
Ditengah-tengah suasana haru pertemuan ibu, ayah dan anak, suara bel dari pintu utama berbunyi.
Dingdong.....
Dingdong.....
''Saya buka pintu sebentar ya, sepertinya ada tamu'' ujarku berdiri dari duduk ku.
Aku meninggalkan mereka semua menuju ke pintu utama, ku buka perlahan ingin melihat siapa yang ada di balik pintu.
Ceklek
''Mamah'' ujar Claudy yang langsung melompat kegirangan saat aku membuka pintu.
''Ada apa nak, kelihatannya kamu begitu bahagia?''
''Karena hari ini kita mau ke makam papa Robin'' ujar Claudy masih dengan girangnya.
''Sepertinya kita tak akan bisa kesana hari ini nak, tapi mama ada kejutan buat kamu pasti kamu suka. Ayo masuk dulu, lagian tumben ngak langsung masuk kayak biasanya''
''Yah, koq ngak jadi mah, Audy kan kagen sama papa Robin. Ehhh... tapi mama punya kejutan apa?''
''Kalau mama kasih tahu, bukan kejutan namanya'' ujar ku sambil mencubit pelan ujung hidungnya.
''Ish mama''
''Kamu tutup mata dulu, nanti kalau mama udah suruh buka baru buka matanya''
''Yah mama ngak seru''
''Mau liat kejutannya ngak?''
''Mau dong mah''
''Ya udah tutup mata dulu''
''Iya mah iya''
Aku menuntun Claudy berjalan menuju ke ruang keluarga, saat tiba di sana semua terdiam melihat Claudy.
''Sekarang boleh buka matanya'' ujar ku menepuk pundak putri ku.
''Oma Dewi, Opa Jordi ada disini? Aku rindu padahal baru semalam kita bertemu'' ujar Claudy bermanja-manja pada bu Dewi dan om Jordi.
__ADS_1
''Manja banget sih sama oma''
''Ia dong aunty'' ujarnya sambil tertawa renyah, dia belum menyadari kehadiran kak Frans dan keluarga kecilnya.
''Nak'' ujar kak Frans.
''Om Frans, bagaimana kabar om?'' Ujarnya kegirangan bahkan hampir saja ia melompat ke pangkuan sang paman, andai ia tak melihat bahwa ada bayi kecil di pangkuan pamannya.
''Paman baik nak''
''Uuuu.... lucunya'' ujarnya menoel-noel pipi anak kak Frans.
''Jangan di gangguin dedeknya Audy, nanti nangis loh'' ujar ku.
''Nak, kenalkan ini istri om, namanya tante Nilam dan yang kecil ini anak om namanya Queenara'' ujar kak Frans.
''Halo aunty salam kenal nama aku Audy, halo adek manis nama kakak Audy yang cantik, manis dan tidak sombong hahahaha''
Kami semua tertawa melihat tingkah Audy saat berbicara dengan baby Queen.
''Oma kita ngak jadi ke makam papa Robin?'' tanya Claudy pada bu Dewi.
''Tidak nak, kemungkinan besok kita baru kesana. Hari ini kita mau ngadain acara keluarga dulu, oh iya oma mau kenalin kamu sama anak oma''
''Oma gimana sih, kan aku sudah kenal sama om Roni dan aunty Nisa juga papa Robin''
''Terus siapa oma?''
''Ini aunty Nilam, dia anak pertama oma dan opa yang hilang di culik saat masih kecil. Jadi adek kecil ini cucu oma, dan om Frans kamu itu anak menantu oma''
'Wah, selamat oma sudah ketemu dengan anak oma yang hilang, Tuhan benar-benar baik. Jadi adek Queen ini cucu oma juga kayak aku''
''Iya sayang''
''Udah sana mandi dulu, terus makan. Oh iya, koq kamu pulangnya cepat banget nak?''
''Iya mah, tadi aku cuma di minta untuk perkenalan dengan teman-teman sekolah terus di bawa keliling sekolah sama bu Leni. Habis itu aku di antar keruang guru bertemu wali kelas dan mendapatkan jadwal serta buku-buku pelajaran yang baru terus di suruh pulang katanya besok baru belajar dengan teman-teman lain mah. Oh iya mah, bukunya katanya akan di antar oleh pihak sekolah ke rumah kita nanti sore mah''
''Oh gitu nak, ya sudah sana ganti baju terus makan. Nanti habis mandi baru boleh main sama adek Queen''
''Iya mah, oma, opa, aunty,om, Audy masuk dulu ya''
''Iya nak''
__ADS_1
Claudy berjalan menuju kamarnya tapi sebelum itu iya masih sempat mencium pipin baby Queen sebelum berlari ke kamarnya''
''Audy''
''Sudahlah dek, ngak apa namanya juga anak-anak''
Bu Dewi, kak Nisa dan kak Nilam bercerita tentang penculikan yang di alami oleh kak Nilam sewaktu kecil. Sementara om Jordi dan kak Frans juga sibuk bercerita entah apa yang mereka perbincangkan sedangkan aku membawa baby Queen duduk di kursi taman yang ada di halaman samping ruang makan.
Aku melihat Claudy sudah berganti baju dan duduk di meja makan sambil memakan makan siangnya.
Aku menimang-nimang baby Queen dengan hati yang gembira, aku jadi mengingat bagaimana Claudy saat ia masih kecil dan bagaimana kami melalui hari-hari. Air mata ku sampai menetes saat mengingat hari-hari kelam itu dimulai dari hari saat aku dan putriku hampir mati dibakar hidup-hidup oleh bu Rena dan Sandra.
''Lagi mikirin apa dek?'' ujar kak Nilam menepuk pundak ku, membuat ku tersadar dari lamunan ku tentang masa lalu.
''Eh kak Nilam, ngak mikirin apa-apa kak''
''Kakak tahu kamu pasti lagi mikirin sesuatu, jika kamu ingin cerita, ceritalah sama kakak''
''Ngak ada apa-apa kak''
''Sudah berapa lama kakak tinggal di tempat tadi?''
''Sudah cukup lama dek, setelah pemakaman putramu, kak Lia berencana untuk mencelakaimu dan Claudy, ia mengajak kami kerja sama namun kami menolak karena kami tahu kamu orang yang baik akhirnya kami di usir oleh kak Lia dari rumah, bahkan seluruh aset yang kami miliki sudah di balik nama oleh kak Lia''
''Maafkan aku kak, karena aku kalian jadi menderita seperti ini, maaf sebelumnya kak selama kakak tinggal di sana kalian mendapatkan makan dari mana kak?''
''Bukan salah kamu dek, semua ini sudah takdir dari Tuhan kita hanya bisa menjalaninya dan kakak bersyukur berkat kamu kakak bisa bertemu dengan orangtua kandung kakak. Selama kami tinggal di jalanan kami makan dari mencari dan menjual sampah bekas gelas aqua juga kadang kakak menjadi buruh cuci di rumah orang''
''Maafkan aku kak''
''Sudah jangan minta maaf terus ini semua sudah takdir dek, oh iya apa Queen tak merepotkanmu''
''Tidak kak, justru aku sangat senang bisa bermain dengannya, dia sangat menggemaskan''
''Syukurlah jalau begitu dek''
''Mah, aunty adek Queennya mana?'' ujar Claudy yang berdiri di belakang ku.
''Ada disini nak, tapi mainnya nanti saja ya, adek Queennya mau mandi sama bobo siang dulu''
''Yah mamah, tapi Audy cium dulu ya? Boleh ya mah, yayayaya''
''Iya tapi sekali saja ya''
__ADS_1
''Ok mama, halo adik ku yang manis'' ujar Claudy terus menciumi pipi baby Queen.
''Udah ahh, adiknya mau mandi dulu'' ujar ku menyerahkannya pada ibunya, jika aku terus menggendongnya pasti Claudy akan terus mengganggunya sementara baby Queen sudah terlihat mengantuk.