
"Duarrrrrrr.....Buuuaamm."
"Badj!ngan siapa yang menyerang diam diam..?"
"Aku!
Aku yang menyerang diam diam kenapa rupanya....?"
"Dasar badj!ngan, pecundang kau, pengecut bedebah menyerang diam-diam ban9sat."
"Ha..ha..ha...!
Apakah kalian merasa sebagai orang-orang terhormat...?
Bukankah kalian juga merusak semua klan yang ada di alam Tiantang ini secara licik dan diam-diam...?"
Hei..! Siapa kau...?
Kenapa kau begitu lancang, dalam bicara...?"
"Siapa aku, itu tidak perlu kalian tahu.
Tapi yang jelas aku tahu, bahwa kalian adalah mata-mata dari klan pusat.
Dua manusia yang berkhianat pada kaumnya, demi ras Iblis, tapi berlagak seperti manusia terhormat dan kau marah ketika diserang diam-diam...?
Hahaha lucu sekali."
"Hahh Ternyata kau tahu banyak hal, tapi tidak ada bedanya sebab kau akan mati di tempat ini."
Qing Shan tidak menjawab, namun segera melesat dengan palu semesta di tangannya.
"Bammmm....Duaarrr...."
"Dasar badj!ngaaaaaann..!
Berapa kali lagi kau akan menyerang diam-diam badj!ngan...?"
"He..he..he.. Ternyata kalian sama saja.
Kedua temanmu yang berada di peringkat Dewa tingkat tinggi, pada pasukan garis depan yang telah mati keseluruhannya itu, ketika aku bunuh juga mengatakan hal yang sama.
Sekarang kau juga berkata demikian...?
Apakah kalian mengira dalam pertarungan itu, aku harus mengatakan dan memberi aba aba setiap aku akan menyerang...?
Dasar orang-orang berakal rusak. Ayo terima lagi ini pukulan palu semestaku."
"A..apa kau sudah membunuh dua orang teman kami...?"
"Lebih tepatnya seluruh pasukan garis depan yang kalian miliki yang tadinya ada di depan kalian sudah mati semua.
Apakah kalian tidak merasakan tempat ini sekarang menjadi begitu sunyi ha..ha..hah...?
Coba kau perhatikan sekelilingmu! Di mana pasukanmu saat ini...?"
"Yah...Saudara ini terlalu hening..!
Salah seorang dari lawan Qingsan itu, berkata kepada temannya yang lain.
Kenapa hanya kita berdua saja yang ada...?"
"Benar kenapa hanya ada kita berdua saja di sini...?
A..apa...? I..ilusi...?
Kita terkurung dalam sebuah Ilusi....?
Badj!ngan apa kau memasang sebuah array di arena pertempuran ini...?"
"Apapun boleh untuk memenangkan sebuah pertempuran bukan...?
__ADS_1
Bukankah metode itu yang kalian gunakan selama ini...?
Lalu kenapa pura-pura heran, ketika ada orang lain yang menggunakan metode itu pada kalian berdua...?
Sekarang terimalah nasib kalian berdua, yang akan menyusul teman-teman kalian yang telah mati sebelumnya."
"Ngunggggg."
Palu semesta yang ada di tangan Qing Shan bergetar dan berdengung, saat dialiri oleh petir merah surgawi Kehampaan milik Qing shan.
Segera setelah palu itu seutuhnya terbalut oleh petir, Qing shan melesat dengan kecepatan yang sangat cepat dan memukul kedua pendekar Dewa tingkat tinggi yang ada di hadapannya."
"Buummm..Du..du duarrr."
"Akhhhh.....Argghhhh.
Oh tidak...! separuh tubuhku hancur...!"
"Da..darimana kekuatan si badj!ngan ini...?
Dia hanya pendekar dewa langit tahap menengah puncak..."
Qing Shan melesat cepat dan menghisap keduanya dengan energi pelahap yang ada pada jurus ruang kehampaan.
"Tidaaaaaaaaakkkkkkkk."
"Aku belum mau mati...!"
Keduanya menjerit dibawah tarikan yang begitu kuat, yang menyedot tubuh dan jiwa mereka.
Qing Shan segera melesat ke atas langit dan menatap situasi sepanjang penglihatannya .
Dia menyaksikan semua pasukan klan Wu dan para pengawalnya, yang sedang membantai habis pasukan klan Selatan.
"Ternyata tidak ada lagi keberadaan pasukan Kuang Nan, di sekitar wilayah ini."
Menyadari segala sesuatunya tampak aman, Qing shan kemudian menarik array ilusi yang sebelumnya dia pergunakan untuk melindungi arena pertempuran antara dia dan dua lawannya.
Selain menarik array ilusi yang ada di lokasi pertempuran antara dia dan dua lawannya sebelumnya yang ada di tempat itu.
"Tuan apakah kita tidak akan bergerak maju menyerang pusat klan Selatan...?"
"Kita pasti akan menyerang mereka saudara Gong lam, tapi tidak perlu terburu buru.
Yang paling penting kita lakukan saat ini, adalah meningkatkan kekuatan.
Sebab semua permasalahan, awal mulanya adalah karena kekuatan.
Selalu kekuatanlah yang menjadi alasan apapun, yang akan terjadi.
Satu kelompok melakukan penyerangan itu karena mereka merasa lebih kuat dari yang lain.
Penyerangan yang berujung perbudakan, seperti yang dialami oleh saudara kita dari klan Wu selama ini, juga karena kurangnya kekuatan.
Selain itu dari apa yang aku lihat, melalui penglihatan dan ingatan pemimpin pasukan ini.
Pasukan klan Selatan saat ini sama sekali bukanlah pasukan yang mandiri, artinya ada tokoh dari klan Pusat yang kultivasi pimpinannya saat ini, berada di tingkat Kaisar Dewa tahap tinggi.
Karenanya untuk kekuatan kita saat ini, belum memungkinkan untuk menyerang.
Tetapi bila mereka sendiri yang datang menyerang, maka dengan segala cara pasti akan kita habisi mereka.
Begitupun aku yakin setelah sampai ke tingkat pendekar dewa langit puncak, aku akan bisa menghadapi orang terkuat mereka itu."
"Baik Tuan kalau begitu, saya akan perintahkan pasukan kita untuk mundur."
"Katakan pada semua orang, tidak perlu untuk bergerak mundur sendiri karena aku akan mengaktifkan array teleportasi, sehingga kita semua akan kembali ke tempat awal pertarungan pertama."
"Baik Tuan siap tuan."
Gong lam segera melesat dari sana kemudian menemui Wu mian dan Wu lun menyampaikan apa yang dikatakan oleh Qing shan.
__ADS_1
Kedua tokoh sekaligus orang kepercayaan Patriak klan Wu itu, lalu menyerukan kepada seluruh anggota klannya untuk berkumpul dan bersiap di teleportasikan.
Cahaya putih membalut mereka semua dan seketika tubuh mereka berpindah ke tempat semula.
"Ha..ha..ha Ini hebat saudara. Kita menang telak kali ini, tidak ada satupun dari kita yang jadi korban dalam pertempuran kali ini."
"Iya benar sekali saudara. pahlawan sebenarnya adalah tuan Qing shan.
Tuan Qing Shan adalah orang yang luar biasa.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuan."
Wu lun dan Wu mian berlutut, lalu semua anggota klan Wu tiba-tiba juga ikut berlutut memberi hormat kepada Qing shan, serta seluruh pengawalnya.
"Saudara Wu lun saudara Wu mian, kita ini bersaudara
Kalian tidak perlu melakukan hal iu, bangunlah aku akan merasa tidak enak nantinya."
"Bangunlah saudara..!
Ayo bangun saudara semua..!"
Gong lam yang faham bahwa Tuannya tidak suka kalau ada orang berlutut kepadanya, segera meminta semua orang untuk bangun, lalu semua orang pun bangun, dengan senyum yang lebar.
Mereka begitu bahagia dan sekaligus takjub, dengan sikap dan juga tempramen yang dimiliki oleh Qing shan.
Dalam pandangan hati mereka, Qing shan adalah pahlawan klan Wu.
"Ayo mari kita masuk semuanya.."
"Ya mari semua orang masuk ke dalam rumah keluarga pusat klan Wu."
"Saudara Wu mian.!"
"Ya ada apa saudara Wu lun, ada apa...?"
"Kenapa aku merasa, tidak melihat keberadaan Patriak...?"
"Iya betul sekali saudara Wu lun. Aku juga heran karena tidak melihat sekalipun kehadiran Patriak.
Sampai-sampai aku berpikir, apakah patriak berada pada masa kritis saat penerobosannya, sehingga beliau tidak akan keluar kecuali kalau sudah sangat terpaksa...?"
"Iya apa yang terjadi sebenarnya...?"
Mendengar kedua sosok tokoh dari Klan Wu dari daerah Timur itu berada dalam kebingungan dan saling bertanya, Qing shan tidak sabar untuk segera memberitahukan kepada mereka, tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Tenanglah saudara berdua..! Sebenarnya aku telah melapisi rumah keluarga pusat klan Wu ini dengan array yang berlapis, sehingga mungkin saudara Patriak tidak dapat mengetahui, sedikitpun kegaduhan dan peristiwa yang terjadi di luar."
"Saudara Qing shan, saudara tidak pernah habis-habisnya memberi kami kejutan.
Kalau tidak karena saudara merasa tidak enak, ingin sekali rasanya aku berlutut sekali lagi.
Aku yakin Patriakpun nanti, akan berlutut kepada saudara setelah mengetahui semuanya."
Sudahlah saudara..!
Itu tidak perlu bukankah kita ini sudah seperti keluarga...?"
"Baiklah saudara Qing shan, kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berjanji, akan membalas semua apa yang saudara perbuat untuk klan Wu.
"Baiklah saudara..! kelak aku tidak akan sungkan untuk meminta bantuan dari klan Wu."
"Ha..ha..ha dengan senang hati kami pasti akan memenuhinya saudara Qing shan.
Ayo kita rayakan kemenangan ini..!"
"Ya benar kita semua harus merayakan kemenangan ini.
Tentunya seluruh anggota keluarga klan wu yang ada, begitu gembira dan merasa sangat bahagia.
Kini kita sudah bisa membawa kembali, saudara-saudara dan anggota keluarga kita yang lain, yang telah diungsikan karena kehinaan dan kekalahan yang telah kita terima sebelumnya."
__ADS_1
"Ya ayo kita rayakan, kemenangan ini."
Semua anggota klan Wu yang ada di sana, bergantian berbicara dan begitu bersemangat, melalui hari yang penuh kemenangan itu.