Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 85 : Pavilium obat


__ADS_3

Qing Shan dan rombongannya menuju sebuah restoran besar, di salah satu kota wilayah bahagian


timur alam benua tengah yang juga disebut alam Tiantang.


"Mari! mari saudara kita duduk."


Wu lun bersikap ramah terhadap Qing Shan dan tiga bawahannya.


"Pelayan! Berikan kepada kami minuman dan juga makanan yang paling lezat."


"Baik tuan, mohon anda tunggu sejenak."


"Hei kalian anggota klan Wu, ayo datang kemari!


Angkat barang barangku ini...hei!!"


"Haahhh inilah hal yang paling aku benci, sejak dari jatuhnya klan.


Semua anggota klan Kuang nan merasa mereka bisa berkata apa saja, pada semua anggota klan Wu."


"Siapa itu saudara Wu, apakah anggota klan selatan?"


"Benar. Siapa lagi saudara Qing Shan, kalau bukan klan Kuang nan.?


Bahkan pria rendahan dengan basis kultivasi yang rendah begitupun. mau bergaya sebagai tuan."


"Apakah saudara akan membiarkannya.?"


"Aku diperintah untuk mematuhi saudara dalam perjalanan ini, holehkah saudara..?"


Mata Wu lun berbinar.


"Silahkan saja bukankah kita sudah permisi pada patriak, kalau kita di luar ini, akan mengaku sebagai orang yang tidak setuju dengan sikap patriak, yang mengalah pada knlan Kuang nan.


Artinya kita adalah orang yang menyamar, sebagai pembangkang."


Saat Haris masih bicara dengan Wu lun, pria dari klan Kuang Nan berteriak.


"Hei kenapa kau tidak mendengarku?


Klan Wu milikmu adalah pelayan klan Kuang milik kami."


Wu lun segera hilang dari tempatnya.


"Kau pikir aku akan patuh pada si tua Lingdao itu?"


"*Bugh....!"


"Arrgghhh*."


Setelah terdengar suara pukulan dan erangan karena rasa sakit, tempat itu kembali menjadi senyap.


Wu lun kembali ke tempatnya.


"Ah akhirnya si brengsek itu akan tidur untuk beberapa jam ke depan."


"Tuan ini makanan dan minuman anda semua, silahkan dinikmati tuan."


"Ayo mari saudara Qing Shan dan saudara semua."


"Ya mari saudara Wu lun."


"Ayo bersulang saudara, ini adalah arak terbaik di kedai ini.


Mari! ayo saudara bertiga kita bersulang."

__ADS_1


Wu lun tampak begitu bahagia hari ini dengan angin segar yang dibawa oleh Qing Shan bagi pergerakan kebangkitan klan asal mereka.


"Shuuuuuuupphh.... akhhhgg."


"Anda begitu suka minum rupanya saudara Wu lun.?"


"Hahh sayangnya tidak begitu, saudaraku Qing Shan.


Terus terang ini adalah pertama kalinya aku minum sejak Klan jatuh.


Keuangan Klan benar benar habis dikuras oleh Kuang nam brengsek itu dan semua hanya karena satu tetua mereka yang berada di tingkat pendekar langit level menengah.


Benar benar rasa malu yang menjijikkan."


"Uh.. Bagaimana kalau setelah ini kita pergi ke pavilium obat tempat para al kemis itu berada saudara Wu lun.?"


"Ada apa disana saudara Qing Shan, apakah saudara akan membeli sesuatu."


"Hmmm... lebih tepatnya menjual saudara, bukankah saudara katakan tadi kalau keuangan klan sudah terkuras habis.


Bukankah lebih bak kalau kita beroleh sejumlah uang?"


"Wah apakah ada sesuatu yang akan saudara Qing Shan jual?


"Ya beberapa sumber daya seperti yang aku berikan kemaren."


"Baik ayo kita selesaikan urusan kita disini."


Persis setelah mereka selesai makan, seseorang datang dengan pedang terhunus dan langsung menuju meja Qing Shan berada.


"Hei siapa diantara kalian yang saja menyerang anggola klan Selatan Kuang nan?"


Qing Shan menatap kepada Lu Ming.


"Zzuuup."


"Aiyaaaakkkhhh."


Pria itu terlempar keluar restoran dan terduduk di halaman restoran.


Baru saja dia berdiri, Lu ming sudah ada di depannya dan menyabetkan perangnya ke kiri dan kekanan, lalu melakukan gerakan berputar yang sangat cepat dengan posisi pedang yang disabebatkan ke pria yang tadi menghardik mereka.


Potongan daging yang menumpuk dengan berbagai ukuran menumpuk


di depan Lu ming.


"Jangan pernah bicara keras, apalagi tidak sopan di hadapan tuan cuiiiihhhhh."


Qing Shan dan rombongan yang sudah selesai makan, setelah Wu lun selesai membayar pesanan mereka, segera saja mendatangi Lu Ming.


"Apakah dia orang orang klan selatan juga saudara Wu lun?"


"Benar sekali saudara Qing Shan."


"Baiklah bisakah kita pergi sekarang saudara Wu lun?"


"Tentu saja saudara Qing Shan


"Tuan tuan bolehkah saya bergabung?"


Seseorang tiba tiba berdiri dengan ramah dan senyum persahabatan


"Hei siapa kau.?"


"Saudara Wu lun, biarkan saudara kita ini bicara."

__ADS_1


"Terima kasih tuan, nama saya adalah Gao Jun, saya adalah pengembara yang sengaja memakai tanda dari klan barat yang saya beli dari pasar gelap.


Saya tidak punya kerabat di alam ini, bolehkah saya ikut bersama kelompok tuan?"


"Apakah saudara siap diberi tanda jiwa?"


Gong lam ikut berbicara.


"Tuan saya hanya ingin bergabung bukan untuk menjadi budak.


"Saudara Gong lam itu tidak perlu dilakukan."


"Baik tuan."


"Baiklah saudara, kami menerimamu dengan tulus, Jangan kecewakan kami."


"Baik tuan."


"Ayo kita berangkat


Kelima orang itu terbang ke langit" dan melesat dengan cepat ke gedung pavilum obat.


"Saudara semua, kita sudah harus turun disini dan berjalan."


"Baik mari kita turun!"


"Seharusnya di pintu itu akan ada penjaga yang bisa kita ajak bicara saudara Qing Shan."


"Ya mari kita masuk."


"Maaf tuan tuan, kalau tuan tuan hendak membeli pil, hari ini pavilium obat tidak sedang dibuka untuk umum, sebab saat ini ada pertemuan para alkemis di aula pertemuan."


"Ah tuan, maaf kalau kami datang pada saat yang salah, bisakah saya bertemu dengan tetua al kemis yang mengurusi bahan obat, saya punya beberapa buah langka bahan obat untuk di tawarkan, harap tuan jangan menolak.


Saya jamin tetua obat nantinya, akan sangat berterima kasih pada anda, karena membawa buah ini"


Si penjaga bingung untuk mengambil sikap tetapi melihat kesan meyakinkan yang Qing Shan tunjukkan, dia menjdi yakin untuk bertaruh pada pekerjaannya.


"Tuan, apakah anda sangat yakni kalau itu adalah buah langka?"


"Sangat yakin, buah ini tidak akan didapatkan di alam Tiantang ini."


"Baiklah tuan, saya bertaruh pekerjaan saya untuk urusan ini."


Penjaga itu pergi menghadap tetua alkemis bagian bahan obat.


Detak jantungnya semakin lantang, saat semua al kemis dalam pertemuan itu sedang melihat kepadanya.


"Penjaga, apakah ada hal yang sangat genting, sehingga engkau sampai datang kemari?"


"Tetua ada seseorang di luar yang datang untuk menwarkan bahan obat yang sangat langka, jadi saya khawatir melewatkan hal ini, takut kalau ini sangat berharga.


Tolong maafkan saya kalau ternyata tidak sesuai dugaan saya."


"Apakah orang itu memberikan contohnya?'


"Ada tuan, ini tuan."


Tetua bahan obat itu lalu membuka kotal giok yang di jadikan Qing Shan sebagai tempat buah pohon akar spritual surgawi.


Begitu kotak giok dibuka, aroma harum yang lembut dan khas, serta mengandung energi pemulihan yang sangat menenangkan pikiran, hanya dengan mencium aromanya menyebar ke seluruh ruangan.


Gelombang aroma harum dan menenangkan itu menyapu seisi ruangan dan memberikan rasa nyaman bagi semua orang.


Semua para al kemis yang ada disana berdiri dan berusaha mendekat pada tetua obat

__ADS_1


__ADS_2