
Terbang dalam ketinggian dan berada di balik tirai ilusi membuat Qing Shan dan pasukan pengawalnya tidak terlihat sama sekali.
"Apa ini ? tidak ada pasukan sama sekali, apakah mereka menganggap kita begitu lemah ? ataukah ada rencana mereka yang lain?"
Qing Shan memanggil pasukan yang baru saja mengikutinya dan menanyakan keadaan yang janggal ini.
"Tuan sejak awal kami di utus, kami memang tidak melihat bahwa ada pergerakan pasukan yang dikerahkan begitu banyak sebagai persiapan perang, kecuali sedikit pasukan tambahan yang biasa ada di perbatasan yang telahpun tuan musnahkan, selain itu jumlah itu juga sudah ribuan tuan."
"Kini aku sadar kalau dua utusan yang membawa kepala itu kemungkinan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik atau lawan sengaja membuat taktik ini"
"Jadi bagaimana selanjutnya tuan?"
"Baiklah tampaknya pihak lawan ingin main kucing kucingan, jika tebakanku tepat telah ada portal seperti yang terakhir aku pakai dari kota Shunzhuan menuju istana kekaisaran, yang mereka pasang dari istana sampai ke perbatasan dengan harapan kita semua keluar dan mereka masuk."
"Chen Sui Han dan Chen Sui Bai, kembalilah ke perbatasan dan katakan agar pasukan untuk berhenti dan menunggu disana, pukul habis semua pasukan Wei yang keluar dari portal, jangan maju kecuali yang sudah terlanjur berangkat ke kota pertama yang sudah kita kuasai.
Biar aku dan Gong Lam juga jendral Bing serta 10 orang bawahanku yang maju menuju istana kaisar Wei."
"Baik tuan..!'
Segera Chen Sui Han dan Chen Sui Bai melesat meninggalkan barisan Qing Shan yang juga sudah melesat menuju istana kaisar Wei
Saat tiba di depan sebuah ruangan, Qing Shan dan pasukannya melihat jalan yang merupakan sebuah jalur portal teleportasi ruang dan mereka melihat banyak pasukan yang masuk kedalam.
Melihat itu Jendral Bing berkata "Apa yang tuan perkirakan ternyata benar, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang tuan pangeran?"
"Kita tunggu mereka selesai, lalu aku bermaksud menghancurkan portal agar banyak dari mereka terkurung dalam pusaran badai ruang, akan lebih sedikit dari mereka yang benar benar bisa selamat hal ini sangat menguntungkan pihak kita tentunya."
"Tuan memang sangat bijaksana."
"Baiklah, sepertinya sudah selesai aku akan menghancurkan portal itu."
Qing Shan melesat kedepan portal, lalu meledakkan energi puncak dewa level dua dan segera menghantamkan kekuatannnya kedalam ruang portal, seketika petir melesat merobek tubuh semua orang yang bisa di jangkaunya, sama seperti fungsi portal yang menghantarkan seseorang ke tempat yang jauh, portal itu juga melesatkan semua kekuatan yang Qing Shan keluarkan, tetapi sekat ruang yang dibentuk oleh portal dan dilewati kekuatan Qing Shan akan segera pecah dan runtuh seiring melesatnya kekuatan itu, kemudian badai ruang menyembur juga melesat seolah mengejar kekuatan Qing Shan.
Tidak terhitung berapa ribu, jumlah pasukan kekaisaran Wei yang mati sia sia di dalam.
"Badj!ngan seseorang telah meledakkan portal.. ada penyusup .... ada penyusup..."
Seorang pasukan penjaga istana yang terkejut dan melihat portal meledak menjerit kencang, kemudian segera ratusan pasukan penjaga datang.
"Gong Lam Hui karena aku meledakkan portal dengan kekuatan maksimalku, badai ruang sempat menyembur dan meledak ke arahku, aku harus sedikit memulihkan.diri."
"Baik tuan.....!"
Gong Lam Hui bersama 10 orang pasukan semesta pelayan Qing Shan mengawal tubuh Qing Shan dari segala arah.
Qing Shan memasang array ilusi dan pergi menuju alam jiwa dan segera melesat menuju dasar danau kahyangan, aura langit dan bumi serta khasiat pemulihan masuk kedalam tubuhnya, hanya sekitar dua menit disana dia lalu langsung melesat dan kembali ke posisinya duduk dikelilingi oleh para pelayannya, yang kini telah bertarung sengit denqan para pengawal kaisar Wei di tingkat semesta puncak.
"Tuan Gong Lam sepertinya kita akan kalah."
__ADS_1
"Tahan sebentar lagi jendral Bing!"
Selaput cahaya tipis seketika membalut seluruh pasukan Qing Shan semua pendekar yang mendekat di tebas habis, tetapi saat lawan menebas dan mencoba melakukan hal yang sama, tidak ada terjadi apa apa, pedang mereka terhalang cahaya tipis, semakin banyak mereka yang mendekat dan mencoba karena penasaran, maka semakin banyak pula yang tewas tertebas pedang Gong lam dan kelompoknya, melihat hal ini Gong Lam tidak merasa heran dia.tahu tuannya yang melakukan.
"Akhirnya tuan pulih!".
Ucap Gong Lam
"Ya, ternyata mereka punya pendekar dewa tingkat awal tahap menengah di pihaknya, pantas sejak awal mereka tidak memandang kita, pastinya mereka mengira kita tidak punya hal yang sama."
"Dimana keberadaannya tuan?"
"Kau tidak perlu khawatir Gong Lam, aku tidak akan membiarkan kalian celaka, terus tebas para pendekar semesta ini, sebentar lagi dia akan terusik, dia berada dibalik tirai ilusi saat ini."
"Apakah dia bisa melihat tuan?"
"Tidak, dia hanya mengira kalian punya harta surgawi sebagai pelindung saat ini."
" Baiklah .... Apa kalian kira bisa menghancurkan kekaisaran Wei hanya dengan mainan itu?
Sosok seorang pendekar dewa keluar dia mengarahkan tekanannya pada kelompok Gong Lam, dan dia heran tekanannya tidak berguna sama sekali, kemudian di tidak lagi menahan dan mengerahkan semua puncak kekuatannya dan semua itu tidak cukup menekan kabut tipis yang membalut kelompok Gong Lam, kemudian saat itu juga Qing Shan keluar.
"Gong Lam sejak dari sini aku akan menghadapinya, kalian urus sisanya"
"Baik tuan, mari saudara semua, kita selesaikan segalanya..!
Gong Lam maju menebas ke depan pedang Shen Jian yang kini ada di tangannya, kesepuluh pendekar semesta juga maju berperang dengan orang orang yang tadinya merupakan temannya, tanda jiwa tidak memungkinkan mereka melanggar perintah, atau mereka akan mati meledak menjadi kabut darah.
"Luar biasa tidak kusangka kekaisaran Han memiliki orang yang berada di atasku, tapi kau perlu tahu bahwa aku adalah seorang maniak pertandingan, jangan kira hanya karena lebih tinggi dalam kultivasi kau bisa mengalahkannku."
Sosok tersebut kemudian menelan sejenis ulat berwarna kuning emas, lalu tubuh pria itu berubah menjadi warna emas yang cerah dan ada lapisan armor atau baju zirah di tubuhnya .
"Baiklah tuan pendekar, kau tahu akan seperti apa hasil dari tabrakan kekuatan kita, aku mengundangmu berperang di ketinggian langit."
"Baik, tidak kusangka kau orang yang begitu menyenangkan."
"Ha...ha...ha...hhhahaahh aku hanya orang yang menghormati kekuatan baik itu teman atau musuh dan akan benci kelemahan dan orang orang lemah baik itu dari teman atau musuh....Hiyaaaaaa....."
Cahaya kuning ke kemasan yang begitu megah melesat ke atas langit.
Qing Shan melesat dari tempatnya berdiri, warna merah menyala terpancar dari tubuhnya, armor lapisan daun pohon akar spritual jiwa berwarna hijau kemudian membalut badannya lalu dibalut lagi oleh baju zirah dari sisik naga merah petir surgawi kehampaan yang begitu keras.
Dia tidak lagi menahan kekuatannya, sekaligus pertandingan langka ini akan dia jadikan latihan melihat sampai dimana batas dan juga kekuatan miliknya.
"Ha..ha..hahah aku tersanjung kau tidak merendahkanku dan memakai kemampuan maksimalmu."
"Aku tahu metode yang kau gunakan bukan peledak darah, artinya kultivasimu agar terus bertahan di tahap itu selama makhluk itu berada di tubuhmu, jadi tidak perlu pertandingan yang terburu buru bukan."
"Hmmmm... ternyata kau juga cukup cerdas, baiklah tidak akan terjadi apa apa kalau kita hanya bicara, jurus serangga perobek jiwa."
__ADS_1
"Puaaaaaakkkkkk......... Ngung........."
Sosok lawan Qing Shan menampar tangannya dan seketika udara berdengung, awan tersibak menjadi bentuk benang benang tipis yang berjalan menjauhi mereka berdua.
Ketika gelombang itu sampai kepada Qing Shan, gelombang itu di tepis oleh Zirah sisik naga, penolakan energi itu membentuk gelombang kecil yang berbalik arah.
"Jurus lonceng kematian."
"Tringg..... Tring......tringgg...."
Sekali lagi suara degung yang mampu merobek jantung pendekar alam dewa berdengung, untuk sesaat Qing Shan seolah berada di dalam sebuah lonceng raksasa yang besar dan ledakan suara yang dahsyat menyeruak memaksa masuk memekakan telinga.
Pedang merah petir surgawi kehampaan bergetar dan keluar dari sela sela pohon spritual jiwa.dan cabang pohon spritual jiwa merambat memanjang menghalau gelombang yang mencoba masuk hendak menyobek jiwa Qing Shan.
Saat pedang berada di tangan Qing Shan segera saja dia ayunkan dengan ganas menebas arus gelombang yang tercipta dari sebuah lonceng yang dipegang lawannya.
"Buummmmmmm...."
"Akhhhhhh..... sialan kau meledakkan Lonceng ku, luar biasa...!
Pria itu memuntahkan semangkuk darah kental yang segar, tetapi malah tersenyum lebar.
"Sudah lama aku tidak merasakan hal ini, baiklah ayo kita lanjutkan."
Qing Shan menyapu sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat sapuan gelombang dahsyat.ini
"Apakah kau akan bertarung seperti anak kecil yang suka memainkan mainannya."
"He.. he...hehehh seperti anak seusiamu, kau adalah orang yang tidak sabaran baiklah, kita akan bertarung seperti pria, kau sudah lulus ujian, maka matilah hiyaaaaaa....."
Seketika Ribuan batu membentuk hujan menerjang Qing Shan.
"Pukulan telapak guntur pemusnah hiyaaaa...."
"Jedarrrrrr......du..du..duarrrr...groarrr " petir naga melesat menerjang hujan batu dan meledakkan semuanya.
"Shuuuuuuuuuttttttt " panah api yang memancarkan energi api murni dilesatkan ke arah Qing Shan dalam bentuk busur api murni menyibak udara dan gelombang energi sebelumnya akibat hantaman telapak guntur.
"Tusk..tusk...tusk...tusk..skk."
Ribuan jarum energi petir surgawi kehampaan yang dipadatkan menghadang dan merobek busur api murni sampai musnah keseluruhannya
Melihat itu pria kekaisaran Wei berdecak kagum, lalu melesat hendak memukul dengan pukulan jarak dekat, Qing Shan tidak menghindar dan mempersiapkan pukulan peremuk jiwa.
"Buammm..... " Pukulan saling hantam keduanya terlempar beberapa ratus meter dan lalu melesat kembali adu hantam pukulan, keduanya melakukan hal itu sampai ratusan kali dengan jurus pukulan yang berbeda.
Pendekar semesta dan seluruh pasukan yang saling perang berhenti dan mendongak ke atas langit tanpa sadar berdiri dan duduk bersama lawannya, baik Qing Shan maupun pria tua lawannya telah mengambil wujud dewa dengan tubuh yang besar, setiap pukulan mereka akan menimbulkan gelombang energi besar yang mencapai tanah, hal itu juga menimbulkan pancaran warna yang berbeda di langit setiap terjadi adu pukulan.
"Ha..... ha...ha..hahahhhh menyenangkan, menyenangkan sekali, aku sangat puas, sangat puaaasssss.... ha ha... baiklah kini aku akan mengakhiri segalanya.... Segalanya akan di tentukan setelah ini, badai topan kekacauan......khuuuaaaaa...!"
__ADS_1
Pria itu memutar tubuhnya sangat cepat badai kencang tercipta, kekacauan segera mendominasi, awan yang jauh bahkan tersedot seperti putaran benang yang kusut yang selalu berubah rubah bentuk, Qing Shan langsung di tarik tersedot masuk kedalam pusaran kekacauan dihantam dan dilemparkan kesana kemari dalam kecepatan yang sangat tinggi, tenaganya terkuras, sisik sisik naga terkelupas dan terpental kesana kemari bersama berbagai benda yang disedot oleh energi kekacauan yang begitu dahsyat.
Qing Shan dalam keadaan terluka parah terombang ambing dalam hantaman dan tekanan elemen kekacauan, kekuatannya memudar dan kesadarannya perlahan menghilang.