
Setelah Qing Shan dan Lin'er menyelesaikan urusannya lalu Lan'er segera masuk.
"Minuman sudah datang..!"
Lan'er sengaja menguatkan suaranya agar dia tidak harus melihat seperti apa yang tadi dia lihat.
Wah harum sekali teh ini, ya ini adalah teh herbal terbaik gege.
"Kemarilah Lan'er.."
Qing Shan mencium Lan'er di depan Lin'er saat Lan'er sudah dekat.
"Gege...!"
"Kenapa...?
Siapa yang menyuruhmu mundur kembali dan bersembunyi di belakang sana, saat aku mencium Lin'er..?"
"I..itu...?"
Lin'er tertawa cekikikan menyaksikan Lan'er merasa gugup saat di tanyai oleh Qing shan.
"Kak Lin'er...! Jadi kalian melihatku tadi...?"
Lin'er tersenyum dan mengangguk.
"Huh sia-sia saja aku sembunyi.
Kalau aku tahu kalian tahu keberadaanku, buat apa aku capek-capek sembunyi di belakang....?
Dasar...!
Jadi kalian berdua sengaja ya mengerjaiku...?"
"Siapa yang mengerjaimu...? Kau saja yang gugup ketika melihat aku bersama salah seorang wanitaku, seolah kau juga bukan wanitaku.
Lan'er lain kali jangan begitu.."
"Haaahh kok jadi aku yang salah...? Padahal maksudku baik hendak memberi waktu bagi kalian."
Saat Lan'er dan Lin'er juga Qing shan sedang bersama, Zui'er masuk ke ruangan itu.
"Saudari Lin'er saudari Lan'er aku pulang...!"
Begitu Zui'er masuk Qing shan langsung menyambut dan memeluknya kemudian membenamkan wajahnya ke leher dan rambut wanita, yang pertama kalinya dia dekati dari ketiga wanitanya yang ada itu.
Wanita ini pula yang hampir membuatnya lupa diri, saat berada di alam kecil dahulunya itu, karena begitu kuatnya daya pikat yang dimilki putri dewi bunga yang cantik jelita ini.
"Ah gege itu ada saudari Lan'er dan Lin'er, aku malu gege...!"
"Ha..ha..hah..hahahhh"
Tawa Lan'er dan Lin'er meledak di ruangan itu.
Untuk waktu yang lama ke empat orang itu bercerita dan bersenda gurau bersama.
"Gege terima kasih atas waktu yang kau berikan pada kami, kami sangat senang sekali hari ini.
Kami ingin ke depannya gege lebih banyak meluangkan waktu kepada kami seperti ini, di sela-sela perjuangan dan kegiatan yang akan gege lakukan."
"Baiklah...! Aku memang kurang membagi waktu untuk kalian selama ini.
Aku terlalu bersemangat untuk melindungi kalian, sehingga lupa hal yang paling penting yakni menjaga kebersamaan dan menyempatkan waktu untuk duduk bercerita dan juga saling bercanda ria bersama kalian seperti ini.
Aku berjanji kedepannya keluarga kita akan lebih banyak melakukan hal seperti ini."
"Benar sekali gege, bukankah kita punya tempat khusus seperti alam jiwa dewa ini, yang bisa kita masuki dari manapun dan saat sedang dimanapun.?
Artinya surga sudah memberikan jalan keluar, bagaimana agar gege tetap fokus berjuang dengan tujuan gege, tetapi tetap bisa normal menjalani kehidupan dalam keberasamaan kita."
"Iya kau memang sangat benar sekali Zui'er pemikiranmu ini sebelumnya tidak terpikir olehku, walaupun alam jiwa Dewa sudah lama berada dalam genggamanku.
__ADS_1
Aku suka nasehat dan masukan seperti ini dari istriku."
"Benar sekali gege.
Selain itu sebenarnya surga juga sudah memberikan kelapangan, dalam jalan yang akan kita tempuh ini.
Lihatlah ada begitu banyak saudara-saudara kita, yang sudah melakukan banyak hal bagi kita. sebenarnya gege bisa lebih lapang memberikan waktu bagi kami.
Maaf kalau aku Lan'er dan saudari Zui'er, yang barangkali gege rasa terlalu banyak menuntut dan kekanak-kanakan selama ini, tapi itu adalah buah perasaan yang begitu besar di hati kami semua.
Apalagi setelah gege menjadi suami kami ke depannya, khususnya aku sendiri, aku telah begitu banyak kehilangan waktu dari orang orang yang aku cintai selama ini, maka aku tidak ingin merasakan hal sepeti itu lagi ke depannya, ketika sudah memiliki suami yang begitu aku cintai."
"Ya aku mengerti dan aku tidak menyalahkan kalian, itu sebabnya ketika menghadapi kalian, aku tidak mendesak dan memaksakan kehendakku."
"Kami sayang gege."
Ketiga wanita Qing shan datang dan memeluk serta menciumnya dari segala arah.
"Tuan.....!"
"Ya ada apa saudara Gong lam...?"
"Maaf tuan, kalau saya mengganggu waktu tuan dan nyonya semuanya.
Di luar ada Tuan Luo Pangzi dan istri beliau nyonya Mei Yin.
Beliau datang untuk mengunjungi tuan dan nyonya, beliau memintakan kepada saya untuk memanggilkan tuan.
Karenanya maaf kalau kedatangan saya mengganggu tuan dan nyonya."
"Tidak tidak sama sekali.
Kedatangan saudara Gong lam tidak mengganggu, kami hanya sedang minum teh di dalam sini.
Baiklah pergilah terlebih dahulu, aku akan segera datang."
Qing Shan yang mendengar Gong lam memanggil namanya, dari luar pintu ruangan milik tiga calon istrinya yang tertutup itu, segera keluar untuk menemui Luo pangzi dan istrinya.
Lin'er sangat bersemangat apalagi Luo pangzi dan Qing shan adalah teman kecilnya sewaktu dahulu, berada di desa Shunzhuan.
"Sahabatku Luo pangzi ternyata setelah begitu lama, baru kau mengingat kalau kau memiliki seorang sahabat sepertiku."
"Ah sahabatku Qing shan janganlah kau buat aku merasa bersalah.
Aku diam dan terus bekerja selama ini, adalah karena ingin melaksanakan perintahmu juga, aku berkeinginan untuk bisa membuatmu merasa bangga akan diriku ini teman.
Kau tahu aku ini, terlalu lemah dalam kemampuan teman, jadi aku berusaha sebisaku untuk mengatur kota dengan tujuan agar desa kita tercinta yang dahulunya telah hancur dan terlupakan, menjadi kota yang tentram makmur dan aman bagi semua orang.
Persis seperti apa yang pernah engkau harapkan, jadi teman kau maklum maklumi sajalah temanmu yang lemah ini, kalau aku jarang muncul dan berkunjung ke tempatmu."
"Ha..ha..hah kakak kau dengar suamimu ini...?
Suamimu ini sangat pandai merangkai kata, itulah yang aku rindukan darinya, selain itu sepertinya dia sudah kehilangan selera humornya, karena begitu serius menjabat sebagai tuan kota..hahahah.
Oh ya Kakak Mei Yin di mana paman dan bibi...?
Kenapa aku tidak melihat paman dan bibi hadir bersama kalian...?"
"Adik Shan'er, ayah dan ibu saat ini sedang berada di desa Zhuangnam, karena saat kakak dan suami datang kemari, ayah dan ibu sedang memeriksa restoran mereka yang ada di sana."
"Wah bagus..bagus sekali..!
Ternyata paman dan bibi masih bisa menyempatkan waktu juga untuk mengurusi usahanya itu.
Bagus! itu artinya semangat paman sudah timbul kembali..hahah
Aku senang mendengarnya.
Ayo.. ayo kita duduk! Sebentar lagi hidangan hidangan akan datang."
Tak lama kemudian warga perkampungan alam jiwa segera datang, menghidangkan berbagai macam makanan dan juga buah-buahan, serta olahan makanan lain untuk dihidangkan kepada sahabat Qing shan yang menjadi tamu pada hari itu.
__ADS_1
Ibu angkat Qing shan yakni Nam kui nu mengatur segala sesuatunya tentang pelayanan para tamu, maupun makanan dan segala hidangan yang akan dinikmati oleh semua orang, yang ada di alam jiwa.
Semuanya telah tertib diatur dan dikerjakan oleh ibu Nam kui nu sebagai pemimpin warga alam jiwa dari kalangan manusia biasa.
"Jadi akhirnya kau akan menikah juga sobat dan ternyata kau berjodoh dengan adik Lin'er hahaha..
Aku sangat senang sekali, dua anak kecil yang sejak dahulunya saling menyukai ini, akhirnya kemudian akan dipertemukan oleh surga kembali, dan diberkahi bisa menjalani kehidupan menjadi suami istri.
Tapi hal yang membuat aku cemburu, kau langsung menikahi tiga wanita yang merupakan dewi dari segala dewi."
"Hahaha kakak Mei Yin..!
Sepertinya kau juga harus mencarikan dua wanita lain lagi pada suamimu ini, karena seperti ucapannya dia cemburu kepada calon istri-istriku."
"Adik khusus suami kakak ini, dia tidak boleh menikah lagi, itu adalah perjanjian.
Kalau dia menikah lagi, maka aku akan pergi meninggalkannya dan aku akan mencari suami baru."
"Hahaha menarik sekali ini hahaha.....! Habislah kau sobat, kali ini kau tidak akan bisa berkutik...wkwkwk."
"Ya begitulah teman, ternyata setelah menikah, aku sekarang ini malah seperti seorang lelaki yang ditanggung oleh wanita.
Sobatku Qing shan, istriku selalu mengaturku dalam segala hal, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur sangat mencintainya.
Terkadang aku menyesal, kenapa kau membunuh tiga orang yang dahulu mengganggunya, coba kalau kau sisakan satu saja, bukankah aku bisa berlindung di balik orang itu sekarang...?"
"Enak saja kau, dasar.....!"
"Hahahah aku suka sekali melihat kalian seperti ini...wkwkwk."
"Ya kau tentu akan senang sekali melihatku menderita, bukan begitu teman...?"
"Ha..hahahahhh... tidak seperti itu juga hahah
Jadi sahabatku Luo pangzi, bagaimana sekarang keadaan kota..?
Secara khusus aku ingin bertanya tentang sekte Dewa Shunzuan.
Aku sudah lama tidak datang ke sana, apakah mereka masih tetap mendukung balai kota..?"
"Masih teman...!
Mereka masih tetap setia dan mereka bekerja sangat baik, cukup memuaskan dan selain itu mereka juga terus berpatroli, menjaga keamanan juga mencari dan memburu, sisa-sisa orang-orang yang merupakan anggota sekte hitam dahulunya."
"Bagus itu bagus.!
Kita harus tetap waspada dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan, sebab bekas-bekas anggota sekte hitam bukan tidak mungkin kemudian akan merekrut orang-orang baru dan mendirikan perkumpulan atau sekte bawah tanah, sehingga tanpa sadar tiba-tiba mereka sudah kuat dan besar.
Sampaikan pesanku nanti kepada para patriak, yakni patriak Pedang suci, gunung emas dan tongkat dewa agar terus berpatroli dan terus memeriksa segala keadaan, guna memastikan tidak ada bibit-bibit sekte hitam, yang akan mulai tumbuh dan berkembang di kota Shunzuan kota kita yang tercinta."
"Baik sobatku Qing shan.
Semua itu akan tetap kita lakukan.
Oh ya lalu bagaimana dengan pernikahanmu sobat...? Karena aku sudah mendengar maklumat dari kekaisaran Han, yang dikeluarkan oleh kaisar yang mulia kaisar, bahwa segera dalam waktu dekat ini engkau akan menikah katanya.
Sebenarnya itulah alasan kenapa aku dan istriku datang kali ini."
"Ya mungkin acara itu akan dilaksanakan dalam waktu 2 atau 3 hari ini teman, karena memang pernikahan itu tadinya sudah tertunda beberapa saat yang lalu, maka kali ini semoga tidak lagi ada hambatan dan penundaan.
Untuk itu ayahanda Kaisar dan ibu Ratu juga pasti sudah begitu bersemangat, jadi saat ini mereka sedang menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan dengan gerak yang cepat."
"Ya itu sudah bagus sobatku Qing shan, memang sudah selayaknya kau berkeluarga sobat apalagi kalau kemudian memiliki keturunan sebagai cucu sang Kaisar."
"Ya bukankah kau juga beberapa bulan lagi akan memiliki seorang Putra sobatku.
Baiklah sepertinya kita harus memberi waktu bagi para wanita untuk bercerita lebih dekat.
Ayolah, aku akan membawamu ke suatu tempat."
Qing shan lalu membawa Luo pangzi kedalam alam salju, setelah menjelaskan segala keadan yang pernah dialaminya disana, termasuk hukum surga yang ada di alam salju juga keberadaan salah seorang istrinya yang begitu cantik yang berasal dari daerah itu.
__ADS_1
Qing shan mengajak Luo pangzi minum di kedai minuman disana dan menangkap ikan di sungai serta membakarnya untuk menaikan kultivasi sahabatnya itu.