Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Si Badger Madu...


__ADS_3

Rangga


Dari kami berempat, antara aku.. Angkasa, Andi dan Marvel. Bisa di bilang mungkin akulah yang mulai tertarik pada kepribadian Pelangi.Bukan nya menyukai dia... hanya kagum dengan sikap pemberaninya, sifatnya yang kuat dan tegar meski sering kali di ejek ataupun di pandang sebelah mata.


kalau dilihat-lihat...dan di perhatikan Pelangi memang tak secantik Syifa Hadju ataupun Pevita Pearce. Tapi wajahnya yang khas pribumi ternyata sangat menarik,jika di pandang dari dekat.


Sebelas dua belas tipe-tipe wajah Raisa.. Dian Sastro ataupun Alisa subandono. Kesan awal memang manis.. tapi semakin di perhatikan semakin menarik dan sangat enak di pandang mata.


Pakaian dan barang yang di kenakan nya ga modis bahkan jauh dari kata modis dan branded,mungkin saja hanya ia beli di pasar loak dan emperan kaki lima. Tapi terlihat semampai dengan body language yang berbicara.


Tadi sebelum masuk kelas, aku mendengar desas desus tentang Evelyn yang sengaja membuat gosip bahwa roti yang di jual Pelangi basi.


Si Marvel demen sama dia? betah banget dia pacaran sama Evelyn.. cewek yang memang siapapun akui bahwa ia sangat cantik, tapi cantik aja ga cukup kan?.. kalau kelakuan nya minus?


Setelah memikirkan cara bagaimana bisa dekat dengan Pelangi, akhirnya ide cemerlang terlintas di kepalaku. Akan ku beli semua rotinya dan aku akan mengajaknya membagi-bagikan roti itu untuk anak-anak jalanan di depan rambu lalu-lintas sana.


Bagaimana kalau pada akhirnya aku beneran bakalan suka?


Terserahlah.. itu urusan nanti, urusan belakangan.. yang penting menang. Berbagai cara akan aku lakukan.


***


"Hai Pelaaa... "


Ia mengerutkan dahi.


"Ko kamu tau nama aku Pela? " Tanyanya keheranan.


"Cuma kamu di sekolah ini yang punya nama unik.. " Jawabku jujur, memang kenyataan nya seperti itu.


"Yuuk.. kita cepet-cepet... lokasi dimana? soalnya aku habis ini mau langsung cus kerja. "


Kini giliranku mengerutkan dahi, "Kamu kerja? dimana? " Tanyaku penasaran.


"Sebenernya sih hari ini baru hari pertama ..hehhe." Ia pun terkekeh, lalu senyum dan berhasil membuat aku terpana.


Ko baru sekarang aku memperhatikan, cewek semanis Pelangi. Kulit kuning langsat nya justru membuat ia semakin manis.


Baru menyadari kalau ternyata cewek di hadapanku ini sangat menarik. Aku berpendapat... seorang cewek cantik itu belum tentu terlihat manis, tapi cewek manis sudah pasti cantik.


Kalau nenek aku bilang, cewek seperti Pelangi ini "nyari"... bukan geulis gunung(cantik gunung). Gunung itu kalau di liat dari kejauhan indah kan? tapi pas udah dekat.. ternyata biasa aja.


"Hey kamuuuu! " Pelangi menepuk bahuku.


"Eh.. iyah? " Aku terperanjat.


"Ngelamun! hayu buruuuuuu... aku nanti telat kerja!" Ucapnya sambil berjalan dengan cepat di depanku.


"Tunggu... Pelangi.. naik motor aku aja! "


"Ga mauuu.. aku mau pake sepeda! "


Sambil tak berhenti tersenyum, akhirnya aku pun mengikuti ia yang mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang.


Kulihat ia berhenti dan memarkirkan sepeda nya.Aku mengikuti dia. Lalu ku parkirkan motorku di samping sepeda jadulnya.


Oke..


Satu sifat yang kupahami dari nya, ia ternyata seorang perempuan yang dominan.


Terbukti sekarang, ia bukan tipe cewek lenje yang malas di ajak untuk hal-hal semacam ini.


Pelangi...


I think I've start to fallin'....


***


Pelangi


Selesai membagi-bagikan roti pada anak-anak jalanan,aku langsung pergi ke tempat kerja.

__ADS_1


Karena jaraknya yang lumayan jauh, aku mengayuh sepedaku dengan cepat. Sesekali menyeka peluh yang menetes di dahiku.


Fiuuh..


Memang sangat melelahkan, bajuku pasti basah karena keringat.


Untung aku bawa baju ganti.. yaa.. meski baju yang di pakai masih itu-itu saja sih. Cuci pakai ganti.. cuci pakai ganti. Aku cuma punya beberapa celana panjang dan kaos oblong saja. cardigan pun hanya dua.


Ada perasaan ingin... ingin sekali malah, punya dress atau rok seperti cewek-cewek lain kebanyakan. Tapi aku ga bisa pakainya.. sulit untuk mengendarai sepeda jika kemana-mana.


Rasanya sudah lama sekali aku tak membeli baju.. terakhir kapan ya?


Biasanya aku beli di Gasibu... salah satu pasar kaget di Bandung yang menjadi favoriteku berbelanja. Selain murah.. barang apapun ada disana.


Selain belanja.. bisa juga wiskul aneka jajanan,seperti cimol.. cilok..cilor.. lumpiah basah, bakso, batagor, semuaa ada.


Tik.. tik.. tik..


Tiba-tiba rintik hujan turun dari langit membasahi bumi. Ini masih setengah perjalanan menuju counter.. tapi hujan turun dengan derasnya.


Duuuh.. Bagaimana ini?


Kalau aku berteduh, aku akan terlambat sampai disana.


5 menit berlalu.. aku masih saja tetap tak berhenti mengayuh.Tekadku sudah bulat untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjaku.


Tiiinnnnnn... Tiiiinnnnnnnn...


Aku terlonjak, dan menghentikan laju sepeda.


Tiiiiinnnnn... Tiiiiiinnnnn....


Dengan perasaan emosi aku menoleh ke belakang, karena merasa sudah ada di jalur sepeda yang benar.


Aku menyimpan sepedaku, dan berjalan menuju mobil di belakangku.


Toook... Took.. Tok...


"Heeiiii... ada masalah apa? " Aku berteriak sambil terus mengetuk kaca.


Ia pun membuka kaca.


"Kamuuuu..! Ada apa? " Tanyaku sambil menyipitkan mata karena penglihatanku tak begitu jelas terhalang air hujan.


"Masuuuuuk! " Teriaknya lalu membuka pintu mobil.


"Ga usaaah.. aku naik sepeda aja! "


"MASUUUK!"


Aku terperanjat, si badger berteriak dan membentakku.


"Bodo! "


Braaaaak.


Aku membanting pintu mobil. Lalu berjalan menghampiri sepeda yang teronggok di aspal. Kenapa aku keras kepala sekali ya? besok aku ke sekolah pakai sepatu apa? terus seragam yang di tas nanti basah kalau aku terus melanjutkan perjalananku.


Tapi ini sudah jam 2 kurang sepuluh menit, apa kata a Zaidan nanti kalau di hari pertama aku bekerja saja sudah terlambat.


Ini juga gara-gara si Rangga, dia bikin aku kesenengan main sama anak-anak tadi.


Hhhhh...


Aku menghela nafas kasar, menepikan sepeda dan berteduh di salah satu ruko yang sedang tutup. Bersama dengan pengendara lain berdiri untuk melindungi diri.


"Aku tadi suruh kamu masuk.. !" Si badger Angka menghampiri dan berdiri di sampingku.


"Terus sepeda aku gimana? " Tanyaku ketus, membalas perlakuan ia yang selama ini memang selalu saja begitu padaku.


"Masukkin ke bagasi! " Ucapnya ringan, dan aku mendelik ke arah nya.

__ADS_1


"Bagasi kepala kamu! emang muat sepeda segede gitu masuk bagasi? "


"Ga usah di tutup bagasi nya.. gampang kan! "


Aku tak menjawab omongannya, sibuk meraba rambut dan bagian bajuku yang basah.


"Niih.. pake! "


Wuuush..


Jaket yang ia pakai mendarat di kepalaku. Menutupi penghilatan.


"Iihhhh.. " Akupun kesal dan lalu melempar kembali jaketnya, tapi malah sebelum itu terjadi, tangan kekarnya menyambar dan jaket itu ia lingkarkan di pundakku.


"Pake! nanti kamu masuk angin! "


Aku mendelik, "Urusan nya sama kamu apa? " Aku pun menyerah dan akhirnya memakai jaket itu.


"Kamu tau ga? baju yang kamu pake basah!kamu perempuan...ga malu badan kamu kecetak gitu! "


Perkataan Angka ada benarnya, baju yang aku pakai memang basah dan dari tadi tanpa ku sadari.Sepanjang jalan mungkin kelihatan karena basah.


Iiish.. ! aku merutuki diri sendiri.


Aku malas berterimakasih padanya, karena si badger memang ga pernah berubah. Dari dulu kadang suka kasar dan semena-mena, tapi kadang baik juga. Tergantung mood. Pokoknya sifat dia memang nyebelin!


"Enak banget hujan-hujan begini pacaran.. " Celetuk salah satu orang yang berteduh di dekat kami.


"Kayanya lagi marahan tuh.. " Timpal yang lain, sambil senyum-senyum ke arah kami.


Aku mengernyit. Siapa juga yang pacaran sama dia? Ga mungkinlah...aku bukan levelnya. Dilihat dari segi manapun.. kita itu BEDA.


Lagian dia itu ga suka perempuan!


Aku mendumel di dalam hati.


Akhirnya hujan pun berhenti, satu persatu orang-orang yang sedang berteduh kembali mengendarai kendaraan mereka, menyisakan aku dan Angka yang masih terdiam berdiri di sampingku.


"Ayo ikut! " Angka menarik pergelangan tanganku, lalu sebelah tangan nya memegang sepeda.


"Eehh.. mau kemana? "


"Pulang! "


"Ngga.. ngga.. aku mau kerja! ini juga udah telat! "


"Kerja? " Ia mengernyit.


"Iyaah.. hari ini hari pertama aku kerja! "


"Dimana? "


"Di conteur pulsa yang di jalan xxx. "


"Aku antar! "


"Ga perlu! aku bisa sendiri naik sepeda! " Kataku, sambil berusaha membuka jaketnya.


"Jaket nya pake aja! buat kamu! "


"Kebesaran kalau di pake sama aku tau! ini tuh jaket cowok! "


"Emang kamu cewek? " Tanya nya, dengan ekspresi yang sangat menyebalkan.


"Ya udah..! " Aku tak mau berdebat, langsung ku sambar sepeda yang dia pegang.


Tanpa berkata apa-apa, Angka berlalu dan berjalan meninggalkanku.


Ishhhh.. Dasar badger.


Kamu.. Angkasa yang ga pernah berubah.. Badger madu!

__ADS_1


***


__ADS_2