Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Lembayung Senja..


__ADS_3

2 Tahun kemudian...


Pelangi


"Pak.. Jangan kurang ajar ya! " Aku tersulut emosi,pasalnya ketika sedang mengisi bahan bakar bensin ke dalam tangki mobil. Ada yang dengan sengaja menepuk paha ku pelan.


Seorang supir angkot paruh baya berambut ikal, berdiri menampakkan wajah berpura-pura dan sambil bersiul ia menoleh ke arahku.


"Mohon maaf sebelumnya ya pak saya mau tanya.. Saya ngomong gini, supaya bapak sadar aja.Bapak di rumah punya keluarga? "


Bapak itu mengangguk.


"Punya istri dan anak perempuan? " Tanyaku lagi, berusaha ramah..karena sesuai dengan moto perusahaan tempat di mana aku bekerja,seorang operator harus selalu tersenyum pada setiap customer.


Sambil memegang nozzle..Menunggu sampai tangki terisi penuh, Aku kembali bertanya. "Seandainya.. istri atau anak perempuan bapak menerima pelecehan seperti yang bapak lakukan terhadap saya.. Apa yang bakal bapak lakukan? "


Bapak supir angkot itu tersenyum sinis. Berpura-pura tak mendengarkan ku.


Aku menghela nafas kasar. Baiklah.. Ternyata ga bisa dengan bahasa lembut dan sopan.


"Saya akan laporkan tindakan bapak ini ke manajer saya di kantor itu pak.. "


"Pelecehan fisik termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu. Dapat di tindak pidana! " Kataku serius. Dan aku menangkap ekspresi bapak tersebut sedikit terperanjat.


"Jangan neng.. Maaf! " Katanya sambil menangkup kan kedua tangan nya.


"Mentang-mentang saya bekerja begini, bukan berarti saya bisa di perlakukan seenaknya ya pak! " Kataku tegas.


Pelecehan seksual merupakan kejahatan terhadap kesusilaan.Ini diatur dalam pasal 294 ayat (2) KUHP Indonesia. ... KUHP memberlakukan hukuman hingga dua tahun delapan bulan dan denda uang bagi orang yang melecehkan wanita, seperti yang tadi bapak lakukan.. "


"Iyah Maaf neng.. Sekali lagi saya minta maaf!"


Dengan ketus, aku menarik nozzle dan selang karena bensin di dalam tangki telah terisi penuh.


"Makasih ya neng.. " Bapak itu berujar sambil menyerah kan tumpukan uang receh.


Tapi aku sama sekali ga mau membalas atau menanggapinya.Hanya menerima uang itu dengan ekspresi yang sangat jutek.


Satu tahun sudah, aku bekerja menjadi seorang operator di salah satu SPBU di bilangan jalan utama di Dago.Dan entah yang keberapa kali nya aku berganti profesi pekerjaan.Perlakuan semena-mena sudah sangat sering aku terima.


Bagaimana dengan kuliahku?


Setiap kali mengingat nya, hatiku merasa seperti teriris pisau tajam. Bagaimana tidak, aku harus berhenti di tengah jalan karena hal yang tak terduga.Semester kedua... Aku susah dan sangat kesulitan mengatur waktu, antara bekerja..belajar, dan juga merawat agan. Untuk itulah..Aku memutuskan untuk tak meneruskan kuliah.


Kenapa tidak cuti saja?


Masa cuti dibatasi maksimal 2 semester. Dan cuti baru bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak kampus. Otomatis saat cuti akan banyak mata kuliah yang tertunda. 


Sudah 2 tahun Angkasa menghilang. Dan selama itu pula.. Agan terbaring lemah tak bisa apa-apa, pasca operasi yang kedua kali.. Fisik beliau sangat lemah tak berdaya,dan cara bicara agan pun tak bisa kembali seperti semula.


Entah itu makan, minum, buang air dan semuanya di lakukan di tempat tidur.Aku dan ibu bergantian merawat agan. Karena terlalu kelelahan.. Ibu sering sekali pingsan.


Segala macam terapi juga usaha telah di lakukan, hingga akhirnya aset agan hampir semua telah di jual untuk membiayai perawatan.Yang tertinggal hanyalah rumah yang sekarang sedang di tempati.


Penyakit stroke hemoragik, atau disebut juga perdarahan intraserebral yang di derita agan semakin parah, ini terjadi ketika pembuluh darah pecah dan menumpuk, sehingga jaringan sekitarnya juga pecah.


Hal ini memberi tekanan lebih pada otak dan menyebabkan kehilangan darah pada area sekitarnya yang membutuhkan darah dan oksigen.


Kata para dokter, penyakit ini membutuhkan perhatian medis darurat, bahkan ketika dilakukan perawatan dini, seseorang mungkin saja mengalami gangguan yang fatal. Perdarahan yang parah di otak juga dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti masalah fisik dan ingatan.


Kemana anak-anaknya yang lain?


Wassalam..


Tak ada seorangpun dari mereka yang perduli pada Agan.


Kemanakah harta peninggalan papa nya Angka?


Seiring dengan raib dan menghilangnya Angka, semua berkas telah di bawa nya. Dan disitu lah terdapat surat ahli waris yang sudah di pindah tangan kan atas nama Angka semua, yang ternyata sudah di tanda tangani oleh nya saat memasuki usia 18 tahun.


Saat ini dengan segenap jiwaku, aku benar-benar membenci nya.

__ADS_1


Tak ada seorangpun yang bisa menjelaskan alasan kepergian nya yang membawa luka yang mendalam ini.


Aku dan ibu lah yang selama ini membantu merawat dan membiayai pengobatan agan, uang tabunganku dan Fajar sudah habis.


Berulang kali aku di hadapkan dalam situasi sulit yang mengharuskan ku menjadi wanita yang tangguh.


Sangat berat, melepas sesuatu yang begitu berarti dalam hidupku. Padahal..Jenjang universitas adalah harapan baru bagiku agar aku bisa menjadi orang yang sukses kelak di kemudian hari.


Tapi harus ku lepaskan begitu saja, karena aku harus mencari uang untuk membiayai semuanya.


Kenapa tidak kuliah sambil kerja? Bagi seseorang yang baru lulus SMA, lowongan pekerjaan menjadi seorang free lance saja..takkan cukup untuk menutup semua kebutuhan.


"Pel... Pelaaa... "


"Haah? " Aku terperanjat, teman seperjuangan ku yang bernama Nia menepuk bahuku.


"Itu udah penuh! kamu ngelamun lagi? " Nia menaik turunkan alis nya.


"Ehh.. Maaf ya a.. punteun... Makasih a! " Aku berseru pada customer di depan ku yang ikut terkekeh melihat aku melamun.


"Sama-sama teteh operator cantik.. jangan ngelamun nanti salah masukkin bahan bakar lho! "


Aku hanya mengulas senyuman tipis, sebutan itu sudah biasa aku dengar.


Hhh..


Aku menghela nafas panjang.


Begini banget nasib aku.


Sambil menunggu customer lain yang sedang mengantri, aku menyandarkan diri di dispenser.


Kini giliran mobil selanjutnya adalah mobil BMW keluaran lama berwarna hitam.


Aku pun menunduk, "Isi berapa A? "Tanyaku, pada pengemudi mobil tersebut.


Harus ku akui, saat melihat pemandangan sosok ganteng di depan ku ini. Aku sempat terpaku di tempat.


Pikirku, sambil tersenyum ramah ke arahnya. Bagaimana tidak..


Sosok di depan ku ini adalah seorang pria blasteran yang sangat good looking.


"Tolong isi full ya teh... " Jawabnya datar.


"Baik..Dari nol ya A... " Aku mengintruksi, setelah menekan tombol yang ada di dispenser.Lalu memasukkan nozzle ke dalam tangki dan mengisi nya dengan mode sedang.


Ia pun mengangguk, lalu mengobrol dengan seorang wanita cantik berhijab syar'i di dalam mobil yang sedang menggendong anak balita yang tak kalah cantik juga.


Deg.


Aku seperti pernah melihat wanita itu.


Sejurus kemudian netra kami bertemu..


Benar saja.


Wanita itu adalah sosok cantik dan baik hati yang bernama teh Lembayung.


"Pelaaaaa... " Wanita tersebut berteriak memanggil namaku.


"Teh Ayuuuung.... " Dengan segera, aku berjalan menuju pintu mobil sebelah kiri dimana teh Ayung duduk.


Dan teh Ayung menyerah kan anak balita cantik itu ke pangkuan suami nya, yang aku sangat tau bahwa suaminya tersebut adalah A Senja.


Dengan tergesa, teh Ayung keluar dari mobil dan merangkul ku.


"Pelaaaa... kamu kemana aja sihh? Teteh hubungi nomor kamu tapi udah ga aktif! " Tanpa ragu, sosok cantik itu malah semakin erat mendekap ku.


Sontak, kami berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang di sekitar kami.


"Teh... Aku bau bensin teh! jangan terus peluk! nanti baju teteh ikutan bau lho! "

__ADS_1


"Ishhh kamu mah! baru ketemu juga.. bau apa sih? ga bau.. kamu mah wangi. Kamu udah lama kerja disini? "


"Lumayan teh.. sekitar satu tahunan! "


"Lho.. kamu bukan nya keterima kuliah di xxx Pel! "


Aku menunduk malu, dan menggelengkan kepalaku.


"Gapapa.. suatu hari kamu pasti bisa kuliah! Aduuuh Pelaaa... teteh ga nyangka bakalan ketemu kamu disini..Kangeen tau ga! " Seperti biasa, senyuman khas teh Ayung dengan dimple nya itu. Membuat ia kelihatan semakin cantik.


"Eh iyaah.. kenalin itu suami teteh, Senja.dan anak teteh.. Namanya Embun..Yang pernah kamu elus waktu masih didalam perut aku Pel.."


Aku pun menoleh ke arah A Senja dan menganggukkan kepala.


A Senja balas mengangguk tanpa menampakkan ekspresi apa-apa.


"Hhh.. Dia mah emang es batu Pel kalau sama orang lain.. jangan heran ya.. heheh! "


Treeeek.


Suara nozzle berbunyi, tanda bahwa pengisian bensin sudah hampir penuh.


"Teh.. Bentar ya aku mau ngisi penuh dulu. "


"Iyah..teteh juga masuk dulu ya!teteh tunggu disana!"Tunjuk nya pada tempat parkiran.


Sambil berlari, aku meraih nozzle dan menekan dengan mode sangat pelan. Agar pengisian tak melebihi kapasitas yang seharusnya.


Setelah transaksi berakhir, A Senja memarkirkan mobil nya di tempat parkiran.


Dengan sabar, teh Ayung menunggu hingga customer yang ada di jalur ku kosong.


Tapi apa mau di kata, bukannya kosong. Tapi jalur ku selalu menjadi antrian yang paling panjang.


Sambil melayani customer satu-persatu,sesekali ku lihat...interaksi antara keluarga kecil itu.


Sungguh.. Aku di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah.


Mereka adalah definisi keluarga yang sangat sempurna.


Sesuai dengan nama mereka berdua, mereka adalah wujud perpaduan yang sempurna juga.


Lembayung Senja.


Yang terbayang oleh ku adalah indahnya langit di saat petang.


Waktu menunjukkan pukul setengah 2 siang, itu berarti shift pagi ku sudah habis. Dan akan di gantikan oleh shift siang.


Setelah mengantongi uang dari hasil penjualan ku hari ini, aku menghampiri teh Ayung.


"Teh... Maaf teh, aku mau hitung uang dulu. Aku takut lama! " Kataku, merasa tak enak. Karena teh Ayung sudah menunggu lama.


"Ga apa-apa Pel.. Kita juga mau beli sesuatu dulu ko di minimarket.."


Aku mengangguk. "Tunggu sekitar 15 menit ya teh.. " Kataku riang.


Ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan. Dan ingin segera mengobrol lama dengan teh Ayung.


Sosok yang sempurna di mataku.


Kebaikan, kecantikan hati nya..Terpancar dari akhlak dan perilaku nya.


Sungguh kali ini aku kembali bersemangat.Merasa seolah beban yang menghimpit hidupku sedikit berkurang.


Akh...Teh Lembayung..


Taukah ?


Sebahagia itu aku bertemu lagi dengan teteh.


***

__ADS_1


__ADS_2