuju ke lapangan.


Iyah, tadinya aku tidak jadi ikut kegiatan ini. Tapi teman-teman ku memaksa dan aku terpaksa jadi ikut.


Aku dan Andi berjalan menuju lapangan, sebentar lagi rombongan PA dan OSIS akan segera berangkat menuju Lembang bersama-sama menggunakan kendaraan bus yang sudah di sediakan panitia.


Kami pun berbaris, mungkin ada sekitar 15 orang anggota PA dan 17 orang anggota OSIS. Dan beberapa senior pembimbing.


"Ok guys... Kita akan menginap satu malam disana.. Persiapkan diri kalian... " Seru kang Raka ketua PPA.


Dan kami pun mengikuti Intruksi nya untuk masuk ke dalam bus yang sudah terparkir di halaman depan sekolah.


Semua sudah siap dan duduk di seat masing-masing.


"Kang Rakaaaaa....... Tungguuuuu! " Ada seseorang berteriak di luar sana dan mengetuk-ngetuk pintu bus.


Aku terbelalak, ternyata orang itu adalah Pela.Ko dia jadi ikut?


Kondektur pun membuka pintu bus, dan si bebek masuk dengan tergesa. Hingga kepala nya membentur pintu.


"Awww... " Ia meringis, dan mengusap-usap kepalanya. Sambil nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Hati-hati Pel... ga akan di tinggal juga! " Kata kang Raka, sambil selanjutnya memberi intruksi pada kondektur bahwa semua anggota sudah lengkap.


Ku lihat. Si bebek mengedarkan pandangan, mencari seat yang kosong.


"Pela kamu duduk di sebelah belakang sana.. seat samping Angkasa masih kosong. Kamu gapapa kan duduk di belakang?" Tanya kang Raka, dan di jawab dengan anggukan oleh Pela.


Dia pun berjalan menuju ke arahku, dengan wajah datarnya ia pun duduk tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


Daamm.. si bebek kenapa cuek?


Apa dia lupa kejadian semalam?


Atau cuma aku yang ngerasain sesuatu?


Arrrrggh... Never mind!


Jadi kamu mau bersikap seolah ga terjadi sesuatu?


Ok... You sell, I'am Buy and Pay.


Aku pun memalingkan wajahku ke arah jendela. Dan Bus mulai bergerak meninggalkan pelataran sekolah.


"Sorry bro.. lo pindah duduk kesana! " Rangga menghampiri kami dan mengusir anggota OSIS yang sedang duduk dan mengobrol dengan teman nya.


"Pelaa.. "


"Hmm.. "


"Akhirnya kamu ikut juga! " Ucap Rangga sumringah, dan tiba-tiba Andi dan Marvel pun menghampiri kami.


Apa-apaan mereka! mengerubuti si bebek,udah kaya semut dapet gula.


"Ini gara-gara dia tuh! " Pela menunjuk Andi. Dan yangbdi tunjuk hanya tertawa.

__ADS_1


"Hahahha.. Ga akan rame kalau ga ada kamu Pel. " Ucapnya, sok-sok an manis.


"Jangan-jangan lo sengaja gabungin acara ini sama anak OSIS? " Tanya Marvel, dan lagi-lagi Andi hanya tertawa.


Sialan juga si Andi, memamfaatkan wewenang dengan ngatur acara seenaknya!


"Hahhh... what the? "Marvel mengumpat, sambil membaca pesan yang ia terima.


"Kenapa lo? " Tanya Rangga penasaran.


"Si Evelyn nyusul.. katanya dia sengaja nyewa villa lain sama temen-temen nya dan ngadain bbq party disana."


"Serius?"


"Waaah.. cewek lo tuh Vel.. bener-bener! lo udah kaya suami takut istri.. posesif gila tuh cewek lo! lagian lo nurut banget sama dia! " Seloroh Andi.


"Mampus gue pasti ga bebas kalau dia ngikut! " Keluh Marvel.


Aku menoleh ke arah Pela yang terlihat tidak menggubris percakapan. Dia mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca nya.


Si bebek ini.. apa hidupnya ga bisa kalau ga belajar? Ini bukan waktunya buat belajar.. tapi bersenang-senang.


"Pela.. ibu kamu udah sembuh? " Tanya Rangga, sok perhatian.


"Alhamdulillah udah.. " Jawab Pela singkat.


"Sekali-kali kamu harus thing about your self Pel.. Masa mikirin belajar terus? hidup kamu serius amat! " celoteh Andi. "Sorry deh kalau aku maksa.. kamu ga akan nyesel ikut kegiatan ini.. "


Pela menghela napas.


"Simpen bukunya! " Rangga mengambil buku yang di pegang Pela, dan memasukkan nya ke dalam tas.


Sedari tadi, aku hanya menjadi pengamat tanpa mengatakan apa-apa.Memperhatikan gerak gerik si bebek yang cuek, entah kenapa membuatku jadi kesal sendiri.


"Guyss..... siapa yang mau nyumbang nyanyiin lagu? " Tiba-tiba kang Raka mengeluarkan suara, sambil membawa gitar dan berdiri menghadap kami semua.


Rangga maju ke depan. Ia mengambil gitar dari kang Raka dan duduk di seat dekat supir.


"Waaw.. waaw Rangga.. si penakluk wanita.. Kali ini siapa target sasaran nya Ngga? " Seloroh kang Raka, dan Rangga hanya senyum sambil menyetel senar gitar.


Rangga pun mulai memetik gitar dan memainkan intro..


E C#m...


A E..


E C#m...


A E


Kedengarkan intro itu dengan seksama. Aku seperti familiar dengan lagu ini.. Lagu lama.


Sandy Canester.


Be My Lady, Be the One...


Aku menoleh ke arah Pela, dia sedang tersenyum sambil terus memperhatikan Rangga.


You brought a light for me


The taste of your sincerety


Build me a world to believe..


But still there’s a doubt


In you for lovin’ me


Know deep down inside


You see what’s in me..


Suasana di dalam bus, berubah hening.. karena semua sedang mendengarkan lagu yang di bawakan oleh Rangga penuh penghayatan.


Be my lady, be the one


And good things will come to our heart


You’re my lady, you’re my one


Give me chance to show you love.....


Be my lady, be the one


And good things will come to our heart


You’re my lady, you’re my one


Give me chance to show you love.....


Hatiku mencelos, lagu itu udah kaya pernyataan cinta atau lagu buat nembak gebetan!


Jadi si Rangga serius suka sama si bebek?


Semua yang ada di dalam bus pun ikut bernyanyi mengikuti alunan dan petikan gitar yang di mainkan oleh Rangga.


Kecuali aku.


Aku menarik sudut bibirku, pikiranku menerawang jauh.. mengingat masa lalu, hampir setiap hari aku menghabiskan waktu bersama si bebek.


Saat aku mengajarinya bermain layang-layang.


Mengajari nya bermain sepatu roda..


Menjahili dan menakutinya masuk ke dalam goa Jepang..


Perahu kertas..


Dan masih banyak lagi kenangan yang tiba-tiba bermunculan di dalam benak dan ingatan,Seiring lagu di nyanyikan.


"Angkaaa... "

__ADS_1


"Angkaaa.. "


Aku terperanjat, menoleh ke samping Pela sedang mengguncang -guncang bahuku.


"Hmm.. Apaa? "


"Itu di panggil Rangga! "


"Angkasaaa... Angkasaaa! "


Aku menatap heran ke arah semua orang, pasalnya hampir semua menyerukan namaku.


"Guys... kita sambut nih.. Angkasa !"


"Ngga.. ngga.. gue ga bisa! " Tolakku, aku paling malas jika harus tampil ke depan.


"Angkasaa.. "


"Angkasaaa... "


So dammmm...


"Ok.. gue ke depan! tapi gue cuma main gitar... yang nyanyi harus Pelangi! "


Pela membolakan kedua mata nya, ia lalu menatapku dengan tatapan menghunus. Dan yang terbaca olehku adalah.... Awas kamu Angka!


"Pelaa... Pelaa.. "


"Ayo Pelaa... maju dong, masa calon juara umum sekaligus calon wakil ketua OSIS ga mau maju! " Desak kang Raka juga teh Maura.


Aku beranjak, dan menarik tangan Pela.Dia akhirnya mau mengikuti dan duduk di seat dekat pak supir yang tadi Rangga duduki. Sementara aku.. duduk di salah satu seat depan dan berhadapan dengan nya.


Aku pun mulai memetik gitar, dan memainkan intro.Ayo bebek.. Apa kamu masih ingat lagu ini? Lagu lawas tahun 78an milik Barry Manilow yang selalu di putar oleh papah... Dan sering kita dengarkan bersama saat bermain di rumah.


G


Em


Am7


D7


Pela terdiam, dia mengernyitkan dahi dan menatapku. Aku tersenyum dan lalu dia ikut tersenyum dan menganggukkan kepala.


You know I can't smile without you


I can't smile without you


I can't laugh and I can't sing


I'm finding it hard to do anything..


You see I feel sad when you're sad


I feel glad when you're glad


if you only knew what I'm going through


I just can't smile without you...


You came along just like a song


and brighten my day


who would of believed that you where part of a dream


Now it all seems light years away


(And now you know) I can't smile without you


I can't smile without you


I can't laugh and I can't sing


I'm finding it hard to do anything


You see I feel sad when your sad


I feel glad when you're glad


If you only knew what I'm going through


I just can't smile....


Without you....


Kami berdua saling menatap lekat dan saling melempar senyum penuh arti. Beriring dengan teman-teman yang hafal lagu ini ikut menyanyikannya.


Kamu tau bebek.. Satu hal yang baru ku sadari, bahwa aku ga bisa tersenyum tanpa kamu.


...****************...


-


-


-


-


Bab kali ini mengandung kenangan lagu lawas yang dari dulu sampai sekarang masih sangat enak di dengar... Hehhe buat yang tau lagu Sandy Canester, fix kita seangkatan ,Author waktu itu baru setahun lulus SMA dan suka banget lagu ini... Juga lagu Barry Manilow yang sering jadi backsound drama remaja di Indosiar.... 😁😅


Jadi senyum sendiri, mengenang masa-masa ABG yang kalau main atau nongkrong sama tmn2,nyanyi2 sambil main gitar.... Akh... Memang masa paling indah.. masa2 saat sekolah..


Perjalanan menuju hijrah memang ga semua nya gampang dan mudah... itu yang Pela jalani nanti....ketika hidayah datang dari hati, seringkali kita ingkar dan di nanti2 atau di tunda2.. Karena dulu author sendiri merasakan proses menutup aurat dengan sangat lama dan perlahan...


Readers...Tetap Semangat yaaa! Fighting!!


You know,


I can't smile without you.... 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2