
Kupandangi kepergian pria itu, ya, dia tuan hans, orang baik yang sedang aku tipu. Baik tentu saja, aku melihat bagaimana dia memperlakukan para pegawainya dengan sangat baik.
''nak..nak...nak'' terdengar suara seorang wanita
''i...i..iya bu'' jawabku gugup
''ada apa nak apa kamu baik-baik saja, dari tadi ibu memanggilmu tapi kamu tidak merespon apa kamu sakit nak?'' tanyanya dengan nada khawatir
''saya tidak apa-apa bu,maaf saya tidak mendengar suara ibu, apa ibu dari tadi disini?''
''sudah 10 menit ibu memanggil kamu nak, tapi kamu tak merespon hanya menatap dengan pandangan kosong, apa kamu ada masalah nak?''
''tidak bu saya tidak ada masalah mungkin tadi saya sedang rindu dengan mendiang ibu, ayah dan mbok serly bu'' jawabku berbohong padahal tadi aku sedang membayangkan senyum manis tuan hans
hemm, ya ya ya saya sedang berhayal, rasanya seperti ada tanah tandus didalam diriku yang sedang tersiram derasnya air hujan, disana bunga-bunga bermekaran.
''ada yang ibu mau bicarakan sama kamu nak, apa bisa ikut ke rumah ibu?'' tanyanya
''iya bu''
apa kamu sudah membuat masalah pelangi kenapa ibu kos sampai memanggil kamu ke rumahnya batinku. Ku ikuti langkah ibu kosku sampai di ruang tamunya, disana sudah ada bapak kos beserta indra asisten pribadi tuan hans, banyak prasangka yang timbul dalam hatiku
''selamat sore pak, selamat sore tuan indra'' sapaku pada keduanya
''selamat sore nak, apa kamu ada waktu sebentar ada yang ingin bapak sampaikan'' kata bapak kosku
''ada apa pak? apa pelangi sudah berbuat salah? jika iya pelangi minta maaf pak'' jawabku
''tidak nak, kami memanggilmu kemari karena ada hal penting yang ingin kami sampaikan nak'' ia menjeda kalimatnya
''bapak sudah tahu masalah kamu dari nak indra juga istri bapak, bapak hanya berharap kamu bisa menjadi pendamping yang baik untuk nak hans''
hah??!! tunggu dulu apa katanya pendamping maksudnya saya akan menikah degan tuan hans?
''maksudnya apa pak saya tidak mengerti?'' kataku
''begini nona, tadi tuan menelpon saya dan menyampaikan bahwa iya ingin segera meresmikan hubungannya dengan nona, iya ingin selalu menjaga nyonya'' kali ini indra yang menjawab
mataku membulat, jantungku berdetak tak karuan kepalaku tiba-tiba pusing dan....... aku sudah tidak tahu apa yang terjadi
''nak, nak pelangi kamu sudah sadar?'' tanya ibu kos
''saya kenapa bu, ini dimana?'' tanyaku karena merasa asing dengan tempat ini
''kamu dikamar anak ibu nak, tadi kmu pingsan'' jawabnga. Jika tadi aku pingsan terus sekarang aku ada di kamar, siapa yang membawaku masuk? karena seingatku tadi aku duduk di sofa bersama ibu
''maafin pelangi bu sudah buat ibu repot'' jawabku tak enak hati
''tidak apa-apa nak, tadi tuan hans yang menggendongmu dari sofa, dia sekarang sedang di ruang tamu dengan bapak dan nak indra, apa kamu sakit nak?'' jawabnya sambil tersenyum penuh arti meski aku tak tahu arti senyuman itu
''eh..he.. tu..tuan hans bu? sa...saya...saya tidak apa-apa bu'' jawabku dengan wajah kusembunyikan dibalik bantal karena merasa malu telah digendong oleh seorang laki-laki dan hal itu membuat ibu kos tertawa sampai para kaum adam yang ada di ruang tamu berlarian ke kamar.
''ada apa bu kenapa ibu tertawa'' tanya indra
'' tidak apa-apa nak sepertinya calon pengantin kita sedang malu-malu karena habis di gendong'' kata ibu kos sambil mencoba membuka bantal yang ada di wajahku
yayayayaya aku sangat malu kurasa sekarang wajahku sangat tidak enah untuk dipandang
__ADS_1
''sayang, kenapa kamu malu, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?'' suara lembut namun tegas itu sukses membuatku membuka mataku, tapi tidak berani memandangnya
''paman, bibi , saya titip calon istri saya, tolong jaga dia sampai hari pernikahan tiba, saya ingin calon istri saya sehat dan siap saat hari pernikahan tiba'' kata tuan hans lagi
''tenang saja nak, kami akan menjaganya dengan baik, dia juga sudah seperti putri bagi kami'' jawab bapak kos
''sayang aku pulang dulu jaga kesehatanmu dengan baik, aku akan mengunjungimu setiap hari di restoran, paman bibi saya permisi sudah malam, ayo indra kita pulang dan istirahat'' katanya lagi kemudian berlalu pergi
''hati-hati nak'' kata ibu kos
''saya akan mengantar mereka sampai di depan, kamu istirahatlah nak'' kata bapak kos kemudian mengantarkan kedua tamunya kedepan
''saya juga mau pulang bu, mau istirahat besok saya harus kerja'' kataku hendak beranjak turun dari ranjang
''kamu istrihat saja dulu disini nak, ibu tidak mengijinkan kamu pulang ke kosan, tadi aja kamu pingsan hampir satu jam, ibu jadi khawatir jika kamu pulang nak'' jawabnya
hah??!!! pingsan sampai satu jam, ada apa denganku baru kali ini aku mengalami yang namanya pingsan itu juga sangat lama
''saya tidak apa-apa bu, saya takut merepotkan disini'' jawabku jujur
''tidak nak kamu tidak merepotkan kami, justru kami akan sedih kalau kamu menolak'' kata bapak kos disertai anggukan dari ibu kos
''baiklah pak, bu, jika itu tidak merepotkan'' jawabku karena tak ingin membuat mereka sedih
bapak kos memghampiri kami menarik kursi dan duduk di sebelah ibu kos
''begini nak, bapak ingin bertanya, apa kamu masih memiliki keluarga?'' pertanyaannya membuatku heran apa maksud pertanyaan bapak kosku kenapa dia menanyakan keluargaku
''saya masih punya bibi pak, beliau adik dari almarhumah ibu saya''
''apa kamu punya nomor telponnya nak, ada yang ingin bapak bicarakan kepada mereka'' kata bapak kos
''boleh saya telpon beliau nak?''
''silahkan pak''
.
Tut..
Tut...
''hallo'' jawab seseorang di ujung telpon
''hallo selamat malam, apa benar ini bi ratna bibinya pelangi'' sapa bapak kos
''iya benar, ini siapa? apa lagi yang dilakukan anak tidak berguna itu? apa dia membuat masalah? kalau iya maaf kami tidak akan bertanggung jawab untuknya'' jawab bi ratna yang bisa ku dengar dengan jelas karena suara panggilannya di loudspeaker
''tidak bu, bukan begitu, pelangi akan menikah apa ibu dan keluarga bisa datang?'' tanya bapak kos
''hah?? pelangi mau menikah hahahahaha laki-laki bodoh mana yang mau menikah dengan perempuan macam dia! bapak bercanda ya dia bahkan menolak di nikahkan dengan anak orang kaya dikampung ini, sekarang ingin menikah? ya ampun tolong bilang sama calon suaminya batalkan niatnya menikah dengan pelangi bisa sial hidupnya gara-gara gadis sialan itu'' jawab bi ratna
bagai dihunus tombak, hatiku nyeri mendengar perkataan bibi, apa salahku pada mereka Tuhan kenapa mereka begitu membenci diriku
''maksud ibu bagaimana? pelangi anak baik'' jawab bapak kos membelaku
''baik dari mana hah?! kalau dia baik dia takkan menolak di nikahkan dengan orang kaya, gara-gara dia batal menikah jadi kami harus berusaha membayar utang kami pada orang yang harusnya iya nikahi, seandainya iya mau maka kami tak perlu bayar utang, utang kami lunas andai dia tidak kabur kekota, dia memang pembawa sial'' ucap bi ratna
__ADS_1
deg
apa aku akan dijadikan alat pembayar hutang oleh bibi seandainya aku tak kabur ke kota? bi ratna, orang yang aku hormati setelah orang tuaku
tes....
air mataku mengalir deras dari sudut mataku tak mampu lagi aku menahan segala sesak di dada ku tumpahkan air mataku di depan ibu dan bapak kos. Serendah itukah aku dimata bi ratna hingga dia merelakan aku dijadikan istri ke 4 agar hutangnya pada pak rahmat lunas
''baiklah bu apapun yang ibu katakan itu hak ibu, saya hanya ingin bertanya apa ibu bersedia hadir di pernikahan pelangi nanti?'' jawab bapak kos masih dengan nada lembut
''kami sekeluarga tidak akan datang pak, jika bapak mau bapak saja yang pergi'' jawab bi ratna
''tapi bu, ibu kel.....''
Tuuuutttttttttttt..
panggilan terputus, lebih tepatnya diputuskan oleh bi ratna
''kamu tidak apa-apa nak?'' tanya ibu kos
''aku tidak apa-apa bu'' jawabku sambil menghapus air mataku yang masih terus mengalir
''kamu istirahat nak, besok adalah hari penting'' jawab bapak kos kemudian berlalu ke kamarnya tak lama ibu kos juga menyusul sang suami ke kamar mereka
''tidurlah nak jangan pikirkan apapun, jangan ambil hati perkataan bibimu'' katanya sambil mengelus kepalaku
.
.
''pagi nak, sudah bangun nak, mari sarapan bersama'' sapa ibu kos saat aku baru terbangun
''pagi bu, maaf pelangi baru bangun, tidak membantu ibu membuat sarapan'' jawabku malu karena sudah merepotkan
''tidak apa-apa nak ayo bangun, cuci muka terus kita sarapan, habis ini banyak yang harus kita bahas jadi kamu harus kuat
''baiklah bu'' kataku kemudian berlalu masuk kamar mandi mencuci muka kemudian menuju ke meja makan bersama ibu kos
.
setelah sarapan pagi aku pamit kembali ke kos karena kata ibu kos hari ini aku tidak perlu masuk kerja karena akan ad hal penting yang di bahas. Kuperhatikan halaman depan kamarku sudah tidak ada tenda para pengawal yang biasanya selalu setia bersamaku, sepertinya tugas mereka sudah selesai
.
sore hari aku kembali ke rumah ibu kos, kulihat ada banyak mobil dan motor di depan rumahnya. Apakah ada acara? begitu pikirku. Tadi pagi ibu kos menyuruhku memakai baju rapi kupikir aku akan pergi berjalan-jalan bersama ibu kos
''ada apa bu, tanyaku saat melihat ibu kos menghampiriku
''masuklah nak, ada nak hans beserta kelurganya ingin melamarmu nak'' jawabnya
''hah eh.. me...mela..melamar bu?''
''iya nak, ayo masuk mereka sudah menunggumu''
apa yang harus kulakukan ayah, ibu, mbok??
Apa ini memang jalan hidupku Tuhan??
__ADS_1
Apa aku benar-benar akan menikah??? Apa ini sudah benar??