
1 Tahun kemudian..
Angkasa
Hebat!
Pelangi...menjadi juara umum di sekolah dan dia lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. ... Atau SNMPTN.
Tanpa tes sama sekali, tetapi melalui jalur prestasi siswa atau nilai rapor, nilai ujian nasional, dan prestasi akademik yang dimiliki olehnya. Sehingga ia bisa masuk ke Universitas yang selama ini ia idamkan.
Ia memang sangat pintar.
Aku?
Sementara aku, aku tidak lolos.Aku menjadi kecil hati untuk berharap bisa lolos SBMPTN nanti. Atau kalau memang masih tak lolos juga, aku akan berkuliah di Universitas swasta.
"Kamu jadi mau kuliah dimana? " Tanya Pela, saat ini kami sedang berada di belakang halaman rumah.
Aku menggendikkan bahu."Aku ga tau.. " Jawab ku enteng.Kenyataan nya memang demikian, aku sama sekali ga tau.. Aku ingin menjadi apa.
"Kamu harus mikirin dari sekarang Angka! "
Setahun yang lalu, semenjak kami naik ke kelas 12,dan kami di takdir kan sekelas. Seperti biasa, si bebek itu memang cerewet dan sering sekali menasehatiku setiap saat.
Setiap hari pula, ia memaksaku untuk belajar berdua bersama nya.
Bagaimana hubungan kami?
Jangan di tanya, kami tetap saja seperti dulu... Seperti Tom and Jerry.
Kadang akur, kadang bertengkar...Hari ini meributkan hal sepele, besok nya bisa bekerja sama dan saling melindungi.
Entahlah..
Apa hubungan kami ya?Sahabat?
Mungkin bisa di katakan demikian.Karena kami memang sedekat itu.
Kami terjebak dalam hubungan 'friendzone' ..lingkaran pertemanan yang sangat akrab hingga membuat orang-orang melihat kami seperti orang yang berpacaran.
Tapi,kenyataan nya ga seperti itu.Pela yang sekarang menjadi membatasi diri dariku..
Karena menurutku.. berpacaran itu berarti juga melakukan kontak fisik, seperti yang terakhir kali kami lakukan saat pulang dari Bosscha.
Dan aku ga akan pernah lupa.
Di dalam mobil, kami saling membenamkan wajah, tanpa paksa. Dan dari situ aku menganggap bahwa kami saling menyukai.
Meskipun di antara kami, ga pernah ada terucap kata sayang.Tapi tindakan ku selama ini udah menjadi bukti.. Hanya dengan dia, aku bisa menjadi diriku sendiri.
"Malah ngelamun! " Pela menepuk bahu, dan itu membuyarkan lamunanku."Ngelamunin apa? "
"Ga ada... Kamu mau ikut acara prom night nanti? " Aku melemparkan bebatuan kecil ke dalam kolam ikan.
"Ngga akh.. Buat apa? mending uang nya buat biaya kuliah aku nanti... Mahal banget! "
"Kamu kan masuk lewat jalur beasiswa..Ga ngeluarin biaya buat masuk. Kalau ga ikut prom, kamu pasti bakal ngelewatin banyak moment Pel.. Kamu kan juara umum, pasti bakalan jadi salah satu orang yang naik ke podium. "
Padahal, aku sudah mendaftarkan Pela.
Karena semenjak dari 2 bulan yang lalu, panitia sudah mendata siapa saja yang akan ikut. Dan tanpa sepengetahuan nya,aku sudah membayar lunas biaya prom night untuknya.
Si bebek ini, memang tipe cewek yang hemat dan perhitungan. Ga pernah menghamburkan uang untuk hal yang menurut nya ga berguna, seperti acara prom nigth ini.
__ADS_1
Aku sengaja, ingin mengatakan sesuatu padanya disana.
"Ga papa lah.. di wakilin aja sama juara ke dua."Jawabnya sambil mengayunkan kaki.
Tunggu aja Pel, aku bakalan seret kamu kesana.
Tapi lagi-lagi ia selalu saja membahas Nina, tak pernah bosan.. Ia bercerita tentang semua kebaikan teman nya itu. Jadi,ia membatasi diri karena memang ingin nyomblangin aku dengan Nina.
Sebenarnya, gimana perasaan kamu Pel?
***
Pelangi
Alhamdulillah..
Aku bisa membuat ibu bangga, karena aku lolos masuk universitas unggulan yang selama ini aku idam-idamkan.
Meskipun, memang tanpa biaya untuk masuk kesana. Tapi tetap saja, aku harus memikirkan.. biaya untuk transfortasi dan lain-lain nya lagi.
Aku berhasil masuk FMIPA, jurusan Astronomi.
Sedangkan Angka?
Angkasa suka sekali malas-malasan,sama sekali ga pernah memikirkan tentang masa depan. Entah kenapa.
Kami sedang berada disini, aku duduk berdua dengannya di bale halaman belakang rumah.
Dia melemparkan bebatuan kecil berulang kali, dan aku hanya menatapnya dari samping.
Sebenarnya, aku bingung dengan diriku.
Aku ga bisa menyangkal, bahwa aku secara diam-diam merasakan sesuatu perasaan yang lebih dari sekedar sahabat.
Tapi, jika teringat akan Nina... Dengan cepat aku berusaha menghilangkan perasaan itu, dan membatasi diri agar tak terulang lagi... seperti saat kami dulu sepulang dari Bosscha.
Dia ga pernah bilang apa-apa tentang hubungan kami.
Kalau dulu, aku pernah bilang.. Menyampaikan dan mengutarakan perasaan pada orang yang kita suka adalah hal yang wajar. Sekarang.. hal itu ternyata tak berlaku bagi ku.
Aku ga akan mungkin menyakiti hati sahabat ku sendiri.
"Mhhmm.. Angka, Nina tanya.. nanti ke acara prom.. Kamu sama siapa? " Dengan ragu, aku bertanya. Mumpung ia tadi membahas tentang itu.
Angka mengernyit.
"Itu.. katanya, mau ga kalau kamu pergi bareng dia? " Kataku masih ragu.
"Ngga mau.. Aku pergi sendiri! "
"Tapi Ka.. Nina itu, dari dulu udah suka sama kamu.. Dia itu baik banget.. cantik lagi. " Kataku, sambil menyunggingkan senyum.
"Udah aku bilang.. Aku ga suka sama dia! kenapa kamu bahas tentang dia terus? aku ga suka! "
"Angka.. Tolong kasih dia kesempatan,meskipun kamu ga bisa nerima dia.. Tapi dia bilang, sekali aja dia pengen mengobrol dan pergi sama kamu.. Hhh.. mau ya Angka? "
"Dia itu punya Psikosomatik, dan riwayat penyakit jantung sejak kecil.. faktor psikis atau mental kaya stres depresi, atau cemas bisa berpengaruh besar sama kesehatan nya! "
"Itu bukan urusanku.. "
"Ko kamu gitu sih Angka.. setidaknya tunjukkin rasa empati sedikit aja buat Nina, dia itu ga masalah seandainya ga bisa jadi pacar kamu. Dengan temenan sama kamu aja, dia itu udah bahagia. " Kataku bersungut-sungut, kesal dengan apa yang Angka bilang barusan.
Angka menghela nafas kasar. "Ok.. tapi cuma jemput dia saat mau prom, dan ga ada lagi setelah itu! "
__ADS_1
"Yeees! beneran lho ya! Awas kalau kamu ingkar! "
Angka tak menjawab.
"Sini mana jari kelingking! " Aku menarik tangan nya dan menautkan kelingking ku dengan miliknya.
"Deal! Kalau kamu ga nepatin janji.. aku ga mau temenan lagi sama kamu! "
"Childish! "Ledek nya, sambil melepaskan tautan jemari kami.
"Biarin! yang penting Nina bakalan seneng nanti... Arrrgh... aku ga sabar mau ngasih tau dia. Ya udah.. aku mau ambil dulu ponsel aku di kamar."Aku pun beranjak, hendak berjalan menuju pintu belakang.
"Tunggu Pel! "
"Apa? "
"Tapi ada syaratnya! "
"Apa syarat nya? "
"Kamu harus ikut acara prom.. dan kita pergi bareng! "
"Haah? Ngga.. ngga.. Aku ga mau! kan udah aku bilang, biayanya malah.. aku ga punya uang buat acara yang begitu!"Kataku, sambil melanjutkan langkah.
" Berarti, kita batalin tentang yang tadi! "
"Iihh ga bisa gitu dong Angka! aku udah janji sama Nina.. "
"Itu kan kamu yang bikin janji sama dia.. Bukan aku! "
Issh. Dasar pamrih!
"Ya udah .. Aku ikut, tapi ga bareng siapapun. Aku pergi sendiri! "
"Ok.. Deal! Jangan pikiran tentang biaya..aku udah bayar! Tapi inget dress code nya.. jangan sampe nanti kamu salah kostum! dateng-dateng kamu kaya badut ancol. "
"Hhh.." Aku mendengus.
Enak aja.
Si badger kalau ngomong suka asal jeplak.
"Kamu juga.. dateng-dateng nanti kamu udah kaya orang-orangan sawah! celana kamu kan sobek-sobek! "
Aku pun berlalu, meninggalkan Angka yang masih duduk sendirian.
Dengan langkah malas, aku masuk ke dalam kamar. Meraih ponsel yang tergeletak di tempat tidur. Lalu mengirim pesan pada Nina.
Sebenarnya aku juga bukan nya ga mau datang ke acara prom, tapi.. Nina sendiri yang bilang, kalau ia ingin bicara berdua saja dengan Angka. Tanpa aku yang selalu ada di antara mereka setiap kali Nina berusaha untuk mendekati Angka.
Acara dan event tahunan yang ditunggu-tunggu sama anak SMA yang baru saja lulus, sebagai kegiatan akhir dengan predikat 'anak sekolah'.
Kira-kira.. Nanti aku pakai gaun apa ya? Acara nya Poolside party sekaligus rooftop gedung juga.
Mengusung tema kawaakari glamour, artinya pantulan gemerlap cahaya di kegelapan malam.
Di ambil dari istilah Jepang yang mengacu pada cahaya sungai atau aliran dalam kegelapan atau senja, permukaan sungai yang teduh. Juga pantulan cahaya bulan di aliran air, atau pancaran sinar matahari saat senja.
Baiklah..
Aku akan datang.
Tapi hanya akan datang sebentar, cuma untuk memastikan kalau Angka menepati janji nya.
__ADS_1
Akan aku pastikan juga, Nina bahagia. Karena dia adalah sahabat cewek satu-satu nya yang aku punya.
***