Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 77 : Kekalahan telak


__ADS_3

"Saudara Gong lam hui...! Tampaknya musuh lebih kuat dari kita."


"Ya benar saudara Chen, tapi bagaimana lagi, kita tidak bisa memilih siapa yang akan datang sebagai lawan kita bukan?"


"Itu benar saudara Gong, ayo kita hadapi lawan..!"


Gong lam maju menerjang, dia sudah berniat akan habis habisan kali ini, bagaimanapun ceritanya orang orang ini tidak boleh sampai merusak keamanan wilayah kekaisaran Han, yang telah lama mereka jaga dan perjuangkan.


Apalagi sampai mengganggu keluarga Qing Shan, yang juga sudah merupakan keluarganya saat ini.


Gong lam membabat dengan ganas. Pedang shen jian berkelebat memotong beberapa tubuh orang yang datang dari benua tengah.


Tapi kemudian di saat berikutnya tubuhnya tidak bisa lagi bergerak, sebuah bayangan melilit kakinya dan perlahan cahaya itu merambat hendak menutupi seluruh tubuhnya.


Gong lam bergumam dalam hati.


"Apa ini? begitu kuat merekat. tubuhku sama sekali tidak bisa di gerakkan."


Gong lam sangat panik dengan metode serangan yang mengenainya


"Siiiikkkkk"


Balutan itu terlepas dengan paksa


"Bagaimana keadaanmu saudaramu Gong lam?


Hati hatilah, bila bayangan itu membelit seluruh tubuhmu, kau akan berhenti bernafas."


"Terima kasih saudara Lu ming."


"Wah.. wah siapa ini?


berani beraninya kau menghalangi jalanku?"


Pria yang memakai jurus bayangan berbicara pada Lu ming.


"Apakah alam ini milikmu, sehingga kau punya jalan disini?


Ayo maju."


Seketika pria di depannya berubah menjadi bayangan besar, Lu ming


menjadi bersemangat, energi kekacauan yang dia terapkan dalam badai topan kekacauan yang terakhir dia pakai bertarung melawan Qing Shan, kembali dia pakai, seketika topan menghisap bayangan yang ada dihadapannya.


"Sial aku tidak bisa keluar dari pusaran ini arrggghhhhttttt..."


Pusaran angin kuat beserta elemen kekacauan dan beragam serpihan yang ada padanya, menghantam memutar dan menggulung serta merobek pria yang telah menjadi bayangan itu.


"Ha..hahhaha matilah, jemput kematianmu dengan jurus kebanggaanmu itu."


"Gedububbb.."


"Akhhhh..."


Saat Lu ming begitu menikmati kemenangannya dari lawan, yang telah hancur musnah terurai oleh pusaran badai topan kekacauan miliknya.

__ADS_1


Sebuah pukulan menerpa tubuhnya menghilangkan badai yang dia ciptakan dan tubuhnya terlempar ratusan meter ke belakang.


Lu ming memuntahkan darah cair yang menyembur dari tubuhnya, penglihatannya menjadi kabur dan samar samar dia melihat seorang pria berdiri di hadapannya.


Lu ming segera menelan sebutir pil dan dengan cepat tubuhnya kembali segar.


"Pengecut.....! Kau menyerang dengan diam diam."


"Tidak ada kata pengecut dalam sebuah pertarungan, siapa yang memiliki strategi dan kekuatan juga senjata paling kuat maka dialah pemenang."


"Begitukah? baiklah, kalau begitu terimalah ini."


Lu ming melemparkan sebuah gelang, dengan begitu cepat melesat, gelang itu membesar dan sudah mengelilingi tubuh lawannya.


Gelang yang membesar itu lalu mengecil kembali, tubuh lawan Lu ming seperti terkunci di ikat oleh gelang itu, yang terus mengecil di pinggangnya seolah akan memotong tubuhnya.


"Badj!ngan apa yang kau lakukan hahh? lepaskan...ayo lepaskan cincin ini."


"Heiii bukankah kau baru saja mengatakan, dalam sebuah pertarungan siapa yang memiliki strategi dan kekuatan juga senjata paling kuat, maka dialah pemenang.


Maka aku akan jadi pemenangnya.


"Baaaaammm"


Tubuh Lu ming kembali terlempar, dan kepalanya dihantam oleh tongkat logam yang tiba tiba melebar seperti meja, dia kembali muntah darah dan tidak sadarkah diri terlempar jauh dari tempatnya semula.


"Adik bertahanlah...!"


"Kakak....! ayo singkirkan benda ini."


Pria yang dipanggil sebagai kakak oleh saudaranya itu, berulang kali menarik dan mencoba menghancurkan gelang yang membelit saudaranya, tetapi tetap saja tidak mampu melepaskannya.


"Adiiiiiiiiikkk...!"


Pria itu berteriak keras melihat gelang yang besar tadi sudah tidak ada.


Darah mengucur deras dari pinggang saudaranya, yang dengan jelas terlihat seperti dirobek dan ditembus dengan tajam itu.


Gelang yang sudah berupa kerikil itu membesar, berdengung dan meledak dengan sangat keras, begitu keras sampai sampai membunuh pria yang dipanggil kakak tersebut.


"Kenapa begitu lama hanya mengurusi semut, ayo musnahkan semuanya.....!!"


Sebuah suara yang menunjukkan kemarahan, terdengar dari sebuah benda mirip artefak kapal.


Kelompok orang yang berasal dari benua tengah yang mendengar itu, melompat seperti belalang dan mengepung seluruh pasukan Gong lam.


Wun tao berdiri tegak dengan beberapa sisa pasukan, yang masih bisa melakukan pertempuran


Serangan bersama dari beberapa musuh yang memiliki kultivasi dewa sejak tadi, telah membuat mereka kewalahan dan terpukul mundur dan barisan mereka sudah porak poranda.


Kini kembali musuh juga akan kembali menyerang.


Gong Lam Hui berteriak.


Kita tidak akan mati dengan mudah.

__ADS_1


Aku Gong Lam Hui merasa bahagia selama ini bisa bersama semua saudaraku yang sangat hebat, semoga kita akan menjadi saudara pada kehidupan berikutnya."


Setelah mengatakan itu, Gong Lam Hui melemparkan beberapa buah batu yang kemudian berubah menjadi manusia batu, pemberian kakek Ming zhao.


Serangan yang seperti badai gelombangpun datang, manusia batu begitu dapat diandalkan, serangan orang orang kuat dari pihak lawan dapat dipatahkan.


"Hahhhh manusia manusia batu ini benar benar menyebalkan dari mana manusia manusia rendah ini beroleh harta bagus seperti ini?


Ayo seraaaangģggg......!"


"Saudara Wun tao awas di belakangmu .."


Tiga orang dengan bersenjatakan artefak tulang naga tingkat dewa memukul Wun tao, tetapi Wun tao bisa menghindar dan keluar dari kepungan.


"Wun tao kau adalah pengkhianat...! kalau kau menyerah sekarang, maka kau masih bisa diampuni."


"Benarkah? memangnya apa arti pengkhianat?


Aku adalah saudara mereka, persaudaraan kami tidak akan bisa diganggu gugat, mati dalam menjalankan tugas dari tuan kami adalah lebih baik bagiku, daripada harus hidup tapi berpihak pada musuh, maka datanglah para badj!ngan."


Wun tao berubah menjadi butiran cahaya hijau dan membentuk serat serat yang menjadi benang utuh, lalu meluncur menusuk lawan yang menghadangnya.


Dengan wujud transformasinya Wun tao menjadi halangan terbesar bagi musuh untuk maju.


Saat kemenangan akan diraih oleh pihak Gong Lam sebuah artefak kapal meluncur dan menyemburkan energi dahsyat yang membuat semua orang muntah darah.


Wun tao dipaksa kembali ke wujud manusianya, energi langit dan bumi di tubuhnya habis dan dia terlempar bermandikan darah, dengan datangnya serangan tiba tiba yang menghantamnya begitu kuat itu.


Seluruh manusia batu berubah menjadi kerikil dan hancur total.


"Saudara bagaimana sekarang?


Semua pasukan kita sudah terluka."


"Saudara Chen sui han dan Chen sui bai tidak disangka tampaknya ini akan jadi akhir kita."


"Benar saudara Gong lam tapi kami tidak menyesal di jalan ini, dahulupun kita hanyalah budak, ini sudah menjadi penutup yang bagus dalam pencapaian seorang budak."


"Kita bisa saja lari dan pergi ke alam jiwa, tapi bagaimana dengan saudara yang lain?"


"Itu? Ya kenapa aku sama sekali melupakan itu?


Alam jiwa, ayo bantu saudara yang terluka, semua yang terluka antar ke alam jiwa."


Barisan Gong lam menjadi sibuk, beberapa orang orang yang sakit dan tergeletak tiba tiba menghilang entah kemana, membuat pihak lawan panik.


"Tuan....! Mereka hilang entah kemana."


Tak ingin buruannya hilang, maka pendekar dewa bumi tahap awal puncak itu melesatkan pukulan yang membuat pihak Gong lam terkapar bersimbah darah.


"Semua belum selesai kita pindahkan, masih banyak saudara disini, saudara Chen aku akan tinggal, pergilah ke alam jiwa sampaikan pesanku kepada tuan dan kelak balaskan semua penghinaan ini."


Gong lam tergeletak tak lagi sadarkan diri, tubuhnya sudah tidak lagi kuat menanggung semua luka yang di deritanya.


"Maafkan aku saudara Gong, aku terlalu malu untuk pergi dan bertemu dengan tuan kelak, aku juga akan tinggal."

__ADS_1


"Ayo periksa mereka semua ambil semua cincin ruang dan bunuh semua yang masih bernyawa.....!"


Pimpinan kelompok berteriak lantang, yang kemudian membuat semua bawahannya maju ke arah kelompok Gong lam.


__ADS_2