Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 103 : Menyerang balik


__ADS_3

"Tuan saya sudah memerintahkan semuanya untuk mundur."


"Bagus lalu apakah mereka sudah tiba saudara Gong lam.."


"Seharusnya sebentar lagi, mereka akan tiba tuan."


Tak lama setelah Gong lam melaporkan hal itu, tampak seluruh pasukan pengawal Qing shan dan juga kultivator yang merupakan anggota klan Wu telah tiba di tempat.


Qing shan segera memasang array ilusi dan array perlindungan, secara berlapis.


"Baik bersiaplah semuanya, aura lawan sudah bisa dirasakan, tak lama lagi mereka akan sampai.!"


Semua orang lalu bersiap dalam keadaan senjata terhunus .


Mereka bisa melihat pasukan lawan yang datang dengan jelas, tetapi pasukan yang datang hanya bisa melihat kekosongan, tidak ada apa-apa disana kecuali pemandangan yang memang ada di tempat itu.


Seolah-olah tidak ada orang satupun di sana.


"Hah ke mana semua pengecut pengecut itu...?


Cepat sekali mereka berlari, pasti mereka sangat khawatir kalau kepala mereka terpisah dari tubuhnya ha.ha.ha."


Ayo saudara-saudara....!


Mari kita tinggikan nama klan Kuang Nan mari kita hancurkan seluruh anggota klan Wu ini."


Para anggota Klan Wu yang sudah bisa mendengar pembicaraan para kultivator klan Selatan yang datang mendekat, tersenyum lebar dan merasa takjub.


Mereka semua melihat ke arah Qing shan, karena pemuda yang tampak sederhana ini, begitu banyak peluang yang mereka raih hari ini.


Keadaan danposisi mereka kini tampak jauh lebih unggul, dibandingkan seperti saat pasukan lawan datang pertama kalinya yang dengan mudah bisa menghancurkan mereka.


"Menakjubkan tuan Qing shan membuat kita semua satupun tidak ada yang terlihat."


"Benar sekali saudara, kita yang begitu ramai ini tidak bisa mereka lihat satupun dan ridka pula suara kita.


Hah.. Kalaulah seperti ini keadaan kita dahulu saat pertama kali mereka menyerang, tentu kita tidak akan sehancur sekarang sehingga begitu banyak kehilangan saudara dan juga teman-teman kita."


"Sudahlah saudara, tidak ada lagi waktu untuk menyesal akan hal yang telah lalu, sekarang mari kita balaskan dendam saudara-saudara kita yang telah mati di medan pertempuran pada harj hari yang lewat."


"Tuan..!


Apa yang harus kita lakukan sekarang...?"


"Biarkan mereka makin dekat.


Saudara sekalian...! dengarkan aba-abaku, begitu aku nantinya mengatakan serang.


Maka secara bersama-sama kita harus menghabisi mereka dalam satu pukulan dengan waktu yang sangat singkat.


Setelah kelompok ini habis, jangan lengah sebab kita akan langsung di teleportasikan, persis ke depan pasukan pendukung mereka yang ada di belakang.


Pada saat kedatanganku sebelumnya, tempat ini telah aku penuhi dengan array teleportasi sebagai tempat pengalihan atau jalur pelarian bagi kita untuk menghindar dari musuh, bila tertekan.


Saat nanti susunan array itu aku aktifkan maka bersiap-siaplah, berpindah tempat ke hadapan musuh, jangan pernah turunkan senjata kalian.


Kita akan bertempur habis-habisan."


Setelah Qing shan selesai berbicara, kemudian Wu Mian juga menyempatkan diri untuk berbicara dan menyampaikan beberapa patah kata, bagi kelompoknya dari klan Wu.


"Kalian dengar ucapan saudara Qing shan...?


Jangan lengah...!

__ADS_1


Jangan turunkan senjata...!


Jangan sarungkan pedang kalian...!


Bersiaplah mendengar aba-aba darinya.


Hidup klan Wu...!


Hidup tuan Qing shan...!"


"Hidup... hidup... hidup...!!!"


Semua pasukan di pihak Qing shan sangat bersemangat dan mereka sangat merindukan, saat-saat untuk membalaskan sakit hati dan dendam keluarga mereka, yang telah mati oleh tangan musuh sebelumnya.


Qing shan mengangkat tangannya ke atas, untuk memberi kode agar semua orang diam.


Tak lama sesudah itu, saat pihak musuh sudah dalam jangkauan senjata.


Qing shan berteriak


"Seraaaaaannngggg....!"


"Tusk....tusk...tusk.."


Jleep, setth, bamm, duarr."


"Akhhhh.... ini perangkap.


Ayo mundur semua...!


Mundur kita di sergap, ini perangkap.


Ayo mundur...!"


Tidak ada jalan mundur..!


Hari ini adalah hari kematianmu, kau harus melapor kepada raja neraka."


Qing shan menebas leher orang yang berteriak-teriak untuk menyeru pihak mereka agar mundur tersebut.


Seluruh pasukan klan Wu begitu sigap menyerang semua pasukan lawan yang ada di tempat itu.


Dalam seketika tempat itu langsung bersimbah darah, aroma anyirpun kemudian membumbung mengisi ruang udara.


"Ayo semua bersiap kita akan di teleportasikan persis ke depan musuh.


Jangan lengah..! sebelum bau anyir darah ini tercium oleh mereka, kita harus sudah menyerang dan menyelesaikan semuanya, kalian semua faham...?"


"Faham tuan...!!"


"Baik, sekarang....!!!"


"Syutthhhhhh."


Semua orang terhisap oleh cahaya putih dan telah berpindah pada pasukan lapis kedua dari klan Wu.


"Tang... ting... bang...duumm"


"Ayo serang semua...!"


Wu Mian memberi semangat pada pasukannya, dalam waktu seketika ratusan orang anggota klan Selatan dibantai.


"Gong lam, terus bantai semua yang ada yang ada dalam balutan cahaya ini, yang diluar tidak akan bisa melihat.

__ADS_1


Aku akan mengurus pimpinan mereka."


"Siap tuan!"


Qing Shan lalu melesat dan memukul seorang kultivator pendekar dewa langit tingkat tinggi tahap puncak, dengan jurus pukulan telapak guntur pemusnah.


"Badj!ngan cuihhhh...!


Seorang pendekar dewa langit level menengah tahap puncak, berani menyerangku secara diam diam...?


Dasar tak tahu malu."


"Apa...?


Kau sebut itu dengan serangan...?


Itu hanya salam perkenalan, bukankah aku hanya sedang menyapamu..?


Bahkan itu belum ada separuh dari kekuatanku.


Lalu kenapa kau begitu cerewet untuk seorang kultivator yang kultivasinya berada di atasku..hahah..?"


"Dasar keparat, akan kucabut lidahmu..!"


"Ha..hahah apakah kau mampu...?"


Qing Shan kembali memukul lawannya dengan pukulan telapak guntur pemusnah, yang semakin dahsyat kekuatanya, setelah peningkatan kultivasinya.


Lawan Qing shan tersungkur oleh serangan itu dan terseok seok di tanah, setelah sebelumnya dengan sombong berada di langit saat pertama kalinya Qing Shan mendatanginya.


Memalukan kau menyebut dirimu pendekar dewa tingkat tinggi...?


Tapi kemampuanmu tak lebih seperti pendekar Dewa pemula.


Maka matilah...!"


Qing shan lalu menerobos masuk ke dalam jiwa orang itu dan melahapnya sekaligus mencari segala informasi tentang keberadaan pasukan Klan selatan Kuang Nan.


"Akar spiritual jiwa ayo telan jiwa orang ini dan kita lihat, apa yang akan terjadi padamu.."


Setelah akar spiritual jiwa menelan jiwa pendekar lawan Qing Shan maka terjadi riak besar di lautan dantian Qing shan, tetapi riak dan penambahan kekuatan itu belum cukup bagi Qing shan untuk menerobos pada kultivasi selanjutnya.


"Tuan semua pasukan lawan, yang ada di sini telah musnah.


Apa yang akan kami lakukan selanjutnya...?"


"Baik, lihat dan perhatikan cahaya itu saudara Gong lam, kau lihat cahaya putih yang telah aku sematkan itu, maka arahkan semua pasukan kita untuk menyerang ke sana.


Lakukan seperti apa yang kalian lakukan, tadi di sini."


"Baik tuan.


Ayo saudara semua...!


Kita serang lagi kelompok yang dibelakang itu. kelompok yang ada dalam balutan cahaya yang diletakkan oleh tuan..!"


"Baik saudara Gong lam. Ayo seraaaaang....!"


"Bagus aku akan mengejar pemimpin mereka, ternyata dari ingatan lawanku berikutnya ini, aku tahu ada dua pendekar dewa tingkat tinggi lagi, yang termasuk sebagai pengawal pasukan ini.


Aku harus berhati-hati dan memastikan tidak ada satupun dari keduanya yang bisa lolos, lalu mengadu dan meminta bantuan kepada klan pusat mereka."


Qing shan berpikir dan mencoba merumuskan strategi yang akan dia pakai, untuk menghadapi dan mengalahkan dua lawan yang merupakan pendekar yang berada di atas kultivasinya itu sekaligus.

__ADS_1


Segera saja dia terbang melesat menuju keduanya.


__ADS_2