Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 75 : Pencarian jalan


__ADS_3

Lin'er dan Lan'er menyayangkan segala kesusahan dan kesedihan yang terpaksa dilalui oleh Qing Shan dan tidak mempersalahkan perihal Zui'er dan menerimanya dengan lapang dada.


"Saudari, aku Zui meili, kak Shan'er banyak bercerita tentang kalian berdua juga memuji kecantikan saudari berdua, kak Shan'er juga mengatakan kalian berdua bisa terbang di langit, aku ingin sekali kita segera bertemu, semoga jalan keluar dari tempat ini bisa di temukan."


"Baik saudari jaga kak Shan'er jangan sampai dia kelaparan disana."


Ketiga wanita cantik yang luar biasa itu saling bercerita banyak hal, sebagai orang terdekat dengan Qing Shan dan merupakan wanitanya, mereka menjadi akrab walau perkenalan mereka terpaut jarak.


Qing Shan meminta waktu untuk bicara pada ayah dan adiknya Nian'er dan juga terutama semua yang sudah dia anggap sebagai ibunya.


Tak ketinggalan dia juga bicara pada para pelayannya dari barisan para pengawal.


Setelah semua orang puas berbicara, Qing Shan menutup pembicaraan di antara mereka dengan berjanji untuk segera bisa kembali.


"Zui'er apakah kita bisa pulang sekarang?"


"Aku masih berat meninggalkan tempat ini kak Shan'er."


"Kita bisa ke tempat ini kapanpun, kita harus mencari jalan itu segera."


"Tidak bolehkah kita berkeliling sekali lagi.?"


"Baiklah..."


"Tapi aku meminta waktu sedikit, penggunaan artefak ini memakai tenaga, jadi biarkan aku nanti diam untuk memulihkan tenagaku yang sudah terpakai, apakah Zui'er ku faham?"


"Baiklah kak Shan'er aku faham."


"Kapal ini akan segera berangkat, tapi jangan lupa untuk membiarkan aku sejenak ya, kau tidak apa apakan melihat pemandangan ini sendirian?"


"Tidak apa apa kak, bukankah kau hanya akan beristirahat dan engkau masih disini?"


"Iya aku istirahat sekarang."


Kapal merambat pelan dan perlahan di langit alam kecil.


Qing Shan masuk ke alam jiwanya dan bertemu dengan jiwa dari esensi alam kecil.


"Tuan.....!"


"Bagaimana pemulihanmu.?"


"Luar biasa tuan, aku sudah pulih sedangkan energi dari buah ini masih banyak melimpah."


"Aku punya pertanyaan penting untukmu, tentang dimanakah posisi jiwa alam salju itu?"


"Seharusnya itu tidak jauh dari lokasi badai salju itu tuan."


"Kenapa begitu?"


"Saya adalah jiwa yang merupakan esensi dari alam ini tuan, saya punya sifat dan kebiasan juga kecendrungan untuk suka atau tidak suka pada sesuatu yang berada di dalam diri saya.


Maka saya percaya jiwa itu juga, akan punya kecendrungan dan sifat seperti saya."


"Lalu hal hal apa yang bisa menarik perhatian jiwa sepertimu?"


"Contohnya serangan yang tuan lakukan sebelumnya tetapi masalahnya tuan tidak punya kekuatan untuk melakukan itu disana.?"

__ADS_1


"Selain itu apalagi?"


"Apa ya?


Seharusnya itu harus berharga.


Yang berharga menurut jiwa? ahhaaaa aku tahu tuan..!"


"apa itu ?"


Jiwa itu tidak menjawab, tetapi malah menunjuk salah satu buah, dari pohon alam jiwa surgawi.


"Apakah itu begitu menarik?"


"Benar tuan. Kita suka pada hal hal baru, meski jiwa itu punya banyak hal yang bermanfaat sepeti ikan yang tuan makan itu, begitu berharga sebenarnya bagi peningkatan kultivasi.


Manfaat ikan itu telah meningkatkan kultivasi tuan, sampai ke tahap pendekar alam bumi, dari yang sebelumnya cuma pendekar pemula tahap puncak, itupun baru di level menengah.


Tapi itu tidak lagi menarik baginya, namun buah ini, akan berbeda tuan dia akan segera datang walau dia berada di tempat paling terpencil di alam itu sekalipun.


"Apakah kau yakin?"


"Sangat yakin tuan..!"


"Lalu apakah aku bisa menukar buah ini, dengan kebebasanku?"


"Tidak akan tuan, dia harus tuan kalahkan."


"Bagaimana caranya aku tidak punya kekuatan disana?"


"Buat dia putus asa tuan, seperti yang dia lakukan pada tuan beberapa bulan ini."


"Tuan bisa memakai perangkap batu kaisar dewa itu."


"Maksudmu batu kepung altar hitamkah?"


"Ya tuan"


"Apakah itu akan berfungsi disana?"


"Ya tuan saya memastikannya."


"Kenapa kau begitu yakin? sedangkan banyak senjataku tidak berguna sama sekali disana."


"Batu itu punya hukum surganya sendiri tuan."


"Lalu seperti apa rencananya?"


"Setelah dia terkurung, tuan bisa membuatnya putus asa karena terpisah dari alam salju dan membiarkannya sendiri dalam perangkap itu.


Tapi itu mungkin butuh waktu setengah sampai satu tahun lagi, namun kalau tuan memakai kekuatan tuan yang memang akan bisa tuan pergunakan lagi setelah mengurungnya, maka waktunya akan singkat.


Apalagi kalau tuan menyedotnya ke ruang hampa, dia akan berteriak meminta berdamai tuan ha...ha...hahah."


"Benarkah?"


"Benar tuan, tapi tuan harus mencari lokasi yang sunyi."

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih saranmu aku akan melaksanakannya."


"Tapi tuan harus sabar dalam menunggu dan juga harus fokus, jangan sampai dia berhasil melarikan umpan dan tuan tertidur."


"Baiklah aku akan pergi sekarang wanitaku sudah menungguku."


Saat Qing Shan kembali ke tubuhnya, dia begitu terkejut melihat sesosok peri cantik berwajah mulus dan penampilan yang bisa memabukkan pria manapun itu, walau dia kaisar dewa sekalipun.


Qing Shan yang sempat membuka matanya, menutupnya kembali dan meninggalkan sedikit celah, untuk bisa melihat apa yang akan dilakukan wanita cantik itu.


Tampak wanita bertubuh mulus dan bersih itu mendekatkan wajahnya lalu mendekatkan bibirnya yang merah muda alami, ******* nafasnya yang begitu harum laksana eliksir 1000 bunga, membuat Qing Shan hampir menerkam wanita yang sungguh menggugah jiwa kelelakiannya itu.


Kalau bukan karena mengingat wajah Lin'er dan Lan'er, Qing Shan hampir saja lupa diri.


Bagaikan monyet kepada jagung muda, Qing Shan menjadi begitu menggila di dalam hatinya.


Dia ingin terus merasakan sensasi ini, karenanya dia terus berpura pura diam dan tetap masih dalam sikapnya semula, sayang hembusan angin menerpa beberapa helai rambut Zui'er, yang menyentuh hidung Qing Shan dan membuatnya tidak tahan lagi serasa akan bersin.


Namun dia sudah merasa terlanjur sayang menjauh dari wajah itu, lalu tangannya datang perlahan dari belakang kepala Zui'er dan dia mendaratkan bibirnya di bibir wanita berparas dewi itu.


Zui'er terkejut matanya terbelalak, bibirnya telah menempel di bibir pria yang sejak tadi dia perhatikan, dengan begitu ingin sekali mendekatkan wajahnya dengan diam diam pada pria itu.


Qing Shan terus menciuminya dengan lembut dan membelai rambut hitam dan halus itu, sambil merasakan hembusan nafas yang begitu pelan dan aroma tubuh yang harum dari wanita itu.


Zui'er mulai mengikuti irama Qing Shan seolah ada yang menuntunnya, namun kemudian dia merasa semakin khawatir dengan dorongan yang datang dari dalam dirinya, karenanya dia melepaskan Qing Shan perlahan dan berkata .." Kakak ini?"


Qing Shan juga tersadar lalu tersenyum dan memeluknya dengan hangat dan damai.


"Maaf Zui'er kau begitu cantik, aku sampai lupa diri."


"Kak Shan'er aku tidak ingin mendahului saudari Lin'er dan Lan'er."


"Ya maafkan aku Zui'er setelah ini, aku tidak akan mengganggumu lagi, aku harap kita menjaga jarak sejak saat ini."


"Kakak apakah kau marah?"


"Tidak..! Aku tidak marah.


Pertama aku akan sibuk beberapa hari ini mencari jalan itu, kedua aku khawatir bila dekat denganmu aku tidak bisa menguasai diri lagi."


"Apakah kakak akan pergi meninggalkan aku, setelah mendapatkan jalan itu?"


"Tentu tidak, kenapa kau menanyakan hal itu Zui'er."


"Kalau begitu jangan menjaga jarak dariku, tidak mengapa kalau kakak lupa diri, aku janji tidak akan menghindar lagi."


"Ha.... ha...hahah anak bodoh.


Bukankah kita tidak boleh menyakiti Lin'er dan Lan'er karena itu."


Qing Shan faham kekhawatrian Zui'er, lalu menyentuh hidungnya yang begitu manis dipandang mata.


Aku tidak akan meninggalkanmu, tapi pencarian jalan ini memang tidak membolehkan aku membawa teman atau siapapun, jika ingin hal ini berhasil.


'Kakak berjanji tidak akan meninggalkan aku?"


"Aku berjanji atas nama surga.

__ADS_1


Lagi pula pria bodoh mana yang mau kehilangan wanita cantik sepertimu.


"


__ADS_2