Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 36 : Seorang wanita memang luar biasa


__ADS_3

"Kak Shan'er kamu dengar tidak apa yang ku ucapkan?"


"Ya... tentu aku dengar Lan'er!"


"Lalu kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?"


"Eh... itu, aku sebenarnya aku saat ini sedang berada di desaku Lan'er, jadi beberapa ingatan sepertinya membuat aku kurang fokus menyimak ucapanmu."


"Oh begitu ya, apakah aku mengganggu?"


"Sebenarnya tidak Lan'er! tidak sama sekali, suaramu malah menarik dan menyadarkan aku dari suasana hati yang tadinya penuh he... he..he."


"Mmmm... kalau begitu bolehkah aku mencarimu dalam waktu dekat?"


"Apakah kau sudah begitu rindu denganku si pria tampan menawan ini?" ha..ha.hahhahh


"Oh ya Lan'er sebenarnya apa tadi


pertanyaan yang mau kau tanyakan?"


"Aku bertanya bolehkah aku mencarimu!"


"Oh itu... boleh saja, nanti aku akan utus Gong Lam Hui menjemputmu."


"Aku dan ayah bersama ibu ada di kota Suciehn, sudah dua hari ini dan kami mengira kak Shan'er ada disini."


"Baiklah kalau begitu aku akan kesana."


"Tapi...."


"Tapi apa kakak San'er?"


"Mmmmm.... i..itu, Lin'er teman masa kecil aku sudah di temukan."


Dengan gugup Qing Shan menunggu reaksi reaksi wanita di seberang sana

__ADS_1


"Apakah aku sudah pernah menceritakannya padamu?"


"Tidak...! tetapi Gong Lam Hui sudah menceritakan semuanya termasuk tentang desa kak Shan'er yang akan kembali dibangun."


"Bagaimana menurutmu kalau aku membawanya bersama ke kota Suciehn?


"Menurutku bagus, tapi menurut kak Shan'er siapa yang lebih cantik diantara kami?"


"Oh itu ya."


"Siapa?"


"I.. itu...!"


"Itu siapa?"


"Ah kalian berdua adalah wanitaku tentu kalian berdua adalah gadis paling cantik dari senua gadis manapun di dunia ini."


"Tapi yang kutanyakan adalah siapa yang paling cantik diantara kami berdua?"


"Itu apa?"


mulai kesal


"Kalian berdua sama sama cantik, yah sama sama cantik...he...he..."


"Benarkah aku tidak lebih jelek?"


"Iya benar.... Lin'er aku harus sudahi ini ya itu ada musuh datang"


"Apakah berbahaya?, jaga dirimu kak Shan'er."


"Yahh... aku pergi sekarang Lin'er."


"Ya hati hati."

__ADS_1


"Akhirnya selesai puiiiihhhhh"


Setelah itu gema ledakan tawa yang begitu keras menerbangkan burung burung dari pepohonan karena terkejut dengan suara tawa dari Luo Pangzi, Mei Yin dan ayah ibunya.


Menyaksikan itu Qing Shan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Berikutnya suara angin menderu berhembus kencang.


"Ah tampaknya desa kita sangat senang mendengar tawa kita tadi sobatku Qing Shan"


"Ya kau benar sobatku gendut, sekte hati iblis telah musnah para penjahat itu telah mati."


"Benarkah ?"


"Ya dendam semua orang sudah terbalaskan."


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?


"Kita akan membangun kembali desa kita ini, tetapi sebelum itu seperti janjiku pada Lan'er tadi, kita akan kembali lebih dahulu ke kota Suciehn."


"Baiklah temanku gendut, kali ini kita akan menaiki artefak kapal agar paman bibi juga kakak Mei Yin dan juga kamu melihat lokasi sekte hati iblis yang sudah rata dengan tanah."


Mereka semua mengangguk dan artefak kapal di hamparkan sejengkal dari permukaan tanah, sejenak mereka memandang desa tercintanya lalu kilatan cahaya melintasi mata mereka masing masing, desa akan dibangun kembali semua penghuninya yang telah tercerai berai akan disatukan kembali.


Masing masing mereka akan diberi harta dan lahan pertanian serta apa yang telah di lakukan di desa Suciehn akan dilakukan disini dalam skala yang lebih besar.


Semuanya menaiki kapal yang perlahan naik ke atas dan melesat menuju desa tempat nona Lin berada,.


Dalam perjalanan mereka dapat melihat segala sesuatunya dengan jelas dari atas, termasuk lolasi sekte hati iblis yang telah berubah menjadi hamparan tanah lapang tandus yang begitu luas.


Untuk sesaat keempat orang selain Qing Shan, begitu terkejut melihatnya dan membayangkan seperti apa kekuatan yang dikeluarkan oleh pemuda, yang baru saja cengengesan saat berbicara dengan seorang wanita lewat batu komunikasi harta surgawi.


Batu ajaib yang memiliki kekuatan syurga untuk menangkap dan menyimpan serta menyampaikan suara melalui transmisi gelombang ke seluruh alam itu telah menjadi saksi betapa manisnya pemuda ini ketika bicara pada wanitanya, tetapi begitu tegas dan ditakuti oleh lawan lawannya.


Apa yang terhampar di depan mata tentang betapa kuatnya efek serangan yang ditimbulkan oleh sosok Qing Shan in, cukup menjelaskan seperti apa kekuatannya kalau dia sudah mengeksposnya.

__ADS_1


__ADS_2