
Sesampainya di desa Zhuangnam
Qing shan dan Lan'er turun, tepat di depan halaman rumah keluarga Huang yang ada disana.
Kemudian beberapa anggota keluarga Huang yang ada saat itu, menyambut kedatangan Qing shan dan mempersilahkannya untuk masuk.
Qing shan dan Lan'er masuk ke dalam ruangan aula pertemuan keluarga Huang, yang ada di sana.
Semua menyambut kedatangan mereka dan Lan'er segera diantar ke ruangan Lin'er.
Ada beberapa tetua yang sedang melaksanakan aktivitas rutin mereka, untuk memusyawarahkan dan membahas segala sesuatunya tentang perkembangan dan juga kemajuan, serta perencanaan tentang apa-apa yang perlu dibahas terkait keluarga Huang.
Mereka membahas sumber daya, sumber penghasilan dan juga pemeriksaan atas usaha yang ditugaskan kepada tiap-tiap anggota keluarga, dari keluarga Huang.
"Paman Huang.....!"
Qing shan menyapa saudara laki laki dari ibu Lin'er.
"Shan'er, kau ada di sini!
Bagaimana kabarmu dan bagaimana keadaan di alam benua tengah saat ini..?
Saudara semua anggota keluarga Huang, karena Shan'er menantu dan juga sekaligus pelindung keluarga Huang ada disini, maka pembahasan kita kali ini akan di tunda dan akan dilanjutkan nanti."
"Baik..! memang sebaiknya begitu ketua keluarga.
Jarang jarang Shan'er punya waktu begini buat kita, sebaiknya kita fokuskan untuk mendengar semua hal darinya."
Salah seorang wakil keluarga Huang, menyampaikan pendapatnya.
"Betul betul sekali saudara...!"
"Betul itu memang betul..!"
Banyak dari tetua anggota keluarga Huang yang kemudian menyatakan persetujuannya, dengan usul ketua keluarga Huang.
"Ah Paman, maafkan kalau anak ini jadi mengganggu jalannya rapat keluarga Huang."
"Shan'er, ini hanya pembahasan biasa, hanya soal tentang rencana pembagian dan pemeriksaan hasil kerja keluarga Huang.
Ada banyak waktu untuk membahas hal ringan seperti ini.
Jangan merasa sungkan, atau kami akan merasa seperti orang jauh, atau merasa di jauhkan nanti....he.heheh.
Jadi bagaimana tentang keadaan yang Paman tanyakan tadi?"
"Ya. Pertama keadanku cukup baik baik saja paman dan mengenai keadan di alam Tiantang, sama seperti di tempat kita ini, di benua Tiantang itu, juga terjadi perebutan kekuasaan paman.
Saat ini di timur atau daerah bagian timur alam Tiantang, sudah ditaklukkan oleh klan selatan.
Klan Timur ini sekarang boleh dikatakan, sudah menjadi budak atau bawahan dari klan selatan.
Artinya semua harta kekayaan keluarga mereka, itu sudah ada dalam kendali klan selatan.
__ADS_1
Jadi baik harta dan juga semua sumber daya dari klan timur itu, sudah dikuras habis dan kosong diambil alih oleh klan selatan, anehnya hal itu dianggap hal yang boleh saja di alam Tiantang.
Maka di alam Tiantang saat ini, aku sudah bersekutu dengan klan itu paman, sebab kehadiran orang orang baru di sana menurut peraturan, akan diserang bersama oleh setiap kekuatan yang ada, kecuali kalau kita memiliki sesuatu berupa sekutu, yang akan mengakui keberadaan kita.
Sedangkan mencari sekutu itu, juga sama sulitnya dengan menghindari agar tidak diserang, oleh semua kekuatan yang ada disana.
Hanya klan yang jatuh seperti klan Wu yang hancur ini, yang bisa di masuki.
Mereka akan memberikan token keanggotaan kepada kita dan para pengawal, namun masalahnya kemudian ketika kita nanti bertemu dengan klan selatan, kita juga akan dianggap menjadi budak mereka.
Saat ini aku sudah membagikan sumber daya bagi klan timur itu. untuk meningkatkan kekuatan yang nantinya akan diperlukan dalam melakukan peperangan besar, untuk merebut kembali kemerdekaan mereka atas perbudakan klan selatan.
Kalau rencana ini berhasil, aku nantinya akan mengambil alih wilayah selatan, atas nama sekutu Wu dari timur, sehingga nanti kekuatan lainnya tidak akan menyerang keberadaan kita secara bersama sama, kecuali memang ada yang ingin mencaplok kembali wilayah kita seperti yang klan selatan lakukan pada klan timur saat ini."
"Wah bukankah semua itu adalah omong kosong Shan'er?
Diakui tapi boleh diserang siapa saja, yang mau mencaplok daerah kita.
Apa jaminan kalau pihak lain tidak akan bersatu, untuk mencaplok wilayah kita lalu membagi harta rampasan perang dari pihak yang dikalahkan?
Ini semua adalah aturan yang amburadul dan tumpang tindih."
"Benar paman intinya sebenarnya, ini cuma akal akalan pihak paling berkuasa dalam melanggengkan kekuasaannya.
Mereka adu sesama 4 kekuatan yang ada dari dari setiap sudut alam Tiantang, lalu mereka di pusat akan aman damai dari serangan ke empat kekuatan ini dan kekuasaan terus berpusat di pihak mereka.
Trik kotor yang jahat bukan paman?
Karena merasa jenuh, sambil menunggu beberapa urusan yang sedang dilakukan oleh para pelayan, aku datang mengunjungi alam jiwa, ternyata aku tidak menemukan Lin'er di sana dan hanya menemukan Lan'er, itu sebabnya kami datang kemari."
"Oh begitu ternyata, jadi apa rencanamu terhadap wilayah selatan Itu Shan'er....?"
Sebenarnya aku tidak terlalu terobsesi dengan kekuatan paman...!
Tapi dengan adanya pihak yang kalah di alam Tiantang, maka siapapun sebagai pihak yang dikalahkan disana, akan pergi mencari banyak sumber daya kemana saja, termasuk apa saja yang bisa menutupi kebutuhan klan mereka.
Dan salah satu tempat mereka mencari itu tidak lain adalah, ke alam benua rendah yang kita tempati ini.
Itulah alasan kenapa beberapa hari belakangan ini, kita temukan banyak para pendekar dari alam Tiantang yang masuk ke alam bawah ini, walaupun mereka adalah pihak yang kalah di sana, namun kekuatan mereka itu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh oleh kekuatan para pendekar di alam rendah ini.
Kalau saja bukan karena kita yang memiliki alam jiwa dengan segala kekayaannya, yang bisa membuat kultivasi kita meningkat pesat, kita sudah lama di kuasai paman.
Itulah dasar awal, kenapa aku harus pergi kesana, tidak lain adalah untuk memastikan paman dan semua orang orang yang aku sayangi disini, bisa hidup tenang di benua rendah kita ini.
Kalau nantinya aku bisa menguasai klan selatan, maka orang-orang dari klan selatan, tentu akan bisa kita kendalikan, sehingga tidak harus datang dan turun untuk mengganggu ke alam rendah milik kita ini.
Tidak akan ada yang bisa membuat kerusakan di alam rendah ini, seperti apa yang coba dilakukan oleh anggota klan timur kemarin."
"Shan'er sekali lagi kau selalu selangkah lebih maju, dari kita semua di benua rendah ini.
Engkau selalu memikirkan kami, sedangkan kami sibuk membahas dan mengkaji tentang kemajuan keluarga sendiri, bukankah ini hal yang sangat memalukan.?
Kau memang anak yang dijanjikan Shan'er.
__ADS_1
Baiklah jangan buat kami menjadi lebih malu, apabila ada hal-hal yang bisa kami kerjakan, jangan sungkan untuk menyebutkannya, agar kami sedikit lebih berguna."
"Paman Huang...!
Semuanya telah kita bahas sebelumnya bukan?
Bahwa paman Huang dan semuanya, termasuk juga keluarga kekaisaran serta keluarga Qin di desa Shun Guojia, termasuk sekte dewa Shunzhuan di desa Shunzhuan yang saat ini telah menjadi kota, adalah pilar dan kekuatan pelindung di alam Benua rendah ini pada umumnya dan di wilayah ke kaisaran Han khususnya.
Jadi apa yang perlu paman dan keluarga semua lakukan, hanyalah untuk menjaga keamanan di tempat kita ini, itupun masih ada para pengawal kita yang akan memantau segala sesuatunya dari langit alam jiwa.
Artinya paman tidak perlu terlalu risau dan terlalu memikirkan apa-apa, termasuk juga tidak perlu bergerak, kecuali memang hal-hal itu sudah langsung berada di depan mata paman sendiri."
"Kami begitu engkau manjakan Shan'er.!"
"Tidak paman..!
Aku hanya melakukan apa yang semestinya aku lakukan.
Ini sudah merupakan jalan yang digariskan surga untukku dan aku akan memikul, serta membawa segala beban yang ada di jalan ini, dengan hati yang bahagia dan penuh sukacita, karena hasilnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk orang-orang yang aku cintai juga."
"Baiklah Shan'er...!
Tampaknya secara garis besarnya, kami sudah tahu apa yang terjadi di alam Tiantang sana, tentu untuk mewujudkan tujuan dan cita-citamu bukanlah sesuatu yang mudah, dan juga bukan perkara yang ringan, sebab selain klan Selatan tentu masih ada klan lainnya yang lebih kuat, lebih dominan dalam menguasai alam Tiantang itu sendiri.
"Benar paman.
Menguasai selatan itu hanyalah jalan pertama, untuk kemudian mengambil jalan berikutnya sampai benar-benar alam Tiantang itu harus jatuh ke tangan kita, kelak alam Tientang itu akan aku ubah namanya menjadi alam benua Qing shan."
"Wah luar biasa....!
Putra menantu paman ini memang luar biasa, kau adalah anak surga kau adalah tangan dan wakil surgawi.
Baiklah aku akan merasa cukup yakin dan percaya beban itu bisa kau pikul, walaupun mungkin dalam pelaksanaannya masih butuh perjuangan.
Saudara-saudara anggota keluarga Huang sekalian, untuk kali ini pertemuan kita sudahi sampai disini, hal-hal yang belum tuntas kita bahas tadi, akan kita bahas di waktu lain kedepannya nanti
Sekarang kita tutup acara pertemuan ini dan kita semua akan memasuki acara makan bersama, merayakan kunjungan menantu masa depan kita dan juga putri kita Lin'er dan Lan'er yang begitu cantik.
Bagaimana setuju semuanya...?"
"Setuju....!
"Setuju........!
"Setuju ketua.......!
Baik. Tampaknya anggur terbaik yang dimiliki oleh keluarga Huang, sekarang harus kita keluarkan untuk menyambut menantu masa depan kita yakni Qing shan, suami masa depan dari Lin'er dan Lan'er yang keduanya sudah sama sama kita anggap sebagai putri kita....!
Dan juga mari kita semua bersulang, sebagai simbol semangat melindungi wilayah benua alam rendah ini."
"Mari...Mari...Mari.....!!"
Semua orang sangat bersemangat, akan adanya jamuan makan yang menampilkan makanan dan minuman terbaik milik keluarga Huang, dalam menyambut kedatangan Qing Shan itu.
__ADS_1