PELANGI UNTUK BADAI HANS

PELANGI UNTUK BADAI HANS
Tak seindah namaku


__ADS_3

PELANGI adalah sebuah kata yang menggambarkan sebuah keindahan. Tapi tidak untuk diriku nyatanya namaku tak seindah apa yang diharapkan.


Aku bersal dari sebuah keluarga yang sederhana, aku sudah menjadi yatim piatu sejak berumur 4 tahun karna kedua orang tuaku meninggal dunia karna kecelakaan. Aku hidup dan dibesarkan oleh seorang janda yang bernama mbok serly.


Aku dan mbok serly hidup sederhana disebuah rumah peninggalan almarhum suami mbok serly. Sebenarnya ada rumah peninggalan orang tuaku akan tetapi rumah itu diambil alih oleh bi ratna beliau adalah adik dari almarhumah ibu saya. Saya sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga bahkan sering membantu mbok serly untuk mencari nafkah. Akan tetapi mbok selalu menyuruhku untuk fokus belajar karna kata si mbok pendidikan jauh lebih penting.


Sampai suatu hari si mbok pergi meninggalkan aku dia menyusul ayah dan ibuku. Hatiku benar-benar hancur karna saat itu aku tahu bahwa aku hanya sebatang kara sekarang. Aku berusaha untuk bangkit dan berjuang menjalani hidup meski banyak suka dan duka yang akan aku lalui tapi aku slalu mengingat nasehat si mbok "meski kita miskin harta kita tidak boleh miskin akhlak dan pengetahuan, slalu membantu orang lain meski kita hidup sederhana".


Selepas kepergian si mbok aku mulai mencari nafkah sendri, setiap pulang sekolah aku akan menawarkan tenagaku kepada para tetangga untuk menjadi buruh cuci dan tukang bersih-bersih di rumah mereka. Meski tidak banyak tapi aku slalu bersyukur karna masih diberi kesempatan untuk hidup. Aku jual membjat gantungan kunci dari manik-manik kemudian aku jual kepada teman-teman sekolahku. Aku melakukan hal itu hingga aku lulus sekolah menengah atas. Setelah tamat sekolah menengah atas aku tidak melanjutkan study lagi kebangku kuliah karna aku merasa tidak punya cukup biaya. Aku memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk merantau ke kota besar untuk mencoba peruntunga hidup disana.


Setelah ijazah sudah keluar aku segera berangkat ke kota untuk mencoba peruntungan meski hanya berbekal ijazah sekolah menengah atas tapi aku percaya aku akan dapat pekerjaan. Setibanya aku di kota aku mencoba untuk mencari tempat tinggal terlebih dahulu sebelum mencari pekerjaan. Aku menemukan sebuah kamar kos yang disewakan aku segera menelpon nomor yang tertera pada brosur yang ditempelkan pada sebuah dinding. Setelah sepakat dengan pemilik kos aku berjalan ke alamat yang dimaksud karna jaraknya tidak jauh dari tempatku melihat brosur tadi.


Di perjalanan aku melihat sebuah restoran yang cukup ramai karna aku lapar aku memutuskan untuk mampir mengisi perut. Disana aku melihat para pelayan sangat ramah dan rajin dalam hatiku bertanya "apakah aku juga bisa bekerja disini?". Saat makananku sudah habis aku segera menuju ke kasir untuk membayar makananku, entah kenapa spontan saja aku berkata pada kasir "apa disini butuh seorang pekerja jika ada saya ingin bekerja, tapi saya hanya punya ijazah smk?"


"Tunggulah disini mbak saya akan panggilkan bapak menejer" kata sang kasir sambil memberiku sebuah kursi plastik kemudian berlalu keruangan bosnya.


Aku duduk dikursi sambil melamun membayangkan wajah ibu ayah dan si mbok sedang tersenyum padaku sampai sebuah suara dari arah belakang mengagetkanku "selamat malam nona apa betul anda ingin bekerja disini?" kata seorang lelaki yang kufikir adalah menejer di tempat ini.

__ADS_1


"betul pak saya ingin melamar pekerjaan disini"jawabku


"kalau begitu nona bisa mulai bekerja besok jam 9 pagi mulai bekerja dan jam 4 sore sdah boleh pulang" kemudian dia berlalu ke sebuah meja dan mengambil sebuah baju dan sepatu kemudian menyerahkan padaku seraya berkat "sarapan, makan siang, makan malam semua ditanggung dan ada uang untuk ongkos transportasi setiap hari"


"Trimakasih tuan" aku mengambil baju dan sepatu tersebut kemudian pamit pada mereka.


"Sama-sama dan tolong jangan panggil saya tuan cukup panggil nama saya saja pak albert" katanya lagi sebelum aku beranjak dari sana.


"Baik tu.. maaf pak albert nama saya pelangi, kalau tidak ada hal lagi saya mohon pamit, Trimakasih".


Sepanjang perjalanan pulang kerumah kos aku tidak berenti tersenyum dan bersyukur tentang semua berkat Tuhan sepanjang hari ini. Aku tiba di kos saat hari sudah senja aku langsung membersihkan kamar kosku kemudian merapihkan semua pakaianku kedalam lemari kecil yang memang sudah tersedia dikamar ini. setelah merasa semua telah selesai aku kemudian membersihkan diri dan segera tidur agar besok bisa bangun cepat untuk memulai pekerjaan. Sebelum tidur biasanya aku berdoa kepada Tuhan atas semua berkat dan penyertaannya. Tidak lupa aku mengatur alaram pada ponsel agar aku tjdak terlambat bangun besokk pagi.


Tring......


Terdengar bunyi alaram pada ponselku sudah menunjukkan pukul 6 pagi, akupun segera bangun tidak lupa berdoa dan membersihkan tempat tidur kemudian mandi. Setelah semua ritual pagiku selesai aku segera keluar membuka pintu kamar agar udara segar bisa masuk ke kamar mengganti udara yang sudah pengap semalam. Saat berdiri di depan kamar aku melihat penjual kue keliling akupun memanggilnya karna belum ada makanan yang bisa aku makan pagi ini.


"mbak... mbak... saya mau beli kuenya"

__ADS_1


dengan senyuman mbak penjual kue mendekat dan menawarkan kue jualannya


"mau kue yang mana non?"


karna merasa lucu dipanggil non saya kemudian tertawa dan membuat mbak penjual kue heran dan bertanya


"kenapa tertawa non, mbak lucuya?"


"ngak apa apa mbak, lucu saja baru mbak yang panggil saya non. Panggil saja saya pelangi mbak'' jawabku


mbak penjual kue kemudian tersenyum, aku membeli beberapa kue yang iya jual kemudian berlalu kedalam kamar mengambil uang untuk membayar kuenya. Saat aku kembali si mbak penjual kue kembali bertanya "mbak pelangi baru tinggal disini baru kali ini saya liat mbak?" saya jawab "iya mbak baru kemarin saya pindah kemari saya baru dari desa"


Setelah saya membayar kuenya mbak penjual kue kemudian pamit untuk kembali menjajakan kuenya aku juga masuk kedalam kamar untuk sarapan dengan kue yang kubeli tadi kemudian bersiap siap untuk berangkat bekerja. setelah semua rutinitas pagi selesai aku kemudian berangkat ketempat kerja karna waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan aku tidak ingin terlambat di hari pertama bekerja.


"selamat pagi" sapaku pada semua orang yang sudah hadir disana kemudian memberikan senyum termanis yang aku miliki. "selamat pagi juga" jawab mereka semua sambil tersenyum. Hari pertama bekerja aku lalui tanpa ada hambatan yang berarti semua teman-teman membantu jika ada yang tidak aku ketahui dan aku bersyukur untuk semua hal itu.


Saat waktunya pulang kami diberikan makanan untuk kami makan dirumah masing masing dan juga uang untuk tramsportasi pulang. Kami semua mengucapkan trimakasih kemudian berpisah untuk kembali kerumah istrahat. Setibanya dikamar aku membersihkan diri makan malam kemudian beranjak untuk tidur tidak lupa aku berdoa sebelum tidur bersyukur atas berkat dan pertolongan Tuhan sepanjang hari ini dan berharap besok lebih baik dari hari ini.

__ADS_1


__ADS_2