Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 107 : Utusan Klan Selatan.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Wu Lun yang memang selalu menjadi orang yang paling tidak sabaran, terus menggerutu tentang perlakuan dan penghinaan yang mereka terima, dari Klan Barat.


Wu Lun bersumpah akan membayarkan rasa sakit hatinya dalam waktu dekat, terhadap pimpinan Klan Barat itu, meski hal itu harus dibayar dengan nyawanya sendiri.


"Diamlah sebentar saudara Wu Lun biarkan Patriak berpikir dengan jernih, kita tidak bisa bertindak gegabah saudara.


Akupun jika mengikuti rasa emosi yang sudah hampir membakar jantungku ini, ingin rasanya kucabik-cabik mulut si tua bangka itu, tetapi saudara Wu Lun harus ingat, kita harus memikirkan ini dengan cermat dan juga tenang.


Di samping itu, kita sudah memiliki rencana sendiri yang digagas oleh saudara Qing Shan.


Jangan karena emosi sesaat, rencana kita yang sudah bagus nanti menjadi berantakan."


"Apa yang dikatakan oleh saudara Wu Mian itu benar adanya, percayalah setelah kita mengabarkan hal ini pada saudara Qing Shan, nantinya kita akan mendapatkan jalan yang terbaik sehingga hal itu tidak bertabrakan dengan rencana yang sudah dipersiapkan oleh saudara Qing shan.


Saudara pasti tahu persis apa yang telah saudara Qing Shan dan kelompoknya sudah lakukan untuk kita bukan..?


Mereka telah berbuat banyak bagi kita, karenanya kita harus menahan emosi ini, untuk bisa menghargai dan menghormati segala apa yang telah mereka perbuat."


"Baiklah Patriak, Aku meminta maaf, apa yang Patriak dan saudara Wu Mian sebutkan telah aku mengerti.


Kalau begitu secepatnya, kita harus sampai dan membahas ini dengan saudara Qing shan, Aku berharap saudara Qing Shan mau dan berkenan memberi izin untuk membalaskan penghinaan ini."


"Ya Mari kita tingkatkan kecepatan terbang kita."


Setelah Wu Ling Dao pimpinan Klan Wu, mengatakan hal itu, ketiganya tanpa berbincang-bincang lagi, langsung memaksimalkan kecepatan terbang mereka.


Setelah beberapa lama ketiganya melakukan perjalanan, mereka telah sampai di halaman markas Klan Wu dari Timur.


"Patriak sepertinya di dalam ruangan, telah terjadi suatu pertemuan.


Apa kiranya hal yang melatar belakangi pertemuan itu..?"


Wu Mian melihat situasi yang begitu ramai di Aula pertemuan milik keluarga Wu dan mereka merasa bertanya-tanya.


Menyadari kehadiran Patriak Klan Wu Lingdao beberapa Tetua keluarga Wu datang menghampiri Patriak dan menceritakan kabar yang terjadi pada pagi hari itu, setelah kepergian Wu Lingdao bersama 2 orang yang ikut dengannya.


"Apa.? Pihak Klan Selatan datang untuk berdamai dan meminta perlindungan..?


Apa tidak salah...?"


"Ya begitulah yang mereka sampaikan Patriak, mereka mengatakan bahwa sama seperti kita, sebenarnya mereka juga menjadi korban.


Banyak rakyat mereka yang sudah dibantai karena tidak setuju dengan sikap klan Pusat, mereka yang dianggap membangkang akan dibunuh seketika itu juga.


Mereka mengatakan ada sekian banyak orang orang kita, yang masih mereka rawat dan mereka sembunyikan dari jangkauan pihak Klan Pusat.


"Baiklah, kalau begitu aku akan berbicara dan mendengar langsung penjelasan dari mereka."


Wu Lingdao kemudian bergegas masuk dan duduk di kursi pimpinan Klan, adapun Wu Mian dan Wu Lun ikut duduk di samping kiri dan kanan Patriak.


"Hormat pada Patriak Agung, semoga Patriak panjang umur."


Beberapa orang yang mengaku sebagai utusan dari Klan Selatan bangkit berdiri, lalu menundukkan kepala mereka memberikan penghormatan yang tulus terhadap Wu Lingdao.


"Baiklah saudara semua, silakan Anda kembali duduk di tempat yang telah disediakan dan saya akan bertanya beberapa hal kepada saudara sekalian."


"Terima kasih Patriak."


Kelompok yang mengaku sebagai utusan klan Selatan, yang berjumlah 20 orang itu lalu kembali ke tempat duduknya masing-masing.

__ADS_1


Baru saja Wu Lingdao akan mulai bertanya, tiba-tiba saja Qing shan yang memang telah dijemput oleh para pengawalnya, memasuki ruangan.


Melihat hal itu Wu Lingdao langsung turun dari kursi Patriak dan menyambut kedatangan Qing shan kemudian duduk di kursi bawah, persis di samping kursi yang Qing shan duduki setelah Wu Ling dao mempersilahkannya duduk.


Wu Lingdao yang meninggalkan kursi pimpinan miliknya, sempat membuat 20 orang utusan klan Selatan sedikit bingung, tentang siapa dan apa status juga kedudukan Qing shan di tempat itu.


"Oh jadi ini adalah sesuatu yang terlewatkan dari pengetahuan kita."


Qing Shan yang memang sedikit banyaknya telah mendapat informasi dari pengawalnya merespon Wu Lingdao, yang telah menjelaskan semua informasi yang sebelumnya dia terima dari para Tetua Klan yang melapor padanya.


"Bagaimana menurut saudara Qing shan, apakah yang mereka sampaikan ini, bisa kita percaya..?"


Wu Lingdao berbicara lewat kesadaran jiwanya seperti saat dia menjelaskan segala informasi yang dia terima dari para Tetuanya.


"Patriak melihat sikap dan ketenangan mereka, Saya rasa tidak ada yang aneh, maka bisa saja memang informasi yang mereka sampaikan ini, adalah benar adanya.


Tapi tentu kita akan memastikannya dengan bertanya beberapa hal pada mereka."


"Kalau begitu sebaiknya saudara Qing shan saja yang mempertanyakannya, sebab ini sudah lari dari apa yang kita duga."


"Baiklah jika memang demikian, saya tidak akan sungkan lagi."


Setelah mendapat mandat dari patriak, Qing shan kemudian berdiri dan memperkenalkan dirinya dengan sopan, kepada 20 orang utusan Klan Selatan.


"Saudara sekalian, perkenalkan nama saya adalah Qing shan, saya adalah pimpinan dari Klan Qing shan yang juga sekaligus merupakan sekutu dan saudara langsung dari Patriak Klan Wu ini.


Terus terang, apa yang saudara semua sampaikan sebelumnya, sangat membuat Kami terkejut dan tentu saja kami masih susah untuk mencernanya, apalagi menerima hal ini begitu saja.


Mengingat bahwa apa yang terjadi di luar sana, adalah berita buruk dan miring tentang klan Timur ini, yang sudah menjadi takluk dan menjadi budak dari Klan Selatan.


Sepanjang yang kami lihat anggota klan Selatan milik anda, juga sangat menikmati situasi itu.


"Saudara Qing shan, Izinkan saya menjelaskan segala sesuatunya kepada anda, maupun kepada patriak dan saudara semua yang ada di sini.


Saya adalah Kuang Ru zhi pimpinan dari utusan Patriak kami, dan ini adalah giok utusan milik klan Selatan yang diberikan langsung oleh Patriak kepada kami, untuk menunjukkan kebenaran bahwa kami ini adalah para utusan.


Kuang Ru zhi lalu menyerahkan giok tanda utusan itu kepada Qing shan dan kembali ke tempatnya semula berdiri, untuk menjelaskan segala sesuatunya.


Saya bisa pastikan bahwa orang-orang Klan yang anda temui di luar sana, adalah merupakan orang - orang peliharaan klan Pusat.


Kami sendiri tidak tahu dari mana klan pusat mendapatkan begitu banyak orang yang siap menjadi bawahan dan juga abdi mereka, yang kemudian mengatasnamakan kami sebagai pihak Klan Selatan yang asli.


Merekalah yang selama ini menyebarkan dan menyampaikan seluruh berita-berita yang anda dengarkan itu.


Jadi itu bukan kami saudara Qing shan.


Adapun kami yang benar-benar asli anggota Klan Selatan itu, bahkan seperti berada dalam penjara saat ini, menjadi tawanan di markas Klan kami sendiri.


Alasan kami semua bisa keluar seperti ini, itu juga sangat begitu susah dan melalui berbagai perjalanan panjang, termasuk bantuan harta berharga yang merupakan milik klan.


Di tangan saya ini ada batu ingatan yang merupakan harta Surgawi, di mana pada memori yang tersimpan di Batu ingatan ini, saudara semua bisa menyaksikan sendiri seperti apa keadaan kami aslinya, yang terkurung dan terpenjara serta terbatasi di dalam Klan kami sendiri.


Bahkan Patriak kami saat ini, bukanlah orang yang berkuasa mengambil kebijakan, tetapi hanya sebagai simbol, namanya saja yang dipakai saat orang-orang dari Klan Pusat beserta kaki tangannya melakukan hal-hal yang mereka sukai atas nama Klan kami."


Setelah mengatakan itu Kuang Ru zhi yang merupakan pimpinan dari utusan klan Selatan, segera memberikan batu ingatan Itu kepada Qing shan.


Qing shan telah melihat segala sesuatu yang telah digambarkan oleh pihak utusan Klan Selatan itu, tentang keadaan mereka seperti apa aslinya.


Selesai melihat semuanya kemudian Qing shan juga memberikan batu itu kepada Patriak juga Wu Lun dan Wu Mian yang menyaksikan sendiri keadaan anggota Klan Selatan, yang tidak lari dari apa yang diceritakan oleh Kuang Ru zhi.

__ADS_1


Qing Shan berkata


"Saudara Kuang Ru zhi..!


Perlu Anda ketahui bahwa sebelumnya, kami sudah berniat dan bersiap untuk menyerang markas Klan Selatan dan mengambil kembali kehormatan serta kemerdekaan Klan wu yang dirampas dan persiapan itu sudah sangat matang, jadi bukannya tidak percaya dengan batu ingatan yang telah saudara berikan, tapi bolehkah saya meminta lebih...?


Misalnya melihat ingatan yang ada di pikiran anda, tapi mohon Anda jangan tersinggung, ini benar-benar karena apa yang kami alami selama ini sangat menyakitkan.


Kami hancur-hancuran kehormatan kami dirampas nama baik kami dicaci dan dihina serta diinjak-injak di luar sana begitu juga betapa banyak anggota klan Wu yang gugur dalam medan pertempuran."


"Tuan Qing sjan tanpa ragu kami semua yang ada di sini siap untuk dilihat ingatan dalam pikirannya.


Kami sudah mempertimbangkan hal ini sebelumnya dan kalau memang ini adalah jalan terakhir, di mana kami bisa dipercaya kami akan siap walaupun itu harus menghilangkan nyawa beberapa orang di antara kami.


Karena kami adalah harapan terakhir dari anggota-anggota klan kami yang ada di sana. Silahkan saudara pilih siapa di antara kami yang ingin saudara lihat ingatan pikirannya."


Mendengar hal itu Qing shan merasa puas dan merasa orang orang sebagai orang yang benar.


"Saudara Kuang Ru zhi, saya akan memeriksa saudara saja dan saudara tidak perlu khawatir, saudara tidak akan merasakan sakit sedikitpun dan hal ini tidak akan merusak bagi tubuh dan jiwa Anda.


Saya akan memakai metode yang ramah untuk ini, maaf kalau langkah ini harus kami pilih dan lakukan."


"Tidak apa-apa Tuan Qing shan, kami tahu betul seperti apa rasanya jadi korban dan menjadi orang yang di kambing hitamkan, karenanya kami memaklumi keputusan dan pilihan anda.


Kalau kemudian Tuan bisa melakukan metode yang ramah, kami sebelumnya mengucapkan banyak terima kasih."


Setelah selesai mengatakan itu Kuang Zhi segera datang mendekat kepada Qing shan.


Qing Shan segera melakukan jurus Pukulan pelahap jiwa yang telah bisa dia alih fungsikan dan manfaatkan sebagai salah satu metode, atau cara untuk melihat dan membaca seluruh ingatan dan peristiwa yang ada dalam pikiran seseorang, tanpa membahayakan ataupun menimbulkan kerusakan bagi orang tersebut.


Pada ingatan Itu Qing shan denvan jelas bisa melihat kesesuaian antara apa yang sebelumnya dia lihat dalam batu ingatan.


Hanya saja yang dia lihat dari Ingatan pikiran Kuang Ru zhi lebih menyakitkan lebih sadis dan lebih memilukan dari apa yang terlihat pada batu Ingatan.


Melihat hal itu Qing shan sudah merasa puas dan yakin 100% bahwa utusan Patriak klan Selatan ini tidak berbohong dan benar mereka adalah pihak korban yang di kambing hitamkan.


"Baiklah saudara Ru zhi, saya telah menemukan apa yang saya cari dalam pikiran anda, maaf kalau sikap saya ini menyinggung anda semua sebelumnya.


Tapi seperti yang anda katakan, Anda juga memaklumi bagaimana keadaan kami yang sebagai pihak korban selama ini.


Sebagai kabar gembira bagi anda, beberapa hari ini kami telah membunuh ratusan hampir ribuan malah, pasukan dari klan Selatan yang kalau menurut cerita Anda memang tidak ada orang-orang klan Selatan asli di sana.


Artinya mereka yang mati itu adalah orang-orang utusan dari Klan pusat, ada setidaknya 4 pimpinan mereka itu yang berada di tingkat pendekar Dewa, kut mati bersama pasukannya."


Mendengar hal itu utusan klan Selatan bangkit berdiri bersorak sorai, mereka membungkukkan badan memberi penghormatan pada Qing shan.


Mereka merasa berterima kasih dan begitu bahagia tampak wajah-wajah polos penuh bahagia terpancar dari wajah-wajah dan sorotan mata mereka.


Lagi-lagi semua orang bisa melihat, betapa orang-orang ini memang begitu tersiksa sama seperti mereka yang menderita selama ini.


"Baiklah saudara sekalian kalau begitu kami tidak akan menahan saudara lagi disini, silahkan saudara semua boleh beristirahat, sebelum nantinya kita akan bergerak bersama untuk membebaskan rakyat dan anggota Klan Wu yang anda sembunyikan selama ini, berikutnya kita akan segera memikirkan bagaimana caranya untuk membebaskan seluruh anggota Klan Selatan dari perbudakan klan Pusat."


"Tuan kami juga menyampaikan pesan dari patriak tentang informasi akan dikerahkannya ratusan pasukan Klan kami yang dipaksa bergerak menyerang klan Timur ini, itulah yang membuat Patriak kami khawatir terjadi pertumbuhan darah, kami bermohon tolong lindungi seluruh anggota Klan Selatan dan jangan dibunuh Tuan, itu permintaan Patriak kami."


"Panggil saya sebagai saudara, saudaraku Kuang Ru zhi dan jangan khawatir kami tidak akan membunuh mereka, tapi justru melindunginya dan kami punya cara untuk itu.


Sekarang beristirahatlah, ada tempat nanti yang akan di sediakan untk anda semua, sementara kami di sini akan bermusyawarah kembali membahas rencana berikutnya, sebagai pengganti penyerangan yang akan menjadi misi penyelamatan pada klan anda."


Mendengar hal itu ke-20 orang utusan itu berlutut dan mengucapkan rasa syukur serta terima kasihnya, sebab memang itulah yang mereka cari dan harapkan.

__ADS_1


Mereka merasa perjuangan mereka yang susah payah untuk keluar dari kurungan dan ketatnya penjagaan klan pusat berbuah manis dan tidak sia sia.


__ADS_2