PELANGI UNTUK BADAI HANS

PELANGI UNTUK BADAI HANS
SIAPA BADAI HANS


__ADS_3

Sehari, dua hari, tiga hari bahkan seminggu telah berlalu tak terasa aku sudah terbiasa bekerja. Aku sangat bersyukur karena selama bekerja tidak ada yang bersikap buruk kepadaku, bahkan mereka selalu membantu jika ada pekerjaan yang aku belum mengerti.


Suatu hari setelah semua pekerjaan kami selesai aku memutuskan untuk segera pulang karna langit sudah terlihat mendung. Akan tetapi baru saja aku hendak keluar dari restoran hujan sudah turun dengan deras disertai angin kencang. Aku duduk kembali di kursi depan restoran memustuskan untuk menunggu sampai hujan reda baru pulang. Dua jam menunggu hujan tidak kunjung reda semua teman pekerja sudah pulang kerumah masing-masing karna mereka memiliki kendaraan. Tinggallah aku seorang disini bahkan pak menejer juga sudah kembali kerumahnya.


Saat merasa hujan sudah mulai sedikit reda aku memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir gelap. Ditengah jalan aku melihat ada segerombolan orang sedang berlari, aku yang tidak tahu apa-apa juga ikut panik tanpa sadar aku kemudian ikut berlari.


Setelah agak jauh berlari aku tiba-tiba bertubrukan seorang laki-laki yang kemudian menarik tanganku dan berlari menuju sebuah mobil. Saat sampai di dekat mobil dia langsung masuk kedalam mobil dan menarik tanganku sehingga aku juga ikut masuk. Mungkin karna panik dan takut terjadi apa-apa aku diam saja saat dia menarikku kedalam mobil.


Orang-orang yang berlari tadi sudah mulai menghilang dari pandangan aku kemudiam menoleh pada laki-laki yang ada disebelahku. Karna refleks aku langsung menutup mataku dengan kedua telapak tangan saat menoleh kearahnya karna laki-laki itu sudah membuka kemeja yang iya kenakan.


''akh........"


segera kubuka mataku saat mendengar suara orang merintih kesakitan dan mataku membulat seketika saat ku dapati laki-laki yang ada di dalam mobil bersamaku tubuhnya penuh dengan luka.


''tu..tu..tuan, anda tidak apa-apa?''


''to..to..to..lo...ng saya''


setelah berkata demikian laki-laki itu terjatuh di depanku sontak saja aku langsung menangkap kepalanya sebelum membentur bagian ujung jok mobil. Karna kosanku berada tidak jauh dari sana aku memutuskan untuk pulang mengambil kotak obat dan sebuah handuk kecil yang sudah aku basahi kemudian kembali kemobil untuk mengobati luka laki-laki tersebut.


Saat tiba di mobil laki-laki itu masih pingsan aku kemudian membersihkan lukanya dengan handuk kecil yang aku bawa, mengoleskan obat pada lukanya kemudia menempelkan pembalut luka. Aku menutupi tubuhnya dengan kemeja yang iya lepas tadi, saat mengambil kemeja ada sebuah benda terjatuh dari sana. Aku mengambil benda itu yang ternyata sebuah kartu nama, tanpa pikir panjang aku menghubungi nomor yang tertera pada kartu nama tersebut.


Tuuuu.....t


Tuuuu.....t


Tu..t


''hallo selamat malam, dengan siapa?'' jawab seseorang di ujung telfon


''selamat malam, saya menemukan kartu nama ini di dalam kemeja seorang laki-laki yang sedang terluka'' aku menjeda kalimatku sesaat ''dia ada didalam mobil sedan hitam di jalan edelweys'' sambungku lagi.

__ADS_1


''terimaka....''


Tuuutttttttt


Aku kemudian mengakhiri panggilan bergegas turun dari mobil dan berlari ke arah kos karna hujan mulai turun dengan lebat. Tanpa aku sadari ternyata handuk beserta kotak obat aku tinggal di mobil itu. Saat aku sudah tiba di depan kamar kos aku kembali menoleh kearah mobil tadi entah kenapa aku merasa cemas pada laki-laki yang ada disana.


Saat akan membuka pintu kamar aku mendengar suara ambulans dan hatiku lega seketika mengetahui bahwa mobil ambulans itu berhenti di samping mobil yang ada orang terluka didalamnya. Tapi tiba-tiba aku terkejut saat melihat orang-orang berpakaian hitam menjaga mobil itu, karna merasa sedit aneh dan ngeri aku langsung masuk kedalam kamar, mengunci pintu dan mengintip dari balik tirai jendela kamar.


Aku memutuskan untuk membersihkan diri dan makan, akan tetapi saat aku slesai mandi dan hendak makan aku lupa kalau jatah makan malamku tertinggal di mobil tadi. Tanpa pikir panjang aku berlari keluar kamar berharap mobil itu masih ada disana sehingga aku bisa makan. Tapi ternyata harapan tinggal harapan mobil itu sudah tidak ada disana, aku menghela napas pelan karena malam ini mungkin akan berpuasa. Aku memutuskan untuk tidur saja mudah-mudahan aku tidak terbangun karena lapar.


Saat hendak memejamkan mata aku merasa ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku


Tok..


Tok...


Tok..


''kakak manis ini ada makanan dari ibu, kata ibu kakak manis harus makan banyak karena kakak manis harus kuat'' kata gadis kecil itu.


''trimakasih sayang'' jawabku sembari mengelus kepala gadis kecil itu


''sama-sama'' jawabnya sambil berlari kembali menuju rumahnya. Ya, rumah ibu kos dan rumah kosnya berhadapan.


Aku kembali kedalam kamar untuk makan malam saat hendak duduk di karpet untuk makan aku hampir jatuh terpeleset. Aku melihat apa yang hampir saja membuatku jatuh, ternyata kartu nama milik laki-laki yang aku tolong tadi. Aku menepuk jidat dan baru tersadar bahwa bukan hanya jatah makan malamku yang tertinggal ternyata kotak obat dan handuk kecil juga tertinggal disana.


Betapa bodohnya aku sampai bisa teledor seperti ini meninggalkan barang milikku dan membawa milik orang lain.


'BADAI HANS' adalah nama pada kartu tersebut. Siapa dia kenapa banyak orang-orang berbaju hitam seperti pengawal? Apa dia orang penting? Apa dia penjahat? Semua pertanyaan itu muncul didalam pikiranku.


Kruuuuyuuu....kkkkkk

__ADS_1


bunyi perutku menyadarkanku untuk kembali fokus pada makan malamku, melupakan pertanyaan yang ada dalam benakku. Segera kusimpan kartu nama itu di atas meja kemudian menyantap makan malam pemberian ibu kosku.


Sehabis makan aku beranjak ke kamar mandi mencuci peralatan makanku, menggosok gigi kemudian bersiap untuk tidur.


Seperti sudah terbiasa jika hendak tidur aku terlebih dahulu harus berdoa. Saat memejamkan mata entah kenapa aku memikirkan laki-laki yang tadi aku tolong. Aku khawatir padanya padahal aku tak mengenal dirinya aku hanya tahu nama yang ada di kartu nama bahkan bisa saja itu bukan namanya.


kring....


kring.......


kring.......


aku terkejut karna ada panggilan masuk pada ponselku karena setahuku hanya bibi ratna saja yang memiliki nomor ponselku. Bibi ratna bahkan tidak pernah menghubungiku sama sekali kecuali saat iya meminta untuk tingga dirumah peninggalan orang tuaku.


Kuperhatikan nomor tersebut tanpa nama hanya nomornya saja. Aku segera mematikan panggilan karna takut seseorang yang berniat jahat.


kring....


kring.....


kring....


ponselku berbunyi lagi dan dari nomor sama yang barusan memanggil karena takut benar-benar orang jahat, aku hanya memperhatikan saja ponselku tanpa berani mengangkat panggilan tersebut. Tak berselang lama panggilanpun berakhir segera kuraih ponselku dan menonaktifkannya aku takut nomor tersebut akan terus menghubungiku.


Aku meletakkan ponselku kembali keatas meja kecil disamping kasurku, tanpa sengaja aku menjatuhkan lagi kartu nama yang aku letakkan di atas meja tadi. Kupandangi sesaat kartu nama itu dan aku tersadar bahwa nomor yang menghubungiku dua kali malam ini adalah nomor yang aku hubungi tadi saat bersama laki-laki yang terluka.


Hari sudah semakin malam aku memutuskan untuk tidur mengistirahatkan pikiran dan badan agar bisa bekerja dengan baik esok hari.


BADAI HANS


nama itu terngiang-ngiang didalam kepalaku, entah siapa dia?

__ADS_1


Tanpa sadar aku suadah terlelap mengarungi samudra mimpi.


__ADS_2