
Pelangi
"Eugh.. " Aku melenguh, dan kemudian mengerjapkan mata.Melihat ke arah atap dan lalu Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.Asing.
Dimana ini?
Aku pun beranjak untuk duduk, namun...
Deg.
"Aaaarrrgh..... " Aku terperanjat. Menoleh ke sampingku, Angka sedang tidur menghadap ke arahku.
Aku pun meraba, juga memeriksa seluruh tubuh. Pakaianku masih lengkap.
Alhamdulillah..
Syukurlah.
Ga terjadi apa-apa.
"Angkaaaaa.... Angka bangun! " Dengan kasar, aku mengguncang-guncangkan badan Angka.
"Mhhhmm... " Dia bergumam.
"Banguun Angka! jelasin kenapa aku ada disini! " Kataku berapi-api. Siapa yang ga akan emosi coba, saat bangun tidur.. tiba-tiba berada di tempat asing. Dan yang lebih mencengangkan lagi, aku tidur dengan seorang laki-laki.
"Kamu ga inget.. semalem kita ngelakuin apa? "Ia mengerjap, membuka mata perlahan dan dengan wajah menyebalkan nya, ia tersenyum dan lalu beranjak duduk.
"Arrrgh.. Ka-kamu... kenapa ga pake baju! Se-sebenernya.. ini ada apa Angka? " Dengan gugup, aku memalingkan wajah.
"Baju aku udah kamu pakai!"
Aku pun memeriksa, dan memang benar saja. Aku memakai baju Angka.
"Ke-kenapa? "
"Kamu ga inget? hhh? " Angka mencondongkan wajahnya dan mendekati ku.
Buugh.
Aku pun melempar bantal dan tepat mengenai wajah tengil nya.
"Aku mau pulang! " Kali ini aku benar-benar beranjak.Tapi Angka menarik tanganku dan membuat tubuhku limbung lalu terjatuh di tempat tidur.
"Angkaaa.. apa-apaan sih kamu! ga lucuuu! aku mau pulang.. ibu pasti nyariin aku! "
"Pulang aja sana! mana ada kendaraan di jam segini! aku mau tidur.. capek, ngantuk banget!"
Aku berlari menuju ke arah jendela, dan benar saja. Di luar masih gelap.
Dimana ini ? kenapa aku lupa! sebenernya kemarin aku kenapa?
Hhh.
Aku menghela nafas panjang, duduk di sofa single dan memandang ke arah luar jendela.
Masih terdengar suara jangkrik saling bertautan.. Gemericik air yang berasal dari luar, ku yakini itu adalah suara air mancur kecil yany berada di pekarangan.
Apa ini sebuah hotel?
__ADS_1
Aku ingat, kemarin aku dan Angka ke Tangkuban Parahu,lalu..
Aku inget aku jatuh, pas lagi turun dari angkot.Karena waktu itu aku pusing.
"Kamu mau terus diem di situ? tidur lagi! nanti pagi kita pulang! "
"Tidur aja sendiri! bentar lagi adzan subuh.. aku mau shalat! "
Shalat?
Nanti aku shalat pakai apa ya? Tas ku mana?
Ternyata tas ku di simpan di atas nakas dekat televisi.Aku langsung menyambar tas dan merogoh.. Tapi ga ada.
Ya ampun, kemana mukeuna instantku ya? seingatku aku simpan di dalam tas. Tapi ko ga ada!
"Angka... kamu liat mukeuna aku ga? "
Angka tak menjawab,dia malah semakin membenamkan kepala nya dengan selimut.
Ehh?
Dia ga pake baju.. terus yang pasangin baju buat aku siapa?
"Angkaaaa.... banguuuuun! " Aku mengambil bantal, lalu memukul-mukul badan nya beberapa kali.
"Apa sih bebek! "
"Kamu kurang aj**!mesuum! siapa yang pakein baju? jangan bilang kamu! " Aku kembali memukul bantal hingga Angka beranjak dan duduk. Ia pun menepis bantal beberapa kali.
"Siapa lagi? " Dengan entengnya dia menjawabku sambil tersenyum, "Lagian aku ga tertarik! badan kamu sama sekali ga menarik! "
"Kamu ga inget.. tadi malem kamu kenapa? " Katanya sambil menangkap bantal dan menariknya, hingga badanku terhuyung ke depan.
"Kita naik angkot terus turun di pasar Lembang.. aku jatuh.. terus aku... "
"Kamu masuk angin dan demam tinggi... trus aku bawa kamu ke hotel ini, karena aku ga tau rumah sakit terdekat.Kenapa kamu ga bilang kalau kamu ga enak badan dari sebelum kita pergi? "
"Terus.. kenapa kamu gantiin baju aku? "
"Kamu bener-bener ga inget tadi malam kita ngapain aja? "
"Ngga.. ga tau.. Aku pusing.. aku ga mau denger! sana kamu tidur lagi! "
"Hahahah... pipi kamu merah Pel.. kamu malu.. kalau tadi malam kamu yang... " Angka menghentikan ucapan nya, lalu ia menarikku untuk duduk di sampingnya.
Ia mencondongkan wajah, dan dengan refleks aku menghindar. Lalu tiba-tiba ia mengulurkan tangan dan menempelkan punggung tangan di dahi ku.
"Udah lumayan.. ga sepanas tadi malam, sebaiknya kamu istirahat Pel.. Nanti pagi aku beliin kamu sarapan.. Beberapa hari ini kamu sering hujan-hujanan, dalam keadaan tubuh kamu drop. Kamu terlalu capek.."
Ia membaringkan tubuhku, dan menyelimutiku.
"Tadi malam.. baju kamu basah sama keringat, kalau aku pakein kamu cardigan terlalu tebal.Kamu tau kan kalau lagi demam itu jangan pake baju ataupun selimut tebal. Karna waktu demam, tubuh akan melakukan kompensasi dengan mengeluarkan keringat dan panas tubuh. Selimut tebal akan mengganggu mekanisme ini."
Aku terdiam, memang benar. Kemarin aku sudah merasa ga enak badan.
"Terus kamu gimana? ga pake baju.. nanti kita pulang gimana? "
"Aku bisa pakai jaket. "Kilahnya.
__ADS_1
"Ya udah.. sekarang kamu pake jaket gih!Aku risih liatnya.. "
"Beneran kamu risih? kamu ga inget tadi ma... "
"Ga tauuuu.. ga mau dengar! kalau kamu ga pake jaket sekarang, aku teriak nih!nanti kalau kita di gerebeuk trus di anggap pasangan mesum gimana? Ya Allah.. jangan sampe.... " Dengan seketika, tubuhku meremang.
Aku jadi membayangkan hal yang macam-macam. Untung saja, laki-laki yang ada di hadapan ku adalah si badger... meskipun ia menyebalkan. Tapi aku tau, ia takkan berani melakukan hal-hal yang melanggar norma agama lebih jauh.
Dan aku pun mengakui.. Meskipun aku terlahir bukan dari latar belakang keluarga agamis. Tapi aku cukup tau.. bahwa mendekati zin* adalah dosa yang sangat besar. Ibu juga selalu mewanti-wanti agar aku bisa menjaga kehormatan diri.
"Kamu takut Pel? " Angka mendekatiku. "Bukannya kemarin-kemarin kamu pengen liat perut six packku? "
"Wuuekk... Ogah!Mata aku tercemar!" Aku memeletkan lidah dan lalu memalingkan wajah.
Ya Ampun... Apaan si menyebalkan ini. Malah ngebahas tentang itu lagi.
Tapi memang bener apa kata dia sih, sejak kapan dia menjaga tubuhnya begitu? bukan nya dia pemalas!
Badan nya memang atletis, jauh sekali bila di bandingkan dengan sosoknya bertahun-tahun lalu yang kecil dan kurus.
Aduuuhh... Pela!
Please.. setan ataupun jin. Menjauh dari sini!Jangan sampai deh aku jadi berpikir macam-macam.
Astaghfirullah...
"Ahahhaaha... " Angka tertawa terpingkal-pingkal di sampingku, lalu ia beranjak dan mengambil jaket lalu memakainya.
"Kalau kamu inget apa yang kamu lakuin sama aku tadi malem..kamu ga akan ngomong kaya gini.. Aku baru tau, ternyata kamu ternyata cewek agresif! "
Aku membulatkan mata, mendengar apa yang di katakan oleh Angka.
"Apa maksud kamu? "
"Rahasia... Inget-inget aja sendiri! bentar lagi adzan.. aku mau wudhu.. tuh mukeuna kamu aku gantung di lemari! " Katanya, sambil berjalan menuju kamar mandi.
Aku pun tercenung sendirian.
Memangnya apa yang aku lakukan? Aku ga ngerasa ada yang aneh ko.. Badan aku juga masih baik-baik aja. Meskipun masih agak pusing sedikit,dan masih hangat di bagian dahi dan juga leherku.
Aku pun mencari-cari baju dan mendapatinya sudah terbungkus di kantung keresek hitam di depan kamar mandi.
Saat aku membuka nya, aku mencium aroma yang sangat tidak enak tercium di indera penciumanku.
Aku tertegun.Sedikit mengingat, apa yang terjadi tadi malam.
Saat itu sangat dingin.. Dan aku yang meminta Angka untuk berada di sampingku. Lalu... Aku membenamkan wajah. Setelah itu...
Arrrrrggh Pela! What a crazy thing ever!
Apa yang kamu lakukan? Sungguh rasanya, aku ingin bersembunyi di lubang tikus.. atau kalau bisa di lubang semut sekalian.
That was really embarassing Pela! Sangat memalukan!
I wish the earth would just swallow me.
Aku berharap bumi menelanku saja.
Aduuuh Pela!
__ADS_1
***