
Suasana di Istana cukup tenang, para mentri penasehat dan para pengawal melalukan pertemuan seperti biasanya, setelah ikut dalam pertemuan rutin itu Qing Shan melesat menuju perbatasan melihat situasi yang ada.
Saat berada di barak yang merupakan markas para pasukan kekaisaran, Qing Shan turun dan mendarat di depan markas, pasukan yang melihat dan telah mendapat informasi tentang status dan keadaan Qing Shan datang mendekat.
"Salam kepada pangeran pertama."
"Ya, bagaimana keadaanya?"
"Pihak musuh kelihatannya telah bergerak tuan, telah ada pergerakan pasukan dalam jumlah yang banyak, bagus semakin banyak mereka berkumpul akan semakin mudah menyerangnya ."
"Sudah dimana keberadaan pasukan kita sekarang pangeran?"
"Beberapa jam lagi sebahagian dari mereka akan tiba, bersiap siaplah, ketika mereka datang katakan untuk langsung maju menyerang, aku akan berangkat lebih dahulu untuk merobek pertahanan pasukan lawan."
Setelah mengatakan itu Qing Shan langsung melesat masuk kedalam kawasan kekaisaran Wei, dalam sekejap dia sudah tak terlihat dan tidak lama sesudah itu, terdengar ledakan keras yang goncangannya sampai ke markas para pasukan yang tadi dia tinggalkan.
"Buum...... gedebuummmm...du..du duarrrrr."
Pasukan yang belum beranjak dari tempatnya terkejut dan merasa takdjub pangeran mereka telah membombardir musuh.
Pasukan yang dibawa oleh Jendral Bing juga merasakan goncangan itu, mendengar suara ledakan juga goncangan yang ditimbulkan, para pengawal Qing Shan tahu kalau tuan mereka telah bergerak.
Jendral Bing tuan sudah bergerak, kita sebaiknya maju dan biarkan pasukan di bawah perintah ketua pasukannya masing masing dan kita akan menunggu di depan."
"Baik saudara Gong lam hui mari kita berangkat."
Jendral dan semua pengawal Qing Shan melesat ke depan, Jendral Bing telah mempersiapkan seluruh pasukan di bawah ketua pasukannya masing masing, setelah sampai di markas pasukan penjaga mereka mendengar pesan yang disebutkan oleh Qing Shan lalu segera melesat ke langit terbang di udara menerobos ke jantung pertahanan lawan, mereka bisa melihat jejak jejak kebrutalan serangan Qing Shan dengan jelas.
Jendral Bing yang tahu persis seperti apa bentuk markas pasukan penjagaan musuh sebelumnya , terkejut melihat seluruh hal yang ada di depannya, markas itu sudah tidak bersisa walau sepotong papan sekalipun semua sudah rata menjadi tanah tandus.
Saudara Chen Sui Han dan saudara Chen Sui Bai, apakah pangeran selalu seperti ini?
"Saudara Bing, kalau tuan sudah bergerak maka dapat dipastikan itu adalah mimpi terburuk yang pernah di terima oleh musuhnya, sebenarnya kalau hanya sekedar mau memusnahkan, tuan sendrii sudah cukup tetapi karena tuan memang ingin menanamkan semangat perjuangan pada para pasukan, maka inilah kenapa semua dilibatkan, sosok kuat tidak boleh membuat pasukan menurunkan semangat bertarung, dan harus mengambil bahagian yang memang di batas kemampuannya boleh jadi pihak lawan juga punya sosok kuat, terlebih karena kelak tuan akan meninggalkan benua ini, tentu yang ditinggalkan harus sudah harus siap dalam segala kondisi nantinya setelah tuan tidak ada, jadi kalau pasukan dibiarkan nyaman tanpa perjuangan itu sama saja memupuk kehancuran bagi kekaisaran itu sendiri"
__ADS_1
Bing si jendral kekaisaran Hanya bisa berbicara dengan dua saudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai, sebab Gong Lam Hui telah melesat ke depan mengejar Qing Shan dengan kekuatan puncak semesta yang tidak bisa mereka ikuti.
"Buummmmmm Duuuarrrr"
Sepanjang perjalanan mereka semua mendengar suara ledakan dan dentuman yang sebahagian gelombang kekuatan itu masih bisa mereka sadari dan rasakan gelombangnya meski sudah sedikit melemah.
Pasukan lawan yang tidak terhitung jumlah nya sudah musnah jadi abu, ledakan dan bekas ledakan yang menyisakan tanah tandus yang luas semakin banyak terlihat
di depan, Gong Lam Hui bisa mendengar suara dentingan pedang yang saling beradu setelah sampai Gong lam melihat Qing Shan telah dikepung oleh sepuluh orang pendekar semesta, Qing Shan tampak tersenyum dan menikmati pertarungan ini.
Qing Shan menghadapi semua gempuran pedang para pendekar kekaisaran Wei yang mencoba untuk mencegah Qing Shan membunuh dan merusak lebih banyak hal di kekaisaran Wei.
Qing Shan sendiri sengaja mengulur waktu agar para pasuskan kekaisaran Wei segera tiba dan berkumpul untuk kemudian diledakkan dari udara, sekaligus menunggu pasukan kekaisaran Han untuk masuk dan menguasai istana kekaisaran Wei.
"tuan ucap Gong Lam, dimana yang lain?"
"Akan menyusul tuan."
"Bagus."
"Hei anak muda apakah kau pikir kekaisaran Wei lemah?"
"Apakah kalian juga mengira kami lemah? setelah ini aku akan membawa kaisar Wei hidup hidup untuk di penggal di depan Istana kekaisaran Han."
setelah mengatakan itu Qing Shan meledakkan aura tekanan pendekar dewa tahap awal sebanyak 20% tenaga asli di tingkat itu, segera saja seluruh sudut mulut para pendekar kekaisaran Wei yang tadi bermain pedang bersamanya,mengalirkan darah segar.
"Itu adalah tekanan 20% dari kekuatan pendekar dewa tahap awal, aku sendiri berada di level dua tahap puncak, apa kalian masih berpikir kalau kekaisaran Han sangat lemah.?
Aku beri waktu sedikit lagi apakah kalian akan memilih kematian, atau bergabung denganku dipihak kekaisaran Han, semua pilihan ada pada kalian."
Qing Shan menambahkan 1% lagi kekuatan tekanan, tampak sebahagian kulit pasukan pendekar semesta itu mulai robek, itu adalah proses berubahnya seorang kultivator jadi kabut darah kalau mau dibuat gerak lambat.
"Tuan aku menyerah."
__ADS_1
"Aku juga tuan."
"Aku bergabung dengan kekaisaran Han"
Akhirnya semua menyerah ini bukan lagi perang, tetapi ini adalah penindasan, merwk bisa merasakan rasa sakit yang begitu kuat detik per detik, sesakit sakitnya kematian itu hanya akan terjadi langsung dalam keadan yang cepat tetapi rasa yang merke derita terjadi detik per detiknya dan walau mereka ingin meledakkan dirinya sendiri, ada kekuatan kuat yang menghalanginya, sehingga rasa sakit itu dipaksakan untuk terus mereka alami, maka itu bukan sesuatu yang dapat di tanggung lagi.
Menyerah adalah jalan paling baik, tepat setelah mereka menyerah rasa sakit itu hilang dan tanda jiwa melesat kedalam tubuh mereka, setelah itu pada mereka dilemparkan pil roh pemulihan
Selesai menyerap pil roh pemulihan sesepuluh orang itu kemudian mengikuti Qing Shan menghantam semua pasukan kekaisaran Wei, adapun orang orang biasa sama sekali tidak di ganggu.
Qing Shan telah sampai kepada kota pertama kekaisaran Wei, Gong Lam Hui dan sepuluh pelayan baru Qing Shan melumpuhkan seluruh pasukan kota dan menunggu kedatangan kelompok Chen Sui Han dan Chen Sui Bai sembari memulihkan kekuatan.
Dua pelayan baru Qing Shan menawan tuan kota dan memberikan pilihan kepadanya.
Melihat kekuatan sosok yang datang, tuan kota menyerah dalam ketidak berdayaan, bagaimanapun hidup lebih baik daripada kematian.
"Saya menyerah tuan."
"Baik begitu lebih naik."
Segera Gong Lam Hui dan Chen Sui Han juga Chen Sui Bai serta pengawal Qing Shan lainnya yang berjumlah 25 orang memasuki ruangan balai kota, melihat itu si tuan kota bersyukur tidak salah dalam memilih berpihak pada siapa, orang orang ini sudah tidak dapat lagi di lawan.
"Baik saudara sesuai pesan tuan, dua orang dari kita akan tinggal disini menunggu pasukan dan selebihnya terus maju menuju pusat kekaisaran Wei."
"Baik mari kita tunggu kedatangan tuan."
"Apa semua sudah disini?"
Qing Shan tiba tiba hadir tanpa mereka ketahui darimana
"Sudah tuan."
"Baik ini baru lapisan pertama, jangan berpuas diri, melihat dari gerak dan jarak waktu, maka besok pagi pasukan kita sudah hadir disini, dua orang yang tinggal dan menjaga kota ini, nantinya temui pimpinan pasukan kita untuk mengarahkan pasukan melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
"Baik, mari semua kita berangkat."
Setelah keluar dari gedung balai kota, semua pasukan Qing Shan melesat ke arah langit dan bergerak menuju pusat kekaisaran Wei.