PELANGI UNTUK BADAI HANS

PELANGI UNTUK BADAI HANS
RENCANA BU RENA DAN SANDRA


__ADS_3

Cukup lama kami berada di makam kak Robin, hingga tak terasa waktu sudah hampir pukul 6 sore. Segera kami pulang ke rumah karena harus istirahat lebih awal agar tak kelelahan jika harus bepergian besok. Aku masih sempat menangis di makam kak Robin tadi, namun Claudy dengan cepat menyadarkanku, agar aku tak terlalu larut dalam kesedihan.


Sepanjang perjalanan pulang dari makam kak Robin, aku lebih banyak diam di dalam mobil. Sementara kedua anakku sangat asik bercerita, Claudy menceritakan sosok kak Robin pada kakaknya. Dengan semangat ia menceritakan semua pengalamannya dengan kak Robin.


Tak terasa kami sudah tiba di halaman rumah, segera ku ajak kedua anakku untuk membersihkan diri kemudian makan malam bersama.


''Bu ada surat untuk ibu'' Kata pak Beni saat aku baru tiba di rumah.


''Surat dari siapa pak?''


''Saya kurang tahu bu, tadi ada tukang ojek yang mengantarkannya''


''Terimakasih pak''


Ku periksa sampulnya namun tak ada pengirimnya, ku buka surat itu dan isinya begitu mencengangkan. Sebuah ancaman dan foto keluarga kecilku.


(Aku akan membalasmu, dengan menyakiti anak-anakmu)


.


Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, menyiapkan bekal untuk kami bawa selama perjalanan.Meski bisa saja kami membeli makanan diluar nanti, namun anak-anakku lebih suka masakan rumahan. Saat tengah memasak sayuran, tiba-tiba ponselku yang ada di atas meja berdering.


Ku lihat ada panggilan dari nomor tak dikenal, ku abaikan saja sampai panggilan itu berhenti, mungkin saja orang salah nomor pikirku. Saat hendak mengangkat panci yang berisi sayuran, ponselku kembali berbunyi. Sebuah panggilan dari nomor yang baru saja memanggil tadi, setelah meletakkan panci sayur di atas meja, segera kuraih ponsel dan menerima panggilan itu.


Kring..


Kring..


''Halo, selamat pagi nyonya Pelangi, ini bi Asih'' Sapa seorang wanita yang ternyata bi Asih, asisten rumah tangga di rumah keluarga mas Hans.


''Selamat pagi bi, ada apa pagi-pagi telpon? Ada yang bisa Pelangi bantu?''

__ADS_1


''Begini nyonya mm.... gimana ya ngomongnya?''


''Ada ap bi, katakan saja jika aku bisa bantu pasti aku bantu''


''Begini nyonya, nyonya Rena dan nyonya Sandra sudah bebas dari penjara dan sekarang sedang menyusun rencana untuk membuat keluarga ibu berantakan. Maksud saya, ia ingin memisahkan ibu dan tuan muda Hans. Kemarin saya sempat mendengar obrolan nyonya Rena dengan seorang laki-laki''


''Maksud bibi, bu Rena akan memisahkan aku dengan putraku Hans?''


''Iya nyonya, kemarin saya melihat kalau mereka akan menculik tuan muda Hans dari kampusnya bu, ia tidak ingin nyonya bahagia setelah memasukkan nyonya Rena kedalam penjara''


''Tapi bagaiman mungkin mereka bisa bebas bi, bukankah hukuman mereka sangat berat?''


''Saya juga tidak tahu pasti nyonya, yang jelas saya mendengar jika mereka berencana akan menculik tuan muda Hans. Bibi harap nyonya berhati-hati, apa lagi kemarin nyonya Sandra bilang jika tuan muda Hans tinggal di kota ini sekarang. Nyonya Sandra juga ternyata sudah menyewa orang untuk memata-matai nyonya, tadi saya melihat ada video nyonya bersama tuan muda Hans dan nona muda Claudy di ponsel nyonya Sandra saat saya sedang membersihkan kamarnya. Tuan Hans sendiri sekarang sudah seperti orang linglung nyonya, kadang berbicara sendiri, dan setiap perkataan nyonya Sandra ataupun nyonya Rena selalu di turuti. Sepertinya tuan Hans sudah terkena guna-guna atau semacamnya bibi juga kurang mengerti hal-hal seperti itu''


''Ok bi terimakasih banyak informasinya''


''Sama-sama nyonya, ini nomor baru bibi. Tolong disimpan nyonya, nomor lama saya di sita oleh nyonya Sandra. Saya tutup dulu nyonya, takut ketahuan sama nyonya Sandra atau nyonya Rena''


Panggilan di putuskan oleh bi Asih. Aku tak tahu harus bgaimana sekarang, nyawa anak-anakku sedang dalam bahaya saat ini. Sepertinya aku harus meminta bantuan bu Dita, aku harus meminta saran darinya.


Aku jadi tak fokus lagi untuk membuat bekal perjalanan kami kali ini, rasanya aku tak ingin pergi kemana-mana saat ini. Bukan tidak mungkin orang-orang bayaran bu Rena, juga akan mencelakai Claudy, pasti mereka akan mengikuti kemana kami pergi


''Aku harus menjaga anak-anakku, tak akan aku biarkan siapapun menyakiti mereka'' Gumamku.


''Ada apa bu? Kenapa wajah ibu sangat kusut begitu? Apa yang mengganggu pikiran ibu?''


Claudy dan Hans, tiba-tiba muncul di sampingku, karena kaget, hampir saja sendok sayur yang kupegang melayang ke arah mereka berdua.


''Tidak apa-apa nak. Ibu kaget saja tiba-tiba kalian muncul disini''


''Tidak usah berbohong bu. Tadi kami berdua sudah dengar semuanya bu, maafkan kami yang selalu membuat ibu hawatir''

__ADS_1


Hans dan Claudy memelukku, pelukan mereka memberiku kekuatan untuk menjadi pelindung bagi mereka berdua.


''Kami akan baik-baik saja bu, jangan hawatir kita akan tetap jalan-jalan,benarkan dek?''


''Benar tuh bu, kata kak Hans kita akan tetap jalan-jalan''


Kedua anakku kompak membantuku menyiapakan kembali semua yang akan kami bawa. Mereka juga membantuku membuat bekal dan mencuci semua peralatan masak yang sudah aku pakai tadi.


Akhirnya kami benar-benar jadi untuk pergi liburan keluarga. Pak Beni juga mengajak keluarganya, Claudy sangat akrab dengan anak pak Beni, wajarlah karena mereka satu sekolah dan dari kecil sudah tumbuh bersama.


Sebelum kami berangkat tadi, aku sudah membicarakan kehawatiranku masalah bu Rena dan Sandra pada bu Dita. Namun bu Dita meyakinkanku, bahwa semuanya akan baik-baik saja, karen ternyata dia lebih dahulu tahu masalah ini dari pada aku. Bu Dita sudah menyewa beberapa pengawal yang akan menjaga kami selama perjalanan liburan ini.


'Tenang saja nak, semuanya akan baik-bik saja. Ibu sudah tahu rencan Rena dn Sandra, tak kan ibu biarkan mereka mengganggu keluarga ibu lagi' Kata bu Dita saat aku memberitahukan perihal rencana bu Rena dan Sandra.


Sesaat setelah mobil kami keluar dari halaman rumah, terlihat dari kejauhan sebuah mobil sedan juga ikut bergerak mengikuti mobil kami. Aku sempat takut, namun bu Dita mengatakan jika itu adalah orang-orang bayarannya yang akan menjadi pengawal kami. Selama perjalanan ke bandara hatiku masih terlihat tidak tenang, entah mengapa firasatku mengatakn jika selain mobil pengawal kami ada mobil lain yang mengikuti kami juga.


Saat tiba di bandara dan hendak turun dari mobil, sebuah mobil juga berhenti tepat di belakang mobil kami. Kata bu Dita mereka bukan pengawal kami, karena pengawal kami tak akan menampakkan diri, mereka hanya akan menjaga kami dari jarak yang cukup jauh.


Ting.


Notifikasi sebuah pesan masuk di ponselku, saat kubuka ternyata itu dari bu Dita. Aku sempat heran kenapa ia tak berbicara saja karena kami duduk berseblahan.


[Nak, tetap genggam tangan kedua anakmu. Sepertinya mereka orang bayaran Rena, tapi kamu jangan panik bisa-bisa mereka curiga jika kita mengetahui tentang rencana mereka.Bisa berbahaya jika mereka curiga, mereka bisa nekat melukaimu dan kedua anakmu. Sengaja ibu mengirim pesan karena jika berbicara bisa saja mereka mendengar, karena orang-orang seperti mereka memiliki alat yang canggih bahkan suara lalatpun bisa mereka dengar]


[Ibu memiliki rencana untuk menangkap mereka semua jika kita sudah tiba di utara pulau. Ibu sudah meminta bantuan polisi disana untuk mengawasi mereka disana, juga ada pengawal kita yang ikut di dalam pesawat dan disana]


Aku membca pesan bu Dita dengan seksama, meski hatiku sedang tidak baik-baik saja sekarang karena diliputi rasa hawatir, aku tetap harus bersikap biasa saja. Dengan perasaan yang masih agak ketakutan aku keluar dari mobil dan sebisa mungkin bersikap biasa saja.


Akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat dengan sempurna di salah satu bandara di bagian utara pulau. Saat turun dari pesawat salah satu penumpang menabrakku dan sesuatu terjatuh dari sakunya, namun karena terburu-buru ia tak menyadarinya.


Segera kupungut barang yang terjatuh, ternyata sebuah amplop. Entah kenapa rasanya aku sangat ingin membukanya, saat aku membuka amplop itu, mataku membulat sempurna karena ada foto keluargaku di dalam amplop itu beserta sebuah cek dan juga surat.

__ADS_1


Segera kumasukkan amplop itu kedalam tas jinjingku sebelum orang yang menjatuhkannya kembali mencarinya.


__ADS_2