
Pelangi
"Ini gara-gara kamu! " Aku menyenggol tubuh Angka yang sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada tembok.
Dia hanya terdiam.
"Cepetaaaaan bantuin! " Aku melempar sapu ke arahnya. "Masih untung cuma di kasih hukuman beresin perpustakaan.." Dan aku pun mulai menyapu lantai.
"Aku ga bisa nyapu! " Jawabnya enteng.
"Iyah juragan mah mana pernah nyapu kalau di rumah..tapi ini bukan rumah!" Aku mendelik.
Ku lihat ia mulai memegang sapu nya, dan mengibas-ngibas asal.
"Bukaan gitu Angka.. kalau begitu caranya, nanti debu nya balik lagi! Ya udah sini aku aja yang nyapu.. kamu beresin buku aja! "
Dan ia pun berjalan menuju tumpukan-tumpukan buku yang berserakan di meja ataupun di bawah rak. Memperhatikan satu persatu dan mulai menyimpan nya ke dalam rak buku.
Setelah selesai menyapu, aku pun menghampiri Angka dan membantunya merapihkan buku.
"Lho... ini urutan nya bukan ini.. " Aku mengambil buku yang sudah di tata oleh Angka, dan memindahkan nya sesuai genre. "Kalau buku agama di ujung sana! tentang olahraga di rak paling depan, duuuh.. ini masa buku Sejarah di satuin sama Fiksi sih! " Gerutuku, sambil bolak-balik menyusun ulang.
"Cerewet.. Yang penting cepet selesai! "
"Ehh mana bisa? nanti yang nyari buku bakalan puyeng kalau ngacak kaya gitu! "
"Ribet! "
"Siapa yang ribet? emang udah rules nya begitu! " Aku mengambil kursi plastik yang ada di sudut, meletakkan nya di bawah rak buku fiksi karena kebetulan rak yang masih kosong adalah yang paling bagian atas, aku berencana menyimpan buku-buku yang tenggorok di lantai itu disana.
Saat sedang merapihkan buku, aku melihat berjejer banyak sekali buku-buku fiksi dari jenis novel dan terkenal di Indonesia seperti Bumi Manusia ,Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer, Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata,Negeri 5 Menara oleh Ahmad Fuadi,Hujan Bulan Juni dan masih banyak lagi novel karangan penulis legend di Indonesia.
Akhirnya, setelah beberapa waktu. Aku bisa menyusun buku-buku dengan sesuai dan pada tempatnya.
Aku mengambil salah satu novel, yang berjudul Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang diciptakan pada tahun 1989.Dan membacanya.
"Tidak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu."
Aku membaca salah satu puisi,dan bagiku entah kenapa puisi ini mengandung arti yang sangat dalam.Meskipun tak faham.
"Kamu tau... makna dari puisi itu? " Tiba-tiba Angka mendekatiku.
"Tidak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni,menggambarkan kasih sayang.Dari kata itu, penulis ingin menggambarkan ketabahan dari hujan yang emang ga turun kebumi di bulan Juni."
__ADS_1
Aku mengernyit, aku memang tidak terlalu menyukai karya satra. Tapi Angka?Oh iyah aku lupa.. Mamah nya kan seorang penulis.
"Bulan Juni udah masuk musim kemarau, jadi jarang bahkan nyaris ga pernah terjadi hujan turun di bulan ini. Artinya mengarah pada ketabahan, kesabaran seseorang buat menyampaikan sayang dan rindunya pada orang yang di cintainya." Angka duduk di lantai, setelah mengambil salah satu buku dari rak.Aku pun mengikutinya dan duduk di sebelahnya.
"Terus? " Tanyaku penasaran.
"Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni... makna nya dia bisa dengan ketabahan bertahan tidak menyatakan sayang dan rindunya."
"Kalau.. Di hapusnya jejak- jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu,artinya apa? " Tanyaku lagi.
"Artinya dia ingin menghapus keraguan dengan prasangka jelek dalam sebuah penantian. Dan larik.. Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni.. memiliki makna dia pintar dalam hal menyimpan, menyembunyikan rasa sayang dan rindunya sama orang yang dia cintai."
"Kenapa begitu? bukan nya mengutarakan perasaan pada orang yang kita suka itu wajar? "
Angka menggendikan bahu. "Ga semua orang bisa menyampaikan rasa sayang lewat kata-kata.. tapi hanya dengan tindakan.. "
Aku terdiam, tapi sesaat kemudian berujar. "Tapi.. lebih baik kalau jujur.. aku ga setuju! kenapa cuma bisa memendam perasaan tanpa menyampaikan? "
"Bebek! emang semua orang sifatnya kaya kamu! " Angka memukul kepalaku dengan buku.
"Aww... " Aku meringis, pasalnya ia menggunakan buku yang tebal dan aku ga terima.
Buuugh.
Aku membalas memukul kepalanya juga, tapi rugi.. karena bukuku lebih tipis dari buku yang ia pegang.
"Arrgh.. " Ia malah kembali memukulku, tapi kali ini tak sekeras tadi.
"Kamu mah gitu! aku tuh cewek.. harusnya kamu perlakuin cewek itu dengan lembut! "
"Emang kamu lembut? kamu bar-bar! hahahaha... " Dia malah menertawakan ku sambil berlari.
"Enak aja! kamu belum liat aja sisi feminin nya aku! kalau aku make over.. semua cewek lewaaat! " Candaku, dan di balas dengan tawa yang semakin kencang.
"Ahahahaha..... mimpi! kamu ngatain aku narsis.. sendirinya kamu lebih dari narsis!yang ada kamu kalau di make over bukan nya cantik tapi kaya ondel-ondel! liat idung kamu ga nyampe 3 cm! kamu bukan Narcissus.....Tapi badut sirkus! "
"Eehh.. jangaaaan! Haaa.... Hatciiiiiim! " Angka pun langsung bersin."Waaah bebek! kamu juga sama ini termasuk bullying!" Angka menghampiriku dan lagi-lagi ia memencet hidungku. "Biar hidung kamu mancung! Hhaa.. Hatciiiiiiim! " Dan tebak...air liur dari mulutnya tepat dan nyiprat mengenai wajahku.
"Angkasaaaaa! nyebelin nya kamu itu udah level paling tinggi tau ga..joroooooook! ihhh jijik... a-aaku... Haaa.. Haactciiiiiiiiim! "
"Hahahaha.... Satu sama... "
"Awas aja balesan aku nanti bakalan lebih dari ini! " Ancamku, sambil mengucek-ngucek hidungku karena gatal. "Virusnya nulaar.. Haa... Hatciiim! " Aku mendelik.
Sambil bersin-bersin, aku mulai kembali membersihkan ruangan.
Baiklah aku mengalah, si badger bakalan lebih kejam kalau aku terus meladeni nya.
Aku beralih membersihkan ruangan sebelah, dimana terdapat sebuah globe yang di letakkan di meja.
Membersihkan debu yang mulai menebal, dengan kemoceng seadanya.
Pikiranku menerawang, melihat globe seketika membuatku membayangkan betapa luasnya dunia ini... Di Bandung saja, yang memiliki luas kurang lebih 167,3 km².Belum pernah aku pijak seluruh nya.
Apalagi, dunia?
Yang luasnya 510,1 juta km² ?
Ya Allah....Yang Maha Besar.
Membayangkan nya saja, aku merinding.
"Angka... Liat deh.. kamu pernah bayangin ga sebesar apa jagad raya atau alam semesta ini? " Tanyaku, sambil menunjuk ke arah replika atau miniatur tata surya yang tersimpan di sebelah globe.
Angka menggendikan bahu.
__ADS_1
"Ilmuwan memperkirakan diameter alam semesta sekitar 93 miliar tahun cahaya. Kalau kita ngebayangin alam semesta ini berbentuk seperti bola, berarti volumenya besar banget kan? "
Angka menghampiriku.
"Kecepatan cahaya itu sama dengan 300 ribu km per detik. Bahkan dengan kecepatan seperti itu, butuh 93 miliar tahun bagi cahaya buat mengarungi alam semesta dari ujung ke ujung. Dan itu cuma perkiraan para ilmuwan lho, besar kemungkinan luas alam semesta yang sesungguhnya jauh lebih besar lagi!"
"Kita cuma butiran debu... " Ucapnya sambil memegang salah satu planet.
"Bukan debu... bahkan atom yang kata Alton merupakan bagian partikel terkecil pun, ternyata masih ada lagi.. kita itu udah kaya quark.. malah bisa di bilang anti quark, God Particle dan punya nama lain Higgs boson."
"Aku ga ngerti.." Angka kembali memainkan replika tersebut.
"Ini ada di Al-Qur'an,kalau ga salah di surat Yunus ayat berapa ya aku lupa. tentang sekecil Zarrah itu! Makanya.. aku suka ga ngerti, sama orang yang sombong. Kita itu ga ada apa-apanya.. Apalagi di hadapan NYA. "
"Pelaa..udah.. udah.. jangan bahas yang kaya begitu.."
Aku pun merengut, "Itu kan pengetahuan Ka! " Aku duduk di sebuah bangku kayu sambil mengedarkan pandangan, "Udah rapih.. tapi kita belum bisa balik ke kelas, kata nya nanti kalau jam pelajaran udah istirahat aja! aku jadi ketinggalan banyak pelajaran! " Keluhku.
"Sekali-kali jadi siswa yang ngelanggar peraturan.. "
"Iihh enak aja! udah mahal-mahal sekolah trus di sia-siain gitu aja."
Angka mendekat, dan duduk di sebelahku.
"Btw, Angka... kira-kira 10 tahun lagi kita jadi apa ya? eh jangan.. 5 tahun kedepan deh.. aku jadi apa ya? "
"Ya kalau panjang umur! " Jawabnya.
"Ya ngedo'a dong, emang sehabis shalat kamu ga pernah do'a? jangan sampe kelewat lho.. itu amalan yang pertama kali di hisab! "
Angka tersenyum kaku, "Iyah.. aku akui, aku emang jarang shalat! " Ucapnya sambil memegang tengkuk.
"Aku juga akui sih, belum tentu shalatku di terima atau ngga nya.. trus aku juga masih belum bisa menjalankan kewajiban buat menutup aurat. " Aku menunduk, dan mengacungkan kakiku bergantian seperti anak kecil.
"Cita-cita kamu jadi apa? " Tanya Angka.
"Aku...pengen jadi orang sukses..." Jawabku singkat. "Kalau kamu? "
"Aku pengen jadi orang yang bahagia.. hidup tenang.. "
Aku mengernyitkan dahi. "Definisi bahagia yang seperti apa? "
Dia lagi-lagi menggendikan bahu,"Ga tau.. aku gatau mau jadi apa.. yang penting bahagia.. "
"Kalau aku harus jadi orang sukses.. entah jadi apapun itu, yang penting aku bisa ngebahagiain ibu dan Fajar. "
"Kamu ga capek segiat itu belajar trus pulang sekolah masih harus kerja?"
"Ketika kenyataan ga berjalan sesuai keinginan, dan aku di tuntut untuk menjalani kenyataan."
"Apa sampai nanti kita bakal dekat seperti ini? " Dan entah mengapa, ada sesuatu yang berbeda dari pertanyaan yang di lontarkan Angka.
"Maksudnya? " Aku menggeser badanku hingga menghadapnya.
"Never mind... lupain! " Dia beranjak, dan berjalan menuju rak-rak buku lagi.
Ada apa dengan Angkasa?
***
-
-
-
__ADS_1
Dengan menulis, Alhamdulillah author jadi ikut belajar.. Karena setiap kali mau up, di usahakan pelajarin dulu kerangka cerita nya,dan mempertimbangkan pgn up bab tentang apa yang bisa menambah kebermamfaatan.. Meski novel ini remahan, Tapi sengaja banget googling atau cari referensi lewat buku pribadi, biar author juga belajar dan ga asal tulis.Alhamdulillah..sambil menyelam minum air.. sekali dayuh, dua tiga pulau terlampaui seperti kata Senja. Terimakasih buat para readers yang masih setia membaca novel author yaa... Maaf ga tentu waktu up..dan mohon maaf kalau masih banyak banget kekurangan.. hehhe..
In syaa Allah malam up lagi.... semoga lgsg lolos review... 😘💕💕..