
"Gua? ada apa di gua ini?"
"Tuan da nona, surat itu aku khawatir dia akan rusak sehingga aku tidak bisa menyampaikan pesan tuan Lin, karenanya aku meminta kedua temanku yang mahir menulis menyalinkan surat itu untukku, karena aku sendiri tidak bisa baca tulis."
"Tunjukkan padaku, seharusnya aku bisa membacanya."
"Mari Nona, Nah ini, di batu datar dan berdiri tegak ini, tulisannya masih jelas seharusnya tidak sulit bagi nona untuk membacanya."
Lin'er Putriku
Saat engkau membaca surat ini
Entah ayah masih hidup atau telah tiada
Alam kecil ini adalah Negeri 1000 alam, dunia kecil yang paling rumit dari setiap alam
Entah berapa kali ayah sudah keluar masuk alam namun belum juga menemukan jalan keluar ke negeri luar
Semoga kau tidak pernah masuk ke alam ini, sehingga tidak terjebak di dalamnya
Orang bijak pernah berkata kelak akan datang seseorang yang bisa melepaskan semua kebuntuan ini
Akankah itu benar adanya? atau hanya sebuah omong kosong dari impian orang yang menolak putus asa
Cahaya api harapan kecil dalam kecamuk badai yang besar ini, akan ayah pelihara demi mimpi bisa kembali bersama denganmu putriku tercinta
Salam ayah untukmu dari sana yakni tempat ayah kini berada.
"Ayah.....!!!!"
"Tenanglah Lin'er kitalah seseorang yang dimaksud itu, dengan keberadaan alam jiwa yang ada, kita bisa menghilang dari sini dengan segera dan membawa siapa saja yang ingin kita bawa."
"Iya kak Lin'er, kita pasti bisa menemukan ayah, kita akan melanjutkan perjalanan, jangan putus asa disini."
"Adik Lan'er....!"
__ADS_1
"Ya sudah mari kita lanjutkan perjalanan, semakin lama kita berhenti disini semakin banyak keputus asaan dalam diri orang orang yang kita cinta."
"Baik maafkanlah aku yang berulangkali tidak dapat mengawal diri."
"Tidak ada yang salah dengan itu Lin'er, yang salah dalam kehidupan ini adalah saat kita memilih berputus asa, bahkan sebelum mencoba semua jalan yang ada."
"Apa yang akan kita lakukan sekarang kak Shan'er?"
"Kita akan lakukan apa yang perlu dilakukan, hei pria desa Shunzhuan....! Tunjukkan tempat jurang tanpa batas itu!"
"Baik mari tuan..!"
Kuda : Ma Yi, Ma Er, Ma San dan Ma Sin keluar dari alam jiwa dan saat ini membawa Qing Shan dan tiga orang yang bersamanya, melesat ke arah jurang tanpa batas.
Angin yang berhembus kencang, mengibarkan baju dan rambut ke empatnya.
Kuda gagah yang begitu sehat, memecah permukaan tanah dengan terjangan kakinya yang kuat , menghamburkan debu yang membumbung ke udara lalu disebar oleh angin yang berhembus kencang.
"Itu tempatnya tuan....!"
Keempat orang itu segera dibalut oleh selaput cahaya tipis, perlahan pola daun akar spritual surgawi yang berwarna hijau menciptakan armor yang membalut tubuh semua orang termasuk mata mereka sekalipun tertutup oleh cahaya tipis namun transparan.
Kuda menghilang dan mereka saat ini telah mengambang dan perlahan menuju jurang tanpa batas.
Pemuda desa Shunzhuan bermarga Yun yang kini bersama rombongan Qing Shan, merasa begitu luar biasa dengan keadaannya yang saat ini mengambang di udara, juga berbalut armor yang kuat itu.
"Inikah tempatnya?"
"Benar tuan."
"Baik kita akan turun dan melihat seperti apa keadaan di dalam dan dibawah sana, tidak perlu gamang sebab kegamangan itu adalah musuh terbesar saat ini, baiklah ayo....!"
Keempatnya terjun ke dalam jurang dan melihat setiap dinding tempat disana dipenuhi dengan terowongan yang menjadi semacam pintu masuk ke berbagai tempat dan semua terowongan itu di lapisi cahaya.
Qing Shan mengedarkan kesadaran jiwanya dan mencoba merasakan setiap petunjuk meski sekecil apapun.
__ADS_1
"Kak Shan'er apa yang akan kita lakukan dalam memilih jalan yang begitu banyak ini.?"
"Lan'er... ! Kesadaran jiwaku saat ini sedang mencari jejak jejak aura yang begitu tipis dan samar yang sama dengan aura batu giok berlukiskan wajah Lin'er, sampai sejauh ini jejak itu sama sekali tidak ada di semua dinding yang kita lewati, tetapi ada di setiap udara di jurang ini yang begitu tipis dan terkadang hilang lalu timbul kembali saat kita turun semakin dalam."
Qing Shan dan rombongannya sudah melewati masa tujuh hari, sejak mereka masuk ke dalam jurang itu.
Pria bermarga Yun tidak bisa seperti ketiga orang lainnya yang tahan tidak makan berhari hari lamanya, karenanya untuk tidak menyiksa dan menghargai sedikit jasanya, dia dimasukkan kedalam alam jiwa oleh Qing Shan, lalu disambut oleh para pengawal yang sudah mulai bermarkas disana dan kemudian membawa pria itu ke wilayah warga alam jiwa.
Pemuda itu sangat bersyukur dan begitu terkejut serta takjub dengan keadan di alam jiwa, terlebih juga status Qing Shan setelah tiba dan mengetahui semuanya tempat itu.
Nam Kui Nu menanyakan berbagai hal terkait keadaan Qing Shan, sebab tidak bisa pergi kesana karena tidak pernah datang kesana sebelumnya, sehingga tidak tahu letak titik kordinatnya.
"Baiklah Lin'er dan Lan'er setelah dua minggu mengamati terus dan merasakan pola aura tipis itu yang selalunya bersumber dari bawah, maka untuk mempersingkat waktu, aku akan melesat dengan kecepatan dewa puncak di tingkatanku, seharusnya itupun akan memakan waktu sebulan lebih atau bahkan dua bulan lagi, karenanya sebaiknya kalian lebih dahulu beristirahat di alam dewa dan memulihkan diri di air telaga kahyangan tempat kalian terakhir berlatih."
"Baik Shan'er tapi kau harus janji membawa kami setelah tiba di dasar."
"Baik aku janji selama keadan disana cukup baik, aku akan mengeluarkan kalian."
Kedua wanita cantik luar biasa yang merupakan dewi dalam hidup Qing Shan itu, segera kembali ke pondok yang dilapisi array tempat mereka latihan sebelumya.
Satu bulan lebih atau bahkan dua bulan perjalanan dengan kecepatan puncak dewa di tingkatan Qing Shan?
Yang benar saja, tempat seperti apa itu?
Maka pilihan Qing Shan memasukkan mereka kedalam alam jiwa sudah sangat tepat, mereka adalah harta Qing Shan tak ternilai sehingga bahkan Qing Shan tidak pernah tega mengotori tubuh mereka, dengan menjamahnya saat surga belum meresmikan hubungan itu.
Qing Shan melesat membelah udara di ruang jurang itu yang bergulung hebat, karena dorongan energi yang ditimbulkan dari kecepatan Qing Shan, setiap cahaya dinding yang melapisi terowongan yang dilewatinya selalu berguncang, seperti lilin yang akan padam dihembus angin yang kencang.
Dua bulan lamanya Qing Shan berada dalam keadaan dan kecepatan itu, tempat itu kini begitu terang dan menyilaukan oleh sebab pijar energi yang ditimbulkan oleh gesekan dan juga energi petir yang melimpah ruah keluar dari tubuh Qing Shan.
" Hah... Akhirnya sampai juga, ternyata dibawah sini adalah lautan api ganas."
Melihat keadaan ekstrim itu Qing Shan belum mau mengeluarkan dua wanitanya, sebenarnya mereka juga bukan wanita lemah, tetapi sikap melindungi dalam diri Qing Shan yang begitu kental terhadap orang orang yang dia sayangi, mencegahnya untuk menyusahkan mereka, sebagai gantinya dia mengeluarkan pesan jiwa alasan dia belum mengeluarkan keduanya.
Di langit alam jiwa kini muncul layar ajaib yang memperlihatkan Qing Shan dan lokasi sekitarnya yang sedang dilaluinya semuanya bisa disaksikan oleh semua mahluk yang ada disana.
__ADS_1