Pelangi Angkasa

Pelangi Angkasa
Agan..


__ADS_3

Pelangi


"Ibu.. Ada apa bu? kenapa teriak minta tolong?"Aku berlari dan langsung memeluk ibu.


"Teh Pelaaa.. Agan teeh.. Ayo cepat bantu ibu bawa agan ke rumah sakit.. " Dengan panik, ibu menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumah.


"Agan kenapa bu? Angka dimana? Fajar? "


"Fajar sedang tidur.. Den Angka tadi pergi setelah bertengkar dengan agan..."


"Apa bu? Angka bertengkar dengan agan? kenapa bu? "


"Ibu tidak tau, ayo cepat panggil ambulans teh.. Ibu mau lihat keadaan agan. "


Aku pun dengan cepat menyambar telepon yang ada di atas lemari kecil dekat dengan tangga. Dan memanggil ambulans.


Kenapa sampai bertengkar? Ada apa ini? Angka dan agan tidak pernah seperti ini sebelumnya.


Setelah menelpon, aku segera menyusul ibu ke kamar agan.


"Astaghfirullah... Agaann.. agan kenapa? "


"Ya Allah agan... kenapa jadi seperti ini? " Ibu mulai terisak, sambil merangkul tubuh agan yang kaku.


"Aaa... Aakaaaa... "


"Agan.. Sebaiknya agan ga berbicara dahulu, sebentar lagi ambulans akan datang. " Aku mendekati ibu, dan duduk lantai sambil menatap agan lekat.


"Aa.. Aaakaaa... " Agan, tak menyerah. Beliau seperti memanggil nama Angka.


Angkasa..


Kenapa kamu tega ninggalin eyang kamu sendiri dalam keadaan seperti ini?


Kamu itu ga punya perasaan!


"Teteh.. sebaiknya teteh berganti baju dulu, ini kenapa rambut teteh begini? pakai jaket siapa?" Tanya ibu dengan penuh selidik.


"I-ini punya te-temen teteh bu.. Sebentar ya bu, teteh ganti baju dulu. "Kataku gagap.Langsung berdiri dan meninggalkan ibu yang masih terisak.


Masuk ke dalam kamar, setelah sebelumnya membersihkan sisa make up yang masih utuh menempel di wajah.


Dengan pelan, aku membuka lemari dan mengambil beberapa potong pakaian.


"Fajar..Jar.. Bangun! " Aku mengguncang tubuh adikku yang tampan itu, dan ia sedikit melenguh.


"Fajar.... "


"Euggh.. Ia teh? udah subuh? " Sambil mengerjap, Fajar melihat ke arah jam di dinding."Hahh.. Masih tengah malam, kenapa Fajar di bangunin? teh Pela mau ajak Fajar shalat malam? "


"Bukan Jar.. Agan kambuh penyakit nya, teteh sama ibu mau ke rumah sakit. Fajar sudah ini tidur lagi.. teteh mau minta tolong kunci in pintu. "


"Astaghfirullah... Agan kenapa? " Fajar beranjak dari tidur nya, seketika wajah nya berubah panik.


"Ini teteh udah panggil ambulans, sebentar lagi datang.. "


"Ayo.. Fajar mau ikut lihat agan! "


Tak lama kemudian, terdengar bunyi sirine di depan gerbang. Aku segera berlari menuju gerbang untuk membukanya.


***


"Sepertinya,pasien mengalami kecemasan dan depresi yang berlebihan, ini dapat berkembang cepat akibat dari gangguan emosi. Sehingga Stroke hemoragik kembali terjadi pada pasien." Seorang dokter paruh baya, sedang menerangkan kondisi agan.


"Apa pasien akhir-akhir ini mengalami gejala sakit kepala jangka panjang dan gangguan penglihatan? "

__ADS_1


Ibu mengangguk mengiyakan. "Beliau akhir-akhir ini memang mengeluh sakit kepala dok.Dan sering sekali memikirkan banyak hal.."


"Baik, kalau saat makan apa beliau sering tersedak atau susah menelan? "


"Betul dok.." Jawab ibu sendu.


"Pasien harus segera di tangani dengan melakukan pemeriksaaan CT-scan atau MRI, untuk mengetahui lokasi perdarahan,dan mengetahui seberapa besar kerusakan jaringan pada otak, juga untuk melihat apakah ada kelainan lain pada jaringan otak,seperti tumor! "


"Setelah itu segera di periksa Angiografi otak,dan pemeriksaan darah lengkap. "


"Saya meminta tolong .. Agar dengan segera majikan saya di tangani dokter.."


"Jangan khawatir bu..Kami akan melakukan yang terbaik. Ibu bisa ke bagian administrasi untuk mengetahui rincian biaya nya.. "


"Baik dok.. Terimakasih.. " Aku dan ibu keluar dari ruangan dokter.


"Teh.. tolong hubungi den Angka.. "


"Tapi ponsel teteh mati bu.. "


"Pakai punya ibu.. Ibu mau ke ruang administrasi"


Aku pun meraih ponsel ibu, dan mengesamping kan perasaan kesal yang mendera.


Kekesalanku kini bertambah, akibat ulah nya.. penyakit agan kembali kambuh.


Tuuuut... Tuuuut...


"Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif. atau berada di luar jangkauan. . Mohon... "


Tap.


Aku mematikan ponsel , karena sudah berkali-kali ponsel Angka sedang tidak aktif.


Kemana sih anak itu?


"Teh Pela.. Apa den Angka sudah bisa di hubungi? "


"Belum bu.. ga aktif. "


"Bagaimana ini.. Kita harus segera membayar biaya deposit.. "


"Ibu punya nomor pak Baskoro, pengacara agan ga bu? "Tanyaku, seketika aku teringat pada beliau.


" Ngga teh.. "


"Duh bagaimana ini? "


"Bagaimana, kalau ibu pinjam dulu uang tabungan teteh dan Fajar? " Dengan nada pelan, ibu meraih tanganku. "Situasi nya darurat teh.. Agan harus segera di tangani.. Besok ibu pulang dulu untuk mencari nomor pak Baskoro."


Aku tertegun sebentar, begitu sayang nya ibu pada agan..


"Baik bu.. teteh mau cari ATM terdekat ya.. Kira-kira harus bayar berapa dulu bu? "


"Minimal harus menyimpan deposit 2 juta rupiah teh, untuk biaya ambulans, IGD dan kamar inap.. " Ibu menyerahkan lembaran kertas itu ke tanganku.


"Kalau gitu, ibu tunggu disini ya bu.. teteh ambil dulu uang nya. Ibu harus istirahat, duduk dulu bu.. ini sudah tengah malam, sebentar lagi juga subuh.. "


"Iyah... Ibu tunggu di ruang IGD, mau menemani agan.Beliau sedang tidur. "


"Iyah bu.. "


Sebenarnya, rasa pusing sudah melandaku sedari tadi pulang dari acara prom. Tapi, rasa itu hilang.. Di gantikan dengan berbagai perasaan campur aduk, gulana.. dengan keadaan seperti ini.


Ada rasa marah.. kesal.. bersatu padu dengan sedih, melihat agan terkulai lemas seperti tadi.

__ADS_1


Dimana kamu Angka?


Aku yakin, pasti ada masalah yang besar. Hingga membuat Angka meninggalkan agan seperti ini.


Angka begitu sayang pada eyang nya.


"Pelaa.. " Aku menilik suara yang memanggilku dari kejauhan.


"A Zaidan? "


"Tadi saya ngikutin kamu dari belakang Pel.. Siapa yang sakit? "


"Agan.. majikan nya ibu.. Jadi tadi pas aku masuk rumah, a Zaidan belum pulang? "


"Iyah.. Tadi pas kamu masuk gerbang teman saya telpon, lumayan agak lama. Jadi saya langsung matiin mesin mobil. Beberapa puluh menit kemudian, ada mobil ambulans yang datang. Masuk ke rumah yang tadi kamu tunjukkin. "


"Kalau kamu butuh bantuan, saya siap bantu Pel.. "


"Ini aku baru mau ke ATM a.. Mau ambil uang untuk biaya administrasi.. "


"Kamu butuh bantuan saya? butuh berapa Pel?"


"Eh.. ngga.. ga usah a.. Ini aku ada ko.. Tadinya mau ngehubungi pengacara agan, tapi sudah tengah malam begini pasti beliau sedang istirahat. Siapa tau, agan punya asuransi.. aku benar-benar ga tau tentang masalah beginian a.. Dari dulu paling anti rumah sakit. "


"Kenapa? "


"Aku mah trauma.. dulu bapak aku meninggal di rumah sakit ini. "


"Ohh.. maaf Pel.. aku turut berduka.. "


"Ga papa ko a.. Makasih ya udah mau nemenin aku.. "


"Sama-sama Pela.. " A Zaidan tersenyum, dan kami berdua berjalan menuju keluar Rumah sakit, untuk mencari ATM terdekat.


***


Zaidan


Mengejutkan..


Aku kembali di pertemukan dengan Pelangi, si cewek manis yang dulu pernah bekerja di counter ku.


Pada saat aku menutup toko. Tiba-tiba aku tergiur oleh harum nasi goreng yang menggelitik indera penciuman ku.


Dulu..


Aku sempat kagum pada sosok nya yang mandiri, meskipun ia hanya beberapa hari bekerja di counter ku. Tapi dia mempunyai kesan yang baik di hati ku.


Awalnya,aku melihat ia mencari mukeuna di musholla dekat dengan toko. Jadi aku ber-inisiatif untuk meminjam mukeuna punya ibu.


Kebetulan ibuku adalah pemilik dari warung nasi Padang yang ada di samping counter.


Aku benar-benar kagum, gadis SMA seperti dia dengan semangat mencari kerja.


Jadi, aku tawari saja ia untuk bekerja di counterku. Padahal sebenarnya tidak mendesak mencari pegawai untuk menjaga counter. Karena biasanya, aku selalu menutup toko kalau aku sedang berkuliah.


Dan entah kenapa berjumpa lagi dengan nya tadi di tempat nasi goreng itu. Hatiku berdebar..


Ia tidak lagi mengenakan seragam putih Abu-Abu, tapi memakai gaun dan make up yang membuat ia kelihatan lebih dewasa.


Dia sangat cantik.


Dan aku akui aku terpukau.


Bagaimana, kalau aku dekati dia saja?

__ADS_1


***


__ADS_2